
"ka-kamu siapa? " Aleya bertanya kepada laki-laki itu.
"Lu bisa lihat gue?"
"Hadeh, Ditanya malah nanya balik. Ya iyalah gua bisa lihat lu, emangnya lu hantu? Yang gak gua bisa lihat."
"Emang gue hantu."
"Hahaha, lucu banget deh."
"Lu nggak percaya? " Tanya laki-laki itu kepada aleya lalu aleya menggeleng.
"Huhh! Kalau lu nggak percaya coba deh lihat kaki gue, napak nggak di tanah?"
Aleya menengok ke bawah, dan benar saja, kalau kaki laki-laki itu tidak napak di tanah alias melayang.
Seketika itu Aleya merasa takut, karena ini baru pertama kalinya Aleya berbicara langsung dengan makhluk gaib.
"Lu beneran hantu? Tapi kok muka lu nggak serem?"
"Ini wujud gua pas masih hidup. Emang lu mau? Ngelihat wujud gue yang asli?"
Eeeeh... Nggak perlu."
"Kenapa? lu takut ya?"
"I-iyaa. Jangan nunjukin yang asli ya, kayak gini aja, lu kelihatan ganteng."
"Hahaha, baru ketemu aja udah langsung muji gua awas lo jatuh cinta pada pandangan pertama."
"Ya enggaklah, kita beda alam cuy."
"Bagus deh kalau nyadar. Btw, lu nggak mau kenalan sama gua"
"Oh iya, kenalin nama gua Aleya." Aleya mengulurkan tangan.
"Salam kenal ya. Nama gue Rendy Satya, panggil aja Rendy. Nama lu cuman Aleya doang?"
"Ya enggak lah. Nama lengkap gue Aleya Anastasya. Itu udah lengkap banget, apa mau gua tambahin silsilah keluarga gue?"
"Boleh, kalau lu hafal sama silsilah keluarga lu sendiri."
"Gila lu, ya jelas gua nggak hafal lah."
"Kirain hafal. Lu tau Tempat ini dari mana?"
"Tadi gua lagi ada sedikit masalah, terus gua nyari tempat untuk menenangkan diri. Dan lalu, nggak sadar gue tiba-tiba udah ada di sini."
"Hah? Nggak sadar?"
"Eh maksud gue. Gue terus aja jalan, terus tiba-tiba nemuin tempat ini. Gitu maksudnya."
"Oh, maksudnya gitu. Kalau cerita yang bener dong.
"Emm.. Rendy, eh kak Rendy, eh, gue panggil Lu siapa sih?"
__ADS_1
"Panggil aja gue Rendy. Jangan panggil kakak, emang gua kelihatan tua ya?"
"Bukan gitu, lu kan hantu jadi takutnya kan usia lu di atas gue mangkanya gue bingung manggil lu siapa."
"Oh."
"Rendy, gua boleh nanya nggak?"
"Boleh aja. Tapi jangan kebanyakan, takutnya nanti gue sakit kepala."
"Emang hantu bisa ngerasain sakit kepala?"
"Itu yang mau ditanyain?"
"Eh bukan itu, gua mau nanya. Lu kan hantu, tapi kenapa kita bisa bersentuhan? dan kenapa gua bisa lihat lu? Juga kenapa lu bisa meninggal? Dan kenapa lu bisa jadi penghuni tempat ini?"
"Itu doang, ada lagi nggak?"
"Nggak ada. Kata lu kan kalau kebanyakan nanti lu sakit kepala."
"Pertanyaan lu semuanya harus gua jawab kan?"
"Ya kalau nggak mau nggak apa-apa sih."
"Pasrah amat lu."
"Gua nggak memaksa orang. Jadi kalau nggak mau, ya, nggak apa-apa."
"Oke, gua jawab yang paling simpel dulu ya. Tadi kan lu nanya, kenapa lu bisa lihat gue? Dan kenapa kita bisa bersentuhan? Jawabannya, karena lu itu sebenarnya punya kemampuan yang berbeda dari orang lain."
"Katanya nggak mau nanya lagi. Kok ini malah ditambah pertanyaannya.
"Hufff, Ya udah deh, lanjutin."
"Iya iya gua Jawab. Nggak tega gua ngeliat ekspresi lu yang kayak gitu. Jadi maksud gua itu, Lu sebenarnya punya kemampuan Indra ke 6, tapi lu belum menyadari, belum diasah."
"Hah? serius? Kok bisa?"
"Tuh kan, malah nanya lagi. Pertanyaan yang awal aja, baru gua jawab dua.
"iya iya. Ya udah lu jawab pertanyaan gue yang awal."
"Lu yakin? Kronologis gua bisa meninggal, dan gue bisa stay di tempat ini. Itu ceritanya panjang banget loh, lu nggak takut teman-teman lu nungguin di asrama?"
"Ngapain takut, itu bukan hal yang seram. Sepanjang apapun cerita Lu, pasti gua dengerin."
"Oke gua mulai ceritanya ya. Tapi ini cerita kisah nyata bukan dongeng, jadi lu jangan tidur."
