
"san, gimana keadaan luh? udah mendingan belum? " tanya Angga seraya menaruh tas di atas kasurnya.
"udah mendingan.. cuman agak sedikit lemes aja.
"nanti lu bisa nggak? ke taman?
"kalau sebentar doang sih bisa. emangnya mau ngapain?
"ya masih ngebahas soal kemarin kemarin.
"oh.. ya, gua bisa.
...
di kamar Fita dan Dela...
tokk... tokk... tokk... ada yang mengetuk pintu kamar mereka.
"siapa ya? " tanya Fita yang sedang menyisir rambut basah nya.
"Ini Mbak Laila, tolong pintunya dibuka ini ada siswi baru yang baru datang.
Fita meletakkan sisir di atas meja riasnya dan membukakan pintu.
"di kamar ini cuman ada 2 orang kan?
"iya." jawab Fita singkat.
"ini ada siswi baru.. dia di kamar ini aja ya, bareng kalian.
"ok." ucap fita lalu Mbak Laila membantu siswa yang baru datang itu untuk memasukkan barang-barang ke dalam kamar.
"ini barang-barangnya sudah mbak masukkan ke dalam kamar.. nanti yang merapikan kamu sendiri, dan kamu Vita, tolong dibantu ya.
Vita hanya mengangguk.
"teman kamu yang satunya mana?
"lagi mandi.
"ya sudah, mbak pamit ke bawah ya.
"nama kamu siapa? " tanya Vita sambil membantu siswi baru itu membereskan barang-barangnya.
"nama aku Mutia kLarissa.. panggil aja aku tia.
"oh.. salam kenal ya Tia .. kenalin namaku fita rayana panggil aja Vita.
"eh, ada siapa nih? " tanya Dela yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"ini Tia.. dia siswa yang baru datang.
"hai Tia, nama aku Dela." ucap Dela sambil mengulurkan tangannya.
Tia menyambut uluran tangan itu. "Aku Tia, salam kenal ya.
"ok." ucap Dela.
"tia, kalau aku boleh tahu kok kamu datangnya bisa terlambat? " tanya Vita.
"karena desa tempatku tinggal di plosok sekali.. jadi membutuhkan waktu yang panjang perjalanan ke sininya.
"kamu dari desa? maaf, kalau pertanyaan aku bikin kamu tersinggung." ucap Vita yang takut pertanyaannya melukai hati tia.
"Iya, aku dari desa.. aku aja bisa masuk sekolah ini karena ada beasiswa." ucap tia yang membuat fita dan Dela terkejut sampai bela pun menghentikan aktivitasnya sesaat.
"kamu masuk sekolah ini jalur beasiswa? " tanya Dela memastikan.
"iya." jawab tia lirih.
Dela menatap fita, dan Vita pun mengangguk seakan mengerti apa yang dimaksud dela.
tia yang melihat gelagat dari fita dan Dela merasa ketakutan.. tia takut kalau Fita dan Dela pastilah akan menjadikan tia sebagai bahan hinaan setiap harinya setelah mengetahui hal itu.
"kamu sudah mandi? " tanya fita pada tia.
"belum." jawab tia.
__ADS_1
"kamu mandi aja sana, biar barang-barang kamu aku sama Dela yang beresin.
"kalian serius? " tanya tia yang tidak percaya.
"Iya serius.
"oke kalau begitu.. maaf ya merepotkan.
"enggak merepotkan.. ucap Dela lalu tia mengambil peralatan mandi miliknya dan masuk ke dalam kamar mandi.
"fit, kita harus kasih tahu ke mereka soal ini.
"iya, kita juga harus jagain tia biar masa lalu itu nggak terulang lagi.
...
di asrama putra...
"assalamualaikum. Angga, Sandi, farel.. ini pak Andi.. buka ya pintunya.
"eh Pak Andi, ada apa Pak? " tanya farel setelah membukakan pintu.
"di kamar ini ada berapa orang? " Tanya pak Andi.
"ada 3 orang pak.. emang kenapa ya? pak?
"oh ada 3 orang.. berarti tempat tidurnya masih ada yang kosong.. Revan, kamu dikamar ini aja ya.
"terserah bapak saja.
"dia siapa Pak?
"ini, rel, Revan.. dia siswa yang baru datang.
"oh, dia mau satu kamar sama kita? " tanya sandi.
"iya.. kalian setuju kan? kalau Revan 1 kamar sama kalian?
"setuju saja Pak.
"ya sudah, kalian bantu Revan beresin barang-barang ya.. Bapak mau kembali bekerja.
