Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 1


__ADS_3

hai, perkenalkan namaku Aleya annastasya, usiaku saat ini 15 tahun. dan aku baru saja akan memasuki sekolah menengah atas atau yang biasa disingkat dengan SMA.


aku masuk ke SMA ini tidak sendirian, karena ada beberapa teman smp-ku yang ikut masuk ke sekolah yang sama sepertiku.


Aku memiliki dua sahabat, yang bernama Viona Claudia Salsabila, dan Zahra syakila Maharani.


aku dan kedua sahabatku sepakat untuk bersekolah di sekolah yang memiliki asrama untuk tempat tinggal siswa-siswinya.


meskipun butuh perjuangan untuk mendapatkan izin dari kedua orang tua kami, karena kedua orang tua kami belum siap berjauhan dengan kami.. tapi akhirnya kami bisa meyakinkan kedua orang tua kami kalau kami baik-baik saja, dan dengan alasan kami yang ingin hidup lebih mandiri.


saat ini aku sedang mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke esokan harinya ke asrama di sekolah baruku.


"al, kamu belum tidur kan nak?" tanya bundaku dari depan pintu kamarku.


"belum bunda." jawabku dari dalam kamar.


"Bunda masuk ya." izin Bunda padaku.


"al, kamu serius mau bersekolah di SMA angkasa itu." tanya Bunda yang ingin memastikan Aku serius atau tidak.


"iya bunda. bukankah tadi ayah dan bunda sudah menyetujuinya?"


"iya al, tapi... Bunda masih belum rela kalau kamu itu jauh dari pantauan ayah dan bunda." ucapnya masih ragu melepasku.


"sudahlah Bunda , tadi siang kan al sudah bilang, kalau al pasti baik-baik saja, lagi pula kan.. al di sana tidak sendirian Bunda." ucapku meyakinkan.


"ya sudah, kalau kamu maunya seperti itu.. Bunda hanya bisa mendoakanmu dari jauh."

__ADS_1


"terima kasih bunda, memang doa bunda lah yang paling al harapkan."


"ya sudah, kalau gitu bunda ke kamar bunda dulu ya," pamit nya padaku sambil melangkah keluar kamar.


"Al, kamu jangan tidur sampai tengah malam ya ingat loh besok kamu harus berangkat pagi-pagi." ucap Bunda mengingatkanku agar tidak tidur terlalu larut malam.


iya Bun." jawabku dari dalam kamar.


sebelum tidur aku membuka ponselku untuk memastikan ada yang menghubungiku atau tidak karena sedari tadi ponselku dalam mode silent.


setelah aku memastikan kalau tidak ada yang menghubungiku akhirnya akupun mencoba untuk memejamkan mataku dan akhirnya aku tertidur.


******


pagi harinya...


aku bergegas masuk ke kamar mandi membersihkan diri ku lalu setelah itu turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama ayah dan bunda.


"pagi... ayah Bunda, ucapku menyapa. ayah dan bunda ketika sampai di meja makan.


"pagi juga Al." ayah menjawab sapaanku.


"makan lah al!," Bunda menyodorkan sepiring nasi goreng favoritku.


***


selesai sarapan, aku kembali ke kamarku, lalu aku mengambil ponselku, dan menghubungi sahabatku untuk menanyakan jam berapa kita akan berangkat ke sekolah yang baru.

__ADS_1


"halo vi." sapaku ketika telepon itu tersambung.


"iya, al, ada apa? tanya viona dari seberang telepon.


"kita berangkatnya jam berapa Vi?." tanyaku memastikan.


"oh mungkin jam 8." jawab Viona.


"oke kalau gitu." ucapku lalu mematikan sambungan teleponnya.


saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 7 lebih 25 menit itu tandanya beberapa menit lagi aku akan berangkat ke sekolah baruku.


Viona dan Zahra sudah tiba di rumahku kami bertiga memang sepakat untuk berangkatnya dari rumahku saja.


"kalian bertiga hati-hati ya, harus bisa jaga diri." pesan Bunda pada kami bertiga.


kami mengangguk paham, lalu bersalaman kepada ayah dan bunda untuk berpamitan.


bersambung.........


_


ini masih awal ya jadi belum ada horornya.


tunggu aja di episode selanjutnya.


terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2