
"Zar, bangun dong, jangan bikin gua panik." Aleya masih berusaha menyadarkan Zahra.
Aleya menengok ke tempat tidur Viona.
"astaga, si Viona Kok nyenyak banget tidurnya?"
aleya menghela nafas berat. "hufff, syukurlah, kuntilanak itu udah nggak ada lagi." Aleya sudah mulai tenang.
*****
"Zar, Al, bangun! Ini udah Subuh." ucap Viona membangunkan aleya dan Zahra.
"hmmmm, udah Subuh ya? " tanya Aleya sambil mengejapkan mata.
"iya. udah jam 4.30."
"eh, bentar-bentar, kok kalian berdua bisa tidur 1 kasur? " tanya Viona yang baru menyadari kalau aleya dan Zahra tidur di kasur yang sama.
"nanti gua ceritain, Vi, sekarang lu mandi duluan aja."
"oke, lu bangunin zahra ya."
"iya." jawab aleya lalu Viona masuk ke kamar mandi.
"Zar, bangun! !"
"Al, hantunya udah pergi kan?"
"udah, Zar, hantunya udah pergi. karena kan Ini udah pagi."
"hah? udah pagi?"
"Iya, Udah pagi, emang lu pikir ini masih malam?"
"bukan gitu.. gua masih tremor aja sama kejadian tadi malam."
"sama, gua juga."
"hiiiiii, serem banget tante kunti tadi malam."
"asliiiii.. apalagi pas lihat senyumannya, iiiih, serem banget." ucap Aleya bergidik ngeri.
"tadi malam lu bisa tidur? Al?"
"bisa.. tapi ya, gitulah, tidurnya nggak bisa nyenyak."
"tadi malam itu? gua pingsan apa tidur ya?"
"kayaknya lu pingsan deh Zar."
"emm, mungkin.. soalnya tadi malam gua benar-benar ketakutan."
"gua nggak percaya, kalau gua bisa melihat wujud dari tante Kun secara nyata."
"iya juga ya, zar, kita kan kalau lihat hantu-hantu kayak gitu cuman di film doang."
"nah itu dia, tapi tadi malam kita nyaksiin secara langsung.. sumpah, gua takut banget." Zahra merapatkan posisi duduknya ke tubuh Aleya.
"lu kemarin bilang kalau lu bukan tipekal orang penakut? .. tapi sekarang, lu bilang kalau lu takut.. gimana sih?"
"hehehe, ternyata hantunya lebih seram dari yang gua bayangin.. jadinya pas udah ngelihat langsung gua jadi takut."
kreeekk.. pintu kamar mandi terbuka, dan Viona keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan ritual mandinya.
"kalian ngomongin apa sih? Kok serius banget? " tanya Viona sambil menggantungkan handuk bekas dipakainya ke gantungan.
"vi, tadi malam lu nggak dengar suara-suara gitu?"
__ADS_1
"suara-suara?, nggak tuh, gua enggak dengar apa-apa.. emang kenapa??"
"aleya aja deh yang cerita, sekarang gua mau mandi." ucap Zahra lalu mengambil handuk dan peralatan mandi miliknya kemudian masuk ke kamar mandi.
"Al, lu nggak mau cerita?"
"aleya menarik nafas lalu menghembuskannya.. dan aleya menceritakan semua yang terjadi tadi malam kepada Viona.
"ih, terornya makin parah aja ya, gua kok jadi takut lama-lama tinggal di sini." ucap viona setelah mendengarkan semua cerita Aleya.
"jangan ragu lah, Vi, sekolah ini kan udah jadi pilihan kita.. apapun yang terjadi kita harus tetap bertahan sampai lulus."
"tapi gua nggak yakin Al, kalau kita bisa bertahan sampai lulus."
"yakin gak yakin harus yakin."
***
"san, bangun! " ucap Angga yang membangunkan sambil mengguncang-guncangkan tubuh sandi.
"heeemmm." sandi hanya berdehem.
Angga memegang kening sandi.
"ya Allah! lu demam san." Angga panik.
"Lu kenapa? ga? " tanya farel yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"sandi, dia kayaknya demam deh."
"lah kok bisa? " tanya farel bingung, dan lalu Angga menceritakan semuanya.
