
"pa, tempatnya bagus nggak?
"Bagus banget dong, masa untuk acara ulang tahun anak papa yang cantik ini papa milih tempat yang gak bagus.
"Benarkah? Naya jadi makin nggak sabar.
"Maafkan papa ya, Kanaya, papa terpaksa melakukan ini semua." Papa berkata dalam hati.
Sebelum mereka sampai di tempat tujuan mari kita mengenal siapa itu Kanaya. Nama lengkapnya Kanaya Arvanza.. Kanaya adalah anak pertama dari dua bersaudara meskipun dia menjadi anak pertama, tapi sikapnya sangatlah manja melebihi adiknya. Karena dari sejak kecil, kanaya selalu dimanja dan diberikan perhatian penuh dari orang tuanya. Itu yang membuat Kanaya sampai pada saat usianya yang ke-17 tahun, sikapnya masih seperti anak di bawah usia 15 tahun bahkan lebih labil dari itu. Selain sikap yang terlalu kekanak-kanakan, kanaya juga memiliki sifat buruk lainnya. Yaitu, terlalu gemar berfoya-foya, dan selalu memamerkan barang-barang mewah yang dimilikinya kepada teman-temannya. Sebenarnya teman-temannya Kanaya hanya mau berteman dengan Kanaya karena dirinya anak dari orang kaya, ya sekali lagi karena derajat keluarga, derajat.
Sebenarnya mama Kanaya sudah cukup muak melihat sikap anaknya yang terlalu kekanak-kanakan, dia ingin Kanaya menjadi seseorang yang bisa berpikir dewasa, sebagaimana usianya.
Sepertinya kata-kata anak bungsu pasti selalu dimanja, itu tidak berlaku untuk Rifky.. karena yang selalu dimanja, dan selalu mendapatkan perhatian lebih dari kedua orang tuanya itu adalah kakaknya. Bahkan Rifky sering kali mengalah. Iya, mengalah, begitulah.
Kanaya memiliki paras yang cantik kulitnya yang putih bersih, dan postur tubuh yang ideal. Pastilah banyak laki-laki yang mengejar-ngejarnya, tapi faktanya tidak ada, karena setiap laki-laki yang hendak mendekatinya. Selalu ilfil dengan sikap sombongnya kanaya.
Oke, kembali lagi ke Kanaya dan papanya.
***
"NAya, apakah kamu haus?
"Sedikit, pa, nanti saja lah, kalau sudah sampai di tempat tujuan.
"Sekarang saja, ya, papa juga haus. Itu di depan ada minimarket, kamu tunggu di mobil sebentar ya.
"Iya, pa.
Papa KaNaya keluar dari mobil, dan membeli minuman untuk dirinya dan Kanaya.
Sebelum memberikan minuman itu kepada Kanaya papa kanaya memasukkan sesuatu ke dalam minuman yang hendak diminum Kanaya.
"Ini, minum lah." Suruh papa sambil menyodorkan minuman yang baru dibelinya.
Kanaya mengambil minuman itu, dan meminumnya.
"Pa, kok tiba-tiba Naya jadi ngantuk ya? " Ucap kanaya yang merasa heran dengan sensasi yang dirasakannya.
"Ya kalau ngantuk tidur saja
"Nggak lah, Naya kan mau lihat tempatnya, masa Naya tidur.
"Kamu tidur saja, Naya, nanti kalau sudah sampai, papa bangunkan.
"Baiklah." Ucap kanaya lalu perlahan lelap dalam tidurnya.
"Tidurlah, Naya, tidur yang nyenyak.
***
"Wah, ternyata kau benar benar membawa anakmu ke sini.
"Sudahlah, Mbah, jangan terlalu banyak berbasa-basi. Ini anak saya hendak diapakan?
"Kita bawa anakmu ke ruangan rahasia yang ada di sekolah.
"Apa? kenapa harus di sana?
"Ya karena makhluk itu ada di sana.
"Baiklah, Mbah, mari masuk." Suruhnya, lalu Mbah Prapto masuk ke dalam mobil.
*****
Di asrama putri.
"Zar, Lu kenapa diam aja dari tadi? kaki lu lagi keseleo ya?
__ADS_1
"Aleya, orang lain itu kalau lagi nanya orang yang lagi diam, itu Lagi sariawan, kalau nggak lagi sakit gigi. Masa ini lagi keseleo.
"Oh." Jawab aleya singkat dan itu sangat menyebalkan bagi kedua sahabatnya.
"Zar, Udah dong jangan diam aja, awas lu kesurupan.
"Gua males ngomong sama kalian.
"Lu sih, Al, gara-garanya.
"Lah kok jadi gua? Lu lah, yang salah, kan lu duluan yang bahas-bahas sandi.
"Hello, yang bahas duluan itu lu ya Al, bukan gua.
"Nggak ada gunanya kalian berantem! Kalian berdua tuh sama-sama salah!
"Vi, kalau kita salah harus ngapain sih?
"Bentar, Al, gua pikir-pikir dulu.
