
Zahra berjalan menelusuri lorong asrama putri.. dengan perasaan kesal dicampur dengan rasa malu karena perbuatan kedua sahabatnya.
Sepanjang perjalanan banyak siswa-siswi ataupun para pekerja yang menyapa Zahra, namun Zahra hanya merespon dengan senyuman seadanya. Zahra memang tipekal orang yang tidak pandai untuk menutupi perasaannya. jadi kalau dia kesal ya dia akan memperlihatkan suasana hatinya kepada siapapun. Karena menurut Zahra membohongi itu hal yang tidak baik termasuk menutupi perasaan sendiri dengan senyuman yang diperlihatkan.
Meskipun begitu, jika ada orang yang menyapa atau mengajaknya ngobrol, Zahra tetap meresponnya dengan baik. Karena tidak mungkin kan? orang yang lain yang tidak tahu apa-apa menjadi imbas kekesalan Zahra.
Jika suasana hatinya sedang tidak baik Zahra memilih pergi ke tempat yang sepi untuk menyendiri.
Sesampainya di taman, Zahra memilih duduk di bangku paling ujung.
"Mudah-mudahan nggak ada yang nyusul gue ke sini." Zahra berdoa dalam hati.
Baru saja mengucapkan kata-kata itu dalam hati Zahra mendengar suara yang familiar dari belakangnya memanggil nama nya.
"Zahra." Ucap suara itu
"Siapa sih? " Tanya Zahra tanpa melihat ke belakang.
"Gua ganggu ya?
"Kok suaranya mirip sandi ya? Tapi masa iya sih sandi, nggak mungkin kan dia nyusul gue ke sini." Ucap Zahra dalam hati.
"Nggak ganggu, kalau lu cuman diem.
"Oh gitu ya?
"Ya, emang mau ngapain sih ke sini? " Tanya Zahra cuek.
"Emang gak boleh?
"Hello, sejak kapan pertanyaan dijawab dengan pertanyaan pula.
"Sejak hari ini.
"Peraturannya aneh.
"Zar
"Ya, kenapa?
"Lu marah ya?
"Emang penting Ya nanya kayak gitu?
"Kok malah balik tanya?
"Lah, katanya kan mulai hari ini ada peraturan pertanyaan dijawab pertanyaan.
"Lu marah sama siapa?
"Sama kucing tetangga gua, dia ngehamilin kucing peliharaan gua disuruh tanggung jawab nggak mau.
Sandi tersenyum mendengar jawaban Zahra yang absurd.
"Oh gitu. Terus yang tanggung jawab siapa?
"Lu mau? Gantiin posisi kucing tetangga gua?
"Enggak lah, kalau ada majikannya, kenapa harus peliharaannya.
"Maksudnya?
__ADS_1
"Maksud apa?
"Ya maksud perkataan lu yang tadi lah.
"Yang mana?
"Masa lupa?
Ya beginilah yang akan terjadi di suatu percakapan, kalau pertanyaan dijawab dengan pertanyaan pula. Ini berlaku nggak ya untuk pelajaran di sekolah? Jadi kan kalau ada guru yang ngasih soal, kita bisa ngasih soal balik.. hehehe, maaf author nya lagi nggak jelas.
"Sampai kapan kita saling bertanya? Ini bukan kuis melempar pertanyaan dan jawaban kan?
"Siapa suruh buat peraturan kayak gitu
"Penghuni taman ini.
"Hahaha, lucu, emang lu bisa berkomunikasi sama mereka?
"Bisalah, butuh bukti?
"Kalau bisa.
"Nggak jadi lah, gua lagi males.
"Ya udah.
"Gua kok punya temen otaknya nggak beres semua sih." Zahra berkata dalam hati.
"Zar.
"Apalagi?
"Asrama mana?
"Asrama putri lah, masa asrama Putra.
"Nanti aja lah.
"Lu nggak tahu ini udah jam berapa?
"Tau.
"Kalau tahu, ngapain masih di sini?
"Gua mau buktiin mitos itu bener apa nggak.
"Gua boleh ikut?
"Ikut ke mana?
"Ke kamar lu, ya mastiin mitos itulah.
"Boleh aja.
"Tapi nanti malam malam Jumat loh, kan ada mitos Yang kedua juga.
"Iya juga ya, gua nggak jadi deh kalau gitu." Ucap Zahra lalu pergi masuk ke dalam asrama.
"Aneh, tapi lucu." Ucap sandi saat melihat tingkah laku Zahra.
Sandi kemudian pun masuk ke dalam asrama putra. Tanpa sandi ataupun Zahra sadari, sedari tadi ada sosok yang memantau mereka dari kejauhan.
__ADS_1
...
"Van, waktunya tinggal 7 hari lagi. Aku harap, kalian semua bisa menyelesaikannya sebelum itu terjadi.
"Apa? 7 hari? Kok gua ngerasa nggak bakal bisa nyelesain sebelum itu terjadi ya." Ucap revan ragu.
...
"Guys, gua pamit pulang ya, besok kita ketemu lagi." Ucap Rifky berpamitan kepada Revan, Angga farel dan Sandi.
Rifky memang bersekolah di SMA angkasa tapi dirinya tidak menginap di asrama.
"Hati-hati rif." Ucap Angga.
"Iya, ga, makasih ya semuanya karena udah ngizinin gua main ke kamar ini.
"Iya. Sama-sama.
"Ya udah, kalau gitu gua pulang ya.. assalamualaikum.
"Waalaikumsalam." Jawab mereka berempat bersamaan.
*****
Di dalam rumah yang cukup mewah, terlihat ada satu keluarga yang sedang menyantap makan malam.
"Kanaya, nanti selesai makan malam kamu ikut dengan papa.
"Mau ke mana pa?
"Ke suatu tempat yang pastinya kamu suka.
"Apa itu tempat untuk merayakan ulang tahun aku pa?
"Kau memang cerdas kanaya, tadinya papa tidak ingin memberitahu, eh, ternyata kamu sudah bisa menebak.
"Kakak doang pah yang diajak? Aku nggak?
"Rifky, ini kan tempat untuk acara ulang tahun Kakak kamu besok, jadi kamu nggak perlu ikut. Kamu di rumah aja ya sama mama.
"Ya udah deh.
"Emang tempatnya di mana? pa? " Tanya Mama.
"Adalah, mah, kalau tempatnya dikasih tahu, namanya bukan surprise.
"ayo, pa, ini aku udah selesai makan.
"Wah, sepertinya Putri papa yang cantik ini semangat sekali ya.
"Iya dong pah, ayo cepetan! Naya udah nggak sabar pengen lihat tempatnya.
"Oke ayo kita berangkat! Tapi sebelum itu, kamu pamitan dulu sama mama dan adik kamu.
"Oke pah." Ucap kanaya lalu berpamitan dengan mama dan adiknya.
"Hati-hati ya, pa, pulangnya jangan malem-malem." Pesan mama.
"Siap, ma.." ucap papa lalu menggandeng tangan kanaya untuk di ajak pergi.
Bersambung.........
__ADS_1