"iya sama-sama.. Bapak harap kalian bisa berteman dengan baik.
"ga, ada teman baru." ucap farel yang menghampiri Angga yang sedang membaca buku.
"mana? siapa?
"Revan, sini." suruh farel.
"Revan menghampiri Angga dan farel.
"nah ini dia nih, namanya Revan." ucap farel lalu Angga dan Revan berkenalan.
tak lama mereka berempat berbincang-bincang.. kumandang adzan ashar pun terdengar.
"udah adzan, ke musholah yuk." ajak farel lalu mereka pun bergegas ke musholah.
***
setelah salat ashar Angga, farel, Sandi, dan Revan kembali ke kamar.
saat di dalam kamar Revan tidak banyak mengeluarkan suara.
"san, ternyata ada yang lebih pendiam dari Angga ya." ucap farel.
"mungkin karena masih baru, kan nggak mungkin orang yang baru kenal langsung barbar.. kecuali lu, rel." ucap sandi.
"nggak papalah.
"udahlah, ayo kita ke taman.. takut nanti keburu sore." ajak Angga.
"takut keburu sore, apa nggak sabar mau ketemu aleya?
"apaan sih lu." ucap Angga kesal karena perkataan farel.
"Revan kita ajak ya? " tanya sandi.
__ADS_1
Angga menengok kearah Revan yang sedang bermain handphone.
"Van, Lu mau ikut kita nggak?
Revan yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh. "ke mana? "tanya Revan.
"ke taman.
"oh ke taman.. ya, gua ikut.
sebelum mereka pergi ke taman mereka terlebih dahulu menjelaskan semuanya kepada Revan.
"lu masih mau ikut? " tanya farel memastikan.
"ya, gua tetap mau ikut.. karena gua juga penggemar mistis dan horor.
setelah mendengar perkataan revan mereka berempat pun menuju ke taman.
...
"Kok sepi ya? apa mereka belum datang? " tanya Fiona saat mengetahui di taman itu tidak ada siapa-siapa.
"itu cowok-cowok." ucap Zahra yang melihat Angga, farel, dan Sandi yang keluar dari asrama putra menuju ke taman.
"eh iya, tapi kok mereka berempat ya? cowok yang satunya lagi siapa? " ucapku yang merasa heran.
"hai, Vi, Al, zar.. ternyata kalian udah nyampe sini." ucap farel.
"maaf ya, kita terlambat." ucap sandi.
"enggak kok, nggak terlambat.. lagian Vita sama Dela aja belum datang." ucapku.
"itu yang di samping lu siapa San? " tanya Fiona.
"namanya Revan, dia teman sekamar kita yang baru." ucap sandi lalu kami bertiga berkenalan dengan Revan.
"hai, apakah aku terlambat? " tanya Kak Sinta yang baru datang.
"eh kak, Nggak kok nggak terlambat." ucapku menjawab pertanyaan Kak Sinta.
"oh syukurlah.. aku pikir aku terlambat.
tak lama, Vita Dela, dan ditambah dengan tia datang ke taman.
Dela membisikkan sesuatu di telinga ku, dan itu membuatku terkejut.
"jadi apakah bisa dimulai sekarang? " tanya Kak Sinta.
"bisa kak, kita mulai sekarang aja." ucap Dela.
"jadi, apa maksud kalian melibatkan aku dalam hal ini? " tanya Kak Sinta.
"jadi gini Kak, kak Sinta kan kakak kelas kita.. jadi, kita rasa kalau kita membutuhkan sedikit bantuan dari Kak Sinta." ucap Dela memberi penjelasan.
"jadi apa yang bisa aku bantu?
"kita membutuhkan informasi yang lengkap dari Kak Sinta tentang teror, atau mitos-mitos yang ada di sekolah ini." ucap sandi.
bukannya menatap ke arah sandi yang baru saja bicara, Kak Sinta malah menatap Revan yang ada di samping Sandi.
"dia siapa? " tanya Kak Sinta heran, oh tidak, lebih tepatnya bukan heran tapi terkejut.
sandi pun memperkenalkan Kak Sinta dengan Revan.
"jadi bagaimana Kak? apakah kakak bisa bantu kita? " tanyaku pada kak Sinta.
"ya, aku akan memberitahu kalian tentang teror teror apa saja yang sering terjadi di sekolah ini.
bersambung.........
_
bagaimana? episode ke-14 ini seru nggak?
kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.
kalau seru silakan tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇
terima kasih.