
Ambulans yang membawa jenazah sandi pergi. Tak lama kemudian tim SAR menemukan satu korban lagi.
"Silakan telepon ambulans. Kami menemukan satu korban lagi." Pemimpin anggota tim SAR memberi informasi kepada salah satu anggotanya.
"Pak, apa ada satu korban lagi Pak? Saya boleh melihatnya Pak? " Tanya Rifky.
Sebelum Rifky melihat korban tersebut anggota tim SAR berdiskusi kepada anggota yang lainnya.
"Maaf, Adek, kondisi korban tidak memungkinkan untuk dilihat saat ini juga. Kondisinya sangat memprihatinkan, dek." Anggota tim SAR melarang Rifky untuk melihat korban.
"Ah memangnya kenapa Pak? Memang kondisi korban seperti apa?"
"Pada intinya, kondisi korban sangat memperhatikan.." anggota tim SAR tersebut tidak ingin memberitahu Rifky kondisi korban mendetail.
"Tapi Pak, itu mungkin saja papa saya." Rifky merasa cemas.
"Kalau itu memang papa Adek. lihatnya nanti saja, ya." Anggota tim SAR itu kemudian pergi meninggalkan Rifky sendirian.
"Apakah itu benar-benar papa? seburuk apa kondisi papa? " Pikiran-pikiran buruk sudah memenuhi kepala Rifky.
"pak, ini ada anggota tubuh yang lainnya." Teriak salah satu anggota tim sar.
"Kumpulkan saja semua di sini." Sahut anggota yang lainnya.
"Apa?! Anggota tubuh?! pa, Rifky harap itu bukan papa. Rifky harap ada orang baik yang membantu papa saat kejadian tadi." Rifky masih mencoba berfikir positif.
Revan menghampiri Rifky. "rif, gimana Om Indra? Udah ditemuin belum?"
"Belum, Van, tapi apa maksud tim SAR tadi tentang korban yang ditemukan ya? Gua Udah minta izin untuk melihat korbannya, tapi sama mereka nggak diizinin. Dengan alasan, kondisi korban sangat memprihatinkan. Gua harap sih itu bukan papa."
"Semoga aja bukan Om Indra." ujar Revan lalu kemudian diaminkan oleh Rifki.
...
Malam harinya. Berita SMA angkasa yang runtuh secara tiba-tiba tanpa adanya bencana alam, sudah menyebar luas ke seluruh dunia informasi.
Bahkan berita itu sudah sampai di telinga keluarga para siswa siswi SMA angkasa.
Tak terkecuali keluarga Aleya Anastasya. Bunda Aleya yang bernama Felina Angelica sedang berselancar di sosial media. Lalu dirinya tidak sengaja menemukan sebuah artikel berita terkini tentang kejadian runtuhnya bangunan SMA angkasa.
"SMA angkasa? Astagfirullah Ya Allah! Itu kan sekolahan anakku." Bunda Aleya sangat panik ketika mengetahui berita tersebut.
Bunda langsung menghubungi ayah Aleya atau suaminya. Yang bernama Fahmi Arzian.
Telepon itu pun tersambung, dan terdengarlah suara lembut menyapa dari seberang. "Halo, iya Bun ada apa?"
"Yah, ayah udah baca berita terkini belum?"
"Iya belum lah Bun, ayah itu nggak mungkin sempat baca-baca berita. Waktu ayah kan hanya dihabiskan untuk membaca baca dokumen kantor. Memangnya ada apa sih Bun? sepertinya Bunda gelisah."
"Bunda nggak sanggup, yah nyeritainnya. Bentar, bunda kirim saja ya melalui chat." Bunda berbicara dengan suara menahan tangis. Sambil menyalin artikel untuk dikirimkan kepada suaminya.
"Itu sudah bunda kirim yah. Ayah baca aja."
Ayah langsung membuka pesan yang dikirimkan oleh istrinya. Ayah sempat panik dan terkejut, namun ada pikiran lain yang singgah di dalam kepala ayah.
"Bunda dapat informasi ini dari mana? Apakah sudah dipastikan ini berita asli bukan hoax. Ingat loh Bun, zaman sekarang itu apa saja bisa dipalsukan."
"Iya juga sih Yah. Ya sudah deh. Untuk memastikannya, nanti bunda hubungi Aleya."
"Nah itu lebih baik Bun. Kalau begitu teleponnya ayah tutup ya Bun. Nanti kalau dapat informasi dari Aleya langsung hubungi ayah." Ujar ayah mengakhiri telepon.
...
"Tia? Kamu masih di sini?"
