Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 16


__ADS_3

"selamat siang pak, ini ada yang mau bertemu dengan Bapak." ujar Pak satpam saat sudah sampai di ruangan bapak kepala sekolah.


"siapa? " tanya bapak kepala sekolah yang sedang membaca dokumen-dokumen yang ada di meja kerjanya.


"katanya orang tua dari salah satu murid di sekolah ini pak.


"masuk saja." suruh bapak kepala sekolah.


"maribu, kita masuk ke dalam." ajak Pak satpam.


"silakan duduk, bu, dek." titah bapak kepala sekolah.


ibu dan Tia lalu duduk dikursi yang posisinya berhadapan dengan bapak kepala sekolah.. ya, anak gadis itu adalah Tia.


"pak Arman kembali ke pekerjaan Pak Arman saja." perintah bapak kepala sekolah kepada Pak satpam yang bernama Arman.


"baik, pak." ucap Pak satpam kemudian keluar dari ruangan itu.


"ibu ada perlu apa?


"begini Pak, 3 tahun yang lalu anak saya bersekolah di sini.. jalur beasiswa.. saya ingin tahu, bagaimana keadaan anak saya.. jika anak saya sudah lulus bersekolah disini, tolong beritahu saya alamat tempat tinggal anak saya sekarang.


"nama anak ibu siapa? dan asalnya dari mana?


"nama anak saya, Shinta Diana Putri.. asalnya dari desa xxx .


setelah mendengar nama Shinta Diana Putri, bapak kepala sekolah entah mengapa menjadi cemas.


"se-sebentar, Bu, data-datanya saya cari dulu." ucap bapak kepala sekolah menutupi kecemasannya.


"baik, pak, saya berharap saya bisa bertemu dengan anak saya lagi setelah 3 tahun lamanya kami berpisah." ucap ibu hampir menangis karena rindu.


bapak kepala sekolah terus membolak-balikkan dokumen seolah-olah mencari data siswi yang bernama Shinta Diana Putri.


cukup lama bapak kepala sekolah membolak-balik dokumen itu.


"begini Bu, ini saya sudah menemukan data-data siswi yang bernama Sinta Diana Putri.. Dan ternyata sinta masuk ke daftar siswa yang mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di luar negeri.


"maksud bapak?


"maksud saya, anak ibu sudah tidak bersekolah di sini lagi.. sekarang anak ibu sedang menempuh pendidikan di universitas luar negeri.

__ADS_1


ibu dan Tia yang mendengar itu, merasa sedih dan terharu.. mereka terharu karena merasa bangga, jikalau Sinta bisa berkuliah di luar negeri.. dan mereka merasa sedih dikarenakan sinta tidak pernah memberi kabar ataupun menemui keluarganya untuk memberitahu soal ini.


"tapi mengapa? anak saya tidak memberitahu hal ini kepada saya? " tanya ibu meluapkan keheranannya.


"saya tidak tahu Bu, mungkin saja Sinta ingin memberi surprise kepada keluarganya." jawab bapak kepala sekolah.


"anak saya berkuliah di negara mana? Pak?


"di negara Singapura.


"baik, Pak, terima kasih informasinya.. saya beserta putri saya mohon maaf jika sudah mengganggu waktu Bapak.


"tidak apa-apa, Bu, ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai kepala sekolah di SMA angkasa ini.


"kalau begitu, saya dan anak saya pamit pulang ya pak.


"baik bu, hati-hati di jalan ya.


"iya, pak." ucap ibu lalu ibu dan Tia keluar dari ruangan itu.


"Bu, Kak Sinta kok nggak ngasih kabar ke kita ya? " tanya tia saat di perjalanan pulang.


sebenarnya ada rasa sedikit kekecewaan terhadap sinta di dalam hati ibu.


ibu merasa kecewa, karena sinta tidak memberi kabar kepada dirinya atau Tia sama sekali.. mungkinkah karena sinta sudah sukses? dia jadi melupakan keluarganya di desa? jadi melupakan ibu dan adiknya? mungkinkah Sinta sudah melupakan kehidupannya yang dulu?


pertanyaan-pertanyaan itu terlintas di kepala ibu.


bukan hanya ibu saja, tia pun berfikir seperti itu.


2 tahun kemudian.


"Tia kamu serius nak? bersekolah di SMA angkasa?


"iya Bu, Tia serius.


"ibu takut nak, ibu takut kalau kamu sama seperti kakak kamu." ucap ibu yang masih trauma.


"insya Allah aku enggak akan seperti kakak Bu." ucap tia meyakinkan ibunya.


"baiklah, tapi kamu harus ingat selalu sama ibu, dan sama desa ini Ya nak.. agar kamu tidak seperti kakak kamu.

__ADS_1


"insya Allah Bu, Tia pamit ya Bu." ucap Tia sambil meraih tangan ibunya dan menyalami tangan ibunya.


"hati-hati ya nak." pesan ibu lalu memeluk Tia dan menciumi kedua pipi Tia dengan sayang.


"Tia pamit ya Bu, assalamualaikum.


"waalaikumsalam." ucap ibu menjawab salam dari Tia dan menatap ke arah tia yang perlahan sudah tak terlihat.


---------------


"begitulah ceritanya." ujar Tia setelah mengakhiri cerita.


fita dan Dela yang mendengarkan cerita tia sangat sedih, mereka mencoba memahami perasaan yang dirasakan oleh tia dan ibunya saat mengetahui Sinta sudah pergi dari negara ini tanpa pamit.


fita dan Dela pun memahami perasaan ibu dan tia yang menahan rindu selama 5 tahun lamanya.


bersambung.........


_


maaf ya, up nya cuman 700 kata.


karena sebentar lagi aku akan dihadapi dengan ulangan kenaikan kelas.. jadi aku sibuk membaca baca pelajaran-pelajaran aku yang kemarin-kemarin.


Aku juga nggak tahu, apakah nanti kalau sudah masuk sekolah aku masih sempat untuk menulis?


ya, sempat nggak sempat harus aku sempetin.. karena aku nggak mau para readers kecewa karena up nya lama.


dukung aku terus ya, dengan cara like, vote, dan beri hadiahnya juga.. komennya juga jangan lupa.. biar nanti kalau aku kelelahan sepulang sekolah, terus pas liat notifikasi dari nt aku jadi semangat deh.


hehehe, maaf ya kebanyakan ngomong.


bagaimana? episode ke-16 ini seru nggak?


kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


kalau seru tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.


jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2