Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 15


__ADS_3

"ya, aku akan memberi tahu kalian tentang apa saja teror teror yang sering terjadi di sekolah ini.


sebelum melanjutkan ceritanya Kak Sinta menoleh ke arah Tia.


Kak Sinta dan Tia bertatap-tatapan.


"kakak." ucap Tia lirih.


"enggak, itu nggak mungkin Kakak.. kakak pasti udah lulus sekolah.. dan kakak juga kan kuliah di luar negeri." Tia berkata dalam hati.


"kenapa Kak? kok tiba-tiba diam? " tanya Fiona.


"eh, iya, maaf.


"jadi ada beberapa teror dan larangan-larangan di sekolah ini." ucap Kak Sinta.


"teror yang pertama.. setiap siswa siswi ataupun pekerja yang baru.. pasti mengalami teror selama 1 minggu secara berturut-turut di setiap malamnya.


"teror yang kedua. setiap malam Jumat ada arwah guru yang berkeliling mengetuk-ngetuk kamar di asrama putra atau Putri untuk meminta pertolongan.. jika ada yang membukakan pintu, orang itu pasti mengalami kesurupan.


"untuk larangan-larangannya.. larangan pertama. siapapun orang-orang yang ada di sekolah atau asrama ini nggak boleh ada yang keluar kamar setelah lewat dari jam 5 sore.. katanya kalau keluar dari kamar lebih dari jam 5 sore, kita akan bertemu dengan sosok sosok yang menyeramkan di lorong-lorong asrama.


"larangan kedua. nggak boleh ada yang memasuki area belakang asrama putra.. yang membuat larangan itu adalah bapak kepala sekolah.


"dan yang lebih parah, tiap 1 tahun sekolah ini menelan korban jiwa sebanyak 2 orang." sambung Revan yang membuat kami semua terkejut


"Kok kamu bisa tahu?? padahal kan kamu masih baru di sekolah ini." tanya Angga heran..


Revan tidak menjawab pertanyaan Angga.


"setiap malam Jumat ada arwah guru yang minta pertolongan??? berarti guru itu adalah arwah penasaran? " tanyaku pada Kak Sinta.


"iya. dulu, di sekolah ini juga sempat ada guru yang menjadi korban pembunuhan." ucap kak sinta menjawab pertanyaanku.


"gila, sebanyak itu sekolah ini menelan korban jiwa? " tanya farel.


"yang dibilang Revan itu benar.. kalau sekolah ini memakan korban jiwa sebanyak 2 orang setiap tahunnya." ucap kak Shinta.


"kalau yang dibilang prevan itu benar, apa sekolah ini membutuhkan tumbal? " tanyaku spontan.


"Bagus, ternyata kamu bisa menyimpulkan dengan benar." ucap kak sinta.


"jadi yang membuat sekolah ini terkenal, karena pesugihan? " tanya Zahra.


"ya begitu." jawab kak Sinta.


"sumpah, parah banget! " ucap Dela yang merasa terkejut sekaligus kesal setelah mengetahui fakta ini.


"sebentar lagi jam 5, lebih baik kalian semua masuk kedalam kamar masing-masing." suruh kak Sinta.


"tapi Kak." ucapku yang masih menyimpan sejuta tanda tanya di dalam kepalaku.


"masuk saja, kan bisa kita lanjut besok." ucap Kak Sinta.


"baiklah." ucap Dela lalu kami semua kembali ke kamar masing-masing.


kecuali Revan.. sepertinya sandi, Angga dan farel tidak menyadari kalau Revan masih berada di taman.


"tujuanmu apa? " tanya Revan pada Kak Sinta.


"Aku hanya ingin mereka membantu kami semua disini." jawab Kak Sinta.


"tapi kalau ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi bagaimana?


"Aku yang akan tanggung jawab.


"dengan cara apa?


"apapun itu caranya.


"baiklah." ucap Revan lalu masuk ke asrama dan masuk ke dalam kamarnya.


"syukurlah.. ternyata di antara mereka ada kamu Revan, semoga saja kamu bisa membantu mereka dan membantu kami semua." ucap kak sinta penuh harap setelah Revan pergi dari taman.


...


"gila ya, ternyata misteri di balik sekolah yang indah ini lebih kelam dari yang gua bayangin." ucap Zahra


"emang." jawabku menyetujui perkataan Zahra


"gua makin ragu deh, lanjutin sekolah di sini." ucap Fiona.


"Iya juga sih, gua juga takut lama-lama sekolah di sini.. takut dijadiin tumbal sama manusia berhati iblis itu." ucap Zahra emosi.


