Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 3


__ADS_3

viona pun melangkah menuju kamar mandi dan setelah membuka pintu kamar mandi.


"s-si-siapa kamu?


di dalam kamar mandi Viona melihat ada seorang wanita yang berdiri membelakangi viona.


wanita itu memakai gaun berwarna merah, dan rambutnya terurai panjang.


"kamu siapa? " viona bertanya lagi kepada wanita yang ada di dalam kamar mandi.


namun wanita itu tidak menjawab.


"kamu siapa sih? Kok bisa ada di kamar ini? dan kamu kenapa diam aja? " ucap Viona penuh dengan rasa penasaran.


karena tidak kunjung mendapatkan jawaban Viona pun memberanikan diri untuk menghampiri wanita itu.


"Hay, kamu siapa sih? " tanya viona sekali lagi dan Iya sambil menepuk pundak wanita itu.


tiba-tiba wanita itu memutar kepalanya dengan posisi badan yang masih menghadap ke depan.


wanita itu tersenyum lebar menampakan wajahnya yang penuh dengan belatung dan di lehernya terdapat beberapa sayatan benda tajam.


Viona sempat bertatapan dengan wanita itu beberapa detik hingga akhirnya dia tersadar dan menutup pintu kamar mandi dengan keras.


"aleya, Zahra bangun!!! bangun dong tolongin gua itu di kamar mandi ada hantu." viona mencoba membangunkan aleya dan Zahra.


dia mengguncangkan badan kedua sahabatnya berkali-kali namun mereka tidak kunjung bangun.


"Al, zar!! kalian bangun dong tolongin gue." Viona mencoba membangunkan mereka berdua kembali namun hasilnya tetap sama.


viona begitu ketakutan, karena ini baru pertama kalinya ia melihat sosok hantu dengan mata kepalanya sendiri.


karena Viona sudah berkali-kali membangunkan kedua sahabatnya namun tidak ada hasil viona pun memutuskan untuk kembali tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Viona berharap sosok itu sudah tidak ada lagi, dan dia pun bisa tidur sampai besok pagi.


Viona memaksakan matanya untuk terpejam walaupun matanya sudah tertutup tapi telinganya masih bisa mendengar sekitar.


Ia mendengar di kamar mandi seperti ada seseorang yang sedang mandi dan ditambah juga dengan nyanyian-nyanyian yang suaranya begitu lirih.


"jangan didengerin jangan didengerin!!! ayo viona tidur tidur!." ucap Viona pada dirinya sendiri.


viona semakin ketakutan, cukup lama suara seperti orang mandi dan nyanyian itu berlangsung.


sampai suara itu pun akhirnya menghilang.


lalu bagaimana dengan Viona? tentu Viona tidak bisa tidur sampai akhirnya adzan subuh berkumandang.


"astagfirullah! udah adzan subuh ternyata dan gua nggak tidur sama sekali dari jam 1 tadi malam.


"ini semua gara-gara sosok sialan itu !!." umpat viona dalam hati.


"eh udah adzan ya?." ucapku yang terbangun karena mendengar azan berkumandang.


aku menengok ke arah tempat tidurnya viona.


"lah? kok Viona nutupin seluruh tubuhnya pakai selimut ya? " aku merasa heran dengan Viona, karena memang yang aku tahu Viona adalah seseorang yang tidak suka menggunakan selimut bahkan dalam cuaca dingin sekalipun.


tapi anehnya kali ini aku melihat dirinya menutupi tubuhnya dengan selimut.


aku pun lalu mendekati tempat tidur viona.


"loh,, kok lu nutupin badan lu pakai selimut sampai kayak gini? " tanyaku pada viona sambil membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


viona terkejut, "eh, al,, gua kira siapa."


"kok lu kayak kelihatan kaget gitu? " aku lagi lagi dibuat heran oleh tingkah laku viona.


"Nggak apa-apa kok, cuman nyawa gua belum kumpul semuanya, jadinya gua kaget deh." ucapnya memberi penjelasan.


"oh begitu.. terus lu kok tumben pakai selimut?"


