
Bonar mengerutkan keningnya, hujan meteoroid dari Sihir Jenderal Sirte tak kunjung berhenti sementara Sekutunya dari Ras Bunian tidak sanggup lagi melakukan perlawanan terhadap Militer Bangsa Lemurian.
Terlintas di benaknya untuk segera mundur, akan tetapi bagaimana nasib ribuan Pasukan Revolusioner Bangsa Bunian nantinya, lebih dari setengah Robot Humanoid mereka telah hancur dan mengalami kerusakan. Bahkan Tameng Hefaistos pada Robot Humanoid yang dikendalikan oleh Ratu Lamura telah mengalami keretakan karena menangkis serangan Sihir Jenderal Randall.
Namun, tiba-tiba Ribuan Robot Humanoid seukuran Pria Dewasa muncul dari belakang barisan Pasukan Revolusioner dan Bonar tahu itu adalah kreasi dari Sihir milik Aisyah, akan tetapi sejak kapan ia bisa membuat Robot Humanoid sebanyak itu?
“Ini? Apakah buff seperti dalam permainan game? Sihir support yang hebat!” Bonar terkejut tiba-tiba ia merasa kekuatan Sihirnya meningkat drastis.
Golem Pasir raksasa bertambah besar dan Bonar mengeluarkan dari sakunya bibit Pohon Elair yang merupakan Pohon asli Planet CC-077 yang memiliki bentuk seperti Pohon Kurma di Bumi. Namun, memiliki buah seperti Jeruk sebesar buah Kelapa.
Dari daun muda Pohon Elair menjalar tanaman merambat yang langsung melilit Golem raksasa yang terbuat dari reruntuhan Kota oleh Sihir Jenderal Randall.
Dia memiliki Dua jenis Sihir makanya ia diangkat menjadi Jenderal yang memimpin Pasukan Khusus Divisi ke-13 yang terdiri dari Prajurit Lemurian terbaik Bangsa Lemurian.
“Ternak sialan itu bisa menggunakan Dua Sihir disaat bersamaan!” Jenderal Sirte terkejut karena hujan meteoroid dari Sihirnya malah dipantulkan Golem Pasir ke arah Prajurit Lemurian sehingga ribuan Prajurit Lemurian langsung tewas sekita. “Kenapa Sihir mereka tiba-tiba meningkat?” gerutunya saat melihat bukan hanya Bonar saja yang tiba-tiba kekuatan Sihirnya meningkat, Alex dan yang lainnya juga mengalami lonjakan kekuatan Sihir.
Laser Api yang muncul dari bola matanya biasanya hanya diameternya hanya sebesar kepalan tangan. Namun, kini malah sebesar Pohon Kelapa yang langsung menembus beberapa dada Prajurit Lemurian yang tidak sempat melakukan serangan balik untuk bertahan.
Jenderal Randall mengubah bekas Robot Humanoid yang telah hancur menjadi Pedang besar dan memotong tanaman merambat pada Golem-nya. Namun, tanaman merambat tersebut malah beregenerasi lagi.
Dia mengerutkan keningnya, Ribuan Kupu-Kupu melintasi Golem tersebut dan menabrakkan diri pada Prajurit Lemurian yang sedang bertarung melawan Robot Humanoid dari Sihir Aisyah.
__ADS_1
“Awas menjauh dari Kupu-Kupu itu!”
Prajurit Lemurian langsung panik, mereka bingung antara menghindari Kupu-Kupu atau melawan Robot Humanoid, karena keduanya sama-sama beresiko menghilang nyawa mereka.
Booommmm!
Booommmm!
Ledakan demi ledakan muncul di medan Perang karena Kupu-kupu dari Sihir Laila berbenturan dengan tubuh Prajurit Lemurian.
Lerenia tidak ingin dianggap sebagai pengkhianat oleh Bonar dan yang lainnya, karena dari tadi ia hanya sedikit melakukan serangan terhadap Prajurit Lemurian. Kemudian ia mengepakkan sayapnya yang mengeluarkan asap hitam yang mengandung racun mematikan bila terhirup oleh musuh.
Puluhan Prajurit Lemurian langsung tumbang dengan mulut berbusa.
Puluhan ribu Prajurit Lemurian yang tersisa berbondong-bondong mundur ke Menara Kutukan, sedangkan Jenderal Randall hanya menggertak kan giginya—karena ia tak bisa segera mundur, Bonar terlalu dekat dengannya—kalau ia menghilangkan Sihirnya maka tanaman merambat dari Sihir Bonar pasti akan menjangkaunya.
“Jangan biarkan mereka mencapai Menara Kutukan!” teriak Lerenia—karena Menara Kutukan itu adalah sarana Sihir Teleportasi antar Planet yang membuat musuh akan kembali ke Planet Lemurian.
“Serbuuuuuuuuu!”
Dengan semangat menggebu-gebu Pasukan Revolusioner mengejar barisan belakang Prajurit Lemurian.
__ADS_1
“Controller!”
Bonar menggunakan Sihir pengendalian objek tak bernyawa karena ia sudah tidak menghadang hujan meteoroid lagi.
Jenderal Randall terkejut kendalinya atas Golem yang terbuat dari reruntuhan bangunan Kota hilang kendali. Besi dan benda-benda terbuat dari logam lainnya memisahkan diri dan membentuk Golem Logam.
“Sial!” gerutu Jenderal Randall dengan ekspresi wajah cemas dan panik. “Bermimpilah ternak terkutuk untuk mengalahkan Bangsa Lemurian yang Agung! Kalian hanyalah parasit yang meminjam kekuatan Sihir kami!” teriaknya.
Jenderal Randall merapalkan mantera Sihir yang membuat medan perang bergetar hebat seperti terjadi Gempa bumi yang mengerikan.
Para Pasukan Revolusioner Bangsa Bunian yang bertubuh kecil harus berhenti mengejar Prajurit Lemurian karena tubuh mereka seperti di goyang ke kiri dan ke kanan.
Sihir Laser Api dari Alex bahkan melelahkan lengan Golem logam Bonar karena ia tidak bisa berdiri tegak, dia tiba-tiba merangkak di tanah yang terbelah dua akibat gempa bumi mengerikan tersebut.
“Jenderal Randall! Cepat ke sini!” teriak salah satu bawahannya di Divisi Ke-13.
Namun, Bonar tersenyum cerah dan mengubah Pasir menjadi Golem langsung meninju Jenderal Randall, sehingga ia terhempas menjauh dari Menara Kutukan.
“Sial!”
Darah segar mengalir dari kening Jenderal Randall dan ia menatap punggung Prajurit Lemurian yang terakhir memasuki Menara Kutukan dan hanya tinggal seberkas cahaya Putih saja pada Menara yang menjulang tinggi ke langit tersebut.
__ADS_1
Robot Humanoid yang dikendalikan Ratu Lamura muncul di depan Jenderal Randall, Alex muncul di belakangnya, Laila di sisi kanan dan Osasa muncul di sisi Kiri, kemudian yang lainnya bermunculan baik dari kalangan bawahan Bonar maupun dari Pasukan Revolusioner Bangsa Bunian yang langsung mengelilingi Jenderal Randall seperti sepotong daging yang dikerumuni ribuan Serigala.