Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 34


__ADS_3

Keesokan harinya. Jenazah Kanaya dimakamkan dan yang mengurus jenazah Kanaya semuanya dari pihak rumah sakit. Pihak keluarga hanya mengantarkan jenazah Kanaya ke tempat peristirahatan terakhirnya. Para pelayat tidak ada yang diizinkan untuk melihat keadaan jenazah Kanaya. Dan para pelayat tentu saja merasa takut karena salah satu dari mereka ada yang mendengar kondisi jenazah itu dari pihak rumah sakit. Dan pasti berita itu sudah tersebar luas.


Sementara Mama sangat merasa terpukul dengan kematian anaknya. Sejak tersadar dari pingsannya tadi malam, mama hanya berdiam diri saja di dalam kamar rawatnya. Ya, karena pingsan tadi malam, mama kondisinya sangat lemah dan itu yang mengharuskan Mama untuk dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.


*****


Di sekolah.


Semua siswa dikumpulkan di aula. Untuk mendengarkan kabar yang akan disampaikan oleh ibu wakil kepala sekolah yaitu Bu ulan.


Sebagian dari para siswa-siswi ada yang bertanya-tanya mengapa mereka semua dikumpulkan di aula.


Bu wulan berjalan ke bagian paling depan dan mulai berbicara.


"Selamat siang semuanya." Bu wulan menyapa dengan lantang.


"Siang bu." Teriak semuanya serentak.


"Langsung saja, tanpa banyak berbasa-basi, di sini ibu ingin menyampaikan, kalau putri dari bapak kepala sekolah kita tadi malam mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat kejadian." Bu Wulan menyampaikan itu dengan raut sedih.


"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun." Ucap beberapa siswa-siswi.


"Jadi terpaksa sekolah untuk hari ini diliburkan karena kami para pekerja hendak melayat ke rumah duka." Lanjut bu wulan kemudian.


"Saya harap, kalian semua tidak berulah, di saat para pekerja tidak mengawasi kalian. Cukup sampai di sini saja, silakan kembali ke aktivitasnya masing-masing dan terima kasih atas waktunya." Ucap Bu Wulan mengakhiri.


Kemudian para siswa-siswi berpencar kembali ke aktivitasnya masing-masing.


...

__ADS_1


"Kasihan banget, ya, Rifky dia pasti sedih banget karena saudaranya meninggal." Ucap sandi kepada teman-temannya.


Ya, seperti biasa, saat ini mereka sedang berkumpul di taman.


"Iya, kasihan banget, itu adiknya Rifky atau kakaknya Rifky ya? " Tanya farel.


"Entah." Jawab sandi singkat.


"Rifky? Siapa tuh Rifky? " Tanya Zahra.


"Rifky itu anaknya kepala sekolah kita." Jawab sandi.


"Kalian kenal? " Tanya Aleya.


"Kenal, dia teman sekelas gua sama Angga.


"Oh."


"Revan." Teriak seseorang memanggil nama Revan.


Mereka semua reflek menoleh ke asal suara.


Revan menoleh ke asal suara yang memanggilnya lalu Revan memberikan tatapan malas.


"Saya tunggu kamu di ruangan saya." Ucap seseorang yang tadi memanggil Revan sambil berlalu pergi.


"Hah? Bu Wulan? Ngapain dia nyuruh lu datang ke ruangan dia?? " Tanya fita.


"Nggak tau." Ucap Revan.

__ADS_1


"Aneh banget, lu nggak bikin kesalahan apa-apa kan? " Tanya Aleya dan dijawab gelengan oleh Revan.


"Anjir! Kalau gua ngomong sama dia pasti jarang dapat jawaban." Aleya menggerutu dalam hati.


"Ya udah, semuanya, gua mau nemui bu wulan dulu ya." Pamit Revan lalu pergi.


...


"Ada apa Anda memanggil saya? " Tanya Revan ketika sampai di ruangan Bu Wulan.


"Kamu tidak ingin datang melayat ke rumah Om Indra?


"Untuk apa?


"Sudahlah, Revan, jangan kau ungkit lagi masa lalu. Yang berlalu biarlah berlalu. Jika kamu tidak ingin bertemu dengan Om Indra, datanglah ke sana karena Rifky, ingat Revan, Rifky tidak tau apa-apa. Dan saat ini Rifky sedang membutuhkan seseorang untuk menenangkannya di saat keadaan seperti ini." Ucap bu wulan memberi nasehat.


"Ya, nanti saya akan ke sana, tapi saya datang ke sana karena ingin menghibur Rifky, bukan untuk yang lain.


"Syukurlah kalau kamu mau datang ke sana.


"Kamu ingin datang ke sana sendiri, atau bersama mama?


"Sendiri saja.


"Baiklah kalau begitu.


Bersambung.........


_

__ADS_1


Waduh, kira-kira ada hubungan apa ya Revan sama keluarga arfanza?


__ADS_2