"itu, tadi dingin banget mangkanya gue pakai selimut." ucap viona yang membuatku sedikit tidak percaya.

__ADS_1


"masa sih, bukannya lu itu nggak suka ya pakai selimut?"


"eh iya itu dulu, tapi sekarang gua udah mau kok pakai selimut."


"oh oke lah."


"ya udah nih siapa dulu yang mandi? " tanyaku kepada viona dan Zahra yang baru saja bangun.


"lu duluan aja Al." ucap Zahra.


"okelah," aku menyetujui perkataan Zahra, lalu aku melangkah masuk ke kamar mandi.


saat aku masuk kedalam kamar mandi aku seperti melihat sesuatu yang aneh di samping wastafel.


untuk memastikan itu benda apa akhirnya aku pun menyentuh sesuatu itu.


"hah? rambut siapa Ini? " aku terkejut karena ternyata sesuatu itu adalah segumpal rambut.


aku meraba rambut itu, dan teksturnya sedikit kasar, juga, rambutnya lumayan panjang.


sedangkan yang aku tahu kalau viona dan zahra tidak memiliki rambut sepanjang ini.


"apa mungkin ya? ada orang yang menumpang mandi di sini? " aku masih berpikir positif.


"ya sudahlah, nanti aku tanya sama viona dan Zahra, siapa tahu mereka tahu pemilik rambut ini." aku ingin menanyakan kepada kedua sahabatku setelah aku mandi nanti.


aku pun selesai dengan acara membersihkan diriku.


dan lalu aku bertanya kepada kedua sahabatku perihal rambut yang aku temui di kamar mandi tadi.


"eh, tadi malam ada yang numpang mandi di sini ya? " tanyaku kepada 2 sahabatku sambil aku mempersiapkan baju untuk dipakai saat kegiatan nanti.


"nggak tau, tapi kayaknya nggak ada deh." ucap Zahra yang tidak mengetahui apa-apa.


"emangnya kenapa al? " viona malah balik bertanya kepadaku.


"itu, tadi gua nemuin sesuatu di samping wastafel," aku mengajak kedua sahabatku untuk masuk ke kamar mandi, dan menunjukkan sesuatu apa itu yang aku katakan tadi.


"ini kan rambut, rambut siapa ini? " zahra heran sama seperti aku yang pertama kali melihat rambut itu.


"udahlah, buang aja nggak penting." ucap viona yang menginginkan kami membuang rambut itu.


"iya emang gak penting, tapi kan apa kalian nggak tahu siapa pemilik rambut ini? ini bukan rambut kita bertiga loh." tanyaku, dibalas gelengan oleh kedua sahabatku.


"udahlah, buang aja, terus itu kita mandi deh," viona lalu mengambil rambut itu dan membuangnya ke kotak sampah.


"ya udah, gua duluan ya yang mandi." ucap Zahra yang dibalas anggukan oleh kami berdua.


***


saat ini pukul 9 pagi dan kegiatan pertama akan dimulai sekitar pukul 10 pagi nanti.


sambil menunggu waktu kegiatan pertama tiba aku beserta kedua sahabatku berkenalan dengan siswa dan siswi yang baru ataupun yang lama.


"eh kita duduk disana aja yuk." usul Viona yang menunjukkan salah satu bangku yang ada di sisi lapangan dan di bangku tersebut ada beberapa orang yang sedang berbincang-bincang.


"hai, aku boleh gabung ke sini nggak " tanyaku meminta izin kepada mereka.


"boleh kok, gabung aja sama kita." ucap salah satu siswi di situ yang mengizinkan kami bertiga untuk gabung bersama mereka.


"terimakasih," ujarku lalu duduk di bangku kosong di samping mereka bersama Viona dan Zahra.


"kalian pindahan dari SMP mana?." tanya seorang laki-laki yang sepertinya usianya sama dengan kami bertiga.


"SMP purnama." Viona menjawab pertanyaan laki-laki tadi.


