Tower Of God

Tower Of God
Perang di Planet C-077


__ADS_3

“Semua bersiap-siap melakukan pendaratan darurat, jarak kita dengan markas militer Bangsa Lemurian hanya Satu Kilometer saja!” seru Sili, sehingga semua orang yang ada di dalam Skiff menjadi tegang, gugup dan teringat akan masa kelam saat militer Bangsa Lemurian menginvasi Bumi serta kejadian mengerikan di Peternakan.


Tak ada sepatah katapun yang keluar, suasana hening—padahal beberapa saat yang lalu mereka masih saling bercanda dan teringat kenangan selama masih di Bumi.


Sirene dari markas militer Bangsa Lemurian tiba-tiba meraung-raung keras setelah mereka mendeteksi kedatangan Bonar dan Pasukan Revolusioner Bangsa Lemurian.


“Semua... tetaplah hidup! Kita akan kembali ke Bumi, jangan sampai mati!”


Senyum cerah terpancar dari sudut bibir Bonar dan menggerakkan tangan kanannya sembari bersikap hormat pada rekan-rekannya.


“Sampai jumpa lagi!”

__ADS_1


Bonar membuka pintu Skiff yang masih mengudara diatas ketinggian Seribu kaki, ia seperti penerjun payung melesat ke arah markas militer Bangsa Lemurian.


“Sampai jumpa!”


Laila, gadis cantik dan pendiam dari Arab Saudi tersebut mengikuti Bonar, melompat dari Skiff—Sayap Kupu-kupu berwarna warni muncul di punggungnya.


Lerenia menghela nafas dalam-dalam, karena ia akan mengkhianati kaumnya sendiri serta berjuang bersama musuh dari Ras Lemurian-nya sendiri. Namun, pandangannya terhadap Ras lain kini telah berubah setelah berpetualang bersama dengan Bonar dan yang lainnya, padahal awalnya ia terpaksa mengikuti Bonar karena menjadi buronan akibat mencuri darah leluhur pertama Bangsa Lemurian. Kini ia menganggap apa yang dilakukan oleh Ras Lemurian-nya sangat salah dan seharusnya mereka menjalin kerjasama, bukan malah memperlakukan Ras lain sebagai ternak untuk dimakan.


Lerenia menatap Clarence, Aisyah dan Hayati. Seulas senyum terpancar dari sudut bibirnya dan melompat dari Skiff tanpa mengatakan sepatah katapun.


“Sepertinya aku akan pergi juga, Hayati!” seru Sonia, wanita Succubus yang diselamatkan oleh Hayati saat mereka dijadikan Koki di tanah terlarang.

__ADS_1


“Hati-hati, Sonia!” sahut Hayati—yang sebenarnya enggan teman baiknya itu akan maju ke garis depan. “Kembali lah dengan selamat!”


Sonia menganggukkan kepala dan dia langsung bertransformasi ke mode Iblis—sehingga sayap dari Sihir Api muncul di punggungnya, kemudian ia menyusul Bonar dan yang lainnya yang lebih dulu melompat dari Skiff.


Kini hanya Alex, Li Jian, Osasa, Asep, Rohit, Clarence, Maria, Aisyah, Hayati dan Hinata yang tinggal di dalam Skiff. Mereka menunggu Sili mendaratkan Skiff di tempat pendaratan yang aman dari serangan Prajurit Lemurian.


...***...


Bonar kini berjarak sekitar Lima ratus meter saja dari markas militer Bangsa Lemurian, kemudian rentetan senjata berpeluru Nuklir melesat ke arahnya seperti hujan deras saja.


“Sayap Teofani!”

__ADS_1


Bonar merapalkan mantera Sihir, sehingga sayap putih muncul di punggungnya. Dia tampak seperti Malaikat dalam cerita fantasi.


Bonar tidak menghindar dari rentetan tembakan dari Prajurit Lemurian—karena ia tahu ada Laila di belakangnya yang langsung merapalkan mantera Sihir, sehingga ribuan kupu-kupu terbang melewati Bonar dan setiap Peluru dari tembakan Prajurit Lemurian bersentuhan dengan kupu-kupu tersebut, maka akan terjadi ledakan seperti kembang api saja—dengan berbagai macam warna. Namun, itu adalah ledakan Bom yang sangat berbahaya bila terkena ledakan tersebut.


__ADS_2