
Aisyah sangat senang melihat ada banyak Robot Humanoid seperti Sihir miliknya.
“Lihat-lihat Om Bonar, mereka sama!” kata Aisyah sembari merapalkan mantera Sihir dan Satu Robot Humanoid seukuran Manusia muncul di depannya.
Ratu Lamura dan para mekanik Bunian takjub melihatnya karena tak menyangka Robot Humanoid versi mini bisa diciptakan menggunakan Sihir.
“Wah... sungguh hebat sekali!”
Ratu Lamura tersenyum cerah memuji Sihir Aisyah, sehingga gadis kecil yang lebih tinggi dari Ratu Lamura itu sangat senang.
“Namun, ia masih kanak-kanak sehingga belum bisa mengontrol Sihirnya dengan baik, padahal ia bisa menciptakan banyak Robot Humanoid hanya dalam sekali rapalan mantera Sihir!” sahut Bonar.
“Pantas saja sikapnya seperti anak-anak walaupun tubuhnya lebih besar dari kami.”
__ADS_1
Ratu Lamura sudah curiga dari awal kalau Aisyah itu masih anak-anak, karena Clarince kelihatan seperti ibunya yang selalu memperhatikan setiap gerak-gerik Aisyah, dan ia tahu kalau Aisyah sebenarnya yatim-piatu tetapi saat di Peternakan Bangsa Lemurian, ibu Aisyah dan Clarince berteman baik.
“Apakah Robot-Robot Humanoid ini bisa digunakan saat penyerbuan ke Menara Kutukan nanti?” tanya Bonar penasaran, karena ia masih harus berlatih cara menggunakan Sihir-Sihirnya karena Bonar merasa perbedaan kekuatannya dengan Jenderal Lemurian masih terpaut jauh.
Melawan Satu Jenderal Lemurian dan beberapa bawahannya saja Bonar sudah merasa kewalahan, bagaimana nanti bila melawan Satu Divisi Militer atau Melawan seluruh Militer Bangsa Lemurian untuk mengakhiri perburuan mereka terhadap Ras-Ras lain di alam semesta dan tentunya agar bisa mengusir mereka dari Bumi.
“Menurut perkiraan kami, kita bisa menggunakan sebagian besar Robot Humanoid Lima Puluh hari lagi karena sekalian menunggu kedatangan Pasukan Revolusioner dari tempat lain. Ratu Lamura telah memerintahkan semua Pasukan Revolusioner akan terlibat dalam penyerbuan ke Menara Kutukan dan Perang kali ini akan menentukan nasib Bangsa Bunian, apakah kembali bangkit atau menghilang selamanya,” sahut Jojo.
“Kami akan menunggu persiapan kalian dan siap membantu Bangsa Bunian berperang melawan Bangsa Bunian kapan saja,” kata Bonar dengan senyum cerah dan berpikir Lima Puluh hari sudah cukup untuk berlatih Sihir.
Ratu Lamura membawa Bonar dan yang lainnya ke bekas ruang penyimpanan Robot Humanoid, karena ruangan yang biasa digunakan oleh Bunian ukurannya sangat sempit dan hanya Aisyah saja yang bisa ikut masuk ke sana—sedangkan Bonar dan yang lainnya harus merangkak dulu.
...***...
__ADS_1
Lima Puluh hari kemudian, Pasukan Revolusioner dari berbagai penjuru Planet CC-077 telah berkumpul di markas utama Pasukan Revolusioner tersebut. Para Bunian juga sudah akrab dengan Bonar dan yang lainnya—terutama Aisyah yang malah menjadi pusat perhatian di sana karena ia bisa menciptakan Robot Humanoid dari Sihirnya.
Aluaso juga mengajari Aisyah cara bertarung menggunakan Robot Humanoid, sedangkan Bonar dan yang lainnya berlatih Sihir sendiri—karena Bunian tidak memiliki Sihir seperti Lemurian, sehingga mereka tak bisa memberikan masukan untuk membantu latihan Sihir Bonar dan rekan-rekannya.
“Akhirnya... kita akan menuju Menara Kutukan!” seru Bonar sembari menatap Robot-Robot Humanoid yang berjejer di depan mereka.
“Ya, tolong lindungi Ratu Lamura, tuan Bonar!” sahut Jojo menundukkan wajahnya serta menaruh tangan kanannya di dada untuk menunjukkan rasa hormat.
“Hei, Jojo! Aku tidak selemah yang kamu bayangkan!” sela Ratu Lamura tersenyum cerah dan ia telah mengenakan kostum khusus untuk Pilot yang mengemudikan Robot Humanoid.
“Justru aku mungkin yang akan meminta perlindungan dari Yang Mulia Ratu he-he-he ....” Bonar tertawa pelan sembari menepuk pundak Jojo yang terlihat sangat mengkhawatirkan keselamatan Ratu Lamura yang akan ikut berperang di garis depan.
Jojo hanya tersenyum masam dan menghela nafas panjang serta berharap semuanya akan kembali dengan selamat. Dia kemudian beranjak ke ruang kerjanya untuk mengacaukan radar Militer Lemurian agar mereka tidak tahu kedatangan Pasukan Revolusioner dan Sekutu mereka dari Ras Manusia.
__ADS_1