"Eh kak Sinta? Iya kak aku masih di sini mungkin teman-temanku nggak ada yang tahu aku di mana."
"Mau aku antarkan kamu ke mereka?"
"Apa itu nggak merepotkan Kak?"
"Tentu saja tidak. Mari aku antar, tapi maaf ya. Aku hanya bisa mengantarkanmu sampai sekitaran SMA angkasa saja."
"Nggak apa-apa Kak." Sinta dan Tia berjalan berdampingan meninggalkan tempat itu.
...
"Sinta ingin membawanya keluar dari tempat itu tapi dia tidak tahu kalau kamu ada di sini."
__ADS_1
"Beritau saja."
"Baiklah, aku akan memberitaunya."
...
"Kak, kok di sini udah sepi ya? Apa semuanya udah kembali ke rumahnya masing-masing? " Tia bingung karena di sekitaran reruntuhan bangunan sudah sepi tidak ada orang satupun kecuali dirinya dan kak Sinta.
"Mungkin saja." Jawab Kak Sinta singkat
"Lalu kita bagaimana? Kita mau ke mana?"
"Sinta, ayo kita ke cafe yang ada di sana. Di cafe itu ada Revan." Ujar seseorang yang baru saja datang.
"Benarkah?? ayo Tia! Kita ke sana." Ajak kak Sinta Tia hanya menurutinya.
"Dia siapa Sinta?"
"Namanya Tia. Dia adik kelas kita."
"Oh. Halo Tia, perkenalkan namaku Kayla." Seseorang itu memperkenalkan dirinya.
_
Hmm Kayla? Kok kayak nggak asing ya sama namanya?
_
"Salam kenal Kak Kayla, namaku Mutia Clarissa panggil aja Tia."
"Oke Tia."
...
Di rumah sakit. Terlihat ada 7 orang remaja yang sedang larut dalam kesedihan karena ditinggalkan seseorang terdekatnya untuk selama-lamanya.
Diantara ke-7 remaja tersebut, ada yang berpura-pura tegar. Untuk menyemangati yang lainnya.
"Udah dong, kalian jangan terlalu larut kayak gini. Emang kalian pikir sandi bakalan bahagia kalau lihat kalian kayak gini?"
"Al, lu ngomong kayak gini karena lu nggak terlalu deket sama Sandi. gua, fita, Angga, Farel, Zahra. Kita semua itu dekat banget sama Sandi maka dari itu kita bisa sesedih ini." Ujar Dela sambil terisak.
"Tapi rasa kesedihan yang lu alami nggak sedalam rasa kesedihan yang kita alami." Ujar Dela kemudian.
"Huff! Ya deh Del terserah lu." Aleya sudah pasrah. Beberapa detik kemudian handphone alea bergetar.
Aleya melihat layar handphonenya. Dan terteralah tulisan bunda di layar handphone aleya.
Aleya bergeser sedikit dari tempatnya berada saat ini.
"Halo assalamualaikum, Bunda, ada apa nih nelpon Al?"
"Waalaikumsalam. Al.. kamu baik-baik aja kan? berita itu nggak bener kan Al?"
"Berita apa ya Bunda? Aleya nggak paham."
Bunda menjelaskan tentang artikel yang dibacanya tadi kepada aLeya.
"Itu berita bukan hoax, Bun, itu beneran asli. SMA angkasa memang benar runtuh secara tiba-tiba. Untuk keadaan al saat ini Alhamdulillah al baik-baik aja Bun. Walaupun, salah satu teman Al ada yang menjadi korban."
"Siapa?"
Kemudian Aleya menceritakan semuanya kepada bundanya.
"Kasihan sekali Zahra. Pasti dia merasa sedih sekali, oh iya Al.. apakah nanti kamu akan pulang ke rumah?"
"Ya mungkin nanti Al akan kembali ke rumah. Tapi al nggak tahu kapan."
"Kalau kamu sudah ingin kembali ke rumah. Hubungi ayah atau Bunda segera ya Al."
"Iya Bunda. Kalau gitu teleponnya aleya patiinn ya? Assalamualaikum bunda. Selamat istirahat."
"Waalaikumsalam. Selamat istirahat juga anak bunda yang cantik."
Setelah sambungan telepon terputus. Aleya kembali menghampiri teman-temannya.
"Siapa Al yang nelpon? " Tanya Viona.
"Bunda. Bunda nanyain gimana kondisi gua sekarang. Dan sekalian mastiin berita yang tersebar itu hoax atau fakta."
__ADS_1
"Maksudnya?"
"Berita tentang SMA angkasa yang runtuh secara tiba-tiba."