Zahra membuang muka kesal. "menyebalkan sekali kedua sahabatku ini, begitulah yang ada di dalam pikiran Zahra.
Cukup lama mereka bertiga saling diam, dan sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. hingga.
Tok... Tok... Tokk.. terdengar suara ketukan pintu dari depan pintu kamar mereka.
"Siapa tuh? Nggak mungkin kan itu pengasuh? Di asrama ini kan nggak ada yang keluar malam-malam begini.. Termasuk pengasuh.
"Lu cek aja sendiri Al, jangan banyak omong.
"Enggak lah, gua takut.
"Lebay lu, Ya udah gua aja yang buka." Viona hendak membuka pintu tapi ditahan oleh Zahra.
"Jangan dibuka! Lu lupa teror yang pernah diceritain sama Kak Sinta?
Viona terlihat mengingat-ingat sebentar. "Oh. Yang itu, iya iya. Gua ingat." Ucap Viona lalu mereka berkumpul di tempat tidur aleya.
"Diam lu! Nggak usah protes.
"Toloooonggg... Toloooongg aku." Terdengar suara minta tolong dari luar kamar, suaranya sangat lirih dan menyeramkan.
Buat yang lupa, teror apa ini, silakan cek di episode 15.
"Al, Lu tolongin sana!
"Lu aja vi, gue Lagi mager.
Suara ketukan pintu dan suara minta tolong masih terdengar, bahkan lebih keras lagi.
"Aku tahu, kalian berusaha untuk membantuku." Ucap sesosok yang meminta tolong.
"Hah? Emang iya?
"Mungkin aja sih, Al,, kita kan punya niatan untuk membantu semua yang ada di sekolah ini. Ya termasuk juga arwah guru itu.
"Iya juga ya, lu bener.
Tak lama suara minta tolong dan ketukan itu menghilang.
"Alhamdulillah. Akhirnya pergi juga." Ucap Zahra lega.
.
.
.
__ADS_1
"Cepat! Kita bawa anakmu ke ruangan itu! " Suruh Mbah Prapto.
Papa Kanaya, menggendong kanaya yang masih tertidur karena efek obat tidur yang diberikannya. Ia membawa kanaya menuju ke ruangan rahasia yang ada di belakang asrama putra.
Namun saat di perjalanan mereka berdua bertemu dengan arwah guru yang sedang meneror seluruh tempat-tempat di asrama.
Arwah guru itu menoleh ke arah Mbah Prapto dan papanya Kanaya. "Kau! Siapa lagi yang kau bawa itu?
"Bukan urusanmu! Minggirlah! Kami ingin lewat." Ucap Mbah Prapto.
"Segera matilah kau manusia bejat!!! " Teriak guru itu, tapi mereka berdua tidak memperdulikannya. Mereka terus berjalan hingga sampai di tempat tujuan.
...
"Guys, kok arwah guru itu belum datang ke kamar ini ya? Apa belum dapat giliran ya? " Tanya farel.
"Aneh Lu, rel, malah ditungguin." Ucap Angga heran.
Tok... Tok... Tok.. suara ketukan pintu terdengar.
"Nah tuh udah dateng." Ucap farel.
"Terus lu mau temuin dia?
"Ya enggaklah, san.
"Oh. Kirain.
Revan berjalan menuju ke pintu.
"Van, lu mau ngapain?
"Buka pintu.
"Jangan! Dia bukan manusia." Ucap farel.
"Oh." Jawab Revan singkat dan melanjutkan membuka pintu.
Farel, Angga dan Sandi, yang melihat itu panik.
"Astaga! Kenapa dia santai banget sih? Padahal gua udah kasih tahu kalau itu bukan manusia.
Revan membuka pintu, dan ketiga temannya tidak berani melihat ke arah pintu.
"Ada apa?
"Tolong aku.
"Apakah tidak ada yang lain? Selain itu?
"Tadi di depan, aku bertemu dengan dua manusia bejad itu, mereka membawa seorang wanita. Yang aku pikir mungkin itu korban selanjutnya.
"Seorang wanita? Apa dia siswa di sekolah ini?
"Sepertinya bukan.
"Terima kasih informasinya, dan kembalilah ke tempatmu semula. Karena percuma kamu meminta tolong, tidak akan ada yang berani membantumu.
"Yah, aku pun berpikir seperti itu. Tapi aku harap, kau dan teman-temanmu bisa membantu kami semua.
"Jangan terlalu berharap, karena jika hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi, akan banyak yang merasa kecewa.
"Baiklah, aku dan semua yang ada di sini tidak akan terlalu berharap, kalau begitu aku pergi.*" Ucap arwah guru itu lalu menghilang.
Angga, farel, dan Sandi, yang mendengarkan semuanya saat Revan berkomunikasi dengan arwah guru itu. Sangat merasa terkejut.
Setelah arwah guru itu menghilang, Revan lalu menutup pintu kamar.
__ADS_1
"Van, lu bisa berkomunikasi sama mereka?
Bersambung.........