Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Bashina


__ADS_3

Undervoid


nampak ke 6 Bashina telah berkumpul mereka masing masing duduk disamping kanan dan kiri Madame,


"bagaimana perkemebangan Jay? dimana Volko? " tanya Madame atau sang pemimpin para Bashina


"Lobo sedang membantu Jay menjalankan misinya madame" jawab Ryot yang ternyata adalah seorang gadis remaja dengan gaya rambut short hair,


"oi Ryot-chan kau iri kan? harusnya kau senang Ryot-chan" jawab Matarel sambil tersenyum,


"banyak omong kau" jawab Ryot


"kau harus banyak berlatih Ryot! "ucap Rough seorang pria berbadan tegap dengan kedua tanganya yang terbuat dari tulang dan dibalik lapisan tulang itu terdapat daging tentakel berwarna ungu


" berisik! kakak saja jarang berlatih"jawab Ryot,


Ryot dan Rough adalah adik kakak,


mereka adalah Bashina bersaudara walaupun tubuh yang mereka tinggali tidak memiliki hubungan apapun,


Madame lalu tersenyum"kau tidak lemah Ryot! kalian semua ini adalah mahkluk terkuat"


"baik madame terima kasih" jawab semuanya secara serentak,


"kalian boleh bubar sekarang" ucap Madame mereka lalu menghilang satu persatu kecuali saat Matarel mau pergi,


"Matarel! "


"ya madame!? "


"kau dan Aiga pergi ke Wastafel, kalian eksekusi para pemimpin disana!"


"yah..... " ucap Matarel dengan nada kecewa"aku bisa melakukanya sendirian"


Madame hanya terdiam tak memperdulikan perkataan Matarel,


"baiklah ayo Aiga! " panggil Matarel"Aiga!? Aiga!?... "


"oh kau mencari Aiga!? dia sudah pergi ke Westhall dari tadi"ucap Veela dengan santai


" cih..... dasar.... "Matarel lalu mengeluarkan sayapnya dan terbang pergi menjauh dari tempat itu,


Westhall....


Westhall adalah sebuah kota kecil didalam Dome yang disekililingnya diisi oleh ladang pertanian, kota itu diisi oleh mayoritas penduduk yang berasal dari benua Epolya, berbeda dengan Dome lain Westhall selalu membuka kubahnya setiap malam selama 2 jam, walaupun dengan kubah dibuka nyatanya sangat minim terjadi serangan Monster di dalam Dome,


digelapnya malam nampak seorang pria berdiri mengawasi sesuatu dari atas salah satu rooftop gedung, pria itu memiliki gigi taring yang tajam dengan sebuah tombak tergantung dipunggunya,


"belum datang..... " batin Aiga sambil mengawasi gedung pemerintahan menggunakan matanya yang sangat tajam, ia juga nampak sedang memakan segumpal daging yang entah daging apa itu,


ia lalu merasakan terpaan angin dari belakang badanya dan saat menoleh ia melihat Matarel yang baru mendarat di atas Rooftop,


"kau lambat" ucap Aiga


"akukan protes terlebih dahulu...... " jawab Matarel dengan logat santainya, Matarel lalu merogoh kantongnya dan mengambil sebuah teropong portable,

__ADS_1


"itu target kita.... "


"ya aku sudah tahu........ kira kira berapa langkah lagi kita bisa menguasai dunia? " tanya Matarel


"hanya Madame yang tahu, kita lebih baik turuti saja perintahnya"Aiga lalu melihat sang pemimpin mulai memasuki ruanganya,


" kau melihatnya? "tanya Aiga


" yap aku melihatnya"Matarel lalu melihat ke atas langit dan nampak ia sedang menghitung sesuatu,


"80 %, kita lakukan sekarang? "


"ya.... 80%? presentase yang cukup besar untuk misi ini! " jawab Aiga,


mereka berdua lalu mundur beberapa langkah dari tempat mereka berdiri


"dalam hitunganku" secara perlahan tangan kanan Aiga berubah menjadi sebuah sabit yang tajam dan keras,


"3... 2... 1... sekarang! " mereka berdua lalu berlari dan melompat kearah gedung sebrang, Matarel lalu masuk menembus kaca pelindung kantor sang pemimpin disusul oleh Aiga yang langsung masuk dan langsung menusuk pemimpin itu di bagian lehernya hingga tewas,


"bukan! "ucap Aiga


" hah!? apa maksudmu? "


"dia bukan pemimpinya"ucap Aiga sambil berdiri dan mengelap noda darah di tangan sabitnya,


" tunggu Matarel! jangan bergerak! "ucap Aiga


sebuah bom secara tiba meledakan ruangan, memporak porandakan sekitar, nampaknya para pemimpin sudah mengendus kedatangan mereka,


" wuh!!.... kau baik baik saja? "tanya Matarel dengan sayapnya yang membentang lebar guna melindungi mereka berdua,


"eh.... terima kasih Aiga" Matarel lalu mengecilkan sayapnya " kau ingin memiliki sayap? "


"tidak terima kasih" jawab Aiga lalu mengambil tombaknya yang berada dipunggungnya,


suara gemuruh langkah kaki secara perlahan mulai terdengar dari luar ruangan yang sudah hancur berantakan,


Aiga lalu melontarkan tombaknya keluar pintu yang setengah hancur itu,


"16 orang" ucap Aiga


Matarel lalu melompat lompat kecil sambil mengubah senapanya yang terbuat dari tulang menjadi pelindung sayap baginya,


