Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 9


__ADS_3

"Rei, lu kan udah dapat hadiahnya.. terus gimana? hubungan lu sama Kayla mau dilanjutin nggak?"


"enggak lah, nanti gua putusin tuh anak sekalian gua kasih tahu apa alasan gua mau jadi pacar dia."


"psikopat lu Rey, gua kira lu bakalan pertahanin hubungan lu sama Kayla."


"cih, gak bakalan gua mau jadi pacar dia abis nyentuh tangannya aja, gua langsung cuci tangan pakai sabun termahal.. biar semua kumannya hilang."


"lu nggak usah bilang kalau Reihan itu psikopat.. kan lu sendiri Raffa yang ngasih challenge itu ke Reihan."


"Iya sih. ndra, tapi, gua nggak nyangka aja kalau si Reihan bisa sejauh ini melangkah."


tanpa mereka sadari ternyata sedari tadi Kayla sudah berada di belakang pohon dan sudah mendengarkan semua yang mereka perbincangkan.


"apa nih maksudnya?, apa aku dijadiin taruhan?"


"apa maksud dari pembicaraan kalian tadi? " tanya Kayla yang membuat mereka bertiga terkejut.


"oh. jadi lu udah dengar semuanya?, bagus deh, berarti gua nggak perlu capek-capek jelasin ke lu."


"ini maksudnya apa Rei? kamu nggak jadiin aku sebagai bahan taruhan kan?"


"kalau gua bilang iya? gimana?"


Kayla yang mendengar itu seketika meneteskan air matanya.


"kalian jahat!, kenapa kalian itu selalu ngebully aku sih?! " Kayla emosi.


"kenapa?, lu nggak terima?, emang orang kayak lu itu pantas di kuli!"


Kayla yang mendengar hinaan seperti itu langsung melayangkan telapak tangannya ke pipi Reihan.


plakk!!


"apa-apaan lu? berani tampar muka gua?!"


"mulai sekarang gua nggak akan pernah tinggal diam kalau Lu menghina gua lagi."


"oh. jadi lu udah berani sama gua?"


"kalau emang iya kenapa?"


"lu denger ya anak miskin!, gua itu bukan lawan yang sesuai buat lu!, kalau lu mau menantang jangan menentang gua! ." ucap Reihan lalu menarik kerah baju Kayla dan mendorongnya.


Kayla yang belum siap diperlakukan seperti itu langsung tersungkur di tanah.


Kayla berusaha untuk bangkit dari jatuhnya.


tapi Reihan menendang perut Kayla hingga Kayla terjatuh lagi.


Andra dan Rafa yang melihat ini sudah keterlaluan, langsung membantu Kayla untuk berdiri.


"ayo, bangun gua bantuin."


"Kayla yang merasa kalau Rafa memiliki niat jahat dia langsung mendorong Rafa hingga Rafa terjatuh.


"heh, apa yang lu lakuin ke rafa?"


"kenapa marah?, bukannya kalian sering ngelakuin ini ke kami para siswa siswi yang masuk ke sekolah ini jalur beasiswa."


"ya emang orang-orang yang selevel sama loe itu pantas untuk di injak injak harga dirinya!"


Kayla yang mendengar perkataan seperti itu dari Reihan langsung bangkit berdiri.


Kayla menampar Reihan sekali lagi.


Reihan yang sudah merasakan sakit karena mendapatkan tamparan dua kali dari Kayla pun tidak tinggal diam.

__ADS_1


Reihan menarik rambut Kayla dan membenturkan kepala Kayla ke batu besar yang ada di taman.


Rafa dan Andra yang panik karena melihat kejadian itu mereka langsung berlari untuk mencari guru.


saat kepala Kayla terbentur, seketika darah mengucur deras bahkan bajunya pun sekejap saja sudah dilumuri darah.


Reihan yang melihat itu pun hanya diam saja, dia bingung harus berbuat seperti apa.


...


Andra dan Rafa pergi ke ruang guru untuk melaporkan kejadian itu.


tok.. tok... Rafa mengetuk pintu ruang guru.


"Rafa, Andra, kalian berdua kenapa Kok kelihatan panik?"


"i-i-itu Bu." ucap rafa terbata-bata.


"itu apa Rafa?, kamu kalau ngomong yang jelas dong."


"Bu, ibu ikut kita aja yuk ke taman." ajak Andra.


"baiklah." ucap bu guru yang bernama Lidya.


bu Lidya pun mengikuti langkah Andra dan Rafa menuju ke taman.


sesampainya di taman Bu Lidya sangat terkejut melihat kondisi Kayla yang sudah mengeluarkan banyak darah.


