Tower Of God

Tower Of God
Piring Logam Besar


__ADS_3

Bonar sangat bersyukur bertemu Sili yang ternyata Bunian yang ingin menjemput kedatangannya di lembah Raspur—walaupun akhirnya terjadi tragedi yang membuat rekan Sili harus kehilangan nyawa.


Bonar tentu sangat sedih mendengar cerita Sili dan ia tidak menceritakan kalau Ras Manusia yang jauh lebih menderita—karena dalam hitungan jam, Ratusan Juta Manusia mati di Peternakan dan ia hanya bisa menyelamatkan beberapa orang saja.


Setengah jam kemudian, hujan meteoroid telah berhenti dan Bonar berpikir Jenderal Sirte telah kelelahan—karena menggunakan Sihir secara terus-menerus.


Keduanya kemudian memasuki reruntuhan Kota, kemudian Alex menembakkan Laser Api ke langit sebagai tanda agar Bonar tidak tersesat.


“Mereka semua selamat!” seru Sili saat melihat Divisi Pasukan Revolusioner dibawah pimpinan Aluaso ternyata telah berkumpul bersama rekan-rekan Bonar.


“Kau baik-baik saja, Bonar?” tanya Asep. “Nona Clarence tolong periksa Bos kita!” katanya lagi pada Wanita asal Inggris yang berevolusi memiliki Sihir penyembuhan tersebut.


“Aku baik-baik saja Kang Asep, cuma aku terlambat menyelamatkan satu Bunian yang tertimpa batu!” sahut Bonar dengan ekspresi wajah sedih, sedangkan Sili hanya menundukkan wajahnya.

__ADS_1


Aluaso menepuk pundak Sili dan berkata, “Baiklah... kita akan melakukan perjalanan panjang menuju markas Pasukan Revolusioner. Mungkin perjalanan kita akan berbahaya karena kita akan berjalan di tempat terbuka dan mungkin akan berjumpa dengan Patroli Prajurit Lemurian.”


“Itu terlalu lambat, bagaimana kalau kita terbang dengan pesawat dadakan saja!” sela Bonar dengan senyum cerah—karena ia melihat di reruntuhan kota banyak logam. “Wangun!” Bonar merapalkan mantera Sihir.


Besi, Baja, Aluminium dan logam lainnya menyatu membentuk piring besar berdiameter 20 meter dan semua Bunian bingung apa tujuan Bonar sebenarnya, karena ia mengatakan Pesawat dadakan—tetapi yang muncul malah piring logam yang sangat besar.


“Yang tak bisa terbang naiklah!” seru Bonar.


“Hei, loyalitas kalian sangat dipertanyakan! Berani-beraninya kalian meragukan instruksi Bos Bonar!” seru Alex—sehingga yang lainnya menatapnya dengan tatapan tidak senang, ia seperti politikus yang ahli menjilat penguasa saja.


“Tentu saja kami akan naik,” sahut Asep melompat ke Piring logam dan yang lainnya pun mengikuti tindakan Asep—begitu juga dengan Aluaso dan Bunian lainnya.


Laila, Lerenia dan Succubus Sonia melayang di udara—dengan sayap yang tiba-tiba muncul di punggung mereka, kecuali Lerenia yang sayapnya berasal dari kedua tangannya.

__ADS_1


Bonar merapalkan mantera Sihir, “Controller!” Sehingga Piring logam tiba-tiba melayang dan para Bunian berteriak histeris karena terkejut, sedangkan Aisyah malah tertawa cekikikan, mengira Bonar sedang membuat Sihir seperti ayunan di pasar malam ketika masih di Bumi. “Tunjukkan arahnya Komandan Aluaso!” seru Bonar membawa terbang Piring logam tersebut dengan kecepatan tinggi—meninggalkan reruntuhan kota.


“Ikuti bintang itu!” sahut Aluaso menunjukkan salah satu bintang di langit—karena mengikuti arah tersebut maka mereka akan sesuai jalur menuju markas Pasukan Revolusioner.


...***...


Balaine dari Divisi Khusus ke-13 Militer Bangsa Lemurian tidak ikut mengejar Bonar ketika mereka sampai di Peternakan. Jenderal Randal merasa akan buang-buang bahan bakar saja bila ikut mengejar Bonar yang diikuti Jenderal Sirte. Dia berpikir lebih baik menuju Menara Harapan dan menunggu kabar dari Jenderal Sirte—ke Planet mana buronan manusia itu kabur.


Claf segera mengirim pesan melalui Layar Virtual ke Jenderal Randal—setelah mendapatkan informasi bahwa Bonar kabur ke Planet CC-077.


“Kenapa mereka malah kabur ke Planet itu, mungkinkah mereka ingin meminta bantuan Ras Bunian?” Lori kehenaran.


“Awalnya mereka pasti membutuhkan mekanik untuk Balaine, tetapi mereka malah diikuti oleh Jenderal Sirte dan berakhir di sana.” Jenderal Randal tersenyum cerah. “Terbangkan Balaine menuju Menara Harapan, kita akan langsung berteleportasi ke Planet CC-077 dan melenyapkan ternak liar itu!”

__ADS_1


__ADS_2