
"parah sih, ternyata kejadian-kejadian di masa lalu sekolah ini sungguh tragis." ucap Vita penuh iba.
"gua Nggak kebayang, gimana rasanya jadi Nina. pasti sakit banget menerima perilaku yang buruk setiap harinya." ucap farel.
"sungguh aneh, jika para siswa siswi yang masuk di sekolah ini jalur beasiswa selalu dihina.. mengapa sekolah ini masih membuka jalur beasiswa? " Aleya sangat merasa heran.
"bener juga." dela menyetujui perkataan Aleya.
selama sandi bercerita, mereka semua yang mendengarkan meneteskan air mata.
"oh iya, kalau sekarang apa ada yang masuk ke sekolah ini jalur beasiswa juga? " tanya Angga.
"nggak tau." jawab sandi.
"Al, apa cerita yang lu dapetin juga kisah yang sedih? " tanya Viona.
"gua sebenernya nggak dapetin cerita seperti yang Angga dan Sandi dapetin."
"lalu?"
"ada 1 orang yang gua rasa dia bisa membantu kita dalam hal ini."
"siapa? " tanya Zahra.
"Vi, Zar, kalian masih ingat sama Kak Sinta kan?"
"Kak Sinta?, emang ada apa dengan kak sinta?"
"jadi gua rasa, kalau Kak Sinta itu tahu semua tentang misteri misteri sekolah ini."
"kok lu bisa berpikir gitu?"
"entah, tapi feeling gua bilang kayak gitu."
"Kak Sinta itu siapa? " tanya Dela.
"Kak Sinta itu kakel kita."
"oh, kakel, boleh juga sih, tapi apa dia mau bantuin kita?"
"gua belum tau, soalnya gua belum ngomong apa-apa sama dia."
"yaudah, berarti di pertemuan selanjutnya kita ajak Kak Sinta aja." fita memberi usulan.
"tapi kita enggak tahu kamarnya Kak Sinta itu dimana." ucap Zahra.
"ya tanyalah ke pengasuh."
"Iya sih, ya udah deh nanti gua, Zahra sama Viona coba tanya tanya."
"ya udah, untuk hari ini cukup sampai disini aja ya, kita lanjut di lain waktu."
__ADS_1
"oke." ucap mereka lalu semua berpencar ke kamar masing-masing .
...
"eh, tadi malam kalian nggak ada yang dengar apa-apa kan? " tanya Viona ketika sampai di dalam kamar.
"enggak tuh, gua tadi malam pakai headset jadi gua nggak dengar apa-apa." ."
"dengar apa sih? " tanya Zahra yang tidak mengerti apa yang dimaksud.
"lu coba aja zar, bangun di jam 00.00 , kalau nggak di jam 01.00 malam, pasti lu dengar sesuatu. atau, lihat sesuatu kayak gua."
"emang lu pernah lihat sosoknya? " tanya Aleya pada Viona.
"pernah, Lu pernah dengar doang tapi nggak pernah lihat kan?"
"enggak, gua dengar suaranya aja udah takut.. apalagi lihat wujudnya."
"Hah?, hantu?, kalian ini bicarain apa sih?, sumpah gua nggak paham."
"aduh Zahra, kan tadi gue udah bilang lu coba aja bangun di tengah malam.. nanti juga lu tahu apa yang kita maksud."
"eh BTW, kita kan udah dua malam di teror.. kalau Dela, Vita, sandi, Angga dan farel di teror juga nggak ya? " tanya Aleya
"iya juga ya, kenapa kita nggak tanya ke mereka ya tadi."
"besok besok aja kita tanya ke mereka."usul Viona.
"nanti kalau gua cerita, gua takut lu ketakutan."
"nggak al, gua kan bukan tipekal orang yang penakut."
"vi, gimana? diceritain nggak nih?"
"biarin aja dia ngerasain dulu Al."
"oke, deh."
"ih, kalian berdua jahat banget sih! " ucap Zahra penuh kekesalan.
***
di asrama putra...
dokk... dokk... dokk... terdengar suara jendela diketuk.
"astaga! ketukan itu lagi! " farel kesal.
"udah cuekin aja." ucap Angga.
jika di kamar aleya, Viona dan Zahra.. ada teror suara orang mandi dan sesosok wanita yang selalu bernyanyi di kamar mandi, sedangkan kalau di asrama putra, atau lebih tepatnya di kamar farel, sandi, dan Angga.. teror yang mereka alami adalah ketukan di jendela setiap jam 22.00 malam.
__ADS_1
saat pertama kali mengalami teror, mereka sudah berpikir kalau itu bukan manusia.
karena tidak mungkin, jendela yang berada di kamar lantai 3.. di ketuk-ketuk oleh manusia.
saat sedang asyik bermain handphone, Sandi merasa kalau ranjang tempat tidurnya seperti bergerak.
Sandi menghentikan aktivitasnya sesaat, lalu dia mendengar seperti ada yang mencakar-cakar ranjang tempat tidurnya.
"siapa sih?, nggak mungkin kan itu hewan? " sandi bertanya-tanya.
lalu sandi melihat jam yang ada di ponselnya.
"jam 23.00." gumam sandi.
"sial! ketukan jendela itu berhenti, sekarang tempat tidur gua yang dijadiin tempat."
karena kesal, sandi pun turun dari tempat tidur dan mencoba menengok ada apa di kolong tempat tidurnya.
saat kakinya baru menginjak lantai, sandi merasa ada tangan yang memegang kedua kakinya.
tangan itu terasa dingin sekali.
sandi pun menunduk untuk melihat tangan siapa yang memegang kedua kakinya.
sandi melihat hanya tangan saja tidak ada bagian tubuh lainnya.
"argh!! hantu sialan! " ucap sandi geram.
sandi mencoba melepaskan tangan itu dari kakinya.
namun saat sandi memaksa tangan itu untuk terlepas kuku-kuku tangan itu semakin memanjang, dan kuku-kuku itu perlahan menggores kaki sandi.
"aaarghh! " Sandi berteriak kesakitan.
bugghh!!
bersambung.........
_
hati-hati buat para readers yang tempat tidurnya ada kolomnya.
untung tempat tidur aku nggak ada kolomnya. hehehe 😂
bagaimana episode ke-11 ini seru nggak?
kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.
kalau seru tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.
jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇
__ADS_1
terima kasih.