Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Awake


__ADS_3

"eh.... dimana aku? " batin Toaru yang perlahan membuka matanya, ia tergantung didalam sebuah sel yang dingin, melihat kedua tanganya yang terpaku membuatnya ingat kembali


"oh iya aku kalah melawan Jay, tapi.... kenapa aku bisa terbangun? bukankah aku sedang latihan? " batinya


"oh iya getaran itu membangunkanku, eh sepertinya tubuhku sudah pulih kembali"Toaru mengamati keadaan selnya secara teliti,


" well.... aku terjebak disini"


SEMENTARA ITU DIBAWAH LANTAI TOARU


"cepat jalan"


Yuko dan kawan kawanya digiring melewati penjara yang penuh akan penduduk Daeki, mereka dimasukan kedalam sel bersamaan dan dikunci rapat rapat sehingga mereka susah keluar,


"woy awas ya kalian!! " bentak Mike


"sudahlah Mike duduk! " Kyle menarik turun Mike yang kesal,


"apa kalian pasuka dari Neimos? " tanya seorang perwira yang dikurung bersama mereka


"ya... benar dan anda? "tanya Kyle


"saya adalah Komandan Jinwo"


"oh kau yang meminta bantuan waktu itu ya? " potong Mike


"ya benar.... awalnya semua aman aman saja namun tiba tiba mereka menerobos masuk dan menguasai tempat ini"


"begitu ya, teman kami juga ada yang gugur tadi"


"aku turut berduka"


disaat mereka sedang mengobrol Yuko secara diam diam mengamati seisi penjara secara teliti,


"sudah berapa lama kalian disini? "


"kami disini sudah 3 hari semenjak kedatangan mereka "


"hmm..... apa pak Komandan tahu struktur bangunan ini? " tanya Gouki tiba tiba ikut obrolan


"ya tentu saya tahu, kita sekarang berada dibawah tanah, 5 lantai diatas kita adalah permukaan"


"apa ada celah yang kau tahu? disekitar sini? "


"hei dia Komandan! hormati sedikit, kau jadi seperti Mike"


"sudah tidak apa apa... untuk sekarang senyamanya saja"Jinwo menghela nafas"sayangnya tidak ada"


"kita harus berpikir ulang" ucap Gouki


Disana mereka terus berpikir tentang kabur dari penjara itu, sementara itu jauh di permukaan Eri dan Sakuya nampak sedang merencanakan sebuah penyelamatan,


"apa yang harus kita lakukan? "tanya Eri


" kau disini saja, akan berbahaya jika kau ikut, tolong jaga Masaki oke"


Eri menganggukan kepalanya pertanda ia mengerti


"baiklah aku mengandalkanmu Eri" Sakuya meluncur masuk kedalam sebuah lubang selokan dan berhenti disebuah tempat pembuangan sampah,

__ADS_1


"oke Sakuya..... dimana pagarnya nah itu dia" Sakuya menghampiri pagar pembatas lalu memanjatnya, dengan pisau yang ia bawa ia mencungkil salah satu pintu yang terkunci disana,


"siapa disana? " suara lelaki terdengar


Sakuya yang melihat sebuah cahaya mengarah kepadanya segera bersembunyi dibalik tong tong yang berserakan,


"pasti cuman firasatku saja"


tiba tiba mulut pria itu disekap dan leher pria itu digorok oleh Sakuya menggunakan pisaunya, Sakuya melucuti semua senjata yang dimiliki pria itu seperti senapam, pisau, Handgun, dan helm,


"keamanan nomor satu" ucap Sakuya sambil menepuk helm yang terpasang dikepalanya, sebuah ruangan ia masuki dengan hati hati ketika sudah aman Sakuya langsung menutup pintu ruangan itu dan membaca map yang tertempel di dinding,


"oke sekarang aku ada dilantai -2 mereka pasti ada dilantai dasar"


engsel pintu terbuka dan masuklah sepasang pria dengan senjata lengkap kedalam ruangan itu, Sakuya yang menyadari hal itu segera melompat keluar jendela,


"wow! hampir saja Sakuya" Sakuya bergelantungan di tepian jendela dikarenakan ruangan itu berada ditempat yang tinggi sekali,


"hei.... pisau siapa ini? " tanya sang tentara sambil memungut pisau milik Sakuya dari atas lantai


"sial pisauku"


"pasti terjatuh dari suatu tempat"


"oi Kiga tolong tutup jendelanya, disini sangat bau"


"oke" pria itu berjalan menghampiri jendela yang terbuka lebar tempat dimana Sakuya bergelantungan,


"ya ampun matilah aku" Sakuya berpikir dengan cepat, ia tanpa sengaja melihat sebuah pipa persis dibawah ruangan tersebut"itu dia"ia lalu menggenggam pipa itu dan tiba tiba salah satu tangkai pipa itu terlepas dan membuat suara bising


