
Srek ... srekk ...
Grrrr ....
" Spear B apa kau sudah amankan target ? "
" belum hyung, aku sedang mencari celah vampire2 gila itu masih berkerumun di depan rumah itu "
" jangan lewat pintu depan di belakang bangunan itu ada pintu bawah tanah lewatlah bassement rumah itu "
" baik aku akan segera kesana .. "
" ah aku lupa .. kau boleh membunuh smua yg ada disana kecuali target, mereka adalah para pemberontak yg sudah tidak lagi memiliki pikiran "
" baik hyung .. "
DRAP .. DRAP .. DRAP ..
Krietttt ... DOR .. DOR ..DOR
" GRAAAAAAHHH ... ggrrrr "
" ......."
.. psyuuu .. sssh ..
" hiks tolong aku .. papa .. mama .. hiks .. aku takut .."
Gadis kecil itu meringkuk di bawah meja dengan tubuh yg menggigil takut.
Spear B mendekatinya tanpa ragu mengulurkan tangan pada anak itu.
Dia membawa anak itu keluar dari bawah meja.
" sekarang kamu sudah aman nak .. "
" ...... "
" aku akan membawamu ke papa & mamamu, mereka sudah menunggumu di markas kami .. ayo kita pergi nak "
Anak itu terdiam, lalu dia menarik tangan Spear B yg membuatnya terhenti dan menoleh kembali ke anak itu.
" mereka bukan papa & mama ku .. "
" apa maksudmu nak ? "
" papa & mama ku ada disana .. ".
Telunjuk anak itu menunjuk ke arah lemari, Spear B dengan ragu berjalan menuju lemari tersebut.
" terkunci .. "
DOR .. psyuuu ..
Spear B membuka paksa pintu lemari itu, mata hitamnya terkejut dengan isi di dalam lemari itu.
Sepasang mayat tanpa kepala dengan banyak luka robek di tubuhnya ada di dalam lemari itu membuatnya bergidik ngeri.
" tidak mungkin .. "
" kan sudah ku bilang papa & mama ku ada disana .. "
" berarti .. "
" ssrrkk .. ssrkkk .. Spear B .. jangan kemari dulu ada hal aneh yg terjadi dengan kedua orang tua anak itu .. "
" apa yg terjadi di sana Hyung ? "
Tutt ... tut ... sssrkk ...
" haha .. sudah di mulai yaa .. "
Mendengar anak itu tertawa Spear B pun menoleh ..
" lama tidak bertemu, Seo Changbin .. "
" suara ini .. KAU !!! "
Senapan nya sudah membidik tepat ke arah anak itu.
Dengan smirk dan santainya anak itu berjalan mendekat, rambut pendeknya mulai memanjang dan memutih, wajah dan suaranya pun berubah. Tingginya pun kini bertambah.
" apa kau masih mengingatku ? "
Suara yg sangat ingin dia lupakan kembali terdengar. Membuat wajahnya memucat dan tubuhnya gemetar.
" R-rachel k-kau kah itu ? "
Gadis itu berjalan mendekat, tangannya meraih pistol yg di acungkan ke arahnya dia membidik kepalanya sendiri.
Changbin tersentak, tangannya mulai gemetar.
" ini aku sayang, aku merindukanmu .. "
" T-ti.. dak .. k-kau harusnya sudah mati "
" apa kau tau disana sangat dingin, aku sangat kesepian .. hari itu aku sangat menyukai ekspresi bersalahmu .. "
" D-di.. am .. "
" apa kau masih membenciku ? Kenapa saat melihatku tanganmu reflek menodongkan senjatamu ke arahku ? "
" B-bu.. kan .. a-a..ku "
" apa kau masih ingin membunuhku lagi ? "
__ADS_1
Hihihi .. hahhaaaa .. hahaa ..
" LAKUKAN SAJA ITU SEKARANG, BUNUH AKU LAGI SEO CHANGBIN "
" khh .. DIAM KAU ... aarghhh .. "
DOR ...
Wanita itu jatuh tersungkur ke lantai ..
" Dia sudah lama mati, jangan pernah membawanya kembali .. dan jangan gunakan wujudnya lagi dasar penipu .. "
Syuut .. crep ..
Sebuah jarum suntik berisi cairan sukses mengenai paha Spear B membuat dia sedikit mengerang.
" sial .. ini obat bius .. "
Sssrkk ...
" Spear B apakah kau masih disana ? Ganti ... ssrrrkkk "
BRAK ... tut .. tut ...
