Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 32


__ADS_3

"Hah? Buku diary? Punya siapa?


"Ada deh, nanti gua kasih tahu kalau lu udah pulang dari rumah sakit ini.


"Oke deh.


"Ih, tia, kok lu jawabnya gitu sih? Lu nggak penasaran?


"Enggak, al, buat apa penasaran? Kan nanti juga fita kasih tahu.


"Tia itu bukan kayak lu, al, yang kalau penasaran pakai banget.


"Lu diem deh, vi, nggak ada yang ngomong sama lu.


"Anjir!


"Fit, lu kasih tahu sekarang aja deh, gue penasaran banget nih.


"Males, orang ini Nggak ada sangkut pautnya sama lu..


"Pelit banget sih lu.


"Bomat, gua nggak peduli.


Mereka terus berbincang-bincang, hingga waktunya pulang tiba.


"Guys, ayuk balik! Ini udah jam 4, kata Bu Yani jam 05.00 harus sudah sampai di asrama.


"Ayolah, tia, kita pulang dulu ya." Ucap Dela berpamitan.


"Kalian hati-hati, ya.


"Iya, Tia, besok kalau sempat kita jemput kamu deh.


"Oke, Al,, aku tunggu kalian ya.


"Kita pulang ya, assalamualaikum.


"Waalaikumsalam.


#


Sambil menunggu mereka sampai di asrama, mari kita berkenalan dengan cewek-cewek cantik yang ada di novel ini.



Aleya Anastasia.



Hai, perkenalkan namaku Aleya Anastasya, panggil saja aku Aleya. Aku tokoh wanita utama loh, di novel ini, ada yang tahu nggak? Pasti tahulah ya, tapi ada yang tahu nggak? Siapa tokoh pria utamanya? Pasti kalian belum tahu, ya kan? Ah ya sudahlah, jangan terlalu banyak bicara, bertele-tele sekali authornya. Aku, aleya Anastasia, adalah anak tunggal. Apa kalian bilang? Menjadi anak tunggal itu enak? Oh tentu tidak, menjadi seorang anak tunggal itu sangatlah tidak enak, karena tidak bisa mendapatkan perhatian dari seorang kakak dan tidak bisa memberi perhatian kepada seorang adik. Untuk sikap positifku, apa, ya? Kok aku tidak tahu. Oh. Mungkin aku yang sering menghibur teman-temanku dengan perkataan-perkataan random yang keluar dari mulutku. Ya walaupun, terkadang, kata-kata random ku sering membuat mereka kesal. Mungkin untuk sikap negatifnya Aku tidak terlalu memperhatikan diri sendiri. Karena bagiku, orang-orang yang ada di sekitarku lebih penting dari diriku sendiri. Jadi, kalian bisa mengerti lah ya, apa yang aku maksud. Untuk sikap negatif lainnya mungkin aku tidak mudah akrab dengan orang lain apalagi yang usianya lebih tua dariku. Tapi jika sebaya atau yang usianya di bawahku aku pasti lebih cepat akrab dengan mereka. Sudah ya, cukup sampai di sini saja.



Viona Claudia Salsabila.



Halo, perkenalkan namaku Viona Claudia Salsabila, panggil saja aku viona. Viona, pakai huruf v, bukan huruf f, dasar authornya kalau typo kejauhan. Aku sebenarnya sama seperti aleya, anak tunggal dari kedua orang tuaku, tapi karena dulu orang tuaku lama menanti kehadiranku, akhirnya mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak laki-laki yang sekarang menjadi kakakku. Aku dan kakakku tidak terlalu dekat, karena memang kakakku yang terlalu sibuk berkuliah, dan aku yang terlalu sibuk dengan dunia luar ku. Untuk sikap positifnya mungkin aku mudah akrab jika bertemu dengan orang baru, yang bisa dibilang aku orangnya sosialisasinya tinggi. Bahkan, para pengasuh di asrama putri, dan para pekerja di SMA angkasa pun semuanya akrab denganku padahal aku baru beberapa hari di sekolah itu. Mungkin untuk sikap negatifnya Aku terlalu boros. Dan aku juga sama seperti Dela kurang bisa mengontrol emosi saat marah.



Fita rayana.