"siapa disana? " teriak tentara itu sambil mengeluarkan kepalanya keluar jendela namun ia tidak melihat siapa siapa,


"aneh sepertinya aku mendengar suara tadi"


"sepertinya aku kekurangan tidur"


"bisa jadi"


mereka lalu menyeduh segelas kopi sementara tepat dibawah mereka nampak Sakuya yang deg degan dikarenakan pipa yang ia genggam saat ini sudah rapuh dan terlepas dari dinding,


"HUA..... KENAPA HARUS BEGINI SIH ╥﹏╥" batin Sakuya


ia melihat gundukan sampah yang berada tepat didepanya lalu terbesutlah sebuah ide gila dari Sakuya, "oke kau bisa Sakuya"


Sakuya mengayunkan badanya kedepan dan belakang berulang ulang, menunggu timing yang tepat lalu melompatlah ia ketumpukan sampah itu dan meluncur dari atas hingga bawah,


"HEI ADA PENYUSUP!!! " teriak tentara tadi ketika melihat Sakuya dibawah"sudah kuduga suara itu dari penyusup itu"


"ya ampun, aku harus lari! " Sakuya berlari secepat mungkin disusul oleh tembakan dari senapan tentara diatas,


"PERINGATAN SEORANG PENYUSUP DITEMUKAN DIDALAM PEMBUANGAN SAMPAH, SEGERA CARI DAN MUSNAHKAN!!! "


sepanjang Sakuya berlari suara sirine itu selalu terdengar di telinganya,


ATAS DINDING DOME


"kau yakin sudah mendapatkanya? " tanya Lobo


"dia sudah terkunci dibawah sana, dengan segel holy water"

__ADS_1


"lalu apa yang kau tunggu? "


"aku menunggu tubuhku pulih kembali"


"eh..... Ja-chan takut dikalahkan Toaru ya? hahahaha" ejek Matarel


"dasar brengsek kau"


"tapi kekuatan Toaru juga tidaj bisa diremehkan" sambung Lobo


"apa maksudmu?


" dia itu tanduk ke 9 kan? itu sama saja dengan kekuatan Astaroth tapi ditambah sedikit"


"waw Astaroth-san sangatlah kuat, apa kau yakin jika dia bangun kau bisa mengalahkanya?" sambung Matarel


tak berselang lama datanglah Ryot dan Aiga ketempat itu, wajah mereka nampak panik,


" eh kalian kenapa? tiba tiba datang kemari? " tanya Lobo


"tunggu sebentar..... disini tidak terjadi apa apa? " wajah Aiga seketika berubah


"apa yang terjadi? "


"aku merasakan kekuatan yang luar biasa besar dari arah sini, namun sesampainya disini kekuatan itu sudah hilang"


"ya betul, aku juga merasakanya tadi" sambung Ryot


"kalian ini ada ada saja" Jay menggelengkan kepalanya"itu hanya firasat saja kali"


"tidak sepertinya ini bukan firasat, karena medan pelindung miliku seketika bangkit, seperti menandakan akan bahaya"


"sudahlah lebih baik kalian kembali pulang dan menunggu perintah Madame selanjutnya, Ryot-chan, Aiga-san" ucap Matarel sambil menepuk nepuk pelan kepala Ryot


BAWAH TANAH


"SEBELAH SINI!!! "


"sialan mereka menemukanku" Sakuya dengan sigap langsung menembak beberapa orang menggunakan pistol yang ia rampas,


"tembaki dia!!! "


"Holy ****!! " Sakuya hanya bisa berlindung dibalik bak sampah yang terbuat dari batu bata,


"ayo berpikirlah Sakuya, gunakan otakmu" tanpa sengaja ia melihat lubang yang sama yang ia gunakan untuk kebawah sini,"bingo"


ia melompat masuk kedalam lubang itu dan meluncur dengan kencang menuju lantai dasar penjara itu,


"aduh pantatku" ucap Sakuya sambil menepuk nepuk bokongnya yang sedikit sakit,"apa ini lantai dasar? "


ia membuka pintu didepanya secara perlahan namun secara tiba tiba tubuh Sakuya gemetar disertai rasa mual yang hebat, bagaimana tidak ia melihat bagian tubuh manusia yang digantung disertai mayat yang sudah tidak utuh diatas meja jagal, keringat dingin terus mengucur didahinya,


"sudah kubilang mereka itu payah" ucap tentara yang masuk sambil menyeret jasad Bima


"taruh saja di atas meja"


"oh tentu" mereka berdua menaruh jasad Bima diatas meja jagal


"hei Mave, kau belum membuang sampah ya? "

__ADS_1


"akan ku buang"


"oh **** oh **** oh ****! " batin Sakuya yang berada di ruang pembuangan sampah,


__ADS_2