Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 12


__ADS_3

bugghh!!


terdengar suara seperti ada benda yang jatuh di belakang sandi atau lebih tepatnya di tempat tidur Sandi.


"astagfirullah! suara apalagi tuh?"


sandi menengok ke belakang, dan Sandi sangat terkejut karena yang ada di atas tempat tidurnya saat ini adalah sosok pocong.


wujud dari pocong itu sangat mengerikan. kain kafan yang berwarna kecoklatan karena kotor.. wajah yang berwarna hitam pekat, bola mata yang menggantung.. serta aroma busuk seperti bangkai yang bercampur dengan aroma tanah kuburan.


sandi sangat ketakutan.. dia ingin berteriak tapi tidak bisa.


sosok yang paling sandi takuti adalah pocong, karena bagi sandi pocong itu lebih mengerikan dari makhluk-makhluk gaib yang lainnya.


tanpa mempedulikan perasaan sandi yang sudah sangat ketakutan.. pocong itu berguling-guling di tempat tidurnya sandi.


saat rasa ketakutan yang sudah memuncak, tangan itu pun melepas cengkramannya dari kaki sandi.


tanpa berpikir panjang sandi langsung melompat ke tempat tidur Angga.


"astagfirullah! san, Lu kenapa? " tanya Angga yang terkejut.


"i-itu , ga, itu." ucap sandi gemetaran sambil menunjuk ke tempat tidurnya.


"itu apa?, lu kenapa sih, san?"


Angga melirik ke wajah Sandi yang terlihat sangat pucat.


"jangan-jangan, si sandi, melihat sosok yang menyeramkan." ucap Angga lalu beralih memandang ke tempat tidur sandi.


"Nggak ada apa-apa, apa si sosok itu udah pergi ya?"


"pocong ga, ta-tadi dikasur gua ada pocong."


"sstt.. lu tenang dulu sekarang pocongnya udah pergi."


sandi menengok ke kasurnya.


"alhamdulillahirobbilalamin. akhirnya itu pocong pergi juga." ucap sandi penuh syukur.


"tapi gua nggak mau tidur di kasur gua, soalnya tadi itu pocong tidur di kasur gua.. ga, gue tidur di sini aja, boleh kan?"


"boleh."


"makasih, ga."


"lu mau tidur lagi?"


"kayaknya gua nggak mungkin bisa tidur deh ga."


"ya udah, belajar aja yuk, biar ada kegiatan."


"okelah." ucap sandi lalu mereka berdua pun menghabiskan malam yang mengerikan bagi sandi itu dengan belajar.


***


sedangkan di kamar, aleya, zzahra, dan viona.


Zahra yang sangat penasaran teror apa yang dimaksud oleh kedua sahabatnya, walaupun takut, tapi rasa penasaran Zahra lebih besar dari rasa takutnya.


"nah, ini udah jam 12 berarti bentar lagi dong." ucap Zahra.


tak lama terdengar seperti ada suara orang yang sedang mandi di kamar mandi.


"siapa tuh yang mandi?, aleya sama Fiona kan lagi tidur."

__ADS_1


"apa ini teror yang mereka berdua maksud ya?"


"ya Allah, aku lupa nggak pakai headset." Aleya terbangun karena mendengar suara itu.


"sosok hantu itu, seseram apa sih? " Zahra penasaran.


"Zahra pun turun dari tempat tidurnya hendak masuk ke kamar mandi.


sekarang suara seperti orang yang sedang mandi itu ditambahkan dengan suara nyanyian wanita.


"ya ampun! sekarang malah tuh cewek nyanyi di kamar mandi pula." ucap Zahra dalam hati.


"tapi kok nyanyinya bikin gua merinding ya." Zahra mulai merasakan aura yang berbeda.


"buka, jangan, buka, jangan, gua buka? apa jangan gua buka ya? " Zahra bimbang ketika sampai di depan pintu kamar mandi.


"buka aja lah, gua penasaran banget soalnya."


saat sudah memegang hendel pintu kamar mandi dan ingin membukanya.


Zahra merasa kalau ada seseorang di belakang.


"waduh! ini yang di belakang gua jangan-jangan hantu." ucap Zahra ketakutan.


pukk


tepukan dipundak Zahra membuat Zahra ketakutan.