"oh." jawab laki-laki itu singkat.


kami pun berkenalan, saling sharing .. sampai pukul jam 10 tepat dan kami disuruh berkumpul ke lapangan untuk memulai kegiatan pertama.


di dalam kegiatan pertama ini diisi oleh perkenalan dan juga penentuan kelas kelas.


aku dan Zahra satu kelas tapi Viona berbeda kelas dengan kami.

__ADS_1


"ih, kesel banget deh, gue nggak 1 kelas sama kalian berdua." Viona kecewa.


"nggak papalah, nggak 1 kelas, yang penting kan kita masih 1 kamar di asrama." aku memberi penjelasan kepada viona agar tidak terlalu kecewa.


"HeM, ya deh." viona sepertinya masih kesal.


sekitar pukul 11.30 siang, kegiatan itu pun dihentikan, kami disuruh untuk kembali ke kamar masing-masing, lalu setelah itu salat berjamaah, dan makan siang.


kalian di kamar nomor berapa?." tanya dela salah satu dari mereka yang tadi kami ajak berkenalan.


"oh kami di kamar 115." jawab Zahra yang mengetahui nomor kamar kami bertiga.


"oh baiklah, bolehkan aku nanti kapan-kapan main ke kamar kalian?"


"boleh aja." ucapku.


oh iya, siswa-siswi yang kami ajak berkenalan tadi itu ada 5 orang,.. namanya: dela, angga, sandi, Vita, dan farel.


***


sekarang pukul 1 siang, yang di mana jam segini adalah waktu untuk kami para siswa siswi baru melaksanakan kegiatan kedua, yaitu berkenalan kepada lingkungan sekitar sekolah.


ya seperti mengetahui letak kelas kami di mana, toilet, dan tempat-tempat yang lainnya.


saat sedang berkeliling sekolah tiba-tiba viona melihat aleya jalan kearah yang berbeda dengan rombongan .


"eh, mau kemana itu anak.. al mau ke mana? " tanya viona bingung.


"gua ikutin aja deh takutnya tuh anak nyasar," viona mengikuti arah yang sama dengan arah yang dituju oleh aleya.


"al, lu mau kemana sih? itu beda arah woi! " teriak Viona memberitahu Aleya bahwa dirinya salah arah.


namun aleya tidak menjawab, dan terus berjalan, seperti perkataan viona tidak didengar oleh aleya.


"Al,! tungguin Al! " ucapnya sambil berlari.


aleya terus berjalan hingga sampai di belakang sekolah.


"huhhh, Lu ngapain ke sini? " viona kebingungan akan tingkah laku aleya.


aleya tak menghiraukan Viona, aleya terus berjalan, masuk ke dalam ruangan yang sepertinya itu gudang Dan gudang itu terletak di belakang sekolah.


"astaga! lu ngapain sih Al masuk ke sana? " tanya viona yang semakin bingung tapi dia tetap mengikuti Aleya masuk kedalam gudang itu.


setelah sampai di dalam gudang aleya pergi ke bagian pojok gudang.


yang di atasnya terdapat kayu yang posisinya melintang.


lalu viona melihat Aleya mencari sesuatu hingga ia pun menemukan sesuatu itu.


"hah?? Lu ngapain ngambil tali itu? " tanya viona saat melihat aleya mencari sesuatu yang ternyata sesuatu itu adalah tali.


tanpa menjawab pertanyaan viona, aleya mengikat tali di kayu.


dan setelah itu Alleya mengambil kursi yang ada di gudang tersebut.


Aleya menaiki kursi itu dan mengikatkan tali yang sudah diikat di kayu ke lehernya.


"astagfirullah! lu mau ngapain al? jangan lakuin itu Al!-al istighfar Al! " Viona sangat panik ketika melihat Aleya berbuat seperti itu.


Aleya pun kembali tak menghiraukan perkataan viona, ia perlahan maju ke bagian ujung kursi, dan lalu! .


bersambung.........


_


hehehe kok aku nulis episode ini sedikit merinding yaa?


gimana episode ke3 ini seru nggak?


kalau seru tunggu episode selanjutnya ya pasti lebih seru.


jangan lupa tinggalkan jejak juga ya .

__ADS_1


terimakasih.


__ADS_2