Tower Of God

Tower Of God
Bonar Menghilang


__ADS_3

Jenderal Sirte merasa heran, kenapa Pemimpin Suci dan Jenderal Randal dari Divisi Ke-13 takut pada Manusia yang mewarisi darah leluhur pertama Bangsa Lemurian tersebut. Padahal Bonar kelihatan sangat lemah dan ia mengakui kalau nyalinya lah yang besar, seperti pepatah; biar Kambing di kampung sendiri tapi Banteng di perantauan—apalagi berhasil menjadi anggota Dewan, hidup makin bahagia Kawan.


“Semua Prajurit Lemurian bunuh mereka, main-mainnya kita sudahi saja!” Seringai tipis terpancar dari sudut bibir Jenderal Sirte yang langsung melompat ke atas Nie dan terbang ke arah Bonar yang dihantam oleh Meteoroid.


“Bukankah dia telah mati, Jenderal?” sahut bawahan Jenderal Sirte.


“Ternak yang satu ini sangat licik dan lihai, aku tidak yakin dia terkena Sihir Meteoroid karena Sihir Pasirnya tak mungkin hilang begitu tiba-tiba, kecuali ia sengaja menghilangkannya agar menghemat kekuatannya dan ia memiliki Sihir lain yang membuatnya bisa menghindari Meteoroid itu!” sahut Jenderal Sirte berspekulasi.


Lerenia mengerutkan keningnya ketika melihat Jenderal Sirte telah memerintahkan Prajurit Lemurian bergerak—sehingga posisi mereka kini akan menjadi sasaran target serangan Prajurit Lemurian.

__ADS_1


“Rohid... kamu yang bertanggungjawab atas kendali pada senjata dan gunakan Rudal yang ada di Balaine ini untuk menghambat pergerakan Prajurit Lemurian!” seru Leneria.


Dalam sekejap Rohit telah menghilang dari ruang kontrol dan menuju ruang senjata, mengisi rudal nuklir sistem senjata Balaine—kemudian ia muncul lagi di ruang kontrol hanya dalam beberapa detik saja, karena ia menggunakan Sihir The Flash-nya.


Layar Virtual muncul di depan Rohit dan ia langsung membidik Skiif atau Pesawat terbang Militer Lemurian yang juga membidik Balaine yang mereka tumpangi.


Sejak berevolusi, tak hanya kecepatan lari Rohit saja yang bertambah cepat—akan tetapi pergerakan matanya juga sangat lihai dan ia hanya butuh lima detik saja untuk menentukan Skiif musuh mana yang lebih dulu menembakkan Rudal Nuklir ke arah mereka.


Prajurit Lemurian berhenti terbang menuju Balaine yang dikemudikan oleh Lerenia, karena ledakan Rudal Nuklir dengan Ledakan dari Meteoroid saling tumpang tindih—sehingga sangat berbahaya bila memasuki area ledakan itu. Namun, Jenderal Sirte bersama Puluhan Prajurit Lemurian yang lebih senior dengan santai menerobos ledakan di kawasan Peternakan tersebut.

__ADS_1


“Cari ternak liar itu, Sadon!” seru Jenderal Sirte kembali merapalkan mantera Sihir dan kini yang muncul adalah Puluhan Meteoroid yang jatuh dari langit seperti langit sedang terbelah saja.


Sadon meletakkan tangan kanannya di dada dan menundukkan sedikit wajahnya. “Baik, Jenderal!” Tiba-tiba tubuhnya menghilang begitu saja, ia seperti menjadi transparan.


“Aku akan membantu kalian!” seru Osasa berdiri di sebelah Alex yang menggunakan Laser Api untuk menghancurkan Rudal Nuklir yang mendekati Balaine.


“Baiklah... aku akan membawa Li Jian menuju ruang kontrol agar Clarence mengobatinya, dan semoga Bonar segera kembali ke Balaine agar kita melarikan diri dari sini!” sahut Asep memapah Li Jiang yang tak sadarkan diri.


Balaine kembali bergerak, sehingga Alex mengerutkan keningnya karena Bonar belum memasuki Balaine. Namun, ia tahu alasan Lerenia menerbangkan Balaine adalah untuk menghindari hujan Meteoroid yang muncul dari langit.

__ADS_1


“Cih, apakah keberuntungan Bos Bonar telah habis, atau modal nekat dan main hantam tanpa berpikir lebih dulu itu tidak efektif lagi!” gerutu Alex yang telah mengikuti Bonar bertarung beberapa kali dan capek-capek Lerenia mengatur strategi, eh... malah Bonar bertindak asal terobos saja.


__ADS_2