Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 24


__ADS_3

Buku diary: Sinta Diana Putri. Begitulah tulisan yang ada di sampul buku yang ditemukan Fita.


"Sinta Diana Putri, Kok gua kayak pernah dengar nama itu ya? Tapi di mana? Dan kapan?


"Fit, udah selesai beres-beres nya?


"Belum Del, oh iya Del. Lu pernah denger nama Sinta Diana Putri nggak?


"Sinta Diana Putri, kayaknya gue pernah denger deh, ntar gue ingat-ingat dulu.


"Oh iya gue ingat, Sinta Diana Putri itu nama kakaknya Tia.


"Oh iya yah, untung lu masih ingat Del.


"Emang kenapa?


"Coba deh baca tulisan yang ada di sampul buku ini." Fita menyodorkan buku yang ditemukannya tadi.


"Ini kan buku diary dan pemilik buku ini namanya Sinta Diana Putri.


"Mungkin nggak sih Del? Pemilik buku ini itu orang yang sama dengan kakaknya Tia.


"Gua nggak tau, mending kita baca-baca buku ini nanti aja deh, kalau Tia udah balik lagi ke sini.


"Iya Del, lu bener.


*****


"Tia. Nih, makan dulu." Suruh Angga sambil menyodorkan nasi bungkus yang baru dibelinya.


"Makasih ya Angga, kamu baik banget deh.


"Nggak perlu berterima kasih, kita kan teman, jadi memang udah seharusnya kita saling membantu satu sama lain.


"aku benar-benar beruntung banget, bisa berteman dengan orang-orang seperti kalian. Angga, kamu nggak pulang ke asrama? Besok kan kamu sekolah.


"Lu nggakpapa? kalau gue tinggalin sendirian?


"Enggak apa-apa. Kamu pulang aja, Aku nggak mau kalau kamu sampai bolos sekolah cuman gara-gara aku.


"Ya udah kalau gitu, bentar ya gua mau mesen ojek online dulu. Lu cepetan makan gih, dari tadi siang kan lu belum makan apa-apa.


"Oke, aku makan ya.


"Iya. Makan aja, maaf ya kalau lauk dan sayurnya mungkin kamu kurang suka.


"Ini sayur dan lauknya kesukaan aku.


"Serius?


"Iya aku serius. Kamu sendiri udah makan belum?


"Aku makan nanti aja deh, di asrama.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu.


...


"Syukurlah. Ternyata keberuntungan itu memihak kepadamu.


***


"Assalamualaikum." Ucap Angga memberi salam saat sudah sampai di kamarnya.


"Waalaikumsalam." Jawab Revan, Sandi, dan farel bersamaan.


"Lu pulang ga? " Tanya sandi.


"Iya san, Tia yang nyuruh gua pulang, katanya dia nggak mau kalau gua bolos sekolah cuman gara-gara dia." Jawab Angga.


"Terus Keadaannya Tia gimana sekarang? " Tanya farel.


"Udah membaik. Ya walaupun cuma kata dia, kepalanya masih sedikit terasa sakit. Mungkin karena benturannya terlalu keras.


"Tapi nggak ada luka yang serius kan?


"Kata dokter nggak ada. Kemungkinan juga, Tia cuman dirawat selama 3 hari.


"Kalau menurut gua mending kita hentikan dulu sesaat. Soal penyelidikan misteri di sekolah ini. Sekarang kita lebih fokus untuk melindungi tia dari bullying bullying yang akan terjadi." Ucap sandi.


"Gue juga berpikir kayak gitu San, Ya udah, kita bicarain aja soal ini besok sama yang lain." Ucap angga.


"Ga, tadi di lorong asrama lu nggak nemuin apa-apa kan? " Tanya farel.


"Enggak apa-apa. Nanya aja.


"Tapi sumpah deh, tadi itu di luar nggak ada manusia satupun." Ucap angga.


"Tadi di luar nggak ada manusia satupun, terus lu apa? Lu juga kan dari luar.


"Maksud gua, nggak ada manusia selain gua.


"Masa sih? Emang sepi banget ya?? " Tanya sandi.


"Beneran, sepi banget. Kalau nggak percaya, keluar aja sana.


"Males, nggak ada keperluan.


"Ya udah kalau nggak mau. Gua nggak maksa.


.


.


.


Di lain tempat.

__ADS_1


"Heh, manusia bodoh! Apa kau lupa dengan perjanjian yang kau buat? " Tanya sosok bertubuh tinggi besar sambil mencekik leher seseorang.


"Le-pas-sinn." Ucap seseorang memberontak.


"Dasar manusia bodoh!!! " Teriak sosok itu.


"Aaaardhh!


"Huufff! Ternyata itu cuman mimpi.


"Apa ini? Kok lukanya beneran ada? Dasar sosok sialan! Aku harus pergi ke tempat mbah Prapto untuk menanyakan mengapa sosok itu mendatangiku." Ucap seseorang lalu melangkah pergi ke luar.


"Loh, itu papa mau ke mana? Ini kan udah malam kok papa mau keluar ya? " Ucap seorang anak remaja laki-laki.


"Mungkin papa ada urusan mendadak, yang mengharuskan keluar malam ini juga.


***


Terlihat ada seorang laki-laki yang berkisaran umur 40 tahun, dan seorang lelaki tua yang kisaran umur 80 tahun. Sedang duduk berhadap-hadapan di suatu ruangan.


"Apa maksud dan tujuanmu datang kemari? " Tanya seorang laki-laki tua.


"Gini Mbah, sosok itu tadi datang ke mimpi saya, dia mencekik saya. Jadi saya mau bertanya kepada mbah, apa maksud sosok itu datang ke mimpi saya.


"Mungkin dia menagih perjanjian.


"Perjanjian yang mana? Mbah?


"Kamu ini lupa beneran, atau pura-pura lupa?


"Saya benar-benar lupa Mbah.


"Apa anak sulung mu sudah genap berusia 17 tahun?


"Iya Mbah, anak sulung saya kemarin baru saja berulang tahun yang ke-17.


"Apakah kau lupa, kalau sosok itu juga menginginkan tumbal dari keturunanmu?


Bersambung.........


_


Hai... Para readers, bagaimana kabarnya hari ini?


Mudah-mudahan baik-baik saja, ya.


_


Bagaimana? Episode ke-24 ini seru nggak?


Kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


Kalau seru silakan tunggu episode berikutnya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇


Terima kasih.


__ADS_2