
DRAP ... DRAP ... DRAP ....
hahh .. ha.... hhh ...
CRING .. SYUUTT .. CCRTT ..
Tess .. tes ..
" huhh ... ha.. h ... kau tidak akan menyerah mengejarku ya ? "
" GRR ... KAU HARUS MATI GRRHHH ... !!! "
" PEMBUNUH GURU HARUS MATI !! "
Syattt ... cring ...
Grebb .. jleb ..
Sebuah sulur dari ranting2 pohon tiba - tiba menusuk pemuda tadi, dan menariknya menjauh.
" tidakkk .. kutukan pohon kembali lagi .. tid...akk .. dasar pembunuh !! Akan ku tunggu kau di neraka, anak pembawa siallll ARRRrrgghh !!! .. "
Seorang pria dengan baju bruder yang kotor terbaring di tanah, matanya yg tertutup kain menatap sedih ke langit.
Air mata mengalir tanpa sengaja membasahi kain hitam yg membalutnya.
" Padahal aku hanya mencoba menyelamatkannya, bahkan mengorbankan mataku saja itu tidak cukup "
Tangannya yg berdarah terangkat mencoba menggapai angkasa, dia mengepalkan seluruh jari2 nya kuat2 hingga darah yg keluar dari telapak tangannya mengalir lebih deras.
" Dia bisa saja selamat, jika tidak memperdulikanku .. hahhh .. kau bodoh sekali *Ayah, membuang nyawamu untukku lalu mati begitu saja "
( *Ayah = Pastor / Imam besar )
" kau membencinya tapi malah mewariskan kutukan ini padaku .. aku kecewa padamu tetapi aku tidak pernah bisa membencimu "
Pria itupun bangkit dari posisi tidurnya diapun mulai berjalan.
" Ayah apa kau senang melihatku begini ? Tentu saja .. kau takkan bisa menjawabnya "
Pria itupun pergi dengan tertatih ..
-
-
-
-
-
-
Di lorong asrama seseorang berlari dengan tergesa2 membawa kotak obat di tangannya, raut wajahnya yg di banjiri peluh itu nampak terlihat marah.
Diapun sampai di suatu kamar & langsung mendobrak pintunya.
BRAKKK !!!
" Hah .. HANNN ... sebenarnya apa yg kau lakukan di pasar tadi hah ? Para pedagang yg komplain karna barang dagangannya kau rusak berdatangan ke Gereja sore ini ? "
" ah .. hyung jika kau ingin marah tolong lakukan saja nanti, aku butuh kotak obat yg kau bawa itu cepat kemarikan "
Dengan emosi, Jinyoung menggetok kepala Han menggunakan kotak obat yg dia bawa tadi.
Dugh ..
" aww .. sakit Hyung .. kalau kepalaku benjol gimana ? "
" biarin aja nanti juga jidatmu ku perban sekalian seluruh badanmu ku tutup perban !!! "
" jahat .. kalo kaya gitu aku jadi kayak mummy Hyung "
" haaahhhh ... coba jelaskan padaku sebenarnya apa yg terjadi tadi ? "
Amarah Jinyoung mereda, diapun mengambil tangan Han & langsung memakaikan perban di telapak tangannya.
Han nampak ragu2 sebelum akhirnya dia bercerita.
" Hyung .. mereka mengejarku lagi .. kali ini bukan hanya satu tapi 3 orang .. "
" A-APA ? Kenapa kau baru bilang sekarang ? Ini salahku, Seharusnya tadi aku saja yg pergi ke pasar, kalau saja Jun sedang tidak sakit "
" itu bukan salahmu .. hari itu kau juga melihatnya kan .. bahwa aku yg membunuh ayah .. "
Badan Han mulai menggigil, gejala Anxiety nya pun mulai terlihat. Dengan sigap Jinyoung langsung memeluk tubuh Han & berusaha menenangkannya.
" sudahlah Han jangan mulai membahasnya lagi .. kepergian Ayah bukan salahmu, dia yg memilihnya sendiri jadi ku mohon berhentilah menyalahkan dirimu sendiri "
" T-tapi Hyung .. jika aku bertemu dengan mereka, bayangan wajah Ayah di saat dia mati slalu muncul di depanku .. aku sangat takut .. "
Han makin terisak di dalam pelukan Jinyoung. Diapun menepuk2 punggung Han untuk menenangkannya.