Fita mengangkat kepalanya yang sedaritadi tertunduk. "Apa jangan-jangan berita ini udah sampai ke orang tuanya sandi ya?"
"Mungkin aja, fit, lu belum hubungin keluarganya sandi ya?"
"Belum, Vi, gua belum sanggup untuk ngasih kabar buruk ini ke keluarganya sandi."
"Kalau menurut gua mending lu kasih tahu sekarang aja deh, fit, sebelum orang tua sandi tahu melalui berita. Terus nanti mereka malah menduga kalau lu dan yang lainnya nggak langsung ngasih kabar ke mereka."
"Lu bener juga, al, ya udah deh. Gue hubungin keluarganya sandi dulu."
...
Di suatu rumah yang cukup megah dan nyaman. Terlihat ada satu keluarga kecil yang sedang menyantap makan malam.
"Bunda kok makannya cuman sedikit? Biasanya banyak? " tanya seorang laki-laki.
"Entah kenapa Bunda nggak berselera makan hari ini, bang."
"Bunda sakit? " Sekarang ayah yang bertanya.
"Bunda sehat, kok yah, entah mengapa dari tadi sore perasaan Bunda nggak enak banget sama Sandi."
"Ayah! bunda! Abang! " Seorang gadis kecil berlari-larian dari tangga.
"Astaga frislly, kamu jangan lari-lari kayak gitu. Nanti kamu jatuh." Peringatan dari bunda.
"Iya Bun maafin frislly ya. Habisnya Frislly panik banget Bun. Ketika baca berita ini diartikel." Gadis kecil yang bernama frisly arsyila ArRafit itu menyodorkan handphonenya kepada Bundanya.
"Berita apa ini frislly?"
"Baca aja, Bun."
Setelah membaca artikel berita tersebut ekspresi Ibu dari tiga anak itu langsung berubah menjadi Cemas.
"Bunda kenapa? " Anak sulungnya bertanya.
Sebelum bundanya menjawab, salah satu art menghampiri keluarga kecil itu.
"Permisi tuan, nyonya, saya ingin memberitahu kalau Non fita menghubungi saya. Katanya ada sesuatu yang ingin dibicarakan kepada nyonya dan tuan." Art tersebut menyerahkan handphonenya kepada majikannya.
"Bunda, di lock speaker ya! Frislly pengen dengar." * Pinta Frislly lalu bundanya menuruti.
"Halo assalamualaikum Fita."
"Waalaikumsalam tante. sebelumnya Fita minta maaf kalau mengganggu waktu om dan tante. Fita juga minta maaf, karena Fita ingin menyampaikan kabar buruk kepada om dan tante." Ujar Vita dengan berlinang air mata dibalik telepon.
"Ka-kabar apa? Fita?"
"Sebelumnya, Fita mau tanya. Apa Tante sudah membaca berita terkini?"
"Frislly, Frislly udah baca berita itu. Jadi, berita itu bukan hoax Kak?"
"Iya frislly. Berita itu bukan hoax melainkan kenyataan. Dan, dengan sangat berat hati. Fita ingin menyampaikan, kepada semuanya. Kalau.. salah satu.. korbannya.. itu.. adalah.. sandi." Tangis Fita pecah kembali setelah mengucapkan kata-kata itu.
"A..apa ka..kamu bilang Fita? Itu nggak mungkin Fita! Nggak mungkin itu terjadi." Ibunda sandi tersebut langsung melempar handphone yang ada di genggamannya lalu terduduk di lantai hingga kemudian pingsan tak sadarkan diri.
"Bunda! Bangun Bunda! " Frislly mengguncang-guncangkan tubuh bundanya sedangkan ayah dan abang frislly dan Sandi yang bernama Yogi langsung membawa Bunda ke dalam kamar.
"Frislly sama abang jagain Bunda ya. Ayah mau ke rumah sakit melihat keadaannya kakak." Pamit ayah kemudian pergi meninggalkan kedua anaknya beserta istrinya di dalam kamar.
Bersambung.........
_
hai para readers ku tersayang.
mampir yuk! di novel bergenre misteri.. yang berjudul misteri Mawar Hitam.
ini novel dijamin beda dari yang lain.. lah kok bisa gitu? karena novel ini hasil kolaborasi beberapa author horor.
Kira-kira apa jadinya ya? Kalau otak beberapa author novel horor di aplikasi Nt kolaborasi? Di satu novel.
Nah daripada penasaran, langsung aja mampir.
__ADS_1
Aku tunggu di sana yaa. Maaf kalau dalam penulisannya terdapat banyak kesalahan. Karena sebagian yang berkolaborasi author pemula.