Tower Of God

Tower Of God
TOWER OF GOD Ch. 15


__ADS_3

SREEETTT .. GRK ..



Jeongin membalikkan badan Hyunjin agar memunggunginya, diapun merobek paksa piyama yg di kenakan Hyunjin malam itu.



Netra sebiru laut itu terkejut melihat banyak bekas cambukkan di punggung Hyunjin, disana terlihat jelas beberapa luka yg sangat fatal bahkan di bagian leher belakang Hyunjinpun ada bekas guratan benda tajam. Tangannya menyentuh bekas2 luka itu.



" kenapa kau masih bertahan disini jika menderita ? Atau karna kekuatan kau bertahan ? "



" ugh .. kenapa kau menyembuhkannya ? "



" aku tidak suka melihatnya .. "



" ayah slalu menghukumku disaat aku berbuat salah padanya, mungkin karna aku anak dari seorang selir yg di asuh langsung oleh ratu dia bahkan tidak segan2 membunuhku "



" hee .. begitu rupanya .. "



Tiba2 Hyunjin merasakan sesuatu memasuki hole nya, jari2 jeongin bergerak mengocok hole itu tidak hanya satu jari dia terus menambah jarinya hingga 3 jarinya ada di dalam.



" nghh ... akh ... hentikan .. "



" diamlah dan nikmati saja, karna tuanmu itu sekarang aku .. "



Shuffle .. shuffle ..



Haa ...ngh .. mmh ..



Terdengar suara aneh dari mulutnya Hyunjin menggigit bibirnya kuat2.



" keluarkan saja suaramu dan jangan menahannya .. "



CUP ...



Suck ..


Suck ..



Jeongin ******* habis bibir Hyunjin yg berdarah, dia menghisapnya dan terus memainkan lidahnya, membuat benang2 saliva bertautan saat dia melepasnya.



Tangannya kini memposisikan Hyunjin di depannya, memasukkan junior miliknya yg sudah berdiri tegak sejak tadi.



" Aargh .. ngh .. akh .. "



Jolt ..


Sruukk...



Junior Jeongin sepenuhnya masuk, Hyunjin sudah merasa lemas bahkan sebelum memulai. Sihir pengekang yg Jeongin gunakan adalah sihir yg sama yg di gunakan Felix untuk menghukum Changbin.



Hyunjin pernah menggunakkan sihir pengekang itu namun tidak sekuat milik Jeongin & Felix.



Flinch .. thrust ..


Creak .. creak ..



" aargh .. j-jangan .. kumohon .. "



Creak ..



Shake .. shake ...



Jeongin mulai memaju mundurkan miliknya membuat hole Hyunjin semakin ketat mencengkram milik Jeongin. Dia mendesah merasakan kenikmatan itu.



Jolt ..



" ngh ... "



" ha .. ha ... ahh .. mmh .. "



Jeongin semakin mempercepat gerakannya.



Shake .. shake .. jolt ...



" umh .. a-aku akan ke-luar .. "



" haa .. ha .. arghhh .. "



Cum ..



" hah .. haa .. "



" ini belum berakhir ? "



Shake .. jolt



" unghh ... ahh .. "



" aaa..ku .. ingin keluaarhh .. "



" t-tidak .. kau tidak boleh keluar sekarang Hyung .. "



Jari2 Jeongin menutup lubang junior Hyunjin membuat cum nya tidak bisa keluar.



" Arghh ... "



" eung ... mmh .. "



Thrust .. jolt ..


-


-


Cum .. ❤



" haa .. haaaaahh ... "



Hyunjin tertidur setelah cum terakhir, jeongin bangkit dan mencium kening Hyunjin.



" dengan begini kau tidak perlu bertarung .. aku akan pergi sendiri, ini adalah hari terakhir kita .. Aku mencintaimu Hwang Hyunjin .. "



Jeongin membuka jendela balkon kamarnya, menghirup udara sekuat2 nya lalu menghembuskannya perlahan dengan lelah.



" huhhh .. ini kesalahanku, ternyata dia masih hidup .. tidak .. seharusnya dia sudah mati .. "



Mata sebiru langit pagi itu menerawang ke atas ..



" aku tidak bisa membiarkannya .. akan ku pastikan membunuhnya kali ini .. "



Jeongin menggenggam Water Stone di tangannya, dia merapal beberapa mantra Water Stone menjawabnya dengan memancarkan cahaya, Jeongin memejamkan matanya dan meletakkan Water Stone di dadanya sedetik kemudian dia menghilang bersamaan dengan redupnya cahaya biru dari stone.



Syuuu ...


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


-



👁👄👁



-


-


-


-


-


-


-


-


-



" eomma .. hari ini aku mulai menulis rutin di diary yg eomma berikan lho .. nih eomma bisa baca ini tapi nanti kalau diary ini udah penuh hehe "



Seorang anak kecil berumur 6 tahun terlihat berlarian menyambangi seorang wanita paruh baya yg duduk di taman lily putih.



