Tower Of God

Tower Of God
TOWER OF GOD Ch. 10


__ADS_3

" hah .. hah .. ternyata lebih menyakitkan dari yang ku kira .. untung tidak mengenai jantungku "



Uhuk .. uhuk .. uhuk ..hoekk ..



Chan memuntahkan banyak peluru yg ada di tubuhnya, darah segar terus mengalir dari luka2 nya.



" Chan apa kau baik2 saja ? ". Tanya seungmin yg terlihat panik.



" apa menurutmu aku baik2 saja ? "



" luka2 nya tidak cepat menutup, akan ku panggil phoenix untukmu "



Seungmin nampak mencobanya, tp hewan yg dia panggil tidak kunjung datang..



" kenapa dia tidak kesini ? "



" phoenix adalah bagian dari Stone saat ini kau sudah tidak lg memilikinya, jd dia tidak akan datang "



" kalau begitu kenapa kau tidak memanggilnya, stone itu ada di tubuhmu kan .. ayo cepat panggil dia kau perlu di sembuhkan .. "



" tetap tidak bisa .. uhuk .. uhuk .. senjata pemburu vampire di buat dari bahan khusus yg di dapat bukan dari dunia ini .. ugh .. "



" YAA .. jd aku harus gimana ? ".


Seungmin berteriak, panik



" apa kau takut aku akan mati ? "



" jangan bercanda .. bagaimana bisa aku membiarkan orang yg sudah menyelamatkanku mati di depanku "



" ada cara lain yg lebih mudah .. itu mungkin bisa membantuku sedikit .. "



" apa ? Katakan saja ? Aku akan membantumu sebisaku "



" kemarilah .. "



Dengan polosnya, Seungmin berjalan ke arah Chan, Wajah Chan mendekat ke telinganya & berbisik. Nafas hangatnya terasa menggelitik ..



" kau tau itu apa .. "



Seungmin menghela nafas pasrah ..



" baiklah, jika ini bisa membantumu lakukan saj- .. ugh "



Seungmin belum menyelesaikan kalimatnya namun dia sudah merasa benda lunak & basah itu menjilat lehernya. Perlahan taring yg tajam mulai menancap, cairan merah kental mulai menetes keluar ..



SSLURUP .. SRUUP .. nghh ..



" khh .. mmph .. hahh .. ". Seungmin memeluk Chan kuat saat dia merasa Chan semakin kuat menghisapnya ..



Beberapa menit berselang, Seungmin mulai merasa pusing di kepalanya ..


Diapun menepuk2 pundak Chan pelan.



" C-chan .. c-cukup, a-aku sudah tidak kuat, kau terlalu banyak meminumnya "


Tangannya kini mulai mendorong jauh tubuh Chan namun dia malah semakin mengeratkan pelukannya.



" Chan .. nghhh .. "



Tangan Chan kini mulai sibuk membuka kancing baju Seungmin ..



" hey .. ini masih belum cukup bagiku, aku ingin lebih .. "



" T-tidak .. a-aku .. mmpphh .. "



Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, bibirnya sudah di ***** Chan, tangan yg lain menahan tengkuk belakang Seungmin, Chan menciumnya dengan agresif.



" umhh .. "


__ADS_1


Leguhan kecil mulai terdengar saat Ciuman panas itu berakhir, Benang saliva tercipta diantara keduanya, netra merah itu kini menatapnya lembut.



" aku ingin dirimu .. "



Seakan terhipnotis oleh kata2 yg keluar dari bibir Chan, pikiran Seungmin menjadi kosong. Chan tidak perlu jawaban Seungmin karna sekarang dia sibuk menjelajahi tubuh indah seputih salju itu, kulit halusnya .. aroma tubuh itu sudah membuat Chan mabuk dan kehilangan kendali ..



Bibir sexy itu terus menciumi tubuh di depannya, meninggalkan banyak kissmark di dada putih itu, lidah liarnya mulai mengulum pelan niple pink di depannya



" umhh .. ah .. "



Mulai terdengar desahan pelan, yg tertahan dari bibir mungil itu.



" mmmh .. Chan ..". Jemarinya meremas surai merah di depannya ..



" Jangan menahannya, aku suka suaramu jadi keluarkan saja .. "



" a-aku benci K-kau .. mmh .. "



Tangan jenjangnya mulai meraba paha yg sendari tadi di abaikan, jari2 lentiknya kembali beraksi melucutinya ..



" oh ya .. tapi tubuhmu bereaksi sebaliknya .. "



" aah .. S-sakit .. "



" apa ini pertama kalinya bagimu ? "



" hah .. apa maksudmu ? "



Hole pink nya terasa sempit untuk ukuran jari Chan, Seungmin mengerang dan menarik tangan Chan menjauh.



" kupikir kau sudah pernah tidur dengan bocah itu ? "



" Siapa yg kau maksud ? "




" H-hyung ? .. Mark Hyung menciumku ? "



" hey .. kenapa ekspresi wajahmu terlihat senang ? Apa kau menyukainya ? "



" apa Hyung juga bilang suka padaku saat aku mabuk ? "



Ekspresi Chan nampak dingin ..



