
Ratusan Skiif serta Ribuan Nie muncul di lembah Raspur dan langsung mengepung Jenderal Sirte beserta empat bawahannya—sedangkan Vlo telah tewas ditikam oleh Bonar.
“Itu adalah Jenderal Sirte!” seru suara dari Komandan Prajurit Lemurian yang memimpin ribuan Prajurit Lemurian tersebut—yang datang terlambat setelah mendapatkan informasi kalau sebuah Balaine yang kendarai oleh Manusia memasuki Planet CC-077.
Jenderal Sirte mendekati mayat Vlo dan menghela nafas dalam-dalam, ia sangat sedih—salah satu Prajurit terbaiknya itu akan berakhir begini.
Pintu Skiif terbuka dan beberapa Prajurit Lemurian langsung memindahkan tubuh Vlo ke tandu dan membawanya ke dalam Skiif.
Komandan militer Bangsa Lemurian yang memimpin Prajurit Lemurian langsung menyerahkan tongkat komando pada Jenderal Sirte, membiarkannya membuat keputusan harus berbuat apa selanjutnya.
Jenderal Sirte melihat Peta virtual area disekitar lembah Raspur dan menemukan beberapa Kilometer dari sana ada sebuah bekas Kota yang telah lama hancur. Dia curiga para Manusia itu kabur ke sana dan memerintahkan Prajurit Lemurian menuju ke sana. Namun, saat mereka tiba di sana, tak ada siapapun di sana dan hanya ada bekas puing-puing bangunan yang sepertinya disentuh seseorang.
__ADS_1
Dia curiga, Bonar mungkin menggunakan Sihir Controller di sini, tetapi ia tak tahu apa yang dilakukannya.
“Kami sudah mengelilingi Kota ini Jenderal, tetapi tak ada jejak para ternak itu!” lapor salah satu Prajurit Lemurian.
Jenderal Sirte yang masih kesal oleh ulah Bonar yang mempermalukan reputasinya—langsung menggertakkan giginya dan berkata, “Bawa aku ke Menara Kutukan terdekat!” Namun, ia berpikir mungkin Manusia itu sebenarnya telah membuat kesepakatan dengan Ras Bunian—makanya mereka dengan mudah kabur dari lembah Raspur. “Kita akan ke Menara Harapan yang paling sering diserang oleh Ras Bunian saja!” katanya lagi.
“Itu 500 Km dari sini, Jenderal!” sahut Pilot Skiif sembari memperlihatkan Peta Virtual dan menunjuk tanda bulat merah yang merupakan bekas Ibukota Negara di masa lalu. “Markas utama militer kita berdiri di sini dan tempat ini juga yang sering diserang oleh kelompok pembangkang dari Ras Bunian!” jelasnya.
...***...
Karena tidak mengendarai Balaine atau Skiif, Bonar dan Pasukan Revolusioner pimpinan Aluaso tiba dua hari kemudian di markas pusat Pasukan Revolusioner yang selalu berpindah tempat setiap tahun untuk menghindari sergapan Prajurit Lemurian.
__ADS_1
Jojo dengan tergesa-gesa menuju ruangan Ratu Lamura setelah mendapatkan informasi dari Bunian yang berjaga di tebing yang tak jauh dari markas Pasukan Revolusioner—bahwa Manusia yang akan bekerja sama dengan Bangsa Bunian akan tiba dalam beberapa menit lagi.
Dia mendorong tirai dari ruangan yang dipahat di bukit batu tersebut tanpa menyapa lebih dulu, sehingga Ratu Lamura yang sedang berbicara dengan penasihat militer langsung menoleh ke arah Jojo.
“Ada apa Jojo? Apakah tempat ini telah diketahui oleh Prajurit Lemurian?” tanya Ratu Lamura—karena ekspresi wajah Jojo sangat serius bahkan nafasnya sampai terengah-engah.
Jojo menggelengkan kepala dan berkata, “Mereka telah tiba!”
Penasihat militer tak mengerti apa maksud ucapannya. “Mereka siapa Jojo?”
“Alien... eh, Ras Manusia yang bertarung Sihir dengan Prajurit Lemurian di lembah Raspur!” kata Jojo dengan semangat menggebu-gebu.
__ADS_1
Ratu Lamura dan Penasihat militer terkejut mendengarnya—karena mereka menyangka Ras Manusia itu telah dihancurkan oleh Prajurit Lemurian, mengingat hujan meteoroid tiba-tiba muncul di sana. Alat pendeteksi Sihir mencatat kalau kekuatan Sihir itu setara dengan Sihir Jenderal militer Bangsa Lemurian.