" ah .. dasar pengganggu .. kau masih saja menuruti perintahnya .. pantas saja sampai kapanpun kau hanyalah mesin pembunuh "
" K-KAU .. !!! "
Sosok wanita di depannya berubah menjadi sosok lain, pandangan Changbin mulai buram. Dia sempat melihat serigai lebar di balik senyum wanita itu, tubuhnya pun ambruk di hadapan sosok itu.
" yang mulia, apa yg akan anda lakukan dengannya ? "
" aku akan membawanya ke castle Mercurius, Air Stone itu tidak seperti 3 stone lain .. dia tidak memiliki wujud fisik "
" aku akan mentransfer stone itu dari tubuhnya langsung .. "
" j-jangan .. jangan anda mau .. "
" JB .. kau memang slalu mengerti diriku, tidak seperti ' Dirinya ' "
" siapa yg anda maksud yang mulia ? "
" Entahlah .. jika ku bahas kau tidak akan pernah mengingatnya .. "
" JB .. malam ini akan ada tamu, mungkin dia sudah mendapatkannya bisakah kau temui dia dan mengambil barangku padanya ? Aku akan sangat sibuk malam ini .. "
" apa anda akan kesana sendirian ? "
" tentu saja .. Ayah tidak akan pernah melarangku untuk melakukan apapun .. "
" baiklah .. saya akan membawa dia juga ayo kita pergi yang mulia .. "
Mereka bertigapun menghilang di tengah kepulan asap ..
rang2 berlarian dari jalan2 kecil .. suara jerit dan teriakan bergema di sepanjang jalan ..
" Cepat bawa airnya kemari .. apinya makin besar .. "
" ayo cepat bawa air kemari .. "
" eomma ... hiks .. appa .. "
Wung ... wung ... wung ... sssrrrkkk
Pria dengan jas hitam turun dari mobil dengan tergesa2, raut wajahnya memunculkan ketakutan secepat kilat pria itu berlari menerobos orang2 di depannya.
Langkahnya terhenti di sebuah pohon besar yang tiba2 tumbuh di tengah kota, akarnya menjuntai menjamah rumah2 warga di sekitarnya. Di sekeliling pohon itu terdapat banyak mayat2 bertopeng yg terbakar, smua warga histeris.
" apa yg terjadi dengan gerejanya ? "
" gereja di serang oleh sekelompok orang beberapa saat yg lalu, mereka menyandera anak2 kecil yg tinggal disana "
" ..... "
" L-lalu monster itu membunuh smua orang2 tadi dan menyelamatkan anak2 yg di sandera hanya saja dia merusak semua rumah2 kami dan membakarnya .. "
" monster ? "
" tuan .. monster itu yg menciptakan pohon sebesar ini, lihatlah gereja kamipun juga hancur karna monster itu .. "
" eh tuan anda mau kemana ? Jangan kesana berbahaya tuan .. anda bisa terbakar .. "
Pria itupun melesat pergi meninggalkan kerumunan warga yg masih mengelilingi area gereja tsb.
Pria itu tidak memperdulikan peringatan warga dan tetap melesat melewati api yg mulai membakarnya.
Dia sampai di bagian dalam gereja tepat di depan pohon besar itu berada, semua bangunan gereja sudah di penuhi oleh sulur2 pohon tsb hingga menjadi gelap.
Sepasang netranya menangkap sesuatu di antara sulur2 tanaman yg bertautan satu sama lain.
" HAN .. !!! "
Sosok itu tidak menjawab, Lee know panik dan merapalkan mantranya menebang beberapa sulur tanaman yg melilit tubuh Han.
" ngh .. T-tuan .. k-kau .. datang yaa .. "
" diamlah jangan banyak bicara .. apa yg sebenarnya kau lakukan sampai seperti ini HAN "
" m-mmaaf .. a-aku mengacaukan semuaanyaa .. "
__ADS_1
" aa..ku tidak punya pilihan .. setidaknya mereka bisa selamat .. "
Tubuh Han sangat lemah bahkan untuk bernafas saja sangat sulit.
" Tuan .. tolong selamatkan mereka terlebih dahulu, tempat ini akan terbakar sepenuhnya .. "
Tangannya tergerak mengarah ke sebuah kepompong dari akar2 tanaman. Cahaya hijau keluar dari tubuhnya bersamaan dengan terbukanya kepompong akar itu.
Nampak pada bruder dan anak2 yg di sandera tadi ada di dalam sana.
" T-tolong bawa mereka ssmua keluar sekarang .. uhuk .. "
Han mulai batuk darah .. tubuhnya pun penuh luka.
" Han .. kau juga harus keluar dari sini .. "
" sepertinya tidak akan cukup waktu, kau pergilah .. "
Tangan Han mendorong lee know menjauh, diapun berteriak.
