Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 25


__ADS_3

"apakah kau lupa, kalau sosok itu juga menginginkan tumbal dari keturunanmu?


"Apa harus sekarang juga?


"Kalau sosok itu membutuhkan sekarang, ya sekarang.


"Tapi Mbah, saya belum siap kehilangan putri saya dalam waktu dekat ini. Apalagi berpisah karena putri saya harus pergi untuk selama-lamanya.


"Kalau kamu tidak siap, mengapa kau membuat perjanjian itu? Bukankah dari awal kamu sudah menyetujui semua resikonya?


"Tapi saya menyetujui perjanjian itu belum berpikir terlalu matang. Mbah, apakah bisa? Kalau perjanjian ini dibatalkan?


"Hahaha ini sungguh lelucon yang amat lucu. Apa tadi kamu bilang? Kau ingin membatalkan semuanya? Tentu tidak semudah itu, jika kamu mau membatalkan semuanya. Kamu harus siap kehilangan sekolah itu, dan kamu juga harus siap menyerahkan nyawamu.


"Apakah tidak bisa digantikan dengan orang lain? Seperti adik saya begitu contohnya, Mbah.


"Tidak bisa harus darah dagingmu sendiri. Kalau kamu tidak mau, ya berarti kamu harus siap menerima segala resikonya. Asal kamu tahu, sudah ada beberapa siswa di sekolah itu yang mengetahui kebusukan ini. Dan cepat atau lambat berita kebusukanmu ini akan tersebar luas.


"Apa? siapa Mbah? siapa yang sudah mengetahuinya?


"Tenang jangan panik dulu! Berita ini tidak akan tersebar, dan anak-anak itu akan berhenti menyelidiki, jika kamu menumbalkan keturunanmu segera mungkin.


"Baiklah Mbah, saya akan menyerahkan putri saya kepada Mbah dan makhluk itu.


"Baiklah, malam Jumat besok, bawalah putrimu kemari.


"Baik Mbah, kalau begitu saya permisi." Ucap laki-laki itu lalu pergi.


"Sekarang manusia, bisa lebih keji dari iblis.


***


"Kanaya, maafkan papah ya nak, papa harus melakukan ini, karena papa tidak mau kalau nanti nama keluarga besar kita akan tercemar karena berita tentang kebusukan yang papa lakukan tersebar luas.


"Maafkan papa ya kanaya, papa tidak bisa membiarkan harga diri papa jatuh jika itu semua terjadi. Papa juga tidak mau, kalau kamu, mama, dan Rifky dihina karena perbuatan papa.


*****

__ADS_1


Di sekolah.


"Viona! Ke mana Tia? " Tanya Cantika.


"Fiona yang sedang membaca buku, membanting bukunya dengan keras di atas meja. "Mau ngapain lu nanyain Tia?


"Santai dong, kita cuman pengen dia ngelakuin apa yang seharusnya dia lakuin." Ucap Keisha.


"Emang apa yang seharusnya dia lakuin?


"Yah, seperti mengerjakan PR, membersihkan kelas, dan membelikan kami makanan juga minuman di kantin.


"Kalian kan masih mempunyai tangan, kalian juga masih mempunyai kaki, untuk apa kalian mempunyai tangan dan kaki jika tidak berguna.


"Heh! Lu Berani ya sama kita?


"Untuk apa gua takut sama kalian?


"Lu nggak tahu kita siapa? Hah?!


"Gua tahu kalian siapa, kalian itu yang suka menghina dan membully orang-orang yang statusnya di bawah kalian.


"Terus kalian bangga? Bisa berbuat seperti itu? Bukannya itu perbuatan manusia-manusia busuk.


"Banyak bacot lu!!! " Ucap Hana geram sambil menarik rambut Viona.


"Lu juga mau kita perlakukan seperti tia? " Tanya Cantika.


"aw sakit, sumpah ini sakit banget loh ih gua jadi takut deh sama kalian.


"Bagus akhirnya, lu takut sama kita.


"gua belum selesai ngomong, ada lanjutannya kok, lanjutannya itu, tapi bohong. Untuk apa gua takut, sama manusia nggak punya hati kayak kalian!! " Ucap Viona lalu mendorong meja dan bangku secara bersamaan hingga Hana yang ada di belakang bangku tertimpa bangku, dan cantikka juga tertimpa meja.


"Aaaaaddrrh! Viona sialan!!!


"Ups, maaf, gua sengaja." Ucap Viona lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.

__ADS_1


"Keisha, Lu ngapain diem aja? Buruan bantuin gue sama Cantika! Ini sakit banget lu tahu nggak sih!


"Iya iya gua bantu, lagian kalian tuh lemah banget sih, masa kayak gitu aja kalah.


"Lu Bilang apa barusan? Lu bantuin gua berdiri sekarang juga! Terus nanti gua bakal bikin bangku Ini nimpahin kaki lu.


"Iya Han maaf, sini gua bantuin." Ucap keisha lalu membantu Cantika dan Hana secara bergantian.


...


"zar, lu ke kantinnya duluan aja, ya, gua mau ke toilet dulu.


"Oke Al, jangan lama-lama ya." Ucap Zahra lalu pergi ke kantin.


Alleya sedang melakukan aktivitasnya di toilet tapi Aleya seperti mendengar suara rintihan yang berasal dari toilet di sebelahnya.


"Itu yang di toilet sebelah kenapa ya? Apa terjadi sesuatu? " Ucap aLeya panik lalu segera mungkin menyelesaikan aktivitasnya dan mengecek keadaan toilet sebelah.


"Hei, apa ada orang di dalam? " Tidak ada jawaban, namun suara rintihan itu masih terdengar.


"Apa yang terjadi sama kamu? " Tanya Aleya sekali lagi. Namun karena tak kunjung mendapatkan jawaban, aLeya memutuskan untuk membuka pintu toilet.


Aleya terkejut, karena yang dirinya lihat di dalam kamar mandi adalah seorang wanita yang sedang menangis mengeluarkan air mata tapi bukan air mata sebagaimana jadinya melainkan wanita itu menangis mengeluarkan air mata darah. Dengan mulut yang mengeluarkan banyak busah, sepertinya wanita itu habis meminum racun, dan ditambah juga dengan aroma yang sangat busuk. Aleya ketakutan hingga.


"Aleya!!!


Bersambung.........


_


Bagaimana? Episode ke-25 ini seru nggak?


Kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


Kalau seru silakan tunggu episode berikutnya.


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2