"Iya, bawel banget sih lu jadi hantu."
"Semua itu berawal dari."
---------------
"Selamat pagi anak-anak." Ibu guru menyapa murid-murid yang ada di kelasnya mengajar.
__ADS_1
"Pagi Buuu."
"Sebelum kita mulai pelajaran hari ini, Ibu ingin memberi informasi kepada kalian. Kalau besok, kita akan mengadakan sebuah game untuk seluruh anak kelas 12. Yah terselenggaranya acara ini juga salah satu bagian dari perpisahan kalian semua di saat kelulusan nanti."
"Wah, seru banget tuh Bu. Gamenya apa aja Bu? " Tanya salah satu murid.
"Apa saja gamenya nanti akan dijelaskan oleh wakil dan ketua OSIS. Ibu harap, kalian senang menerima acara ini."
"Pastinya kita seneng banget Bu." Ucap semua murid serentak.
***
Keesokan harinya, seluruh murid anak kelas 12 berkumpul di aula untuk menikmati acara yang akan dimulai.
Sebelum game-gamenya dimulai beberapa guru dan kepala sekolah memberi sambutan juga pesan-pesan untuk para anak-anak kelas 12 yang akan lulus.
Acara itu berlangsung cukup lama karena banyaknya game-game yang mereka mainkan.
Sampai game yang terakhir. Di game terakhir ini, dibentuk kelompok yang berisi 6 anggota, lalu 3 anggota dari kelompok itu diberikan masing-masing sebuah kotak untuk ditaruh di ruangan manapun. Agar tiga anggota yang lainnya tidak bisa menemukan kotak itu... jika berhasil ditemukan, maka hadiah akan jatuh kepada yang menemukan, namun jika sampai durasi selesai dan yang mencari belum bisa menemukan, maka hadiah diberikan kepada yang menyembunyikan kotak.
Ada satu kelompok yang salah satu anggotanya adalah Rendy. Dan Rendy ternyata bermain sebagai pencari, di mana Rendy harus mencari kotak yang ditaruh oleh temannya.
"Ren, gua taruh kotak ini di tempat yang nggak akan pernah lu kunjungin, bahkan semua orang di sekolah ini nggak pernah ada yang berkunjung ke tempat itu." Ucap teman Rendy.
"Oh silakan aja. Pasti gue yang bakal dapetin hadiahnya." Ucap Rendy percaya diri.
"Nggak usah banyak cingcong, ayo kita buktiin!"
"Oke."
Game pun dimulai. Oh iya. Di masing-masing kotak, tertulis nama anggota yang menaruh kotak itu, jadi, anggota yang mencari tidak akan bertukar kotak dengan anggota yang lainnya.
...
"Kata Daffa, dia naruh kotaknya di tempat yang gak pernah gua kunjungin, dan bahkan orang orang di sekolah ini nggak pernah berkunjung ke tempat itu. Hmmmm.. di mana ya? Tempat yang gak pernah dikunjungi, ada dua sih, yang pertama di bagian belakang sekolah. Tapi itu nggak mungkin, karena mereka semua nggak diizinin naro kotaknya di luar sekolah. Di tempat yang kedua belakang asrama putra. Nah ini yang paling mungkin, gua cari ke sana aja lah." Ujar Rendy tanpa memperdulikan larangan yang ada.
"Ternyata suasana di belakang asrama Putra kayak gini, nggak ada yang spesial, Tapi kenapa kepala sekolah bikin larangan buat jangan ada yang datang ke sini ya? Aneh." Rendy berkata dalam hati sambil mencari kotak.
Tak lama Rendy mencari, hingga Rendy menemukan kotak yang terdapat tulisan nama temannya yaitu Daffa.
Saat trendy hendak kembali ke aula, Rendy mendengar suara langkah kaki dari belakangnya. Rendy melirik sekilas dan dia tahu dari seragamnya kalau itu adalah Pak Indra bapak kepala sekolah SMA angkasa. Karena ketakutan Rendy langsung mencari tempat persembunyian, hingga dia melihat di samping kirinya ada ruangan lalu Rendy masuk ke dalam ruangan itu.
"Semoga aja pak Indra nggak nemuin aku di sini. Lagian Daffa nekat banget sih, naro kotaknya di belakang asrama putra. Kan kalau sampai bapak kepala sekolah tahu, bisa bahaya."
Suara langkah kaki itu terdengar semakin mendekat hingga sepertinya tepat berhenti di depan pintu ruangan tempat trendy bersembunyi.
Pak Indra membuka pintu ruangan, lalu Rendy bersembunyi di balik pintu. Berharap tidak akan ketahuan.
Bersambung.........
_
Maaf ya para readers ku tersayang. Belakangan ini aku nggak bisa up tiap hari. Karena ada suatu hal yang gak bisa aku jelasin. Kalau aku jelasin, malah bisa jadi satu bab. Hehe. 😂
Terima kasih ya, buat yang masih bertahan baca sampai episode ini. Kalian is the best! Love you buat kalian semua. ❤️❤️❤️
__ADS_1