" Jinyoung ssi .. tolong bimbing mereka keluar, aku sudah membuat jalan keluar disana .. cepatlah .. "
" B-baik .. tapi tuan tolong bawa Han juga .. "
GGRRTT .. SSHEESSSSSHHH ...BRUK
Reruntuhan gereja mulai berjatuhan, api semakin membesar. Lee Know masih sekuat tenaga mencoba mengeluarkan Han dari sulur2 itu.
Tubuh Han di papahnya, dengan secepat kilat Lee know melesat sebelum akhirnya gereja itu runtuh sepenuhnya.
GRADAK ... BRUSHH ... GREKKK.. SSSHHH...
Lee know menghela nafas lelah..
Dia menyandarkan tubuh Han di sebuah pohon, tanda2 segel di tubuh Han mulai memudar, luka2 tidak membaik, nafasnya semakin melemah kedua mata Han sudah terpejam sepenuhnya.
" Han .. sadarlah .. aku sedang menyembuhkanmu, kau harus bertahan .. ku mohon Han buka matamu .. "
" T-tuan .. kau tidak perlu menyembuhkanku .. gunakan sihir itu untuk menyembuhkan orang2 yg terluka karna aku .. "
" TIDAK !! .. aku tidak peduli dengan mereka untuk apa menyembuhkannya .. mereka yg kau lindungipun malah menganggapmu monster .. aku tidak akan- .. "
" ini permintaan terakhirku .. hanya kamu yg bisa .. desa ini terpencil butuh waktu buat tabib untuk datang dr ibukota .. "
Rahang Lee know menegang, gigi nya menggeretak menahan marah.
" kenapa kau mudah sekali memaafkan mereka ? Slama ini cuma kau yg menderita tapi mereka tidak bilang trima kasih padamu .. "
" tidak apa .. ini salahku .. kekuatanku berbalik melukai orang2 yg harus aku lindungi .. Tuan .. tidak .. Hyung tolong sampaikan maafku ke mereka yaa "
Detak jantung Han mulai melemah, nafasnya semakin berat, tangannya yg kurus itupun semakin dingin.
" T-TIDAK .. HAN .. KU MOHON JANGAN TINGGALKAN AKU .. HAN .. "
" aku menyayangimu .. Hyung .. "
" HAAANNNNNN .... ARRRGHHHHH .... !! "
Emosinya meledak .. melihat Han tak lagi bergerak bahkan bernafas, hari itu adalah hari terberat kedua bagi Lee know, tubuh Han yg pucat di peluknya kuat2 dia menangis tanpa suara memori lamanya seakan di putar kembali.
Ingatan Lee know saat Rachel mati di hadapannya dan saat itu dia terlambat untuk menolongnya.
" kenapa terjadi lagi .. kenapa ... khh .. "
Ekspresinya kembali datar beberapa saat kemudian Lee know menggendong jasad Han lalu membawanya pergi.
" kemana kau akan pergi ? Tuanku "
Langkahnya terhenti oleh seekor kucing bermata hijau yg mencegat jalannya.
" Dorie .. bukan .. Earth Stone "
" meow mm .. apa sekarang kau sudah menemukanku ? "
" apa seperti ini yg kau harapkan ? "
" meow nyaa .. ini di luar prediksiku sih .. kekuatanku terlalu besar untuk di kendalikan anak itu nyaw .. aku lebih suka penjaga sebelumnya .. "
" apa bagimu nyawa manusia adalah lelucon ? kau tidak pernah berubah "
" ayolah jangan marah .. aku hanya bercanda .. lagipula kau bisa meminta menara untuk menghidupkannya lagi bukan ? Atau jangan2 kau masih marah saat cewek itu mati ? "
" Jika kau masih berbicara aku akan benar2 melenyapkanmu dari dunia ini .. "
" nyaw .. menyeramkan sekali sih, yah terserah aku tidak peduli lagipula sebesar apapun rasa bencimu kau tetap masih membutuhkanku untuk rencanamu kan haha nyaw .. "
" Dorie .. jika kau masih menganggapku tuanmu, maka ku beri kau 1 perintah sembuhkanlah warga desa disana jika tidak aku akan merubahmu menjadi batu untuk ku hancurkan "
Dorie ketakutan melihat tatapan death glare dari Lee know, dia tidak bisa melawan perintah dari pemilik aslinya akhirnya Dorie pun langsung menghilang untuk melaksanakan perintahnya.
" menara dewa .. ".
Lee know bergumam sebelum akhirnya menghilang bersama Han dalam gendongannya.
Sorry kalo lama Up ..
sebenarnya pengen cepat2 tamat in tapi waktu & mood yg gak mendukung ..
jangan lupa like yaa ..🐼
thanks ❤
__ADS_1