Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 8


__ADS_3

"oke, gua mulai ya ceritanya."


***


"gua nanya nanya ke siapa ya?, buat dapetin informasi soal misteri sekolah ini?"


"oh iya, gua kan kenal sama Kak Galang, gua tanya aja lah ke dia." ucap Angga lalu melangkah keluar kamar mencari keberadaan Kak galang.


Kak Galang itu bukan anggota OSIS, tapi dia sudah duduk di bangku kelas 12.


setelah 15 menit mencari, akhirnya Angga pun menemukan Galang yang sedang berada di balkon lantai 2.


"nah itu dia Kak Galang, gua samperin aja deh, mumpung dia cuma sendirian doang, jadi gua lebih leluasa nanya nanya ke dia." ucap Angga lalu menghampiri Kak Galang.


"hai Kak, sendirian aja nih?"


"eh Angga, Aku kira siapa.. Iya nih, lagi pengen sendiri."


"aku boleh nggak?, temanin kak Galang?, soalnya aku juga bete nih di kamar doang."


"loh emang, teman sekamar kamu ke mana?"


"dia lagi di bawah, nemuin keluarganya yang datang."


"oh begitu.. boleh kok, kalau Angga mau temenin Kakak."


"aku boleh tanya sesuatu nggak kak?"


"boleh, emang kamu mau nanya apa?"


"gini Kak, aku itu kan sering banget diperingati sama kakak kelas, buat hati-hati dan jangan takut kalau digangguin sama mereka yang tak kasat mata.. nah, aku itu jadi penasaran Kak, biasanya kan kalau tempat-tempat yang sering ada kejadian horornya, pasti di masa lalu itu pernah ada yang meninggal di sekolah, atau di asrama ini."


"Iya, bener, disini dulu pernah ada kejadian pembunuhan."


"hah? pembunuhan? " tanya Angga terkejut.


"Iya, Angga mau denger ceritanya?, ini kakak juga dapat ceritanya, dari kakaknya Kak Galang yang dulu juga sekolah di sini."


"boleh Kak." Angga merasa senang karena akhirnya dia bisa mendapatkan informasi.


"jadi gini ceritanya."


 


"Rei, gua ada challenge nih buat lu."


"challenge apaan, Raf?"


"gua kasih challenge , lu harus bisa jadi pacarnya si Kayla."


"Hah? si Kayla anak miskin itu?"


"ya iyalah siapa lagi, di sekolah ini kan yang namanya Kayla cuma dia doang."


"lu nggak bercanda kan Raf?"


"gua serius."


"yaelah, dapatin hatinya Kayla mah mudah banget, emang nggak ada yang lebih sulit apa?"


"lu jangan ngeremehin Kayla Reihan, dia itu nggak semudah yang dipikirkan."


"oke oke, gua terima challenge ini.. tapi, hadiah apa yang bakal gua dapetin? kalau gue berhasil?"


"nanti lu gua beliin PC yang lu pengen."


"oke, ada batas waktunya nggak?"


"ada, batas waktunya 2 bulan.. kalau lu nggak berhasil jadi pacarnya Kayla, hadiahnya gugur."

__ADS_1


"kalian ngebicarain apa nih? " tanya Andra yang baru saja datang.


"tuh, si Rafa, dia ngasih gua challenge buat dapetin hatinya si Kayla anak miskin itu."


"terus lu terima?"


"ya gua terima lah, hadiahnya juga menarik.. dan gua juga pengen bikin si Kayla itu lebih menderita lagi."


"ya ampun! kalian berdua ini bener-bener gila ya." ucap Andra lalu pergi.


"Andra, lu jangan bilangin ke Kayla soal rencana ini." Rafa berteriak.


Andra tidak menjawab perkataan Rafa, dia sebenarnya kesal, karena teman-temannya itu selalu saja menghina orang-orang yang kurang mampu.


Andra sering memperingati mereka untuk tidak selalu berbuat seperti itu.. tapi, mereka tidak pernah mendengarkan perkataan Andra.


...


kemana tuh si anak miskin? " Reihan mencari keberadaan Kayla.


"eh, ada si Nabila tuh, gua tanya ke dia aja lah."


"Nabila, lu tahu nggak Kayla di mana?"


"Lu ngapain nyariin Kayla?, mau bikin dia nangis lagi?"


"jangan suuzon dong, gua nyari Kayla karena gua mau minta maaf atas perbuatan gue selama ini ke dia."


"apa?, lu mau minta maaf?, wow, gua pikir seorang Reihan itu nggak bisa ngeluarin kata-kata maaf."


"udahlah, gua nggak punya banyak waktu.. lu kasih tahu aja di mana keberadaan Kayla."


"kalau gua enggak mau ngasih tahu gimana?"


"oh jadi lu nggak mau ngasih tahu." ucap Reihan lalu menghampiri Nabila dan menggenggam rambutnya.


Reihan pun melepaskan genggaman tangannya dari rambut Nabila, dan beralih menatap Kayla.


