Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 17


__ADS_3

"yang sabar ya Tia, semoga saja nanti kamu ibu dan kakak mu bisa berkumpul kembali." doa Dela.


"aamiin. semoga saja begitu.. aku dan ibu sangat menanti-nanti kedatangan Kak Sinta kembali di tengah-tengah kami.


"emang, kak Shinta yang ngobrol sama kita tadi?? itu beneran mirip sama kakak kamu? " tanya Fita.


"iya, mirip banget.. tapi aku yakin, kalau itu bukan kak sinta kakak aku.


"Iya juga sih, Kakak kamu kan lulus sekolah 2 tahun yang lalu.. nggak mungkin kan? kalau kakak kamu masih ada di sini?


"Iya nggak mungkin.


...


"maafin Kakak ya dek, Kakak nggak bisa mewujudkan keinginan kamu.


...


"main ke kamarnya aleya, Fiona, sama Zahra yuk." ajak Fita.


"ih nggaklah, Ini kan udah malam.. emang kamu lupa? tadi Kak Sinta bilang apa? " tanya Dela.


"ya enggak lupa sih, lu takut ya??


"mana ada gua takut, gua nggak mau aja kalau nanti kita jadi ngerepotin semua orang kalau ada apa-apa.


"Ya udah deh kalau nggak mau.


.


.


.


sandi sedang berada di luar kamar, atau lebih tepatnya di lorong asrama putra.


dari kejauhan, sandi mendengar seperti ada suara langkah kaki.


sandi menoleh kearah suara langkah kaki itu berasal.


sandi terkejut, karena sandi melihat ada seorang perempuan yang sedang berjalan di lorong asrama.


"kok bisa ada cewek di asrama putra? " gumam sandi.


"nggak mungkin kan? itu cewek salah asrama? " ucap sandi di dalam hati.


perempuan itu makin lama makin mendekat, makin terlihat ciri-ciri fisik perempuan itu oleh sandi.


perempuan itu, menggunakan baju atasan berwarna hijau tosca, dan memakai celana berwarna hitam.. separuh wajah wanita itu ditutupi dengan poni.


karena melihat penampilannya yang seperti manusia pada umumnya, sandi mencoba untuk berkomunikasi kepada perempuan itu.


"maaf, kamu siapa ya? Kok kamu bisa masuk ke asrama putra?


hening, wanita itu tidak menjawab pertanyaan sandi.


"hei, apakah kamu mendengar apa yang aku katakan tadi?


perempuan itu menatap sandi sebentar.


sandi berpikir, perempuan itu akan menjawab pertanyaan sandi.. tapi ternyata tidak, perempuan itu melanjutkan langkahnya ke balkon lantai 3.


"astaga! itu cewek mau ngapain ke sana? " ucap sandi heran, namun sandi mengikuti perempuan itu hingga sampai ke balkon.


"ikutin aja lah, takutnya tuh cewek ngelakuin yang aneh-aneh." begitulah yang ada di pikiran Sandi.


sandi terus berjalan di belakang wanita itu hingga sampai ke balkon lantai 3.

__ADS_1


"kau mengikuti aku? apa kau mau membantuku? " perempuan itu tiba-tiba bertanya, dan itu membuat sandi terkejut.


"b-bantu apa?


"temui aku di belakang asrama ini." ucap perempuan itu, dan yang membuat sandi sangat terkejut setelah mengucapkan itu perempuan itu loncat dari balkon lantai 3.


sandi mematung beberapa saat.. hingga pundak Sandi seperti di tepuk oleh tangan seseorang.


refleks, sandi menoleh ke belakang.. sandi makin terkejut, karena ternyata yang menepuk pundaknya tadi adalah perempuan yang melompat tadi.


"segera temui aku di belakang asrama ini." ucap perempuan itu berbisik ketelinga sandi.


"b-ba-baik." ucap sandi terbata-bata karena rasa takut.


sandi lalu melangkah ke arah tangga, dan menuruni anak tangga sampai ke lantai 1.


Ia menengok ke kanan kiri takut jika ada yang mengetahui dirinya keluar kamar di malam hari.


tapi sandi tidak menemukan siapapun, asrama itu tidak ada yang menjaga.


"bener-bener satu orang pun gak ada yang berani keluar pas malam-malam." gumam sandi plan.


karena sudah memastikan tidak ada siapa-siapa selain dirinya sendiri, sandi melanjutkan langkahnya untuk menuju ke belakang asrama tempat yang perempuan tadi mengajaknya bertemu.


suasana di luar asrama sangatlah sunyi, jangankan ada suara-suara orang yang sedang mengobrol, suara dari dalam kamar kamar yang ada di asrama pun tidak terdengar.


mungkin para siswa siswi di asrama itu memang tidak ada yang suka begadang.


walaupun suasana sangat sunyi, tapi sandi tidak merasa takut.. karena sandi dulu semasa kecil sering menginap di rumah kakek neneknya yang berada di desa sangat terpencil.. bahkan bisa dibilang di tengah hutan.


cukup lama berjalan, karena asrama itu cukup luas.. tapi akhirnya Sandi berhasil sampai di belakang asrama putra.


Sandi menatap ke sekeliling, sandi tidak menemukan siapapun termasuk sosok perempuan yang mengajaknya bertemu.


