Tower Of God

Tower Of God
Perang di Planet CC-077 VI ; Menyudutkan Lori


__ADS_3

Lagi-lagi Cakar tangan Lori berhasil menahan serangan musuhnya, walaupun bilah Katana dari Hinata sangat tajam. Namun, itu belum sanggup untuk melukai Lemurian terkuat Kedua di Divisi ke-13, Pasukan khusus militer Bangsa Lemurian tersebut.


“Pergilah ke Neraka, Lemurian terkutuk!” Seringai tipis terpancar dari sudut bibir Alex, kemudian dari kedua matanya melesat Laser Api yang membuat Lori panik.


Namun, tiba-tiba gundukan tanah muncul di depan Alex—sehingga laser api itu gagal mencapai Lori.


Alex sangat kesal pada Prajurit Lemurian itu dan ia langsung menembakkan Laser Api padanya, tetapi lagi-lagi gundukan tanah menghadang Laser Api tersebut.


Hinata tak membiarkan Lori bernafas lega, ia langsung melakukan tebasan kedua. Namun, Lori memblokirnya dengan Cakarnya dan menyemburkan Api Hitam dari mulutnya.


“Inazuma No Suteppu!”


Dengan sekejap, Hinata telah berpindah sepuluh meter ke kanan dan langsung menebas Prajurit Lemurian yang menggunakan Sihir tanah—yang selalu memblokir serangan Sihir Laser Api Alex.


“Ternyata kau kesulitan gadis Samurai!” canda Li Jian mengubah tangannya menjadi Pedang, karena berevolusi menjadi Manusia Baja.

__ADS_1


Li Jian menebas Lori yang masih menggunakan cara yang sama saat melawan Hinata. Namun, ia tak tahu kalau Li Jian menguasai beladiri Kung-Fu, sehingga tebasan Pedang ke arahnya hanya untuk mengecohnya saja.


Saat Cakar tangan Lori hendak menahan tebasan Pedang Li Jian dan menyemburkan Api Hitam dari mulutnya, Li Jian malah menundukkan tubuhnya dan tangannya kembali ke bentuk normal, kemudian meninju dada Lori.


“Apaaaaaa?” Lori terkejut.


“Inazuma No Suteppu!” Tiba-tiba Hinata telah berada di belakang Lori. “Rasakan ini, Lemurian terkutuk!” teriak Hinata sembari mengayunkan Katana-nya.


Lori harus membuat keputusan cepat, antara menerima pukulan Li Jian dan menangkis tebasan Katana Hinata, atau membiarkan Hinata menebas punggungnya dan menahan pukulan Li Jian yang telah membuatnya menyemburkan seteguk darah.


“Aaaaaaaaa!”


“Menghindar Li Jian!” teriak Alex.


Lori mengerutkan kening, tiba-tiba ia merasa dadanya terasa sakit sakit dan ia membelalakkan mata, ternyata dadanya telah bolong. Laser Api dari Alex dengan mulus mengenai dadanya, ia pun tumbang ke belakang.

__ADS_1


Lori masih tak percaya apa yang terjadi padanya, semua terlalu tiba-tiba. Dia tersenyum, ternyata seperti inilah yang dirasakan oleh Ras lain yang mereka taklukkan dulu. Putus asa, rasa sakit, dendam, semua menjadi satu.


“Aku ingin melihat langit biru, tetapi hanya ada hamparan Pasir saja!” gumamnya menutup matanya—kemudian Robot Humanoid setinggi 25 meter tiba-tiba menginjak tubuhnya yang langsung hancur berkeping-keping.


Robot Humanoid Pasukan Revolusioner Bangsa Bunian tersebut dipaksa mundur dari garis depan oleh para Perwira tinggi militer Bangsa Lemurian.


Jenderal Randall ingin menghubungi Lori menggunakan Layar Virtual, tetapi tiba-tiba muncul notifikasi kalau identitas yang dituju tidak terdaftar di database.


Dia mengepal tangannya dan menghela nafas panjang. “Lori telah mati! Siapa ternak yang membunuhnya?”


Jenderal Randall berjanji akan membunuh, Manusia yang telah membunuh Lori.


“Teruslah menyibukkan Manusia yang menggunakan Sihir Rataka Yang Agung itu. Aku akan membersihkan Pion-Pion yang hanya menjadi pengganggu ini!” kata Jenderal Randall pada Jenderal Sirte.


“Tentu saja... tetapi jangan terlalu marah begitu, nanti kamu malah hilang kendali. Kan, sudah kukatakan kalau Manusia ini sulit diatasi!” sahut Jenderal Sirte yang lebih dulu kehilangan beberapa bawahan dibuat oleh Bonar dan Kru-nya.

__ADS_1


Jenderal Randall merapalkan mantera Sihir yang membuat tanah bergetar hebat, tiba-tiba saja terjadi gempa Bumi. Tidak hanya itu saja, saat ia merapalkan mantera Sihir berikutnya—bekas bangunan Kota di sekitarnya melayang di udara.


Alex, Hinata dan Li Jian mengerutkan kening, karena bangunan-bangunan yang melayang itu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah mereka.


__ADS_2