Tragedi Dalam Asrama

Tragedi Dalam Asrama
episode 23


__ADS_3

Di rumah sakit.


"Sus, suster tolong teman saya sus." Ucap angga.


Suster pun datang dengan membawa brankar. Lalu angga membaringkan Tia.


"Adek Adek tunggu di sini saja ya,." Suruh salah satu suster.


"Kita semua mau stay di sini? " Tanya farel.


"Gua aja yang stay di sini, kalian balik aja." Jawab Angga.


"Oke, kalau ada info terkini jangan lupa kabarin ya, ga." Ucap sandi.


"Iya.


Farel Sandi dan Revan kembali ke asrama dengan mengendarai mobil yang dikemudikan oleh sandi.


***


"Tia.


""Kakak , ini beneran Kakak?


"Iya dek, ini beneran Kakak. Maafin Kakak ya dek, belum sempat nemuin kamu sama ibu.


"Kak, kakak ke mana aja? Adek sama ibu kangen banget sama kakak." Ucap Tia yang menangis di pelukan kakaknya.


"Kakak juga kangen banget sama ade dan ibu tapi


"Tapi apakak?


"Belum saatnya kamu tahu semuanya dek. Kakak hanya ingin memberi pesan, jika ada yang membully kamu, jika ada yang menghina status keluarga kita.. kamu jangan diam saja, kamu harus berani melawan. Ingat dek, semut aja diinjak pasti dia akan gigit, begitupun kita, kita harus melawan dan menentang kejahatan, karena kebaikan itu akan selalu berada di atas.


"Kakak tahu dari mana kalau aku di-bully? Apa Kakak masih ada di sekolah?


"Kakak tahu dari mana itu nggak penting dek, 1 hal yang harus kamu tahu, kakak selalu ada di dekat kamu.


"Kalau kakak selalu ada di dekat aku, kenapa aku nggak pernah ngelihat Kakak? Kenapa baru ini kakak temuin aku?


"Simpan dulu pertanyaan mu, biarkan waktu yang menjawab semuanya. Kamu harus ingat nasehat Kakak yang tadi ya dek.


"Iya Kak, adek akan ingat nasehat kakak, adeg nggak akan diam aja kalau ada orang yang menghina dan membuli adek.


"Bagus, kamu adik kakak yang pintar." Ucap kakaknya tia sambil mengusap lembut kepala Tia.


"Kakak, Kakak jangan pergi lagi ya, Kakak temenin adek." Ucap tia memohon.


"Untuk sekarang kakak nggak bisa tetap ada di sini, kakak harus pergi dek.


"Nggak, kakak nggak boleh pergi! Pokoknya kakak harus tetap di sini temenin adek Kak, adek mohon.


"Maafin Kakak ya dek, permintaan kamu nggak bisa kakak turutin, sekarang juga Kakak harus pergi. Kakak pamit ya dek. Assalamualaikum." Ucap kakaknya tia lalu melepaskan pelukan Tia kemudian pergi.


"Kakaaaaak! Kakak jahat! Kenapa Kakak tinggalin adek lagi? adek kangen sama kakak." Ucap tia sedih.


"Kakak nggak sayang lagi sama adek, Kakak nggak mau ketemu lagi sama adek dan ibu. Kakak jahaaaaaat!!! " Tia tersadar dari pingsannya dengan berlinang air mata kerinduan.


"Tia, syukurlah lu Udah sadar." Ucap Angga.


"Kakak, Kakak di mana?


"Hah? Kakak? Kakak siapa yang lu maksud? " Tanya Angga bingung.


"Kamu, kamu angga kan? Aku ada di mana? Dan kakakku mana?

__ADS_1


"Iya gua Angga. Lu ada di rumah sakit, karena tadi lu pingsan.. Kakak? siapa yang lu maksud kakak?


"Aku ada di rumah sakit? Tadi Aku pingsan? Berarti aku tadi ketemu sama kakak nggak nyata.


"Iya. Tadi lu pingsan, sekarang apa yang lu rasain? Ada yang sakit nggak?


Tia tidak menjawab pertanyaan Angga tia malah menangis sesenggu kan karena rindu yang teramat dalam kepada kakaknya.


Angga yang melihat Tia menangis tidak berkomentar apapun. Walaupun Angga merasa penasaran dengan apa yang menjadi penyebab Tia menangis.


.


.


.


Sedangkan di lain tempat.


Terlihat ada seorang gadis remaja yang sedang duduk di salah satu bangku yang ada di taman.


Ia menatap langit senja dengan perasaan yang sedang gundah.


"Aku nggak bisa menghilangkan pikiran kotor ini dari kepalaku. Aku juga nggak yakin kalau aku dan teman-teman bisa menggagalkan semuanya.


"Ayah, bunda maafin Al ya kalau Al nggak bisa kembali ke rumah lagi.


