Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 21


__ADS_3

Seperti sebelum-sebelumnya, mereka semua kumpul di taman seusai salat asar. Untuk membahas terkait dengan misteri-misteri sekolah SMA angkasa Yang sedang mereka selidiki.


"Ada cerita apa hari ini? " Tanya Aleya mengawali pembicaraan.


"san, lu ceritain deh, apa yang lu mimpiin tadi malam." Suruh farel pada sandi.


"Jadi tadi malam itu gua mimpi... " Sandi menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan, dan tanpa ada yang ditambah tambahkan.


"Gua kira sih, mimpinya farel itu cuman efek dari dia terlalu mikirin soal misteri-misteri sekolah. Tapi ya, setelah gua ngelihat luka di leher dan pundak nya sandi, gua jadi berpikir kalau bisa jadi mimpi itu nyata." Ucap farel menambahkan.


Dela dan aleya yang sangat cepat sekali dalam mengambil kesimpulan di suatu pembicaraan mereka langsung menampakan ekspresi sendu.


"Al lu bisa nggak ngambil kesimpulan dari mimpinya sandi itu? " Tanya Zahra.


Aleya terlalu fokus memikirkan perihal kesimpulan yang diambil dari mimpinya sandi sampai-sampai dia tidak mendengar pertanyaan Zahra.


"Al, kok diam aja sih? Jawab dong!


"Eh, iya zar, kenapa?


"Astaga! Jadi lu tadi nggak dengerin gua nanya apa?


"Nggak Zar, maaf ya, ulangi lagi deh, tadi lu nanya apa ke gua.


"Gua nanya. Zahra ingin mengulangi pertanyaannya, tapi dipotong oleh Dela.


"Kayaknya mimpinya sandi terlalu ribet deh Zar, jadi kalau menurut gue sih belum ada kesimpulannya. Menurut lu juga gitu kan Al? " Ucap Dela yang sepertinya mengerti perasaan aleya.


"I-iya. Sepertinya arti dari mimpi itu luas, jadi untuk kesimpulannya gue juga belum bisa dapetin.


"Untuk hari ini, kayaknya cerita tentang mimpinya Sandi aja itu udah cukup deh, kita tutup aja ya pembicaraan soal penyelidikan misteri ini, kalian boleh lanjut ngebahas apa aja, mumpung belum jam 5 sore." Ucap Dela.


Mereka melanjutkan obrolan mereka. Seperti cerita-cerita lucu dimasa kecil, atau bahkan kisah percintaan.. mereka membahas hal itu dengan rasa senang sepertinya beban misteri ini yang sedang mereka selidiki hilang sesaat karena pembahasan mereka. Tapi itu tidak berlaku untuk Aleya, Dela, dan Revan.


"Al, lu kenapa sih? Kok dari tadi diem aja. Lu Lagi sariawan kah? " Tanya Zahra yang baru menyadari kalau sedari tadi Aleya hanya diam saja.


"Gua nggakpapa kok zar, lanjutin aja ngobrolnya."


"Lu serius al? Lu nggak lagi sakit kan? " Sekarang Viona yang bertanya.


"Iya Vi, gua enggak sakit, udah lah kalian itu lanjutin aja pembahasan kalian.


"Serius ya, awas kalau bohong!

__ADS_1


"Iya viona, sahabatku yang paling bawel.


"Lu juga kenapa del? Sama kayak aleya diem aja." Ucap fita.


"Kata siapa gua cuman diem? ini gua lagi main HP.


"Lu main HP ngapain?


"Main game. Udahlah, kalian semua tuh kenapa sih kok? malah fokus sama kita yang lagi diam.


Mereka terus mengobrol, sampai pukul 05.00 sore.


"Guys, udah jam 5 nih, yuk balik ke kamar masing-masing! " Ucap farel.


Mereka semua lalu berdiri dari posisi duduknya, lalu berpencar ke kamarnya masing-masing.


Saat aleya hendak masuk juga ke dalam asrama putri tiba-tiba Revan memanggilnya dari belakang.


"Aleya


"Iya. Ada apa?


"Jangan terlalu dipikirin ya, harus yakin! Kalau kita semua bisa nyelesaiin ini sebelum itu semua terjadi.


"Iya." Jawab aleya sambil mengangguk.


"Iya. Insyaallah, gua nggak terlalu mikirin hal ini." Ucap aleya.


"Apa ada yang mau dibicarain lagi? kalau nggak ada gua mau masuk." Ucap Aleya lagi.


"Nggak ada." Jawab Revan.


Aleya kemudian masuk kedalam asrama putri dan masuk ke dalam kamarnya.


.


.


.


"Ayo, semangat! Jangan menyerah sebelum bertindak." Ucap seseorang menyemangati Revan.


"Ya." Jawab Revan singkat.

__ADS_1


***


Keesokan harinya...


Di kelas viona.


Oh iya, Viona satu kelas sama Revan dan juga Tia.


*.


"Halo teman-teman sekelasku Yang aku sayangi, aku dapat informasi penting nih." Teriak salah satu siswi yang bernama Hana.


"Informasi apaan han? " Tanya beberapa dari siswa-siswi di kelas itu.


"Jadi gua baru dapat informasi, kalau sekolah  masih membuka jalur beasiswa, dan kalian mau tahu? Siswanya itu siapa? dan di kelas mana?


"Mau mau." ucap mereka dengan rasa penasaran.


"Tenang dulu dong tenang! Ini gua mau kasih informasinya nih, jadi kabar gembiranya, murid yang masuk ke sekolah di jalur beasiswa itu, ada di kelas ini. Dan namanya itu." Ucap Hana  yang sengaja menjeda kata-katanya agar suasana di kelas semakin riuh.


Sedangkan tia yang duduk satu bangku dengan Viona, merasa gelisah.. karena dia tahu kalau yang dimaksud Hana itu adalah dirinya.


"Lu gimana sih Hana, nyuruh kita tenang, Tapi lu malah nggak ngasih tahu siapa namanya." Protes dari salah satu siswi yang bernama Cantika.


"Oke, gua kasih tahu ya.. murid itu, bernama, Mutia Clarissa." Ucap Hana yang membuat satu kelas menatap Tia.


"Oh jadi dia, pantes sih dari tampangnya aja udah kelihatan." Ucap salah satu siswa.


Hana mendekati tempat duduk viona dan Tia.


Braakk!! Hana menggebrak meja yang ada di hadapan Viona dan Tia.


"Heh, Tia sini lu, gua kasih tahu apa aja peraturan yang ada di sekolah ini untuk murid yang masuk sekolah ini jalur beasiswa kayak lu!! " Ucap Hana.


Bersambung.........


_


Bagaimana? Episode ke-21 ini seru nggak?


Kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


Kalau seru silakan tunggu episode berikutnya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇


Terima kasih.


__ADS_2