"kita jangan keluar dari sekolah ini sebelum kita menghentikan perbuatan manusia yang berhati iblis itu.


"tapi, Al, kita nggak mungkin bisa menghentikan itu." ucap Zahra ragu.


"jangan bilang nggak mungkin, Zar, kita kan belum mencobanya.


"kalau lu masih mau tetap ngejalanin rencana lu itu.. gua nggak ikutan deh, mendingan gua pulang menyelamatkan diri gue sendiri." ucap Viona yang masih kekeh ingin keluar dari sekolah.

__ADS_1


"kalau lu kayak gitu, itu namanya lu egois.. Vi, seharusnya lu bisa berpikir, kalau yang perlu diselamatkan itu bukan cuman diri kita sendiri.. tapi siswa-siswi disini juga perlu diselamatkan.


"terserah, lu mau bilang gua egois, mau bilang gua nggak punya belas kasih.. gua tetap memilih keluar dari sekolah ini.


"vi, yang dibilang aleya itu benar.. kalau kita harus menyelamatkan semua orang yang ada di sini.


"tapi resikonya besar, Zar, kalau nanti kita yang di jadiin tumbal gimana?


"sebelum tahun ini ada yang dijadikan tumbal.. kita harus bisa menghentikan semuanya.


"tapi kan kita ini nggak ada pengalaman apa-apa Al.


"Viona, sekarang gua tanya sama lu.. kalau lu baru lulus sekolah terus lu masuk kuliah.. apa lu sebelumnya udah berpengalaman kuliah?? seperti sekarang, kita tinggal di asrama.. apakah sebelumnya kita pernah tinggal di asrama? belum kan? jadi kita harus jadikan ini sebagai pengalaman kita." ucapku menjelaskan.


"Iya sih benar.. ya udah deh, gua tetep mau bersekolah di sini.. dan gua tetap ngejalanin rencana kita." ucap Viona Luluh.


"nah gitu dong, kita semua kan udah berjanji susah senang bersama.. inilah keadaan yang mengharuskan kita untuk menepati janji." ucapku dan kami bertiga pun tersenyum.


...


"Fita, Dela, kakel yang ngobrol sama kita di taman tadi namanya siapa?


"namanya kak Sinta, emang kenapa? " tanya Dela.


"Nggak apa-apa kok, aku pas liat Kakel itu jadi inget sama kakak aku." ucap tia menahan air mata.


"maksudnya?


"Kakak aku itu dulu sekolah di sini juga.. 2 tahun yang lalu pihak sekolah memberi kabar kepada aku dan ibu.. kalau Kak Sinta mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri.


"nama kakak kamu Sinta juga? " tanya Fita.


"Iya, bahkan bukan cuma namanya doang yang sama.. wajah mereka pun mirip.. aku kangen banget sama kakak aku karena udah 5 tahun kita nggak ketemu.


"selama itu?


"iya.


"coba deh, kamu ceritain detailnya.. kalau kita boleh tahu.


"oke, aku bakal ceritain detailnya ke kalian berdua.


"5 tahun yang lalu.


---------------


"Bu, ibu! " seorang gadis berlari-larian sambil memanggil ibunya.


"ya ampun Shinta, kamu kenapa sih teriak-teriak gitu.


"hehehe, maafin Kakak ya dek, Bu, soalnya Kakak seneng banget hari ini.


"emang apa yang bikin Kakak senang?


"Kakak berhasil masuk ke SMA angkasa." ucap gadis itu dengan mata yang berbinar-binar sambil mengangkat kedua tangannya.


"syukurlah.. Kakak berangkat ke kotanya kapan?? " tanya ibu.


"mungkin lusa Bu." jawab Gadis itu semangat.


"yah, Kakak mau sekolah di kota ya? berarti adik nggak ada temennya lagi dong." ucap adik sedih.


"kan ada ibu yang bisa temenin adik


"Iya dek, biarin Kakak kamu sekolah di kota.. nanti kalau kakak kamu sudah sukses, kita bisa pindah ke kota.


"yyeee, beneran Bu?


"Iya beneran.. masuk yuk, tuh langitnya sudah gelap, bentar lagi turun hujan.


"Iya Bu." ucap kakak dan adik itu lalu mereka masuk ke dalam rumah.


"Kak, Kakak beneran berangkat ke kota nya lusa?


"Iya Bu, beneran


"kakak baik-baik ya disana, Kakak harus bisa jaga diri.. dan kakak juga harus semangat belajar, biar kalau kakak balik lagi ke desa ini Kakak sudah sukses." ucap ibu memberi pesan.