"Zar." terdengar suara pelan yang membisiki telinga Zahra.


Zahra tidak berani menengok ke belakang.


"Zar." bisikan itu terdengar lagi.


"aduh, ini hantu kok bisa tahu nama gua sih?"


"l-lu kok bisa tahu nama gua?"


"Zahra! ini gua aLeya."


Zahra pun langsung menengok ke belakang.


"Lu, beneran? Aleya sahabat gua?"


"iyalah, Lu pikir gua hantu?"


Zahra lalu nengok kaki aleya.


"oke, kaki lu napak berarti lu aleya temen gua."


"astaga Zar, lu mau ngapain masuk ke kamar mandi?"


"itu, tadi gua dengar ada suara orang mandi terus orang itu nyanyi nyanyi di kamar mandi.. " karena gue penasaran, ya gua mau liat yang di dalam itu siapa."


"ssttt, jangan dong, masa Tuh hantu lagi mandi mau elu intip."


"bentar bentar, Kok lu santai banget sih? lu udah pernah lihat sosoknya ya?"


"gua sih belum pernah, yang udah pernah itu Viona."


"jadi ini teror yang kalian maksud tadi sore?"


yaps, bener banget." ucapku sambil mengangkat satu jempol.


"Tuh hantu mandinya sampai jam berapa?"

__ADS_1


"entah"


saat aleya dan Zahra sedang asyik mengobrol, lampu di kamar tiba-tiba berkedap-kedip bersamaan dengan itu suara keran air di kamar mandi mati nyala.


"waduh! jangan-jangan itu hantu tahu lagi kalau lagi kita ghibahin.. jadinya dia bikin lampu kayak gini."


"tidur aja yuk Al, gua jadi takut." ajak Zahra lalu mereka kembali ke tempat tidurnya masing-masing.


baru saja merebahkan badan di kasur, aleya dan Zahra mendengar ada suara wanita sedang menangis.


"Zahra lalu turun dari kasurnya dan menuju ke tempat tidur Aleya


"Al, lu dengar kan? " tanya Zahra yang duduk di tepi tempat tidur sambil menggenggam tangan Aleya.


"iya." jawab Aleya pelan sambil menatap ke sekeliling kamar.


tatapan Aleya berhenti di atas lemari pakaian.


terlihatlah sosok wanita yang wajahnya tertutup oleh rambut panjang.. yang sedang menangis sambil mengayun-ayunkan kedua kakinya.


Zahra pun lalu menatap ke arah atas lemari juga.


saat Zahra menatap wanita itu, sosok itu seketika mendongakkan kepalanya dan tersenyum menyeringai ke kami berdua.


"aaa!! " Zahra ingin berteriak tapi aleya tutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.


"suuttt.. jangan teriak, nanti orang-orang yang ada di kamar sebelah ikut bangun juga." ucap Aleya lalu Zahra pun mengangguk.


aleya dan Zahra kembali menengok ke atas lemari.


sosok itu masih ada, dan kini dia perlahan bergerak dan melayang ke arah mereka berdua.


Zahra yang ketakutan langsung memeluk Aleya.


sosok hantu yang terkenal dengan sebutan kuntilanak itu terus melayang mengitari mereka berdua.


Aleya yang merasa sangat ketakutan, menutup matanya rapat-rapat tidak mau melihat kuntilanak itu.


setelah aleya memejamkan mata.. terdengar suara tertawa khas kuntilanak yang sangat nyaring.


aleya dan Zahra semakin ketakutan.


krieeek


suara pintu kamar mandi terbuka.


kuntilanak itu pun berhenti tertawa.


Aleya memberanikan diri untuk membuka mata secara perlahan.


aleya melihat Zahra yang wajahnya sangat pucat karena ketakutan.


"Zar, lu masih bisa denger gua kan? " ucap Aleya sambil menepuk-nepuk pipi Zahra.


tidak ada respon dari Zahra, dan itu membuatnya takut kalau Zahra pingsan.


bersambung.........


_


bagaimana? episode ke-12 ini seru nggak?


kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


kalau seru tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇


terimakasih.


__ADS_2