"haha.... " Matarel lalu dengan kibasan sayapnya melesat keluar pintu menebas setiap petugas menggunakan sayapnya yang sudah dilapisi material tulang yang tajam, namun ia menyisahkan satu orang petugas yang hanya terluka dibagian kakinya,


Aiga lalu mengintip lorong yang awalnya memiliki dinding berwarna kujing cerah malah berubah menjadi merah darah dengan Matarel menatap petugas yang masih hidup,


"kerja bagus Matarel" ucap Aiga sambil berjalan mendekati Matarel,


"sama sama, hahaha...... " jawab Matarel dengan girang


"dimana para pemimpin mu? " tanya Aiga lalu mengambil tombaknya dan mengarahkanya ke leher pria tersebut,


"cari saja sendiri"

__ADS_1


"kuberi kau kesempatan terakhir, " Aiga lalu mengubah tanganya menjadi sabit dan menusukanya ke luka kaki pria itu, membuat pria itu mengerang kesakitan,


"kau pikir a~ku ~~akan memberitahukanmu! " pria itu lalu meludahi Aiga"kalian adalah mahkluk terkutuk, kalian ti~dak seharusnya ada didunia ini"


Aiga lalu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya"kau memilih pilihan yang salah"Aiga lalu mengenggam kepala pria itu dan nampak memenggalnya,


"kau bawa ini, Rough pasti akan menelitinya" ucap Aiga sambil melempar kepala orang itu dan ditangkap oleh Matarel, mereka lalu berjalan kearah kantor yang tadi merela pijaki, namun tanpa mereka sadari pergerakan mereka diawasi oleh kamera pengawas yang disembunyikan dibalik lubang lubang kecil yang terdapat di


dinding


BAGIAN UTARA Westhall


suasan hening menyelimuti ruangan yang penuh dengan petugas dan pemimpin disana, mereka tak bisa berkata kata ketika melihat Aiga dan Matarel menghabisi satu pasukan khusus dengan begitu mudahnya,


"mereka ini sebenarnya apa? "ucap seorang petugas


" bagaimana kau tahu mereka mengincarmu? "tanya Komandan Moiza


" dua bulan yang lalu aku dan tim ku sempat!...... "belum selesai ia berbicara sebuah sungut secara tiba tiba menusuk lehernya membuat ia terkapar dilantai tak bernyawa


" aaaa!!!!!..... "teriak seorang petugas wanita ketika melihat pemimpin itu terjatuh tak bernyawa ke atas lantai,


" SEMUANYA KE MODE SIAGA! "bentak komandan Moiza sambil menyenteri langit langit disusul oleh semua petugas keamanan seluruh petugas yang tak memegang senjata disuruh tiarap,


" siapa kau! tunjukan dirimu! "panggil Komandan itu debgan lantangnya,


lalu turunlah secara perlahan seorang pria dengan sekujur badan dan tanganya ditutupi oleh tulang keras dan sebuah tentakel tajam menutupi sekujur tangan kirinya,


semuanya terdiam, mereka hanya bisa berdoa didalam hati mereka, ketakutan sudah menyelimuti mereka tak terkecuali Komandan Moiza,


" kalian tidak harus menggali lebih dalam seperti orang ini,jangan melawan!"ucap Rough sambil berjalan mendekati mayat pemimpin yang ia bunuh,


"apa mau kalian? apa rencana kalian!? " ucap Komandan Moiza dengan gemetar


Rough lalu berjalan mendekati Moiza ia lalu menepuk pundaknya"kubilang diam! "Rough lalu melihat tangan Moiza yang secara samar memberikan kode sesuatu,


dan benar saja sebuah tembakan peluru mengenai kepalanya dan membuatnya hancur seketika, Rough pun tersungkur kelantai,


" huh! "ucap petugas yang menembaknya menggunakan sebapa khusus yang sudah mereka siapkan,


Komandan Moiza lalu berjalan melewati mayat Rough dan merasa lega" hari ini misi kita berhasil"


Moiza lalu menunjuk jasad Rough"satu Bashina telah kita bunuh! "


satu ruangan lalu bersorak sorai namun sorakan itu berhenti ketika melihat Rough yang kembali berdiri dengan kepalanya yang secara perlahan beregnerasi,


"selanjutnya kita akan menghabisi mereka sa- aaarrgh!!! " tubuh Moiza lalu terangkat dan Dengan sekuat tenaga Rough mampu menghancurkan kepala,


"semuanya lari! " teriak seorang petugas suasana seketika ricuh nampak para petugas yang berlarian kearah pintu keluar,


"tak akan kubiarkan kalian keluar hidup hidup" Rough lalu memasukan tanganya kedalam dinding dan dengan sekuat tenaga ia menarik dinding itu hingga roboh,tak lupa ia melempar puing puing ke arah pintu keluar mengakibatkan satu satunya jalan mereka tertutup,


"kemari kalian!!!! " teriak Rough


malam itu menjadi malam yang sangat sunyi Westhall namun dibalik sunyinya kota ada banyak teriakan minta tolong terdengar samar dari bagian utara, ketakutan dan ketegangan menyelimuti suara teriakan itu namun sayangnya tempat yang jauh dari pemukiman mengakibatkan tidak adanya pertolongan dari siapapun,

__ADS_1


dibawah sinar rembulan berdirilah seorang pria, dengan tegapnya ia melepas armornya dan tentakel miliknya berubah kembali menjadi sebuah tangan, wajahnya nampak ditutupi oleh bercak darah sedangkan mulutnya terus mengecap sesuatu,


"kasihan sekali" ucap Rough.


__ADS_2