"kay, ternyata lu ada di sini gua dari tadi nyariin lu tau." ucap reihan dengan tutur kata yang lembut.


"Lu ngapain nyariin gue?"


"jangan di sini ngomongnya." ucap Reihan lalu menggandeng tangan Kayla untuk menuju ke taman sekolah.


Kayla pun mengikuti langkah reihan dengan perasaan was-was.


Kayla takut kalau Reihan akan menyakitinya lagi.


"Lu ngapain ngajak gua ke sini? " tanya Kayla dengan tubuh bergetar.


"gua ngajak lu ke sini untuk-"


Reihan sengaja tidak melanjutkan kata-katanya.. dan itu malah semakin membuat Kayla ketakutan.


"untuk apa sih?"


"gua berat mau ngucapin ini."


"ngomong aja, cepetan!"


"gua mau minta maaf sama lu kay, atas perbuatan gue selama ini ke lu." ucap Reihan yang membuat Kayla tersentak.


"gua yakin, pasti lu nggak bakal maafin gua kan?, karena gua juga sadar, kesalahan gue selama ini udah terlalu fatal." kata-kata Reihan itu masih dianggap mimpi oleh Kayla, karena Kayla tau bahkan satu sekolah pun tau,.. kalau seorang Reihan itu tidak pernah mengucapkan kata-kata maaf, apalagi permintaan maaf.


'apa ini?, ini bukan arwah atau jin yang nyamar jadi Reihan kan? ' tanya Kayla dalam hati.


"mau nggak maafin gua." tanya Reihan yang ditambah tambahkan Dengan air mata buaya nya.


Kayla yang melihat Reihan menangis pun semakin bingung dibuatnya.

__ADS_1


"gua mohon kay, gua mohon, tolong maafin gua." mohon Reihan dan sekarang dia berlutut di hadapan Kayla.


'astaga! ini nyata kan? ' ucap Kayla dalam hati yang masih belum percaya kalau dirinya melihat kejadian ini.


'Ck, kalau bukan gara-gara PC yang gua harapin, enggak bakal gua ngelakuin hal gila kayak gini.'


"Kok lu diam aja sih kay?, lu nggak mau maafin gua ya?"


"Lu beneran minta maaf, dan menyadari kesalahan lu?, ini bukan prank yang lu bikin sama temen-temen lu kan?"


"bukan kay, ini gua bener-bener serius dari hati gua yang terdalam"


"buktiin, kalau lu mau mendapatkan maaf dari gue."


"gimana caranya?"


"Lu harus merubah perilaku lu yang buruk itu."


"oke, tapi beneran ya? kalau gua udah berhasil merubah kelakuan buruk gua, lu bakal maafin gua."


"ya." ucap Kayla lalu pergi.


Rafa dan Andra yang menyaksikan semuanya memiliki perasaan yang berbeda-beda.


Rafa yang tidak percaya, kalau Reihan bisa berakting sebaik itu, dan Andra yang merasa kasihan pada Kayla karena dia terus-terusan dibohongi oleh Reihan dan Rafa.


"hebat juga lu Rei." puji Rafa yang menghampiri Reihan.


"iyalah, Reihan gitu loh." ucap reihan yang merasa kalau challenge ini berhasil dia menangkan.


sementara Andra hanya diam saja dia tidak mau kalau dia protes pastilah akan ada keributan.


hari-hari pun berlalu dan Reihan menepati kata-katanya kepada Kayla.


Reihan sudah berubah tidak seperti dulu lagi yang arogan.. sekarang Reihan sudah berubah menjadi lebih baik lagi walaupun tanpa Kayla tahu kalau itu hanyalah sebuah kebohongan.


semakin hari Kayla dan Reihan pun semakin dekat, dan itu yang membuat reihan senang karena sebentar lagi Reihan akan memenangkan challenge dari Rafa dan akan mendapatkan hadiah yang dia inginkan.


tidak sampai 2 bulan, ternyata Reihan sudah berhasil menjadi pacarnya Kayla.


"mana nih? PC yang lu mau kasih ke gua kalau gua menang challenge ini."


"gila lu Rei, gua kira lu nggak bakal secepat ini mendapatkan hatinya Kayla."


"iyalah, dengan kepintaran gue kayla itu mudah gue dapatkan." ucap Reihan bangga.


"itu bukan dengan kepintaran, tapi dengan kelicikan." sindir Andra.


"ya gitulah ndra, licik dan pintar itu susah dibedakan." ucap Rafa.


"mau gua licik, mau gua pintar, atau apapun itu yang penting gua bisa memenangkan challenge ini."


"ya ya,..nanti pc-nya gua kirimin ke rumah lu."


"oke, gua tunggu ya awas kalau bohong."


bersambung.........


_


bagaimana? episode ke-8 ini seru nggak?


kalau nggak, ya saya minta maaf karena saya masih pemula.. dan akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


kalau seru silakan tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.


jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩 🙏👇


terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2