Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 7


__ADS_3

Hari ini adalah hari Senin, di mana hari ini para siswa-siswi baru memulai pelajaran.


sekarang pukul 4.30, aleya, Zahra, dan Viona melakukan kegiatan seperti biasa.. yaitu mandi, melaksanakan kewajiban salat subuh dan menyantap sarapan yang sudah diantar ke kamar masing-masing siswa-siswi di asrama setiap paginya.


jika ada yang bertanya, bagaimana teror yang sudah dua malam aleya dan Viona alami?, jawabannya tadi malam mereka tidak ada yang mendengar teror ataupun yang merasakan teror itu.


jadi, hari ini mereka menyambut pagi tanpa rasa gusar dan ketakutan.


***


pelajaran sekolah jam pertama pun dimulai.


jam pertama ini jadwalnya mata pelajaran biologi, tidak terlalu buruk untuk menjadi awal dari semuanya.. tapi itu bagiku, mungkin ada beberapa orang yang kurang atau bahkan tidak menyukai pelajaran biologi? itu mungkin saja, kan.


selama jam pelajaran pertama berlangsung, semuanya berjalan dengan lancar, karena ternyata guru yang mengajar sangat ramah dan ya mungkin di mata para lelaki cukup cantik.


bukan hanya lelaki saja, menurutku ibu guru yang bernama Dina itu memang cantik hehehe tidak salah kan? memuji sesama wanita?


...


singkatnya jam istirahat pun tiba.


"Al, mau ke kantin nggak? " tanya Zahra sambil memasukkan buku pelajaran tadi ke dalam tasnya.


"nanti aja, tunggu semuanya keluar kita belakangan aja, zar." Aleya memang tidak terlalu suka berdesak-desakan.


"Al, zar, ke kantin yuk." terdengar suara yang familiar mengajak Aleya dan Zahra ke kantin.. ya, itu adalah Viona yang berdiri di depan pintu kelas bersama dengan, Dela, farel, dan fita.


"ayolah, lagian udah sepi juga." ucap Aleya lalu bangkit dari tempat duduk sambil menggandeng tangan Zahra.. dan berjalan ke pintu kelas di mana di sana ada viona, Dela, fita dan farel yang menunggu.


mereka berenam pun jalan menuju kantin.


...


sesampainya di kantin, ternyata disana sudah ada sandi dan Angga.


"jahat banget lu, ke kantin enggak ngajak-ngajak kita." protes farel yang langsung menyantap bakso yang ada di mangkuknya Angga.


"Iya ih jahat banget." sambung fita setelah mengatakan itu, fita langsung meminum jus yang ada dihadapannya sandi.


"astaga! kalian berdua ini sama-sama aja ya, si farel langsung makan baksonya Angga, dan lu fit, langsung aja minum jus gue." ucap sandi dengan wajah kesalnya.


"anggap aja itu hukuman untuk kalian berdua, karena udah ninggalin kita." ucap farel yang masih tidak terima karena sebelum pergi ke kantin farel sempat pergi ke kelasnya Angga dan sandi yang farel dapati ternyata mereka sudah tidak ada di kelas.. dan ternyata mereka sudah ke kantin duluan.


"ya udah maafin kita." ujar Angga dengan ekspresi gak ikhlas.


"minta maaf Kok ekspresinya kayak gitu, kayak enggak ikhlas." dela merasa kesal juga.


"ya terus gua harus apa?, harus berlutut gitu? di kaki kalian?"


"ya enggak gitu juga kali, ga, setidaknya elu itu menampakan ekspresi permohonan atau penyesalan gitu."


"bener tuh kata Dela, lu nggak pernah minta maaf ya? jadinya lu nggak tahu gimana caranya minta maaf yang benar." ucap fita yang langsung membuat Angga melemparkan tatapan tajam ke arah dirinya.

__ADS_1


"kenapa?, gak terima?, benar kan? " fita berkata lagi, dan itu semakin membuat Angga emosi.


"lu!! ." ucap Angga yang emosinya terpancing oleh fita.


"udah-udah jangan dilanjutin berantemnya, kalau kalian berantem terus yang ada bel bunyi dan kita masih dalam keadaan lapar! " lerai Dela agar fita dan Angga tidak melanjutkan perdebatannya.


"ya udah, sebagai permintaan maaf gue sama Angga, hari ini, kalian semua gua traktir."


"tapi." Zahra hendak menolak namun Viona membisikkan sesuatu ke telinganya.


