Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 39


__ADS_3

Pak Indra membuka pintu ruangan, lalu Rendy bersembunyi di balik pintu. Berharap tidak akan ketahuan.


Ruangan yang semulanya gelap, kini menjadi terang. Rendy bisa melihat apa yang dilakukan oleh pak Indra dari celah-celah tempat persembunyiannya. Rendy melihat, pak Indra membawa sebuah nampan yang berisikan beberapa jenis bunga, ada kopi hitam, ayam mentah yang kondisi anggota tubuh ayam itu masih lengkap... Lalu ada kemenyan juga. Yah, seperti sesajen kan?


"Apa itu? Kok kayak sesajen? Tapi Pak Indra buat apa bawa itu ke ruangan ini." Rendy merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh pak Indra.


Pak Indra meletakkan sesajen yang dibawanya di salah satu sudut ruangan dan mulai duduk bersila lalu membakar menyan, dan kemudian membaca mantra yang Rendy tidak tahu itu mantra apa.


Seketika aroma menyan yang sangat menyengat, tercium memenuhi ruangan yang cukup sempit itu. Rendy sempat ingin batuk beberapa kali, namun Rendy mencoba untuk menahan, agar tidak ketahuan.


Tak lama lampu ruangan mati dan suasana menjadi sangat mencekam. Rendy semakin merasa ketakutan.


"Makanlah! " Terdengar suara pak Indra memerintah namun Rendy tidak bisa mengetahui siapa yang Pak Indra ajak berbicara.


"Huahaha! Ternyata engkau tidak lupa dengan makananku setiap malam Jumat." Terdengar suara lain yang sangat menyeramkan.


"Segeralah makan apa yang ku berikan. Siapa yang kau inginkan untuk menjadi tumbal di tahun ini?"


"Apa?! Tumbal?! " Sebelum sosok itu menjawab pertanyaan Pak Indra, Rendy berteriak dengan penuh keterkejutan.


"Siapa itu?!"


"Jadi ini? Alasan Bapak melarang orang-orang untuk mendatangi area tempat ini."


Pak Indra menghidupkan lampu lalu mencoba mencari seseorang selain dirinya di ruangan itu.


"Siapa kamu?! Beraninya kamu masuk ke ruangan ini! Dan beraninya juga kau mencampuri urusanku." Pak Indra berteriak sangat lantang lalu Rendy keluar dari persembunyiannya. Meskipun ada perasaan takut, namun Rendy memberanikan diri untuk menghadapi pak Indra.


"Bapak benar-benar keterlaluan! Apa teman-teman kami yang meninggal itu semua karena dijadikan tumbal oleh Bapak?!"


"Kau! Sudah kubilang jangan mencampuri urusanku! Dan teman-temanmu yang meninggal karena menjadi tumbal kalau saya bilang Iya memang kenapa?!"


"Bapak bener-bener keterlaluan! Nggak punya hati! Mungkin Bapak punya hati, tapi Bapak manusia berhati iblis!"

__ADS_1


"Hahaha kau sudah tahu apa yang aku lakukan, dan sekarang apa yang mau kamu perbuat?"


"Saya akan bilang ke semuanya, tentang kebusukan yang bapak buat ini." Rendy berbalik badan hendak pergi namun sebelum Rendy pergi Pak Indra menusuk punggung Rendy dengan pisau. Rendy terjatuh dengan posisi yang tengkurap, lalu Pak Indra membalikkan tubuh Rendy, dan menusuk Rendy di bagian dadanya.


"Ardh!! Sa.... Saya.... Ber--ha-rap.... Ba-pak... A-kan... Men...da..Pat... Pem.... Ba..la-san... Yang... Se-tim-pal..." Ujar Rendy sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


"Saat sekarat pun sempat-sempatnya kamu menyumpahi saya." Ucap pak Indra lalu mengangkat tubuh Rendy yang bersimbah darah untuk dikuburkan ke tempat yang tidak akan didatangi oleh siapapun.


---------------


"Jadi gitu ceritanya." Ujar Rendy mengakhiri cerita.


"Dan jasad gue dikuburin di sekitar sini." Sambung Rendi.


"Lu meninggal udah lama?"


"Sekitar 3 tahunan, memang kenapa?"


"Ya jelaslah, gua dikuburin secara nggak layak. Untuk keluarga gue, si manusia berhati iblis itu, bilang ke keluarga gue, kalau gue itu hilang entah ke mana. Dia juga berpura-pura melaporkan ini ke polisi, dan membantu polisi untuk mencari keberadaan gue."


"Gila sih, bener-bener parah. Eh, kepala sekolah yang ngebunuh lu masih orang yang sama nggak, dengan kepala sekolah yang sekarang.


"Gua nggak tahu, soalnya gue jarang datang ke sana, gua udah nyaman sama tempat ini."


"Oh gitu."


"Lu tahu nggak? Korban tumbal-tumbalnya bapak kepala sekolah itu dikubur di mana?"


"Gua nggak tau, emang di mana?"


"Ayo ikut gua." Ucap Rendy mengajak Aleya lalu Aleya mengikuti langkah Rendi.


"Di sini, semua korban-korban semuanya dikubur di sini" ujar Rendy sambil menunjuk tempat yang cukup luas, dan sudah dipenuhi oleh rumput-rumput liar.

__ADS_1


"Dan itu kuburan gue." Ucap Rendy lagi, sambil menunjuk salah satu tempat.


Aleya yang sedari tadi sore, hatinya sudah merasa sedih karena perkataan teman-temannya, kini ditambah lagi dengan cerita Rendy, dan fakta yang cukup mencengangkan. Karena sudah tidak sanggup menahan air matanya, Aleya menangis sambil menghadap tanah yang didalamnya terdapat jasad korban dari perbuatan manusia tak berhati.


Rendy yang melihat Aleya tiba-tiba menangis cukup merasa heran, namun lama-lama rendy mengerti mungkin Aleya merasa syok dan prihatin dengan fakta yang baru saja aleya tahu.


***


Sedangkan dilain tempat, Zahra dan Viona semakin gelisah karena Aleya tidak kunjung kembali ke kamar.


"zar, kita cari aja yuk." Usul viona namun Zahra menggeleng.


"Jangan, vi, gua takut nanti kalau kita keluar bakalan terjadi sesuatu."


"Tapi masa kita diem aja di sini?"


"Lu tenang, Vi, mending sekarang kita salat isya, berdoa sama Allah semoga Aleya selalu dalam perlindungannya." Ucap Zahra lalu Viona dan Zahra segera mengambil wudhu untuk melaksanakan salat isya.


***


Di rumah sakit.


Rifky langsung pergi ke rumah sakit, ketika mendengar kabar kalau papanya ditemukan dalam kondisi pingsan di dalam mobil.


Saat ini Rifky sedang duduk di sisi papanya yang belum sadarkan diri. Rifky merasa heran kenapa papanya tiba-tiba pingsan. Rifky senantiasa menanti papanya sadar, sambil sesekali menyeka air matanya yang ingin terjatuh.


"Kak Naya meninggal, Mama sekarang kesehatannya memburuk karena kak naya meninggal, dan sekarang papa juga pingsan. Kenapa semua ini harus terjadi ke gua sih! " Ucap Rifky frustasi.


Rifky hendak menghubungi Revan, namun Revan tidak mungkin mau berkunjung menemui papanya. Entah ada masalah apa antara papanya dengan Revan, sehingga Revan begitu membenci papanya.


"Naya, maafkan papa nak, papa nggak bermaksud untuk membunuh kamu." Pak Indra bergumam dan Rifky mendengarnya.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2