
"oh ya gua ingat, Nina Clara ayu dia itu kan, siswi yang pernah bunuh diri di sekolah ini." Ucap sandi yang mengingat tentang Nina.
Sandi terus mencari foto yang ada tanda lingkaran merah juga.
Saat sandi tengah sibuk berpikir dan fokus mencari foto yang ada lingkaran merah.. Sandi dikagetkan dengan suara yang berasal dari belakangnya.
Grhhmm
Suara geraman terdengar dari belakang sandi, tapi sandi tidak langsung menoleh ke arah suara itu berasal.
"Siapa di sana? " Tanya sandi lantang.
Grhhmmm.. suara geraman semakin kuat, bahkan sampai membuat dinding ruangan itu bergetar.
Sandi menengok ke belakang, dan Sandi melihat ada sosok tinggi besar, dengan tubuh yang dipenuhi bulu-bulu lebat berwarna hitam.
Grhhmmm!!.. sosok itu menggeram lagi, dan seketika ruangan itu menjadi gelap.
Sandi sekarang sudah merasa takut tapi dia merasa ada yang aneh.. walaupun ruangan itu gelap, tapi sandi seperti melihat ada sedikit cahaya yang masuk ke ruangan itu.
Sandi mendeongakkan kepalanya, dan Sandi melihat di atas sana.. ada cahaya berwarna merah menyala.
"Tunggulah sampai malam satu suro, mengapa kamu datang? saat ini.. Aku membutuhkanmu nanti malam satu suro, bukan saat ini.. anak muda yang malang!!! ." Ucap sosok itu dengan suara yang sangat menyeramkan.
"Baiklah, jika kamu ingin menjadi santapan ku saat ini." Setelah sosok itu berkata demikian lampu seketika menyala.
Sosok menyeramkan itu menghampiri Sandi.. dengan posisi tubuh yang agak membungkuk.. sandi baru tahu, kalau cahaya merah yang Sandi lihat tadi itu berasal dari mata sosok itu yang berwarna merah menyala.
Dan sosok itu juga memiliki tanduk di atas kepalanya.
sandi Semakin takut karena sosok itu semakin mendekati sandi.
Sandi teringat dengan perkataan sosok tadi kalau Sandi akan dijadikan santapan. "Tunggu, maksud santapan itu apa? " Sandi bertanya dalam hati.
"Kamu akan aku jadikan santapan aku detik ini juga!! " Ucap sosok itu sambil mencengkram pundak sandi.
Sosok itu menatap sandi dengan tatapan yang sangat menyeramkan, dengan meneteskan air liur dari mulutnya Yang beraroma sangat busuk.. sosok itu melihat Sandi seakan-akan sebagai santapan lezatnya.
Tangan kanan sosok itu melepas cengkramannya dari pundak sandi, tapi tangan kirinya masih tetap mencengkeram pundak sandi yang sebelah kiri.. kuku kuku tangan sosok itu semakin memanjang, dan itu yang membuat sandi sangat merasa kesakitan.
Lalu, tangan kanan sosok itu memegang leher sandi, dan perlahan mencekiknya.
Takut, sakit, itulah yang dirasakan oleh Sandi saat ini.
__ADS_1
"Bersiaplah! Kau akan kujadikan santapan ku malam ini juga!!! " Ucap sosok itu keras dan sambil tertawa bahagia.. lalu sosok itu semakin mengencang kan cekikan di leher Sandi, dan semakin menancapkan kuku-kuku tajamnya di pundak sandi yang sebelah kiri.
sandi terus berdoa memohon perlindungan kepada Tuhan Yang maha esa, membaca ayat-ayat suci di dalam hati.. tentu sandi tidak akan pasrah menyerahkan nyawanya kepada sosok yang bisa dibilang iblis.
Sandi merasa cekikan dan cengkraman sosok itu semakin menyakitkan, hingga sosok itu menarik buat leher sandi seolah-olah ingin memisahkan kepala dan tubuh sandi.
"Aaaadddrrrhhh! " Sandi berteriak sangat keras hingga membuat Angga, Revan, dan farel terbangun dari tidurnya.
"San, lu kenapa San? Teriak-teriak kayak gitu? " Ucap farel sambil mengguncang-guncangkan tubuh sandi.
Sandi terbangun dari tidurnya dengan keringat yang mengucur deras dari dahinya.. dan dengan nafas yang tersengal-sengal.
