
Pagi hari. Di rumah keluarga Arvanza.
"Hoaaamm.. ini aku ada di mana? " Kanaya terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang bingung.
Kanaya menatap ke sekeliling ruangan. "Aku ada di kamar? Tapi kan tadi malam aku ada di mobil bareng papa kok aku bisa ada di kamar? " Kanaya bangun, dan mencari keberadaan ponsel miliknya untuk mengecek jam berapakah saat ini.
"Apa? Jam 06.00? " Ucap kanaya terkejut.
Kanaya beranjak turun dari tempat tidurnya lalu keluar kamar menuju kamar papanya.
"Pa, papa!
"Ada apa si Naya? Kok pagi-pagi udah teriak-teriak
"Ma, papa mana?
"Eh, Naya udah bangun. Kenapa cari papa?
"pa, kok aku bisa ada di kamar? Tadi malam papa nggak bangunin aku ya?
"Papa udah coba bangunin kamu, Naya, tapi sepertinya kamu tidurnya nyenyak sekali.
"Nggak mungkin lah, pa, papa kan tahu sendiri, kalau Naya itu sensitif banget kalau lagi tidur.
"Sudahlah, Naya, lebih baik sekarang kamu mandi siap-siap untuk berangkat sekolah." Suruh mama.
"Benar kata Mama kamu lebih baik siap-siap untuk berangkat sekolah! Lagi pula kan nanti malam kamu pasti akan mengetahui tempatnya juga.
"Hem!
.
.
.
.
"Astagfirullah! Udah jam 06.00 ternyata." Ucap Aleya.
"Zar! Vi! Bangun!!!
"Apaan sih Al? Masih malam kok teriak-teriak.
"Malam dari mananya? Coba lu lihat jam di HP
"Apa?! Udah jam 06.00?!
"Apaan sih? Kalian berdua nih berisik deh
"Lu aja, Zar, yang jawab pertanyaan Viona, gua mau mandi,." Ucap aleya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Eh Rambut setan panjang banget!!!!! " Aleya reflek mengatakan itu saat melihat gumpalan rambut di wastafel.
"Anjir! Nih rambut bikin gua jantungan aja pagi-pagi." Ucap aleya kesal lalu membuang rambut di kotak sampah.
"Al, lu mandinya jangan lama-lama! " Teriak Zahra.
__ADS_1
"Nggak lama kok, paling nanti gua keluarnya pas sarapan udah dateng.
"Sialan lu!
***
"Ya ampun! Teror apalagi ini? " Ucap sandi saat melihat bekas cakaran di belakang pintu kamar mandi.
Sandi memperhatikan cakaran itu, yang terlihat seperti penyusunan kata.
Sandi mencoba membaca huruf demi huruf yang terlihat di bekas cakaran itu. Terbaca lah kalimat bersiaplah kau akan mati.
"Apa sih maksudnya?! " Tanya sandi heran, lalu setelahnya sandi acuhkan teror itu.
Saat keluar dari kamar mandi dan bertemu teman-temannya pun, sandi tidak menceritakan perihal teror yang baru saja dia alami.
...
Di kantin. Saat jam istirahat.
"Al, Zar, vi, nanti pulang sekolah ke rumah sakit yuk jenguk tia." Ajak fita.
"Emang diizinin? Fit? Sama pengasuh?
"diizinin, tadi pas gua sebelum masuk kelas gua ketemu sama bu Yani.
"Kok gua nggak tahu fit?
"Ya tadi kan lu piket kelas, del, jadi lu nggak tahu lah apa yang gue lakuin di luar kelas.
"Kalian mau ke rumah sakit? " Tanya sandi.
"Ke sana mau naik apa?
"Mungkin nanti kita pesan taksi online.
"Oh.
"Ya udah, cepetan makan! Jangan dicuekin tuh makanan." Suruh farel.
*****
"Kalian udah siap? " Tanya Dela.
"Udah, Del, ayo berangkat! Fit, taksi online nya udah lu pesan kan?
"Udah, Al,, kita tunggu aja di depan gerbang." Ucap fita lalu mereka berlima pergi keluar gerbang.
Tak lama taksi yang dipesan fita pun datang, dan mereka masuk ke taksi itu untuk menuju ke rumah sakit di tempat tia dirawat.
Sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit yang dituju.
"Terima kasih, Pak, semoga orderannya banyak ya hari ini." Ucap fita kepada driver taksi online.
"Terima kasih doanya, dek, semoga kalian juga selalu dilancarkan urusannya.
"Aamiin." Ucap mereka berlima mengaminkan.
__ADS_1
"Yuk, masuk." Ajak Zahra, lalu mereka masuk ke dalam rumah sakit.
"Permisi, sus, saya mau tanya. Pasien yang bernama Mutia Clarissa kamar rawatnya di nomor berapa ya?? " Tanya fita kepada petugas resepsionis.
"Sebentar ya, adek-adek, saya cari dulu informasinya." Ucapnya lalu mencari informasi yang dibutuhkan.
"Pasien yang bernama Mutia Clarissa, Kamar rawatnya di kamar nomor 103 yang terletak di lantai 2.
"Terima kasih, sus, informasinya." Ucap Aleya lalu mereka menuju kamar yang disebutkan suster tadi.
"Assalamualaikum. Hai tia, gimana kabar lu?
"Waalaikumsalam. Eh, kalian main ke sini. Alhamdulillah keadaan aku udah mendingan.
"Kita bukan main, tia, sejak kapan rumah sakit jadi tempat bermain?
"Maksud aku bukan gitu,.
"Udah, Tia, kata-katanya Aleya mah jangan didengerin! Dia mah orangnya kadang-kadang.
"Kadang-kadang apa maksud lu? Vi?
"Ya kadang waras kadang nggak.
"Hahaha, parah lu, masa temen sendiri dikatain kayak gitu.
"Ya emang itu faktanya, Del.
"Tia gimana kepala kamu? Masih sakit nggak?
"Dikit, al, tapi itu datangnya nggak sering kok.
"Kerasa sakitnya nggak sering, itu maksud lu?
"Iya, Zar, itu maksud aku.
"CK, buat apa datang kalau cuma sesaat.
"Kan emang yang sakit itu seharusnya cuman sebentar.
"Ya kan lebih baik nggak datang sekalian, daripada cuma singgah sesaat.
"Udah sih, Zar, al, kok kalian nih jadi aneh.
"Iya juga ya, Kok gue jadi ketularan aleya sih.
"Tia, besok lu udah boleh pulang?
"Kayaknya udah boleh sih, fit, emang kenapa? kangen ya sama aku?
"Ya bisa dibilang kangen tapi ada yang penting dari itu.
"Apa?
"Jadi kan beberapa hari yang lalu,, gua lagi beres-beres kamar terus itu di belakang lemari pakaian, gue nemuin buku. Kalian mau tahu? gua nemuin buku apa?
"Buku apa? " Tanya tia penasaran.
__ADS_1
"Buku diary.
Bersambung.........