" Han .. kau tidak sendirian .. aku disini untukmu, cuma kau keluargaku satu2 nya .. jadi tolong jangan siksa lagi dirimu dg kenangan itu "
Han mulai terdiam dari tangisnya, dirinya sudah mulai tenang .. jinyoung pun melepaskan pelukannya.
" Han berjanjilah padaku untuk terus hidup bukan dengan kutukan tapi kekuatan .. kekuatan yg di wariskan ayah padamu .. "
" Tapi aku tidak butuh kekuatan yg bisa membunuh orang yg ku sayang .. "
" kamu tidak membunuh seseorang .. kenyataannya kamu melindungi dirimu sendiri tanpa sadar, kekuatan itu memang sulit di kendalikan tapi bukan berarti kamu tidak bisa mengendalikannya .. "
Diapun menggenggam tangan Han ..
" Jangan takut .. jika dirimu masih menganggap itu kutukan slamanya kekuatan itu tidak akan bisa kamu kendalikan, maka kamu harus menganggap itu adalah kekuatan yg bisa melindungi seseorang .. "
" Han .. aku percaya padamu jadi
percayalah dirimu sendiri .. "
" akan aku coba ... "
" itu baru Han .. dan ini jangan lupa minum obatnya ya .. "
" ummh .. "
" Aku masih ada urusan di dapur, ah ya aku hampir lupa hmm .. "
" ada apa Hyung ? "
" hmm .. begini Han ..
" sudah 5 hari tamu kita tidak keluar dari kamarnya, aku khawatir .. dia bahkan tidak memakan makanan yg ku antarkan ke depan pintu kamarnya "
" benarkah ? Sejak kapan Hyung ? "
" sejak kau membawanya masuk dan menginap di kamar tamu, sejak itu aku tidak pernah melihatnya keluar kamar "
Jinyoung nampak berpikir sambil memegangi dagunya.
" Han .. bisakah aku minta tolong padamu ? "
__ADS_1
" katakan saja jika kau perlu sesuatu Hyung "
Jinyoung terdiam sejenak ...
" aku tidak bisa membiarkan Han sendirian di saat seperti ini, gejala Anxiety nya masih belum hilang .. dia harus ku buat sibuk untuk mengalihkan pikirannya tentang ayah " . Batin Jinyoung bergumam ..
" Han bisakah kau bawakan makan malam untuk tamu kita ke kamarnya ? Mungkin dia mau makan jika kau yg mengantarkan, dia mungkin canggung denganku "
" hmm .. baiklah Hyung, aku akan segera mengambil makanannya di dapur .. "
Han pun mulai berlari meninggalkan Jinyoung yg masih menatapnya.
#######
TOK .. TOK .. TOK ..
" permisi tuan, saya mengantarkan makan malam .. bolehkah saya masuk tuan ? "
Seorang pria dari dalam kamar tidak menjawab ucapan Han, mata tajamnya hanya terfokus ke arah pintu.
Mendengar tidak ada jawaban dari dalam ruangan, Han memberanikan dirinya untuk menyelinap masuk.
" kalau begitu saya masuk tuan .. "
Krieeetttt ....
Prank ... ggrrtt..
" Ah .. maaf tuan karna ruangan ini juga gelap indera saya jd kurang berfungsi dg baik .. "
" tidak apa kemarilah dan bawa makanannya .. "
" ah baik .. "
Diapun mendorong gerobak yg berisi makanan dan mulai meletakkannya di meja kecil di sudut ruangan. Samar2 dia mendengar seseorang yang berjalan menghampirinya dan mulai duduk di sebelahnya.
Han yg kaget segera bergeser sedikit, dan bergegas pergi.
" duduklah di kursi ini dan temani aku makan .. "
Han langsung menurut dan duduk di kursi sebelahnya. Wajahnya menunduk meskipun tidak menatapnya Han masih bisa melihat samar pria di sebelahnya, diapun asik memperhatikan pria itu dari suara alat2 makan yg di gunakannya.
" anda tidak makan banyak ya tuan ? " . Tanya nya tiba2..
" hmm .. tidak juga .. "
" apa karna makanannya kurang enak ? Aku minta maaf tuan jika disini hanya bisa menyajikanmu menu seadanya .. "
" ini ... enak .. hanya saja aku tidak bisa makan banyak .. " . Ucap pria itu dingin
" baiklah kalau begitu saya akan membereskan sisa makan anda sekarang, selanjutnya anda bisa beristirahat dengan nyaman "
Han mulai merapikan piring2 tadi dan mulai menatanya lagi di gerobak yg dia bawa, setelah semua rapi diapun berpamitan.