__ADS_1


Hello perkenalkan namaku fita rayana. Panggil saja aku Fita. Aku adalah anak kedua dari 4 saudara, wow, ternyata yang memiliki saudara paling banyak adalah aku. Aku memiliki satu orang kakak perempuan dan 2 adik perempuan juga. Anak kedua orang tuaku, semuanya perempuan. Diantara ketiga saudaraku Aku paling dekat dengan adikku yang paling bungsu. Yang bernama Rania latisha. Untuk sikap positifku mungkin aku orangnya penyayang, begitulah kata adik-adikku. Tapi aku tidak tahu, kalau menurut teman-temanku gimana. Untuk sikap negatifnya Aku orangnya sensitif bukan seperti Bella dan Viona yang tidak bisa mengontrol emosi aku sensitifnya lebih ke nggak bisa dikasarin, atau nggak bisa disakitin. Jadi kalau ada yang membicarakan dengan kata-kata yang tidak baik pasti perasaanku langsung tersinggung. Dan jika tersinggung, aku akan menyendiri selama beberapa menit atau beberapa jam. Mungkin itu saja semoga kalian mengerti ya.



Mutia Clarissa.



Hai, namaku Mutia Clarissa, panggil saja aku Tia. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara yang seperti sudah pernah aku ceritakan di episode-episode awal, bagaimana cerita hidupku dan kakakku. Jadi, aku fikir, aku tidak perlu menjelaskan ulang. Apakah ada yang bertanya, ke mana ayahku? Jika ada, akan kujawab, ayah dan ibuku bercerai ketika kakakku berumur 5 tahun, dan aku berumur 3 bulan. Mereka bercerai, karena ekonomi, Iya, ekonomi. Ayahku hanya menginginkan ibu dan dirinya memiliki satu orang anak saja, karena baginya, satu orang anak biaya hidupnya sudah besar, apalagi ditambah dengan kehadiran seorang anak lagi. Tapi karena ibuku mengandung aku, dan akhirnya melahirkanku, ayahku memutuskan untuk meninggalkan kami bertiga, karena ayahku tidak ingin direpotkan dengan kehadiranku. Apakah bisa dibilang aku adalah anak yang tidak diharapkan? Untuk sikap positifku, mungkin aku mudah memiliki perasaan kasihan dan perasaan prihatin. Dan untuk sikap negatifnya Aku terlalu lemah dan tidak bisa bertindak, jika ada yang menghina.



Zahra syakila Maharani.



Hai, namaku Zahra syakila Maharani. Panggil saja aku Zahra. Aku sama seperti Aleya, anak tunggal dari kedua orang tuaku. Bisa dibilang, hidupku sejak kecil tidak pernah kekurangan kasih sayang. Karena aku selalu mendapatkan kasih sayang yang berlimpah, dari kedua orang tuaku kakek nenekku, dan seluruh keluargaku. Untuk sikap positifnya mungkin aku terlalu suka berbagi. Dan untuk sikap negatifnya, Aku sangatlah mudah panikan dan aku juga tidak suka, jika orang-orang yang aku sayang disakiti oleh orang lain. Wow, singkat sekali perkenalanku. Tapi ya sudahlah, tidak apa-apa.


Jangan harap ada perkenalan Dela, kan Dela sudah berkenalan di episode sebelumnya.


.


.


.


Malam pun tiba, dan acara ulang tahun Kanaya arfanza akan segera dimulai.


"Wow, gue cantik banget." Ucap kanaya mengagumi dirinya sendiri, saat bercermin.


"Kak, Kakak udah selesai belum? Mama sama papa udah nungguin tuh." Teriak Rifky memanggil kakaknya.


"Bentar lagi, nggak sabaran banget sih." Ucap kanaya sedikit kesal.


Kanaya melanjutkan berdandannya hingga menurutnya sudah selesai.


"Hai, pa, aku cantik kan? " Tanya kanaya sambil bergleayut manja di lengan papanya.


"Kamu cantik sekali, Naya, Ya sudah, ayo kita segera berangkat." Ucap pak Indra lalu mereka pergi menuju ke tempat perayaan ulang tahunnya Kanaya.


...


"Ayo, turun! Ini kita sudah sampai." Ucap pak Indra.


"Wah, tempatnya bagus banget pah." Ucap kanaya dengan mata yang berbinar senang.


"Syukurlah, kalau kamu suka sama tempatnya. Ayo, kita masuk, sebentar lagi acaranya dimulai.


Awal acara berjalan dengan lancar, Kanaya menyambut tamu undangannya dengan senyuman yang merekah karena merasa sangat bahagia.


"Happy sweet seventeen Kanaya." Ucap teman-teman sekolahnya Kanaya.


"Thank you very much my best friend gue seneng deh kalian semua bisa datang ke acara ulang tahun gue.


Senyuman terukir indah di bibir semua tamu undangan. Tak terkecuali, Kanaya dan keluarganya. Para tamu undangan sedang menikmati santap makan malam yang disediakan. Yang pasti setelah mereka mengucapkan selamat ulang tahun dan memanjatkan doa untuk Kanaya.