Wanita itu tersenyum dengan hangat disaat anak kecil itu memanggilnya 'eomma'.



Dia terus berlari dari jauh sambil membawa buku Diary kecil di tangannya.



" Sayang .. jangan berlari nanti kamu jatuh .. "



" hehe .. gak akan kok eomma, Umin kan sudah besar jadi umin gak akan jatuh kena batu "



Wanita itu tertawa lalu dia mengelus puncak kepala Seungmin.



Tidak lama kemudian wanita itu pergi.



" sayang .. kamu tunggu eomma disini yaa .. "



Cup ..



Wanita itu mengecup singkat pipi seungmin & pergi meninggalkannya.


Diam2 Seungmin membuntuti wanita itu dari belakang, dia bersembunyi diantara semak2 lebat di taman itu.



Sepasang netranya cukup terkejut melihat eommanya menemui seorang laki2, mereka terlihat sangat akrab bahkan laki2 itu mencium eomma & eomma tidak marah kepadanya.



" kenapa eomma membolehkan pria asing slain ayah mencium eomma ? Apa pria itu juga mencintai eomma ? ".



Batin seungmin bergumam, dia memicingkan mata ke arah laki2 itu & seketika dia melihat mata lelaki itu berwarna semerah darah.



" Vampire ? "



Netranya membulat, di bekapnya mulutnya kuat2 agar dirinya tidak berteriak, Seungmin semakin takut lantaran eommanya terlihat patuh dengan pria itu.



" e..ommmaaaa... hmmmmph .. hiks .. hiks .."



Dia terus menutup mulutnya meski menangis dia tidak cukup berani untuk berteriak.



Bunga2 Lily putih berubah warna menjadi merah ..


Seisi taman pun terlihat merah di mata Seungmin ..



Vampire itu terus menghisap darah eommanya, hingga eommanya tumbang di depan matanya. Tubuhnya jatuh tersungkur di tanah di saat itu seungmin tidak bisa lagi menyembunyikan kehadirannya dan berlari menuju tubuh wanita yg sudah terkapar di lantai itu.



" EOMMAAAAA ... hiks .. hiks .. "



" Dasar monter gila .. kau apakan eommaku hiks .. hiks .. "



" khe ..khe .. khe .. anak yg malang .. eomma mu sudah mati dia tidak akan mendengar teriakan berisik mu itu .. hahaha "




Lengan kekar vampire itu langsung mencekik leher Seungmin kuat2 & menariknya ke atas.



" ugh ... kh ... "



" haha .. penyihir terhebatpun bisa ku taklukan, membunuh bocah kecil sepertimu adalah hal yg mudah .. "



Krrrrttt ......



Seungmin memejamkan matanya, paru2 nya mulai kesulitan bernafas karna cekikan. Saat dia mulai pasrah akan ajalnya sebuah suara membuatnya kembali tersadar.



" Aku akan membantumu membunuhnya, jika kau mau menerimaku .. "



Nafasnya semakin tercekat ..



" ngh .. kh ..ugh .. T..tto..long ngh .. To..long .. B-bantu .. aa..kuhh ... ngh .. "



" SIAPAPUN KAMU !!! BANTU AKU MEMBUNUHNYA SEKARANG !!! "



SRINGGGG ..... KRKKKK ..



" Aku benci monster ini .. aku sangat membencinya .. "



Sosok tersebut terlihat mengeluarkan smirk nya, Tiba2 kristal es muncul menembus dada Vampire di depannya, seketika tubuh vampire itu mulai membeku.



" argggghhh .. si..hir i..ni ... "



KRAK ... CRAK... PRAKK ..



Es itu hancur seketika, Seungmin yg terbebas dari cekikkan langsung batuk & muntah diapun mulai menangis & terisak.



" kau sangat hebat .. bisa membunuh pureblood hihi .. apa sekarang kau mau menerimaku ? "



" anak kecil sepertiku tidak mungkin membunuhnya, sebenarnya siapa kau ? "



Bayangan hitam itu kemudian mulai membentuk seseorang, anak kecil yg mirip dengan Seungmin.



" kau ? Aku ? Kenapa wajahmu mirip denganku ? "



" itu karena aku adalah dirimu .. kamu adalah aku hihi .. "



" tidak mungkin .. jangan bohong padaku !! Kau juga Vampire sama sepertinya kan ? "



" hahaha ... kupikir kau akan percaya cukup sulit menipumu, yah anggap saja aku adalah kekuatan yg sebenarnya tertidur di dalam dirimu Seungminnie .. "



" kekuatan ? Apa kau Fire Stone ? "



" Bukan .. aku adalah kekuatan yg kau butuhkan yg bisa membantumu .. "



" tanpa Fire Stone sihirku biasa saja & di tubuhku tidak ada kekuatan lain slain stone.. "



" sekarang kau punya aku .. "