Han membungkuk hormat ..
" ah ada yg ingin ku berikan padamu tuan .. " . Han merogoh saku bajunya, lalu mengambil sebuah tabung seukuran jari di dalam tabung itu terdapat cairan yg berwarna merah.
" ini untuk tuan, aku hanya ingin tuan tetap sehat slama tinggal disini " .
Ucapnya sambil menyodorkan tabung itu.
" Sejak kapan kamu tau ? "
Han diam, dia berusaha menarik tubuhnya yg menindih pria itu namun satu tangan pria itu menahan pinggang Han.
" S-sejak awal tuan .. " . Ucap Han sedikit bergetar.
" kamu tau tapi malah membiarkannya, apa kau tidak takut padaku ? "
" A-aku takut saat pertama kali melihatmu .. tapi saat kau menolong Jun waktu itu aku tidak lagi takut padamu .. "
Mendengar hal itu, pria tadi meremas tangan kanan Han yg dia tahan sendari tadi membuat perban yg membalut luka di tangannya kembali merembeskan darah.
" a-awwh .. sakit .. tuan tolong lepaskan tangan saya .. aww .. "
Mencium darah segar yg baru keluar, mata Lee know berubah merah.
" hee .. ternyata kau terluka ya, aromanya manis .. aku jadi ingin mencicipinya .. "
" T-tuan aku sudah memberikanmu darah, ku mohon jangan dari luka di tanganku .. "
" aku tidak suka darah sapi !!! .. ".
PRAK ..
Diapun melempar tabung kecil itu ke lantai dan pecah berserakan, kini tangan yg satunya menarik paksa perban yg membalut luka Han itu.
Lalu menjilatnya.
SLURUUPP ..
Benda lunak dan panas itu menyentuh permukaan kulitnya menghantarkan sengatan perih & sakit di saat pria itu mulai menancapkan taringnya.
" ahhh .. t-tuan apa yg kau lakukan ? "
Lee know bergeming, dia melanjutkan menghisap darah Han dari tangannya.
Perlahan sakit ditangannya mulai menghilang, Lee know melepaskan gigitannya.
" hahh .. ini masih tidak cukup, bolehkah aku minta lebih ? "
Darah segar terlihat menetes dari sudut bibirnya..
Belum sempat menjawab, lehernya sudah di gigit duluan.
" aww .. "
SLRUUP .. SRLUURPP .. GLEK .. hahh .. GLEK ... SRUUP .. HAHH ..
Han diam mematung di ruangan itu hanya terdengar nafasnya yg memburu, detak jantung yg berpacu dan suara Lee know yg sedang menghisap darahnya.
Perlahan kesadarannya mulai hilang, diapun menyadari sesuatu ada aroma aneh di dalam ruangan itu.
" hei apa kau memasang lilin aroma terapi ? Aroma ini umhh .. "
Han ingin menutup hidungnya tapi tidak bisa karna tubuhnya sekarang sedang di peluk erat.
" bunga kanna berbahaya aku bisa mabuk jika terlalu banyak menghisapnya "
" oh ya ? Kalau begitu bagus bukan, kau tidak akan merasa sakit bila darahmu habis "
__ADS_1
" hahh .. huh .. ahh .. haa .. "
" T-tunggu kenapa wajahmu jadi memerah dan berkeringat ? "
" ahh .. huhh .. t-tolong .. m-maa..tikan lilin aromaa .. i-ituuhh haa ..haa ... "
Lee know segera mematikan lilin yg menyala itu dari jentikkan jarinya.
" kau kenapa ? Tubuhmu kenapa panas ? "
" ugh .. haa .. menjauhlah .. dariku .. "
Han mendorong Lee know cukup keras, badannya mulai linglung, dia memeluk badannya dengan kedua tangannya yg menyilang.
" huh .. huhh .. tu..mbuhan itu beracun bagi manusia tapi tidak berlaku bagiku, aku me..mang terkena efeknya namun berbeda .. "
Han masih berusaha mengatur nafasnya ..
" jika aku menghirupnya, aku memang tidak akan mati tetapi tubuhku jadi aneh seperti ini "
Lee know memperhatikannya sejenak, dia lalu mendekat. Menarik wajah Han mendekat. Diapun menciumnya..
CUPP ..
Han kaget saat tau bibirnya di cium namun bukannya menolak dia malah membiarkan, Lee know yg menyadari respon Han melanjutkan ciumannya.