"Apa aku keluar aja dari sekolah ini? Tapi aku nggak mau menyerah sebelum bertindak. Aku juga nggak mau mundur sebelum melangkah.


"Hai al, kamu lagi ngapain? Kok sendirian aja?


"eh Kak Sinta, aku lagi santai aja Kak, iya cuman sendirian karena yang lainnya lagi menjalankan aktivitasnya masing-masing.


"Kamu kenapa? Kok kayak lagi sedih gitu?


"Nggak ada apa-apa kak.


"Iya aku serius. Kak Sinta dari mana aja? Kok kemarin nggak kelihatan? Nggak ikut kumpul sama kita juga.


"Aku ada. Tapi aku kemarin lagi banyak tugas, jadi aku nggak bisa kumpul bareng kalian. Maaf ya.


"Oh gitu ya Kak, nggak apa-apa santai aja.


"Kak, Aku boleh nanya sesuatu nggak?


"Tanya aja, selagi aku  tahu jawabannya pasti aku jawab.


"Jadi gini Kak, Kakak kan pernah bilang ke kita kalau siapa pun nggak boleh memasuki area belakang asrama putra. Kalau aku boleh tahu, emang di belakang asrama putra itu ada apa ya Kak?


"Setau aku sih di belakang asrama putra itu ada ruangan rahasia.


"Kakak tahu nggak? Apa aja yang ada di ruangan itu?


"Aku nggak tahu, karena itu ruangan rahasia jadi nggak ada yang berani masuk ke ruangan itu.


"Emang ada apa Al? Kok kamu nanya soal ruangan itu?


"Aku penasaran aja Kak, siapa tahu kan memang rahasia terbesar ada di dalam ruangan itu.


"Ya itu mungkin saja, tapi kamu jangan coba-coba masuk ke ruangan itu.


"Lah emangnya kenapa?


"Resikonya besar.


"Kak Sinta tahu dari mana?

__ADS_1


"aku Tau dari mana itu nggak penting.


"Lebih baik Kamu kembali ke kamar kamu Al, ini sebentar lagi udah jam 05.00 sore, dan kamu juga nggak baik sendirian di sini.


"Oke Kak." Ucap aleya lalu masuk ke dalam asrama putri.


...


"Aku hanya bisa menunda, tidak bisa menyelamatkan. Aku hanya bisa memperingati untuk itu bakal terjadi atau tidak kita ikuti saja garis takdir.


...


***


"Revan, tolong jaga Tia jangan sampai kejadian kelam di masa lalu terjadi lagi.


Ya." Ucap Revan.


...


"Al, Lu dari mana? " Tanya Zahra.


"Dari taman." Jawab Aleya.


"Ngapain?


"Refreshing otak.


"Guys gua dapat kabar dari farel, dan farel juga katanya dapat kabar dari angga. Kalau tia udah sadar dari pingsannya." Ucap Viona.


"Alhamdulillah." Ucap Aleya dan Zahra dengan rasa syukur.


"Gua takut deh, kalau nanti tia udah pulang dari rumah sakit, terus kejadian itu terulang lagi. Gua bener-bener merasa nggak berguna banget karena nggak bisa bantuin Tia." Ucap viona.


"Bukan lu doang vi, Yang merasa nggak bisa berbuat apa-apa. Gua juga ngerasa hal yang sama." Ucap Aleya.


"Kita jagain tianya bareng-bareng, gua yakin kok, kalau kita bareng-bareng mereka nggak bakalan berani menyentuh tia." Ucap Zahra.


"Iya Zar, lu bener. Oke, mulai hari ini, kita jagain tia nya bareng-bareng.


"Ya gua setuju, nanti kalau ada sesuatu yang terjadi di kelas gua gua langsung kabarin ke kalian berdua atau pihak lainnya.


...


Fita sedang membersihkan kamarnya fita memang perempuan yang mendisiplinkan ke bersihan.


Fita menggeser sedikit lemari pakaian untuk membersihkan debu-debu yang ada di belakang lemari.


Tapi ternyata, fita menemukan sesuatu yang ada di belakang lemari.


"Buku siapa nih? " Vita bertanya-tanya saat menemukan buku dari belakang lemari.


Buku itu hampir tertutupi oleh debu, jadi Vita membersihkan debu debu yang ada di buku itu terlebih dahulu.


Buku diary: Shinta Diana Putri. Begitulah tulisan yang ada di sampul buku yang ditemukan Vita.


Bersambung.........


_


Bagaimana? Episode ke 23 ini seru nggak?


Kalau nggak, Ya saya mohon maaf.. karena saya masih pemula, akan saya coba perbaiki di episode-episode berikutnya.


Kalau seru silakan tunggu episode berikutnya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🤩🙏👇


Terima kasih.


__ADS_2