"wah, parah sih, ini terornya udah makin gila nih! " ucap farel kesal.
"emang.. ya udah, gua mau keluar dulu mau bilang ke pengasuh kalau Sandi sakit."
...
di kantin saat jam istirahat...
"ga, sandi mana kok? dia nggak kelihatan? " tanya Fita.
"sandi sakit." jawab Angga yang membuat Mereka terkejut.
"hah? sandi sakit? kok bisa?"
"kita ngobrol di taman aja, kalau di sini nggak enak rame." ucap Angga lalu mereka semua menuju ke taman.
"Udah nih, kita udah sampai di taman.. sekarang lu ceritain, kenapa sandi bisa sakit? " Fita penasaran.
"jadi gini ceritanya." Angga pun menceritakan semuanya yang dia ketahui dari sandi.
"teror nya separah itu?, pantes aja sandi sampai demam." ucap Dela.
"gua kira, teror parah yang terjadi tadi malam itu cuman berlaku untuk gua sama Zahra doang." ujar Aleya, lalu Farrel, Dela, Fita, dan Angga menatap Aleya penuh dengan tanda tanya.
"lu ngalamin teror juga? " tanya Fita.
aleya, viona, dan Zahra.. menceritakan semua teror yang dialami.
"astaga! sampai kapan ya teror ini berakhirnya? " tanya Dela.
"teror itu akan berhenti setelah satu minggu." Kak Sinta tiba-tiba saja datang menjawab pertanyaan dela.
semua yang berada di taman sangat terkejut karena kedatangan Kak Sinta yang secara tiba-tiba.
"astagfirullah, Kakak ngagetin aja." ucap farel sambil memegang dadanya.
__ADS_1
"kakak tahu kalau teror itu akan berakhir setelah satu minggu dari mana? " tanya Fita.
"karena saya sudah lama di sini."
"guys, ini kak Sinta yang gua sama aleya maksud kemarin." ucap Zahra.
"oh ini kak Sinta.. kamar Kakak nomor berapa?"
"nomor 77.. memang kenapa?"
"kita butuh bantuan Kak Sinta, tapi kita nggak bisa kasih tahu sekarang Kak.. karena bentar lagi bel bunyi." ucap Dela.
"nanti setelah salat ashar, Kak Sinta bisa enggak temuin kita di taman ini? " tanya Fita.
"bisa saja."
"oke Kak kalau gitu, kita ke kelas dulu ya kak soalnya bel udah bunyi itu." Kak Sinta pun mengangguk.. lalu semua masuk ke kelas masing-masing.
"aku yakin, pasti kalian bisa memecahkan misteri misteri yang tersimpan rapi di sekolah ini."
...
"akhirnya, di pertemuan selanjutnya Kak Sinta bisa ikut bareng kita." ucap Viona saat di perjalanan menuju kelas.
"iya.. tapi sandi nggak bisa ikut karena dia lagi sakit." ucap Zahra dengan nada kecewa.
"nanti gua coba ajak sandi, siapa tahu keadaannya udah mendingan." ucap Angga.
***
di asrama putra...
Sandi sedang membaca buku.. suasana asrama yang sepi membuatnya bosan sendirian di kamar.
"kapan sih mereka pulang sekolahnya? kok waktu kalau ditungguin malah lama ya?"
"baca buku udah, main game juga udah.. gua ngapain lagi ya?"
saat sedang terdiam.. sandi tiba-tiba mengingat kejadian menyeramkan yang terjadi tadi malam.
"oh s***! kenapa gue jadi inget lagi sih?!"
"tenang San, tenang! lu itu nggak boleh takut, kalau lu takut mereka makin senang gangguin lu." ucap sandi pada dirinya sendiri.
kreeek, krieeeekk.. krieeeekk.
pintu kamar mandi terbuka tertutup seperti ada yang memainkannya.
"astaga! siang-siang juga masih ada yang usil."
bersambung.........
_
haii readers bagaimana kabarnya di hari Minggu ini?
semoga baik-baik saja dan akan selalu baik.
bagaimana episode ke-13 ini seru nggak?
kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.
kalau seru silakan tunggu episode berikutnya pasti lebih seru.
jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇
terima kasih.
__ADS_1