Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Skeleton headquarter


__ADS_3

Markas Skeketon senshi,


suasana neraka yang kental di markas itu sudah terasa dari kejauhan, suara teriakan kesakitan terdengar setiap hari,


"siapa kau? " tanya seorang penjaga kepada Jay yang berdiri di depan gerbang markas,


"biarkan aku masuk"ucap Jay


" atau? "


"atau ku hancurkan pintu ini"


"hahahahahahaha" tawa semua penjaga yang mendengar ancaman Jay, "oh ya! bagaiamana caranya hah!? dasar orang gila"


"dasar mahkluk rendahan" batin Jay ia lalu menghentakan kakinya ketanah dan membuat sekitar tempat itu retak,


"tembak dia" penjaga yang tadi tertawa terbahak bahak sekarang malah ketakutan, puluhan peluru melesat kearah Jay tapi namanya Bashina mana mungkin semudah itu dikalahkan, Jay mengeluarkan cakar monsternya dan membuat lingkungan sekitar berkabut,


"kemana orang itu? "


"Ourgh..... " satu persatu dari mereka berhasil ditikam dari belakang,Jay lalu memerintahkab segerombolan Alpha untuk masuk memporak porandakan tempat itu,


puluhan orang berlarian ada yang menyerang Alpha ada juga yang bersembunyi tetapi dibalik ketegangan itu ada Jay yang jalan dengan santainya, ia berjalan memasuki ruangan bawah tanah yang dijadikan sebagai pub, Jay lalu mendobrak pintunya dan masuk kedalam pub itu disana sudah bersiaga banyak orang mengarahkan senjata kedirinya,


"tenang semuanya.... aku hanya ingin bertemu dengan pemimpin kalian" ucap Jay sambil mengembalikan tanganya menjadi seperti semula,


"siapa bos kalian? "


seorang pria bertubuh tinggi lalu berjalan keluar dari pasukan yang menodongnya tersebut,


"aku pemimpinya disini"


"oh benarkah? " Jay lalu mengarahkan tanganya ke pria itu dan menembakan tulang tajam hingga membunuh pria itu,"kutanya sekali lagi siapa pemimpinya disini? jika kalian berbohong lagi maka nasib kalian akan seperti dirinya"


"aku pemimpinya disini" ucap seorang pria bertato dengan kacamata yang ia kenakan,


"bagus.... seharusnya dari tadi seperti ini" Jay lalu berjalan mendekati pria itu,"aku punya tawaran yang tidak bisa kau tolak"


"silahkan lewat sini"


Jay lalu berjalan masuk kedalam ruangan yang ditunjukan oleh pemimpin itu disusul oleh 4 orang pria termasuk pemimpin itu sendiri,Jay lalu duduk diatas kursi yang nyaman sementara pria yang lain hanya berdiri,


"jadi apa maksud kedatangan anda kesini? "tanya Fich" namaku Fich"


"Fich.... aku punya tawaran untukmu.... beruntung bagimu karena ini cukup mudah... " Jay lalu meletakan kakinya diatas meja"kau tahu Dome Daeki?"


mereka semua lalu mengaggukan kepala mereka,


"kudengar Dome itu sedang dalam masa sulit.... aku mau kalian kesana... lakukan tugas kalian dan aku akan melakukan tugasku,"

__ADS_1


"apa yang akan anda lakukan disana? "


"itu urusanku yang pasti aku jijik berurusan dengan mahkluk rendahan seperti kalian....."


"kapan anda mau kita berangkat? "


"secepatnya kalau bisa sekarang juga"


"tapi... "keluh seorang pria


Jay lalu mengubah tanganya menjadi tangan monster dan menggenggam kepala pria yang bertanya tadi lalu meremasnya hingga hancur


" TIDAK ADA KATA TAPI! LAKUKAN SEKARANG ATAU KURATAKAN TEMPAT INI!!!!! "bentak Jay, semua pria ditempat itu lalu dengan segera berlari keluar ruangan dan bersiap siap untuk berangkat ke Daeki sementara Jay tertawa terbahak bahak didalam ruangan itu,


" Hahahahahaha tunggu aku disana TOARU KUROJI!!!!!!! hahahahahahah"ucap Jay sambil tertawa,


suara deru mesin lalu terdengar disekitaran markas Skeleton senshi semuanya sudah bersiap menuju Daeki


KERETA


"wohoho..... lembah inaso, kak coba lihat itu" ucap Mike sambil menunjuk keatas bukit bukit yang mengelilingi mereka,


"aku punya pengalaman buruk di lembah" jawab Kyle sambil tersenyum,


"apa kau ingat dulu? waktu kau menyelamatkanku dari terkaman Nicraw kalau tidak salah kita juga berada di tebing seperti ini waktu itu"


"dasar..... aku sudah berusaha melupakan momen itu" jawab Kyle ia lalu menatap tangan kananya yang buntung dan teringat kembali momen masa lalunya


