Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 22


__ADS_3

"heh, Tia sini lu, gua kasih tau apa aja peraturan yang ada di sekolah ini untuk murid yang masuk sekolah ini jalur beasiswa kayak lu!! " Ucap Hana sambil menarik tangan tia.


"Lu mau ngapain temen gua?! " Ucap Viona.


"Lu nggak usah ikut campur! Di sekolah ini kalau ada yang masuk jalur beasiswa, itu wajib dijadikan babu." Saut Cantika.


"Siapa yang bikin peraturan kayak gitu hah?! " Tanya viona geram.


"Nggak ada yang buat peraturan kayak gitu, tapi hal kayak gitu udah jadi tradisi di sekolah ini." Ucap siswi yang lainnya.


"Tradisi sampah macam apa itu!!! " Ucap Revan sambil menggebrak meja dengan keras.


"Udah lah han gak usah dipeduliin pembelaan dari mereka lakuin aja apa yang seharusnya."ucap salah satu siswa.


Hana menarik tangan tia untuk dibawa ke tengah-tengah siswa-siswi yang sedang berkumpul di kelas itu.


"Enaknya kita apain ya guys? " Tanya hana.


"Tia yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa sangat ketakutan.


"Van, gimana nih? Kita nggak mungkin bisa cegah mereka, soalnya jumlah mereka lebih banyak." Ucap viona.


"Lu jaga kondisi di sini viona, biar gua yang laporin ini ke guru BK." Ucap Revan lalu melangkah pergi keluar kelas.


"Gua harus bisa cegah mereka, biar mereka nggak bisa berbuat apa-apa sama tia." Ucap Viona lalu melangkah menuju ke tempat semua murid di kelas itu berkumpul.


"Kita main-main aja dulu sama anak miskin ini, besok-besok baru deh kita kasih dia tugas yang setimpal." Usul Hana.


"Setuju banget, tangan gua gatel nih, udah lama nggak nyiksa anak orang." Timpal siswa yang lain.


Hana menarik tangan kanan tia, sedangkan Keisha menarik tangan kiri tia, dan Cantika menarik rambut tia.. mereka melakukan itu secara bergantian. Hingga tia terjatuh dan kepala tia terbentur Lagi dan lagi.. ke dinding, lantai, atau pun kursi dan meja yang ada di kelas.


Sedangkan siswa-siswa yang lainnya hanya tertawa bahagia menyaksikan pertunjukan yang sadis itu.


Di sisi lain.


Revan hendak menuju ke ruang BK tapi di pertengahan jalan Revan bertemu dengan Dela, farel, dan Zahra, fita juga aleya.


"Van, lu mau ke mana? Kok guru-guru gitu? " Tanya Dela.


"Syukurlah gua ketemu kalian di sini, kalian mendingan ke kelas gua sama Viona deh sekarang juga! Soalnya ada kejadian yang bener-bener gawat di sana." Ucap Revan.


"Apa yang gawat? " Tanya Aleya tapi Revan tidak menjawabnya Revan melanjutkan langkahnya menuju ruang BK.


"Eh, kok enggak dijawab sih." Ucap aleya sedikit kesal.


"Udah biarin aja, kita ke kelas viona sama Revan yuk! Takutnya beneran ada yang gawat di sana." Ajak fita.


Mereka berlima kemudian pergi menuju kelas viona Revan dan Tia.

__ADS_1


Di kelas Viona, Revan, Dan tia.


Tia terus diperlakukan seperti itu, sampai sepertinya tia pingsan karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Viona tidak bisa berbuat apa-apa, karena viona kedua tangannya dipegang oleh siswa-siswi yang menghalangi viona.


"Lepasin gua!!! Dasar kalian tuh manusia berhati iblis!!! kalian enggak punya hati ya? Sampai memperlakukan tia seperti itu!! " Ucap viona.


"Udah lu diem aja! Apa lu juga mau? Diperlakukan kayak gitu? " Tanya salah satu siswa.


*"Revan mana sih, kok dia lama banget ya? " Ucap Viona dalam hati.


Dela, fita, Zahra, aleya dan farel sampai di kelas Viona.


Astaghfirullahaladzim!!!!! " Teriak Dela terkejut.


Siswa-siswi yang mendengar teriakan dela langsung menoleh ke arah Dela.


"Syukurlah, ternyata kalian datang ke sini." Gumam Fiona.


"Lu siapa? Nggak usah ikut campur lu!! " Ucap salah satu siswa pada mereka berlima.


farel yang melihat kejadian itu langsung berlari menuju ke kelas Angga dan Sandi.


...


Di kelas Angga dan Sandi.


"Ga, ke kantin yuk." Ajak sandi.


"Lu mau ikut kita rif? " tanya sandi.


Angga dan sandi baru saja berkenalan dengan siswa yang bernama Rifky.


"Emang boleh? " Tanya Rifky.


"Ya bolehlah, kenapa nggak boleh? " Jawab sandi.


"Ya udah deh, gua ikut.


Mereka bertiga hendak keluar dari kelas menuju ke kantin, tiba-tiba farel masuk ke kelas itu dengan ekspresi yang cemas.


"ga, san, gawat!! Gawat banget." Ucap farel dengan nafas ngos-ngosan, karena panik dan berlari.


"Gawat kenapa?? " Tanya Angga.


"Kalian ikut gua aja sekarang! " Uca farel lalu mereka mengikuti farel.


...


"Permisi Bu, maaf mengganggu waktunya, saya ingin memberitahu Bu, kalau di kelas IPA B1 ada kegaduhan." Ucap revan menyampaikan kepada guru BK.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita ke sana." Ucap pak guru BK lalu mereka berdua pergi menuju ke kelas IPA b 1.


...


Sandi, Angga, dan farel, ditambah juga Rifky datang ke kelas IPA B1.


Mereka sangat terkejut melihat apa yang terjadi di kelas.


"Berhenti!!! " Teriak Rifky menghentikan.


Sebagian dari murid-murid di kelas itu yang mengenal Rifky, langsung menghentikan perbuatannya.


Secara yang bersamaan juga, Revan dan Pak guru BK memasuki kelas IPA B1.


"Ada apa ini?? Apa yang sudah kalian lakukan??! " Tanya pak guru BK.


Semuanya terdiam, tidak ada yang berani berbicara.


"Kalian semua! Keluar dari kelas ini sekarang juga!!! " Suruh Pak guru BK.


Murid-murid di kelas itu yang tadi membully tia semuanya keluar kelas.


Teman-teman Tia langsung menghampiri tia yang sedang terbaring lemah.


"Pak, saya dan teman-teman saya izin membawa tia ke rumah sakit." Ucap Angga meminta izin.


"Silakan, pakai mobil bapak saja, Ini kuncinya,  kalian ada yang bisa bawa mobil kan?


"Iya Pak, saya bisa nyetir mobil, terima kasih ya Pak." Ucap Angga.


"Ya, sama-sama. Tapi jangan ikut semuanya ya, sebagiannya aja yang ikut, sebagiannya lagi melanjutkan pelajaran.


"Baik Pak." Ucap mereka.


"Yang cowok-cowok menggotong tubuh tia untuk dibawa ke rumah sakit, sedangkan yang cewek-cewek kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pelajaran.


"Mudah-mudahan tia nggak  kenapa-napa ya." Ucap fita saat di perjalanan menuju kelas.


"Aamiin." Ucap Zahra Aleya, dela, dan Fiona.


Bersambung.........


_


Bagaimana? Episode ke-22 ini seru nggak?


Kalau nggak, ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


Kalau seru silakan tunggu episode berikutnya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇


Terima kasih.


__ADS_2