
Aluaso dan bawahannya terkejut melihat cahaya terang di langit, itu seperti ada benda yang terbakar—tetapi ia tetap memerintahkan bawahannya untuk menyalakan lampu tempat pendaratan di lembah Raspur—karena menurut informasi yang dikirim oleh Ratu Lamura, Alien yang datang ini memiliki Sihir seperti Ras Lemurian sehingga mereka pasti tidak akan mati bila hanya jatuh dari langit saja.
“Komandan kita harus menjauh, aku takut api itu akan membakar seluruh lembah!” seru Sili—karena apinya makin besar saja ketika api itu makin dekat ke lembah Raspur.
“Betul... masuk ke dalam lubang cacing!” sahut Aluaso sembari mengerutkan keningnya karena tiba-tiba Meteoroid yang sangat banyak seperti kembang api yang tiba-tiba muncul di langit—yang membuat lembah Raspur sangat terang, seperti sedang siang hari saja.
Aluaso sangat panik, ia menduga kedatangan Alien itu diketahui oleh Militer Bangsa Lemurian sehingga mereka mencegat Pesawat Alien tersebut. Namun, melihat jumlah meteoroid yang sangat banyak itu, ia menduga Lemurian yang mencegat Pesawat Alien itu adalah salah satu Jenderal Militer Bangsa Lemurian, karena hanya mereka sajalah yang memiliki Sihir sehebat ini.
...***...
“Balaine ini akan hancur, cepat pikirkan cara mencegah agar Meteoroid tidak menghantam Balaine!” seru Lerenia pada Bonar yang bingung harus melakukan apa, sedangkan rekan-rekannya yang lain juga tidak memiliki Sihir yang bisa memindahkan meteoroid itu agar menjauh dari Balaine.
__ADS_1
Bonar mencoba menggunakan Sihir Controller untuk mengendalikan meteoroid, tetapi hasilnya nihil atau tidak bekerja.
“Kita turun di mana kata Bunian itu?” tanya Bonar karena melihat di bawah sana tidak ada pepohonan atau lautan.
“Lembah Raspur ...” sahut Lerenia tidak tahu untuk apa ia menanyakan hal itu.
Bonar memejamkan matanya dan merapalkan Sihir, “Seth!”
“Seth?” Osasa teringat saat Bonar merapalkan mantera Sihir yang sama ketika di Peternakan. “Apakah Bos bisa mengontrol Pasir dalam radius setinggi ini?” Dia terkejut.
“Samurai sudah bersiap memotong leher musuh, maka aku juga akan menunjukkan Laser Apiku yang dapat membelah apapun,” kata Alex sedikit sombong—padahal terakhir kali Bule dari Jerman itu gagal membelah meteoroid dengan Laser Apinya.
__ADS_1
Lubang-lubang cacing yang dilewati oleh Divisi Pasukan Revolusioner pimpinan Aluaso tiba-tiba bergetar seperti terjadi gempa bumi, dan yang membuat mereka terkejut adalah debu maupun Pasir halus disekitar mereka tiba-tiba melayang, seperti Gravitasi telah menghilang dari Planet CC-077.
“Mereka melakukan pertarungan Sihir di atas sana, percepatan langkah kalian. Kita tak boleh berlama-lama di sini!” seru Aluaso panik—merasa lubang-lubang cacing yang mereka lalui tak lama lagi akan rubuh.
Kumpulan Pasir tiba-tiba telah mejadi seperti Golem raksasa sebesar Gunung yang langsung meninju meteoroid yang mendekat ke arah Balaine yang dengan keras menghantam titik pendaratan di lembah Raspur.
“Tak ada Bunian di sini?” kata Asep memperhatikan sekelilingnya.
Rohit menggunakan Sihir The Flash menelusuri lembah Raspur dan berkata, “Beberapa saat yang lalu ada sekelompok Bunian di sini, tetapi mereka langsung melarikan diri—mungkin takut melihat meteoroid yang jatuh dari langit!”
“Pindahkan semua orang dari sini, Rohit!” seru Bonar segera merapalkan mantera Sihir Sayap Teofani sehingga dua sayap putih muncul di punggungnya. “Jangan khawatir aku hanya memperlambat gerakan mereka saja dan akan menyusul kalian!”
__ADS_1
Bonar tahu rekan-rekannya enggan untuk menuruti perintahnya dan ingin bertarung bersama dengannya. Namun, lawan yang mereka hadapi ini adalah Jenderal Sirte yang membuat mereka kabur dari Peternakan.
Rohit segera melarikan Aisyah dan Clarence, sedangkan Laila membawa Maria terbang bersamanya dan yang lainnya berlari mengikuti mereka keluar dari lembah Raspur.