"Iya Bu, kakak janji, nanti kakak akan semangat belajar, supaya harapan ibu bisa terwujud.


***


"gimana Kak? barang-barangnya nggak ada yang ketinggalan kan?


"nggak ada bu, semuanya udah kakak masukin ke dalam tas.


"Kakak sekolah di sana lama nggak?


"lama dek, udah ya, adik jangan sedih.. nanti kan, kalau kakak udah selesai sekolah kita bisa main lagi.


"Kakak janji ya, kalau nanti Kakak udah selesai sekolah kita main lagi." ucap adik mengacungkan jari kelingking tangan kanannya.

__ADS_1


"Iya Kakak janji." ucap kakak mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking adiknya.


"Bu, dek, Kakak berangkat ya.. doain kakak, supaya Kakak sukses.


"itu pasti Kak, doa ibu akan selalu mengiringi langkah kakak." ucap ibu seraya mengusap lembut kepala kakak.


"dek, Kakak pamit ya.. kamu jangan nakal sama ibu, kamu juga harus rajin belajar ya.


"Iya Kak." ucap adik yang sudah mengeluarkan air mata.


mereka pun hanyut dalam tangisan perpisahan.


mereka menangis seakan-akan ini menjadi pertemuan terakhir mereka.


sebenarnya ibu tidak sanggup jika harus berjauh-jauhan dengan salah satu dari anaknya.


tapi mau gimana lagi.. ini sudah menjadi keputusan Sinta untuk sekolah di kota.


"Kakak pamit ya, Bu, adik, assalamualaikum.


"waalaikumsalam.


"dadah kakak, jangan lupa ya nanti kakak main lagi sama adik." ucap adik sambil melambaikan tangannya.


"dek, ayo kita masuk ke rumah." ajak ibu adik pun menuruti perkataan ibu masuk ke dalam rumah.


3 tahun kemudian.


seorang gadis berusia 13 tahun berlari-lari gembira menuju rumahnya.


Gadis itu menghampiri ibunya yang sedang duduk di teras rumah.


"ibu, liat ibu adik bawa apa." ucap gadis itu menunjukkan piala dan amplop yang ada di tangannya.


"itu piala dek?


"Iya Bu ini piala.. adik berhasil Bu, adik berhasil jadi juara cerdas cermat di sekolah." ucap Gadis itu penuh haru.


"Alhamdulillah." ucap ibu penuh syukur lalu memeluk gadis itu dengan rasa bahagia.


"ini hadiahnya Bu." ucap adek sambil memberikan amplop yang dipegangnya.


"Bu, uang ini cukup nggak ya buat ongkos pergi ke kota.. Adek pengen banget Bu ketemu sama Kakak adik kangen banget sama kakak.


ibu membuka amplop itu dan melihat isinya.


"uangnya cukup dek, ya sudah nanti lusa kita berangkat ke kota ya.. untuk menemui kakak.


"Alhamdulillah.. ternyata uangnya cukup, akhirnya adik bisa ketemu sama kakak." ucap Gadis itu senang.


"adik sekarang mandi dulu ya, nanti setelah mandi bantuin ibu masak untuk makan malam.


"Iya Bu." ucap adek patuh.


***


"Pak, permisi, saya mau tanya.. SMA angkasa di mana ya pak?


"oh. SMA angkasa, ibu lurus aja nanti juga ketemu Bu, posisi SMA nya ada di sebelah kanan.


"makasih ya pak.


"Iya Bu sama-sama.


"Bu cepetan Bu! Adek gak sabar mau ketemu sama kakak.


"sabar dek, Nggak perlu terburu-buru.


"Bu, ini sekolahnya bu ayo kita masuk ke sana Bu.


"selamat siang ibu, Adek, ada yang bisa saya bantu? " tanya Pak satpam.


"begini Pak, saya mau bertemu dengan Bapak kepala sekolahnya bisa Pak?


"apakah ibu sebelumnya sudah membuat janji kepada bapak kepala sekolah?


"belum pak, Tapi saya ibu dari salah satu murid di sekolah ini.


"baiklah Bu, mari masuk.. nanti akan saya pertemukan ibu dengan bapak kepala sekolah.


"terima kasih Pak." ucap ibu, lalu mereka masuk ke dalam sekolah dan kemudian menuju ke ruangan bapak kepala sekolah.


bersambung.........


_


bagaimana episode ke-15 ini seru nggak?


kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


kalau seru silakan tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇


terima kasih.


__ADS_2