"terima aja, zar, lumayan dapat traktiran." bisik Viona ditelinga Zahra.. bukannya menyetujui, Zahra malah mencubit kecil tangan viona.


"apaan sih lu, ih nggak enak tau, kita kan baru kenal sama mereka, masa langsung ditraktir? " Zahra memang merasa tidak enak.


"hei!, apakah diskusinya sudah selesai? " tanya sandi yang membuat Viona dan Zahra menghentikan perdebatannya.


"hehehe, maaf ya semuanya." ucap Zahra yang lagi lagi merasa tidak enak.


"emang apa sih yang kalian diskusi-in? " tanya Dela penasaran.


ketika teman-temannya asik berbincang dan memperdebatkan sesuatu, Aleya justru fokus menatap ke bangku yang terletak di bawah pohon di ujung kantin.


"orang itu kok kayak aku kenal ya? " tanya Aleya dalam hati.


Aleya mempertajam lagi penglihatannya, berharap tau siapa orang yang duduk di sana.


"setelah mengamati orang itu lebih lama akhirnya aleya mengetahui siapa orang itu.


itu Kak Sinta? " ucap Aleya lirih bahkan tidak didengar oleh siapapun.


"emm, nggak papa kok, Vi."


"Lu kenapa ngeliatin bangku itu terus?, apa ada sesuatu di situ? " tanya Angga sambil menuju ke arah bangku yang Aleya lihat di sana tadi ada kak sinta.


"nggak ada sesuatu." Aleya mencoba meyakinkan mereka kalau tidak ada apa-apa.


lalu aleya menengok kembali ke bangku itu, tapi yang Aleya lihat, kosong, bangku itu kosong padahal hanya beberapa menit saja aleya mengalihkan pandangannya.


"kok kak Sinta udah nggak ada ya?, nggak mungkin kan dia keluar?, kalau keluar pasti dia ngelewatin kita." Aleya kembali merasa heran.


"ya udah kalau nggak ada apa-apa, ayo kita kesana." ucap Zahra yang mengajak untuk menghampiri mereka berlima.


"lu tadi lihat sesuatu ya? " tanya fita yang Aleya jawab anggukan kepala.


setelah merasa kenyang, mereka pun berpencar kembali ke kelas masing-masing, dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada sandi dan Angga karena sudah mentraktir mereka.


"eh guys, selesai sekolah nanti ketemuan yuk di taman." ucap farel saat ditengah perjalanan menuju kelas.


"oke." mereka menyetujuinya, lalu kami memasuki kelas masing-masing.


"al, lu tadi lihat apa? " tanya zahra ketika sampai di kelas.


"nanti aja ceritanya, pas udah di taman."

__ADS_1


"oke deh."


****


kami semua sudah selesai bersekolah.. seperti yang dikatakan farel tadi.. selesai sekolah mereka semua berkumpul di taman.


tak lupa sebelum ke taman mereka sudah mengganti seragam sekolah dengan pakaian rumahan.


"jadi, gimana?, kalian udah tau informasi belum? tentang penyelidikan kita? " Dela mengawali pembicaraan.


"sudah." ucap aleya, sandi, Angga, bersamaan.


"wah, bagus." Dela sepertinya merasa senang.


"kalau yang lain? gimana? " tanya dela yang dijawab gelengan oleh Viona, Zahra, farel dan fita.


"kenapa?""


kita belum sempat, del." jawab fita.


"ck, sok sibuk lu." ucap sandi.


"gua nggak sok sibuk, memang gua sibuk." elak fita.


"ampun seleb." ucap farel yang membuat mereka semua tertawa.


"udah, stop! " ucap Della dan lalu mereka pun terdiam.


"jadi informasi apa yang kalian dapat? " tanya Dela yang mengembalikan ke topik awal.


"siapa dulu nih yang mau cerita? " tanya Angga.


"lu dulu, ga." ucap Sandi dan aleya pun menyetujuinya.


"oke, gua mulai ya ceritanya.


bersambung.........


_


haii readers bagaimana kabarnya hari ini?


mudah-mudahan baik-baik saja ya dan akan selalu baik.


bagaimana? kue lebaran masih ada kan?


cuma nanya doang, nggak bermaksud minta 😂


bagaimana episode ke-7 ini seru nggak?


kalau nggak ya maaf, soalnya saya masih pemula dan akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


kalau seru silakan tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇


terima kasih.


__ADS_2