" kalau iya kenapa ? "



Berbanding terbalik dengan ekspresi dingin Chan, Seungmin nampak terlihat kaget dan senang ..



" huh .. ku pikir Hyung tidak menyukaiku, syukurlah .. aku senang, mungkin besok aku perlu meminta maaf padanya "



" kau ingin menemuinya lagi ? "



" hmm .. ya karna sekarang aku tau perasaannya "



" apa kau pikir aku akan mengizinkanmu ? "



Suara dingin Chan membuat Seungmin terdiam, dia lalu membalikkan tubuh Seungmin satu tangan Seungmin di cengkramnya ke belakang membuat Seungmin menahan tubuhnya hanya dengan satu tangannya yg lain, Chan memasukkan paksa junior besarnya.



Akh .. s-sakit Chan .. ". Teriaknya keras



" kau tidak boleh menemui siapapun tanpa izinku karna sekarang kau milikku "



Dia bergerak dengan kasar menyebabkan hole pink Seungmin berdarah, Seungmin mengerang sambil mengigit bibirnya hingga berdarah.



" Haah .. ahh .. nghhh ... mmph "



Sang dominan kembali membalikkan badan menghadap ke arahnya, kaki putih yg sudah terekspos juga di tariknya melebar dg kedua tangannya diapun kembali menghujani hole sempit itu dg miliknya.


__ADS_1


Chan tidak lagi berbicara, telinganya pun mengabaikan teriakkan Seungmin di bawahnya. Malam itu dia hanya ingin merasakan Seungmin sepenuhnya ..



" ahh .. ah .. s-sedikit lagi .. mmphh .. "



" a-aku .. jugah hahh .. ah .. C-hannhh .."



Dia terus mempercepat gerakannya, di ruangan itu hanya terdengar desahan & suara erotis dari tubuh yg bertautan.



" Ahhhhh ... hhaaa .. ah .. "



Keduanya pun ambruk dengan posisi Chan di atasnya.


Sebelum menutup matanya Chan mengecup punggung putih Seungmin ..



" tubuh & jiwamu milikku, aku tidak akan pernah melepaskanmu .. Seungminnie .. "











■■■■■■■■■■■■■♤■■■■■■■■■■■■■■■



" akan lebih baik jika kita memberantas virus itu dari sumbernya terlebih dahulu "



" tapi bagaimana dengan para terinsfeksi jika kita terlalu memfokuskan ke sumbernya bukankah akan sama saja ? "



" Yang mulia, menurut saya akan lebih baik jika kita membagi dua pasukan sambil terus mengkarantina daerah yg terinfeksi agar virus tidak lagi menyebar lebih luas "



" semuanya harap tenang .. aku paham pendapat kalian dan kita memang sedang merealisasikan rencana tersebut, namun ada beberapa kendala "


" slain jumlah korban yg terus bertambah angka kesembuhannya menurun drastis, justru sekarang kami sedang krisis lahan untuk memakamkan para korban "



Sudah 3 bulan berlalu, dan tidak biasanya Raja sangat lambat dalam menangani suatu masalah.



Alis di keningnya nampak bertaut mendengarkan smua opini para penasehat, sejauh ini belum ada satu saranpun yg berhasil mencegah atau memperlambat semua penyebarannya. Jumlah korbanpun makin bertambah dan gejala yg di timbulkan berbeda2 antara satu dengan yg lainnya.



" baiklah rapat hari ini berakhir, mohon untuk para penasehat kembali ke kediaman masing2 sampai Raja mengadakan rapat kembali .. kami akan mempertimbangkan saran2 dari kalian hari ini .. sekian " . Ucap Jackson tegas



Dia dan Hyunjinpun berjalan pergi meninggalkan ruang rapat. Di lorongpun raut muka Hyunjin tidak berubah dia terus diam slama berjalan.



" Yang mulia, kita pasti bisa menemukan solusinya anda jangan menanggungnya sendirian .. "



" Jackson, aku Raja dari negara ini .. meski hanya satu detik aku tidak bisa mengabaikannya .. Rakyatku menderita & aku dengan nyaman masih ada disini "



" wabah ini di luar kendalimu Yang mulia .. jangan menyalahkan dirimu sendiri .. "



" huhh .. aku perlu pergantian suasana, Jackson dimana dia ? "



" maksud anda budak itu ? "



" Jackson dia punya nama jangan pernah memanggilnya budak lagi di hadapanku .. "



" B-baik .. yg mulia .. dia saat ini ada di taman belakang sedang bermain bersama kkami .. "



" kkami ? "



" iya, kkami adalah anak anjing yg kemarin di bawanya ke asrama pelayan .. "



" Jackson aku akan menemuinya, kau tolong siapkan saja makan malamku di kamarku .. "



" baik yang mulia .. "



Hyunjinpun segera berlari pergi meninggalkan Jackson yg menatapnya dari jauh.



__ADS_1


__ADS_2