"astagfirullah, itu Kayla kenapa?"


Andra, Reihan, dan Rafa pun hanya bisa diam.


Bu Lidya pun langsung menghubungi satpam untuk datang ke taman sekolah.


setelah menghubungi satpam Bu Lidya menghubungi ambulans.


tanpa berkata-kata, mereka bertiga pun menuruti apa yang diperintahkan oleh Bu Lidya.


"gila lu Rei! kalau si Kayla mati gimana? " ucap Rafa saat di perjalanan menuju ke ruangan kepala sekolah.


"ya gua nggak tahu, lagian gua tadi emosi banget."


siswa-siswi yang mendengar ada suara sirine ambulans pun langsung berhamburan keluar untuk mengetahui apa yang terjadi.


"tenang-tenang, semuanya tenang dulu ya! " ucap Pak Herman ketika melihat siswa-siswi akan melangkah ke taman.


"ada apa ya?"


"tadi gue lihat di sana ada darah, jangan-jangan abis kejadian pembunuhan nih."


"ih serem banget, kalau sampai-sampai sekolah ini beneran ada kejadian pembunuhan.. nanti arwahnya gentayangan terus sekolah ini jadi angker deh."


begitulah bisik para siswa-siswi.


setelah Kayla di bawa ambulans, bapak kepala sekolah beserta Pak Herman selaku guru BK.. pergi ke ruangan kepala sekolah untuk menanyakan soal ini.. kepada Reihan, Rafa dan Andra.


"siapa yang sudah melakukan itu ke Kayla?"


lagi-lagi mereka tidak menjawab hanya berani menunduk.


"kenapa nggak ada yang mau jawab? " gertak pak Herman yang membuat siapapun yang mendengarnya pasti bakal ketakutan.


karena merasa kedua temannya tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi.. akhirnya Andra pun memutuskan untuk menjelaskan semuanya.


"apa itu semua benar? Reihan rafa? " tanya pak kepala sekolah setelah mendengarkan cerita Andra.


"i-iya, pak." ucap reihan dan Rafa ketakutan.

__ADS_1


"bapak akan melanjutkan kasus ini ke pihak kepolisian."


Rafa Dan Reihan yang mendengarnya tidak berani membantah.


2 hari pun berlalu, dan ternyata Kayla meninggal dunia sehari setelah kejadian itu.


Reihan dan Rafa mereka dipenjara karena usia mereka sudah 18 tahun.. karena itu polisi memberikan pidana kepada mereka berdua.


lalu bagaimana dengan Andra? Andra dinyatakan tidak bersalah karena andra tidak terlibat dalam pembunuhan itu.


karena andra sebenarnya sudah berkali-kali memperingati Rafa dan reihan untuk tidak melakukan itu.. tapi memang Rafa Dan Reihan yang terlalu keras kepala.


 


"begitu ceritanya, yang gua dengar dari Kak Galang." ucap Angga setelah mengakhiri cerita.


"bentar-bentar, itu kan kejadiannya di taman.. apa di taman ini? " tanya Viona panik.


"nggak tahu, kak Galang nggak ngasih tahu ke gua.. kata kak Galang, ini itu rahasia terbesar sekolah jadi kak Andra nggak kasih tau ke kak Galang."


"oh gitu."


"tapi, kata kak Galang ada yang aneh dari kejadian itu."


"apa yang aneh?, ga? " Aleya merasa kalau kejadian itu tidak ada yang aneh sama sekali.


"jadi, kata kak Galang pas Kayla dinyatakan meninggal.. itu jenazahnya nggak ketahuan dikubur dimana."


"mungkin di antarkan ke keluarganya." ucap sandi.


"masalahnya Kayla itu yatim piatu.. dan dia itu di sini enggak ada saudara."


"Iya juga sih ini aneh banget.. terus? apa jenazahnya sempat dibawa ke asrama ini?"


"nggak pernah, del, bahkan Nabila aja yang sahabatnya nggak diizinin buat ngeliat jenazahnya kayla."


"alasannya?"


"nggak tau."


"oke, jadi informasi yang Angga dapetin kayak gitu.. sekarang, siapa duluan yang mau cerita diantara aleya sama sandi??"


"sandi dulu aja, soalnya cerita gua singkat banget."


"cerita gue juga singkat."


"ya udah lu duluan aja lah san, yang cerita."


"oke."


bersambung.........


_


haii readers bagaimana kabarnya hari ini?


mudah-mudahan selalu baik-baik saja ya.


gimana episode ke-9 ini seru nggak?


kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, dan akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


kalau seru silakan tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.


jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇


terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2