Dia mulai menyisipkan lidahnya ke dalam mulut Han yg terbuka sedikit, bermain di dalam sana menautkan lidah Han dan menghisapnya.
" haaahh ... aah mmhh .. "
Suara desahan sedikit terdengar di sela - sela ciuman panas itu. Lalu perlahan Lee know melepaskan ciumannya. Benang saliva tercipta di antara mulut keduanya. Dia menatap Han ..
" Han .. aku akan membuatmu merasa lebih baik .. percaya padaku .. ".
Diapun mulai menciumi leher putih Han, menggigitnya dan menghisap lagi darahnya.
" umhh .. ahh .. ".
Perlahan bibirnya mulai menuruni lehernya, mengecup bahu Han yg terbuka, tangan Lee know yg bebas membuka satu persatu kancing baju Han lalu menanggalkan bajunya.
Dia mulai menjilati niple pink di depannya, memainkannya lalu menghisapnya perlahan.
" aahkk .. s-sakit .. j..janga..n menariknya .. te..erlalu keras .. "
Lee know hanya memberikan smirk dan melanjutkan aktifitasnya ..
Tangannya yg lain mulai mengelus punggung putih itu, memberikan sensasi menggelitik. Tangannya perlahan mulai menurun, meremas pelan pantat bulat Han.
" ummhh .. ". Kesadarannya kini sudah tidak lagi ada, tubuhnya mulai menikmati sentuhan yg di berikan Lee know padanya.
" kau sudah basah .. ".
Jari jemarinya yg seputih keramik itu mulai memaju mundurkannya di dalam hole yg sudah basah dan licin itu, terasa hangat di tangannya.
" Aakhhh .. tu.. ann ... jaa..ngan .. "
Lee know membalikkan tubuh Han dengan kasar, menghimpitnya dengan meja lalu mengunci tangannya.
" panggil aku Hyung .. seperti kau memanggil dirinya .. "
Sebuah benda keras memaksa masuk ke dalam hole nya yg sempit, sontak Han merasa kaget dia siap untuk teriak namun mulutnya di bungkam.
" akh.. mmmh ..mmmh .. h..y..u..ng... ahhh... "
Gerakkan Lee know seketika cepat, holenya terasa sempit, membuat dia sedikit mengerang ..
" kh .. hmmmph.. kau .. sempit Han "
" ahh .. hyuuung .. sssaa..kittt "
" kau terus2 an .. hhh .. bil..ang sssakiit .. tapi kau teerlihat menikmatinya ... "
Temponya semakin cepat ..
" umhh haa ... ah .. ahh .. nghh ... lebih ce..p..aattt ... h..yungg .. nghh .. "
Lee know mulai merasa di puncaknya ..
" aaa..kuuu .. ke.. luarr .. hy..ung aaaahhhhh ... "
Mereka berdua pun ambuk bersamaan, dengan posisi Lee know di atasnya.
Cairan putih kental itu memenuhi perut Han meski begitu Lee know tidak ingin mencabutnya keluar.
Nafas Han terengah - engah, di bawah dekapan Lee know kakinya terasa lemas.
" hy..ung .. perutku terasa penuh & hangat .. kau .. mengeluarkannya terlalu banyak .. "
" oh yaa .. ini belum seberapa .."
" hahh .. apa masih ada sisa di dalam ? "
Diapun memamerkan smirknya,
" coba pastikan saja .. "
Han mulai menggerakkan pinggulnya perlahan, maju - mundur seirama.
Suara gesekan dari keduanya terdengar panas di telinga. Dia menggoyangkan sedikit bokongnya.
Lelehan ****** sebelumnya mulai berceceran keluar, membuat selangkangannya terasa lengket & panas.
" nghhh ... mphhh cup ... " . Han mulai mengecup Lee know.
Diapun mulai merasa milik Lee know mulai berkedut di dalam holenya. Seketika Lee know langsung mendominasi kembali permainan mereka.
" lee..bih .. cee..pat.. lagi hy..unhgg .. "
" haaaaaaaahhhhhnnn ... ".
Desahan berat Lee know menutup malam panas itu, diapun mencabut miliknya dan ambruk terduduk di susul Han yg tersungkur ke lantai, nafasnya mulai teratur.
Cairan putih mulai mengalir keluar dari hole pink Han membanjiri lantai tempat Han berpijak, Lee know memperhatikannya dengan tatapan puas.
Tanpa sadar Han tertidur lelap di kamar Lee know.
-
-
-
-
-
__ADS_1