"cewek itu ke mana? katanya ngajak gua ketemuan di sini tapi malah nggak datang." ucap sandi sedikit kesal.


brrraakkk


"suara apaan tuh? " ujar sandi heran.


bukannya merasa takut, justru sandi merasa penasaran suara apa yang tadi dia dengar.


sandi terus menelusuri bagian belakang asrama hingga dia menemukan sebuah ruangan.


"ini ruangan apa? " ucap sandi bingung, lalu sandi mengingat kembali perkataan kak Sinta tadi sore.. kalau, di asrama ini ada larangan siapapun tidak boleh memasuki ruangan yang ada di belakang asrama putra kecuali bapak kepala sekolah.


"apa ini ruangan yang dimaksud Kak Sinta tadi sore ya? " ujar sandi.


sandi pun semakin penasaran dibuatnya, sandi perlahan mendekati pintu ruangan itu.


sandi hendak membuka pintu ruangan itu, tapi tidak bisa.. sepertinya ruangan itu dikunci.


"Ya ampun! dikunci lagi! gimana caranya gua bisa masuk keruangan itu? kalau dikunci.. nggak mungkin kan? pintunya gua dobrak? " ucap sandi bimbang.


tiba-tiba perempuan yang mengajak sandi bertemu tadi datang.


"kau ingin masuk? " tanya perempuan itu pada sandi sambil menunjuk ke arah ruangan yang ada dihadapan mereka.


"Iya aku ingin masuk, tapi pintunya dikunci.


"tenang lah, sekarang mari pegang tanganku.


awalnya Sandi ragu, Sandi mengingat lagi kalau mungkin saja sosok perempuan itu ingin memberikan petunjuk kepada dirinya.


"baiklah." ucap sandi lalu menggenggam tangan wanita itu.


sandi terkejut, karena hanya sekejap, Sandi sudah berada di dalam ruangan.

__ADS_1


sandi melihat ke sekeliling, tapi sandi tidak menemukan sosok perempuan yang membawanya masuk ke dalam ruangan.


"kemana cewek itu? enak aja ninggalin gua di sini.. nanti kalau gua ketahuan sama bapak kepala sekolah gimana?


ada perasaan takut yang menyelimuti hati sandi, tapi bukan takut karena makhluk gaib.. melainkan sandi takut jika dirinya terjebak di dalam ruangan ini dan nanti akan ditemukan oleh bapak kepala sekolah.


saat sedang melamun, mata sandi tidak sengaja menangkap bingkai foto yang cukup luas berada di salah satu dinding ruangan itu.


sandi mendekati foto itu, dan memperhatikannya dengan seksama.


sandi melihat ada tulisan di bagian bawah foto.


sandi membaca tulisan itu, dan tertulislah angkatan tahun 2021.


sandi kembali memperhatikan foto yang ada dihadapannya, dan betapa terkejutnya Sandi saat sandi melihat dirinya dan teman-temannya juga berada di foto itu.


"jadi, ini foto siswa-siswi yang baru masuk di tahun ini." ucap sandi yang baru menyadari.


"tapi, kalau isi ruangan ini cuman foto-foto satu angkatan doang, kenapa ruangan ini nggak boleh dimasukin siapapun? " ucap sandi yang memang sedari tadi merasa curiga.


sandi terus memperhatikan foto itu, berharap menemukan keanehan di dalamnya.


dan benar saja, sandi menemukan ada keanehan di foto itu.


sandi melihat di foto dirinya dan foto aleya dilingkari dengan sebuah lingkaran berwarna merah darah.


"ini maksudnya apa? Kok ada lingkaran merah kayak gini? " sandi bertanya-tanya.


saat Sandi sedang memikirkan keanehan di dalam foto dirinya dan foto aleya.. sosok perempuan yang membawanya ke ruangan itu tiba-tiba datang.


"kau mau tahu? arti dari lingkaran merah itu? " tanya sosok perempuan itu.


"memang apa maksudnya tanda lingkaran itu?


"coba kamu lihat kesana." ucap perempuan itu menunjuk ke bingkai foto yang lainnya.


sandi langsung mendekati bingkai foto itu.


sama seperti bingkai foto yang sebelumnya sandi lihat, di bingkai foto itu juga ada tulisan di bawahnya.. bedanya, tulisan yang ada di bingkai foto itu tertulis angkatan tahun 2000 18.


sandi kembali memperhatikan foto-foto yang ada di bingkai.


sandi mencari-cari apakah ada foto yang ditandai dengan lingkaran merah juga.


cukup lama Sandi memperhatikan foto itu satu per 1, hingga akhirnya sandi menemukan foto yang terdapat tanda lingkaran berwarna merah.


walaupun bingkai fotonya sudah berdebu, namun sandi masih bisa membaca list nama seseorang yang ada di foto itu.


"Nina Clara Ayudya.. begitulah nama yang ada di list baju seseorang yang ada di foto.


"Nina Clara Ayudya, kok aku seperti pernah dengar nama itu ya? " ucap sandi yang merasa tidak asing dengan nama itu.


sandi terus berfikir, hingga akhirnya dia mengingat tentang cerita yang pernah dia ceritakan juga kepada teman-temannya.


_


masih ingat nggak sama Nina Clara ayudya?


Nina Clara Ayudia itu yang ada di episode 10.


Alhamdulillah. walau pun tadi siang masuk sekolah.. tapi masih bisa up.


bagaimana? episode ke-17 ini seru nggak?


kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


kalau seru silakan tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇


terima kasih.


__ADS_2