" tidak .. ini pasti hanya khayalanku .. appa bilang aku adalah sebuah kegagalan jadi itu tidak mungkin "



" kau sudah menyaksikannya bukan ? Meski saat ini kau sudah membunuhnya tetapi kau belum membunuh dirinya yg asli .. "



" A-apa maksudmu ? "


__ADS_1


" memang benar ini adalah dunia khayalan yg kamu ciptakan dari alam bawah sadarmu, bukan .. sebenarnya ini adalah efek dari sihir gelap yg ada padamu .. "



" seseorang yg kau percayai menanamkan sihir gelap saat usiamu 6 tahun, tepat di hari eomma mu mati sihir itu menjadi tidak terkendali .. "



" bagaimana bisa .. tidak mungkin "



" Raja vampire membutuhkan wadah yg kuat & kaulah wadah itu, meski sihirmu lemah sebenarnya tubuhmu sendiri sangat kuat seperti halnya segel tubuhmu mampu membendung kekuatan sihir yg besar .. "



" saat ini Raja Vampire yg asli belum mati, dan dia akan terus mengincarmu & orang2 yg kau coba lindungi .. "



"... aku tidak akan membiarkannya melukai orang2 yg kusayangi .. "



" kata2 tidak akan pernah cukup untuk menghentikannya jika kau menerimaku di dalam dirimu kau punya cukup kekuatan untuk membunuhnya .. "



" menerimamu ? "



Sosok itu kemudian mengulurkan tangannya ..



" terimalah aku ke dalam dirimu .. aku akan membantumu membalaskan kematian ibumu .. "




Tangan Seungmin pun menerima uluran tangan itu tanpa ragu.



-


-


-



JLEB ...



Crrkk



" T-tuan ... aa..nda .. uhuk .. hoek .. kenapa bisa ? "



" hihihi .. anak pintar .. "



Sesosok Bayangan hitam muncul dari sudut ruangan, bayangan itu berdiri tepat di depan Bambam yg terkapar.



" K-KAU .. "



" hihi .. kita bertemu lagi tuan bangsawan .. "



" Y-yang mu..lia a-apa.. yg anda lakukan padanya ? "



" bukankah sudah jelas apa yg aku lakukan ? Dia akan menjadi bonekaku yg berharga hahaha .. "



" T-tuan Seungmin .. S-sadarlah .. uhuk .. "



Shyuutttt krrrk ...



Tatapan Seungmin kosong, diapun tidak menjawab ucapan Bambam malah terus menusuk Bambam,



Kristal es itu terus menembus tubuh Bambam dari arah belakangnya, dia pun terus menerus memuntahkan darah dari mulutnya.



" K-kenapa anda memanfaatkan kebenciannya ? "



" itu bukan urusanmu .. yang terpenting dia sekarang jadi milikku "



" uhukk .. hoek .. ngh .. akh .. "



" ah .. kau sudah terluka sebelumnya bukan ? Aku lupa jika kau punya kelainan bawaan sejak lahir tapi sekarang aku menusuk bagian yg benar bukan ? "



Sosok situ menunjuk dada sebelah kanan Bambam yg tertembus es.



" aku berterima kasih atas kesetiaanmu selama ini pada pureblood Bambam .. sekarang waktunya kau beristirahat .. "



Sosok itu lalu memberi hormat pada Bambam, bersamaan dengan itu es di dadanya di cabut paksa.



CRAAKKK ..



Bambampun ambruk ke lantai.



" Y-yang mu..li..a .. a-anda tidak akan bisa me..ngalahkan DIA .. "



" oh ya .. ? Aku sudah punya kartu AS ku yg siap mengorbankan nyawanya untukku kamu tidak perlu mengkhawatirkannya dan matilah dengan tenang .. "



" ah aku hampir lupa .. aku butuh sihir penyembuhmu .. "



" T-TIDAK ... ARRRGGGHH .. "



SRINGGGG ....


BRUGH ..



" hahahaha .. haha .. "



" dengan begini aku tidak perlu takut terluka oleh pureblood lain .. kita pergi Boneka baruku .. "



Sebuah portal terbuka di depannya, sosok itu berjalan memasuki portal beserta Seungmin yang mengikutinya ..


Merekapun lenyap, di ruangan itu hanya tersisa abu dari jasad Bambam dan sebuah foto kecil di samping kasur tempat Seungmin tertidur.



Di dalam foto itu terlihat anak kecil dengan senyuman lebar yg sedang memegang seikat bunga Lily putih di tangannya.



-


-


-


-


-


-




Kini sosok yg tengah tersenyum bahagia dalam foto itu sudah mati bersama hasrat kebenciannya ..


Dia berubah menjadi sosok dingin tanpa perasaan ..





-


-


-



Author mau bikin novel BL dengan judul baru, jadi kemungkinan author akan up cepat menamatkan TOWER OF GOD ini ..



-


-


-


-



Trima kasih yg udah like 🐼



-


-


-


__ADS_1



__ADS_2