"san, lu mimpi apaan sih? Sampai kayak gitu? " Tanya Angga.
Sandi lalu duduk, dan mengelap wajahnya yang basah dengan keringat menggunakan tangannya.
Revan yang mengetahui kalau Sandi pasti mengimpikan sesuatu yang sangat mengerikan, langsung mengambilkan air minum untuk Sandi.
"Nih, san, lu minum dulu! Biar lu tenang.
tanpa berkata apa-apa, sandi langsung mengambil air minum yang diberikan Revan lalu meneguknya sampai habis tak tersisa.
"Makasih ya, Van." Ucap sandi yang sudah merasa sedikit tenang.
"San, lu mimpi apaan tadi? " Tanya angga sekali lagi.
Sandi pun menceritakan perihal mimpi yang baru saja sandi alami.. sesekali Sandi meneteskan air mata saat bercerita, bukan karena rasa takut, melainkan Sandi merasa kalau rasa sakit yang dialami itu seperti nyata.
"Elu sih, selalu mikirin soal misteri sekolah ini.. jadinya kebawa sampai mimpi deh." Ucap farel yang menyangka kalau Sandi terlalu berlebih dalam memikirkan misteri-misteri di sekolah.
"Tenang san, itu kan cuman mimpi, kita berdoa aja mudah-mudahan nggak terjadi apa-apa." Ucap Angga.
Revan yang mendengarkan cerita sandi tidak memberi komentar apapun walaupun sebenarnya Revan tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Sandi merasakan perih di area leher dan pundak nya.
"Lu kenapa San? Lu sakit ya? " Tanya Revan.
"Iya nih sakit banget, kalau memang mimpi itu tadi cuman mimpi-mimpi seperti biasa, kenapa sakitnya sampai ke rasa beneran ya?" Ucap sandi heran.
Revan mendekati sandi, dan menarik sedikit kerah baju sandi untuk memastikan apakah luka itu benar-benar ada.
Dan benar saja, di leher sandi terlihat seperti ada bekas cekikan.. bukan hanya itu saja, dipundak sandi juga terdapat luka seperti cakaran.
__ADS_1
Revan terkejut, ternyata benar kalau mimpi yang sandi alami tadi itu semua sebenarnya nyata.
Angga dan farel yang melihat reaksi Revan, langsung mengecek keadaan sandi juga.
"Astagfirullah! kok lukanya beneran ada? " Tanya farel terkejut.
Revan beranjak turun dari tempat tidur Sandi, dan menuju ke lemari kecil yang ada di samping tempat tidur Revan.. Revan membuka laci lemari itu, dan mengambil P3K yang selalu dia bawa.
"Shini, lukanya gua obatin dulu." Ucap Revan lalu mengoleskan alkohol dan obat-obat luka lainnya.
"Makasih ya van, lu udah bantuin gua sekali lagi.
"Sama-sama.
"Guys, kok gua setelah mendengar cerita mimpi yang dialami sama Sandi, jadi makin penasaran ya sama ruangan itu." Ucap farel.
"Sebesar apa pun rasa penasaran kalian, jangan pernah kalian mencoba untuk memasuki ruangan itu." Ucap Revan memberi peringatan.
"Emang kenapa? " Tanya Angga.
"Pokoknya jangan, kalian bisa lihat sendiri kan sandi aja yang mengalami itu dalam mimpi, lukanya beneran kenyataan.. apalagi kalau kalian memasuki ruangan itu dalam keadaan tidak bermimpi.
"Iya juga sih benar, tapi kan bisa jadi ruangan itu beneran ruangan yang dijadikan tempat pesugihan.
"Justru karena ruangan itu menjadi tempat ritual pesugihan, kalian jangan pernah memasuki ruangan itu! Karena nanti iblis yang ada di ruangan itu akan mendapatkan tumbal yang lebih banyak dari perjanjian.
"Kok lu bisa tahu?? " tanya sandi.
Revan yang mendapatkan pertanyaan itu bingung harus menjawab apa.
"Udahlah, kita lanjut pembahasan ini besok aja.. sekalian bareng sama yang lainnya." Ucap Revan yang menginginkan menjelaskan semuanya kepada mereka di saat semuanya berkumpul.
_
Bagaimana? Episode 18 ini seru nggak?
Kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.
Kalau seru silakan tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇
Terima kasih.
__ADS_1