Kanaya yang sedang bercanda ria dengan teman-temannya, perhatiannya dialihkan dengan kucing yang dilihatnya di antara tamu-tamu.


"Itu kucing siapa? Kok bagus banget." Ucap kanaya lalu beranjak dari duduknya menuju ke tempat kucing itu berada.


"Hei, kanaya mau ke mana? " Tanya seorang teman Kanaya.


"Biarin aja, mungkin dia mau ke toilet, atau nggak mau nemuin keluarganya." Jawab yang lainnya.


Kanaya terus melangkah mendekati kucing itu, entah mengapa Kanaya sangat terpanah dengan warna bulu kucing yang di penglihatannya sangat indah.

__ADS_1


Para tamu tidak ada yang menyadari tingkah laku kanaya.


"Hei, kemarilah kucing manis." Pinta kanaya namun kucing itu malah menghindar.


Kanaya memang suka dengan hewan yang bernama kucing. Di rumahnya saja Kanaya memelihara kucing.


"Hei, kau jangan lari! Aku nggak jahat Kok." Ucap kanaya sambil mengejar kucing itu.


Tanpa kanaya sadari, Kanaya sudah berada di luar cafe yang menjadi tempat acara ulang tahunnya digelar.


"Tunggu! Kamu mau bermain ya sama aku? " Ucap kanaya masih mengejar kucing itu.


"Berhenti dong! Aku capek banget." teriak Kanaya yang sudah mulai kelelahan namun kucing itu tetap terus berlari.


Hingga Kanaya melihat kucing itu pergi ke tengah jalan raya. Dan dari samping kiri kucing itu berada, ada truk yang melintas.


Tanpa berpikir terlebih dahulu, Kanaya pergi berlari hendak menyelamatkan kucing itu agar tidak tertabrak.


"Hei, dek! Mau ke mana? Awas ada mobil!!! " Teriak salah satu pengemudi jalan memperingati Kanaya. Namun Kanaya tidak menggubris peringatan itu bahkan mungkin tidak mendengarnya.


Hingga.


Jdarrr!!!!!


"Astaghfirullahaladzim!!!!! " Teriak para pengemudi jalan yang menyaksikan kecelakaan itu.


Truk yang melaju itu menghantam keras tubuh Kanaya hingga Kanaya terlempar beberapa meter dan kepalanya menghantam keras aspal jalanan. Karena palanya terhantam sangat keras kanaya pun meninggal di tempat dengan kondisi isi kepalanya keluar berserakan di lokasi tempat kanaya terlempar.


Salah satu pemudi jalan memutuskan untuk menghubungi ambulans, dan tak lama ambulans pun datang untuk membawa jenazah Kanaya yang kondisinya sangat memprihatinkan.


...


Sedangkan di cafe tempat acara ulang tahun kanaya berlangsung Mama Kanaya yang menyadari anaknya tidak kelihatan. Mencoba mencari keberadaan Kanaya.


"Tadi kita lihat Kanaya pergi tante, Tapi nggak tahu pergi ke mana.


"Kanaya pergi ke arah mana? Kalian tahu?


Teman-teman Kanaya menggeleng cepat.


Mama Kanaya pergi menghampiri suaminya yang sedang berbincang-bincang dengan teman bisnisnya.


"pa, gawat pa! Kanaya ilang." Ucap mama kanaya panik.


"Maksud Mama apa sih?


"Kanaya, pa, tadi mama nanyain teman-teman Naya tapi mereka bilang kanaya pergi, dan belum balik lagi.


"Mama tenang ya, mungkin Naya lagi ada di luar cafe Mama sama Rifky coba aja cari di luar.


Mama kanaya mengangguk, lalu mengajak Rifky untuk mencari Kanaya di luar.


"Mah, kita cari ke sana yuk." Ucap Rifky lalu mereka berdua menuju ke tempat yang Rifky tunjuk tadi.


"Kasihan banget ya, padahal anaknya cantik loh.


"Iya kasihan banget, orang tuanya ke mana ya? Kok mereka nggak cari anaknya." Terdengar ibu-ibu sedang berbisik.


Mama Kanaya dan Rifki mencoba bertanya kepada ibu-ibu yang sedang ngobrol itu.


"Permisi, bu, apakah salah satu dari ibu-ibu ada yang melihat seorang anak remaja perempuan lewat sini?


"Remaja perempuan yang mana ya Bu? Soalnya di sini banyak yang lewat anak remaja perempuan." Ucap salah satu ibu-ibu.


"Ini foto anak saya." Ucap Mama Kanaya sambil memperlihatkan foto Kanaya di ponselnya kepada ibu-ibu.

__ADS_1


"Ini kan, anak yang ketabrak truk tadi.


Bersambung.........


__ADS_2