"woi Kairu cepat temani adikmu itu" ucap sang ayah kepada Kyle yang waktu itu sedang mengatur senapanya,


"untuk apa sih yah? dia juga bukan adik kandung Kyle kan? buat apa? " jawab Kyle tidak memperdulikan perkataan ayahnya


"kau ini adalah kakak sudah sepatutnya menjaga adikmu jika diberi pilihan aku yakin Mike tidak mau dilahirkan"


"kalau ayah tahu begitu untuk apa dia dilahirkan...... ayah jahat... mentang mentang ibu sudah tiada ayah malah memilih wanita baru, " Kyle lalu beranjak dari tempatnya meninggalkan ayahnya sendirian di teras rumah,


"aku benci ayah.... aku benci Mike... aku benci ibu baru... " batin Kyle ia lalu naik keatas rumah pohon miliknya dan menaruh senapannya di atas meja,


"halo ibu sekarang umur Kyle sudah 19 tahun namun...... " Kyle terdiam didepan foto ibunya,


dan secara tiba tiba naiklah seorang gadis berambut blonde dengan mata kirinya yang diperban keatas rumah pohon itu,


"Kyle... kau disini rupanya" ucap Elisa sambil meletakan sekotak peluru diatas meja"peluru pesananmu sudah sampai"


"terima kasih" jawab Kyle ia lalu mempreteli senapanya yang model M1 garrand lalu ditambahi komponen dari model kar98k,


"sampai kapan kau akan membencinya? " tanya Elisa sambil membereskan meja perkakas milik Kyle


"kenapa tiba tiba kau bertanya seperti itu? "

__ADS_1


"kau ini sudah 19 tahun Kyle sudah bukan anak anak lagi, sudah seharusnya kau bisa menerima sesuatu"


"jangan anggap aku anak kecil seperti ayah...... ini pilihanku untuk membencinya" jawab Kyle


Elisa hanya bisa menghela nafas"ngomong ngomong kenapa kau sangat terobsesi dengan senapan? "


"aku suka karena senjata ini cukup efektif dari senjata lain, jika senjata lain harus menusuk atau merobek, senapan hanya butuh menekan pelatuknya dan BANG! orang itu mati dengan simpel tidak banyak omong dan pastinya cepat"jawab Kyle


" oh seperti itu, lalu bagaimana dengan test masuk mu, kau diterima? "


"awalnya aku takut karena nilai ujian tulisku buruk tapi setelah aku menyelesaikan ujian keakuratan menembak aku diterima, "


"berapa nilai menembakmu"


"akurasiku 98 persen"


"waw..... itu cukup bagus, ya takh heran juga sih karena kau juga sering mengikuti lomba panahan"


Elisa lalu berjalan mendekati Kyle


"gimana nanti saat kau keterima kita jalan jalan? "


"hah? jalan jalan? "


"ya hanya kita berdua"


"ohoh tentu, dan-" belum sempat Kyle menyelesaikan omonganya tiba tiba terdengar suara teriakan Mike dari dalam hutan,


"suara apa itu? " tanya Elisa ia lalu melihat Kyle yang berlari dengan membawa senapan miliknya,Elisa yang melihat itu cukup senang bahwa didalam hati Kyle masih ada sedikit rasa sayang,


"Kyle! ayah mendengar teriakan Mike" ucap sang ayah melalui walkie talkie di bahu kanan Kyle


"aku mendengarnya juga dan sekarang sedang menuju kesana, ganti"Kyle lalu melihat Mike yang terpojok oleh 4 ekor Nicraw tanpa basa basi ia langsung menembak ke 4 Nicraw tersebut hingga tewas,


" kakak kau datang? "tanya Mike yang kaki kananya nampak berdarah,


" cepat pulang kerumah"


"tapi kakiku"


"bukan urusanku" tiba tiba suara sirine tedengar menandakan telah terjadi kebobolan dari salah satu dinding, Kyle lalu memberikan sehelai kain dan tongkat kepada Mike,


"kubilang cepat kerumah! " bentak Kyle


Mike lalu tersenyum dan berjalan kembali kerumah dibantu dengan tonkat yang diberikan Kyle, sementara itu Kyle yang mengisi ulang peluru senapanya mulai merasakan kedatangan para Nicraw disekitarnya,


"Kyle laporkan keadaanmu? " tanya ayahnya


"aku baru saja mau mulai" Kyle lalu mengokang senapanya dan...... terjadilah serangan tiba tiba dari beberapa Nicraw kearahnya, namun ia melakukan taktik menghindar lalu tembak dan ia berhasil membuat para Nicraw itu tak berdaya,

__ADS_1


"ok time to go home" ucap Kyle sambil meniup ujung laras senapanya yang mengerluarkan sedikit asap, ia lalu berjalan pulang namun tanpa ia sadari seeko Alpha sedang mengikutinya dari balik pepohonan.


__ADS_2