
Succubus memang berbeda dengan makhluk lainnya, mereka harus sering-sering melakukan hubungan intimm agar energi Sihir mereka meningkat. Namun, mereka melakukan itu pada pasangan mereka, bukan dijadikan sebagai pelacurr setelah ditangkap Prajurit Lemurian.
Sonia sendiri belum pernah disentuh Pria manapun, karena saat di tanah terlarang—ia justru menjadi Koki di sana dan menghabiskan waktu di dapur bersama Hayati. Untuk menyalurkan hasrattnya yang memuncak, maka ia akan melakukannya sendiri dan diam-diam agar tak diketahui oleh rekan-rekannya.
“He-he-he... kenapa kau diam saja? Apa kamu tidak tersinggung atau kamu memang lacurr murahan!” Lori sengaja memprovokasi Sonia agar ia menyerang secara serampangan.
“Makan ini Lemurian brengsekk!”
Dari kejauhan Alex menembakkan Laser Api dari kedua matanya ke arah Lori yang terpaksa menjauh dari Sonia.
“Bos Bonar... kau fokus saja menahan hujan meteoroid itu, biarkan kami yang menghajar Lemurian jelek ini he-he-he ....” Alex menatap Lori dengan seringai mengejek.
“Turun ke bawah kalau kamu adalah Pria sejati, mari kita berduel dengan tangan kosong!”
Li Jian memasang kuda-kuda beladiri kungfu dan ia sering mengaku-ngaku pernah belajar kungfu langsung dari Shaolin, walaupun ceritanya itu tak bisa dipastikan kebenarannya.
__ADS_1
Tubuhnya kemudian dilapisi Baja dan segera menyerang Prajurit Lemurian yang ada di dekatnya, sedangkan Rohit langsung kembali lagi ke belakang untuk menjemput Osasa.
Lori hanya menatap tajam ke arah Alex dan Li Jian, kemudian menatap Sonia dan langsung mengabaikan keduanya—karena ia harus melenyapkan para ternak ini satu-satu, lagi pula mereka tak bisa terbang sepertinya—sehingga mereka hanya bisa mengandalkan serangan jarak jauh saja untuk membantu Sonia.
Lori mendekati Sonia lagi dan mencakar wajahnya sehingga Sonia panik. Dia mundur sembari menusukkan tombaknya ke cakar tangan Lori. Namun, Lori malah menangkap gagang Tombaknya, karena Sonia tak hebat dalam beladiri sehingga Lori dengan mudah menebak arah serangannya.
“Kupu-kupu?” Lori langsung melepas gagang tombak Sonia dan segera menjauh.
Boooommmm!
Boooommmm!
Lori menyeka darah yang menetes dari luka di wajahnya. Dia mengutuk kenapa banyak Manusia yang malah berevolusi setelah meminum darah Lemurian, belum lagi Evolusi mereka malah menciptakan Sihir yang sangat hebat dan kuat.
“Terimakasih, Laila!”
__ADS_1
Sonia tersenyum cerah karena rekan-rekannya terus melindunginya padahal mereka berasal dari Ras yang berbeda. Namun, para bawahan Bonar ini tak membeda-bedakan siapa yang harus ditolong lebih dulu. Semua sama, yaitu sama-sama menderita akibat invasi Bangsa Lemurian, itulah yang membuat mereka bersatu padahal awalnya mereka tak saling mengenal.
“Jangan biarkan dia bernafas lega, Sonia!”
Alex berteriak dari bawah dan langsung menggunakan Sihir Laser Api ke arah Lori yang menangkisnya dengan Sihirnya yang mengeluarkan Api Hitam.
Sonia terbang mendekati Lori dan mengayunkan Tombaknya.
“Sial!” gerutu Lori segera menghindar, tetapi Sayapnya malah tertebas bilah tombak Sonia sehingga ia tak bisa lagi terbang dengan satu sayap—sebab sayap satunya lagi terluka yang mengakibatkan rasa sakit saat dikepakkan.
“Li Jian... saatnya kita menyambut monster jelek itu!” kata Alex—mengganggu pertarungannya dengan Prajurit Lemurian.
Li Jian pun tersenyum saat melihat ekspresi wajah masam dari Lori. Dia tak membuang-buang waktu dan langsung berlari ke arah Lori. Namun, tiba-tiba seseorang menginjak pundaknya.
“Hei, Hinata! Kenapa kamu malah mengganggu kami!” gerutu Li Jian—akan tetapi Hinata tak menyahut ucapannya dan menebas Lori dengan Katana-nya.
__ADS_1
“Terkutuk kalian ternak sialan, bisanya keroyokan saja!” umpat Lori segera menggunakan Cakarnya menangkis tebasan dari Katana Hinata.