
PUKUL 3 malam
suara deru kereta terdengar menembus hutan yang rimba, para Nicraw yang kurang aktif ketika malam membuat para kru dapat bersantai sejenak
,
nampak gerbong 1yang dapat berbincang hangat untuk sementara,
"eh benarkah? " tanya Hannah"Toaru dahulu adalah jagoan disekolah? "
"ya benar , dia pernah mengalahkan 8 murid kelas 10 sendirian" ucap Yuko
"oh wow.... "
"dan hanya ada 1 orang yang bisa meredam amarahnya"
"siapa?... tunggu biar kutebak..... ibunya"jawab Hannah
Toaru seketika terdiam kaku
"uhm bukan.... " Yuko lalu membisik ke Hannah"orang tua Toaru menelantarkanya"
"oh maafkan aku, aku tidak tahu maafkan aku" ucap Hannah
"tidak apa apa, memang sudah takdirnya" jawab Toaru dengan senyuman kecil di wajahnya,
"maafkan aku..... lalu siapa orang itu? " tanya Hannah yang masih penasaran,
"dia adalah Akane Kuroji! "
"PLAK!! " sebuah pukulan menghantam kepala Yuko dengan keras,
"woy! sakit tahu! " ucap Yuko sambil mengusap usap kepalanya yang sakit,
Hannah yang melihat itu tertawa kecil,
"Akane adalah pacar Toaru" ucap Yuko"brengsek kau! "
Hannah yang mendengar hal itu seketika terdiam,
"pacar? " batinya, pikiranya seketika kosong dalam hatinya ia nampak tidak percaya,
"Hannah kau baik baik saja? " tanya Toaru
"ah iya aki baik baik saja" jawab Hannah sambil tersenyum kecil, "lalu bagaimana dengan Yuko? "
"pfft!.... Yuko" Toaru lalu menarik nafas dalam dalam"Yuko itu dulu orangnya lemah, dia pernah menangis akibat dipalak..... hahahahahahah dan parahnya lagi.... waktu itu dia sudah masuk SMP"
"dulu aku belum mengerti caranya membela diri tahu! " jawab Yuko,
"apalagi Kaji tapi beruntungnya Kaji dia tidak pernah dipalak"
Yuko lalu tersenyum kecil"manusia paling pintar di geng kita"sambung Yuko"selalu peringkat 1 dan selalu menang olimpiade fisika dan matematika"
"aku iri padanya" jawab Toaru
"sepertinya di geng kita kau yang paling bodoh" ucap Yuko
"kata siapa? "
"coba 5+5x5 berapa hasilnya? "
"50 cih simpel"
"kau salah bodoh.... jawabanya 30 yang kau jumlahkan perkalian terlebih dahulu"Yuko lalu menepuk jidat
" pengumuman bagi penumpang ku sekalian karena sebentar lagi kalian akan memsaki daerah Houdson bersiaplah! "ucap Kaji melalui alat komunikasi mereka
" diterima..... kau mau oleh oleh kawan? "tanya Toaru
__ADS_1
" aku hanya mau kalian kembali dengan selamat"jawab Kaji
kereta mereka lalu memasuki sebuah terowongan raksasa penghubung antara dunia luar dan Dome yang sudah lama ditinggalkan itu, tak berselang lama keluarlah mereka dari terowongan dan terlihat gedung gedung terbengkalai,
"wow..... lihat itu! " ucap Toaru sambil menunjuk sebuah gedung bertuliskan HOUDSON RESEARCH LABORATORY,
"7 tahun yang lalu ini adalah kota yang indah! " ucap Hannah
"itu dahulu, namun sekarang..... hanya ada tumbuhan dan pohon yang mulai melahap tempat ini" jawab Yuko
kereta mereka lalu berhenti di sebuah stasiun terbengkalai guna mendinginkan mesin kereta yang mulai overheat, stasiun itu nampak berantakan,semua fasilitasnya sudah bersatu dengan tumbuhan, besi besi berkarat.....
"waw.... " kagum Gouki sambil berjalan keluar gerbong,
"jangan pergi jauh jauh! " ucap Yuko
Toaru lalu ikut keluar dari gerbong dan melihat peron stasiun yang sudah dipenuhi oleh tumbuhan merambat,
"aku pernah ke stasiun ini" ucap Bima
"eh kapan? "ucap Gouki yang terkejut
"sudah lama tepatnya 2 tahun sebelum Dome ini hancur" jawab Bima,"oh! Loketnya masih sama tidak sedikit berubah!"kagumnya sambil berjalan ke sebuah Loket kereta yang sudah tak terurus,
"ada yang mau ikut aku? berkeliling? "
"aku ikut" ucap Toaru dan Gouki
"aku juga! " susul Hannah
"hah? " perkataan Hannah membuat Toaru dan Gouki terdiam bingung,
"apa dia barusan bilang ingin ikut? " ucap Bima yang juga kebingungan,
Hannah lalu mengangguk,
" aku bisa menjaga diri"jawab Hannah sambil menyetel senapanya ke siap tembak,
"baiklah kalian berdua harus suit" ucap Bima
"hah!? apa suit" ucap mereka berdua serentak
"tapi kenapa"
"dengar lebih baik kalian suit karena lebih mudah menghadapi Nicraw dari pada menghadapi seorang wanita yang kesal"jawab Bima
mereka hanya pasrah dan bersiap melakukan suit
" satu kali suit........ "Bima lalu mengangkat tanganya" SU-"
mereka berdua lalu memsang posisi siap dengan mata menatap tajam satu sama lain,
"SUIT! "
"Rasakan ini! "bentak Toaru
"awas kau! " bentak Gouki,
walaupun Gouki sudah melakukan suit selebay itu namun pertandingan itu dimenangkan oleh Toaru dengan tanganya yang membentuk batu dan Gouki membentuk gunting,
"sial! padahal aku ingin pergi"
"woy Gouki lebih baik kau membantu kami! " panggil Kyle,
"aku bosan..... baiklah aku kesana! " ucap Gouki sambil berjalan kearah Kyle di gerbong belakang,
"Yuko! aku pergi dulu" ucap Toaru
"sisakan aku jika menemukan sesuatu yang menarik" jawab Yuko sambil menatap jam tanganya yang menunjukan pukul 3:45 pagi,
__ADS_1
"ya baiklah" mereka lalu berjalan masuk kedalam gedung stasiun namun sebelum Toaru melangkahkan kaki dari posisinya secara samar ia merasakan kehadiran sesosok mahkluk di sekitar mereka,sosok yang memiliki kekuatan yang kuat,
namun ia tak memperdulikanya dan melanjutkan perjalananya menuju dalam gedung stasiun,
"waw...... "kagum Bima
" kau punya kenangan disini ya!? "tanya Toaru,
"ya benar, dulu aku pernah bermain di situ" ucap Bima sambil menunjuk sebuah playground yang sudah ditutupi oleh lumut,
Toaru lalu menyadari Hannah yang berjalan memisah dari mereka, "oi Hannah jangan jauh jauh" panggil Toaru,
"aku sepertinya melihat sesuatu yang bergerak" jawab Hannah,
"hah? "
mereka berdua lalu menghampiri Hannah yang sedang berdiri didekat ruangan kantor,
"aku mendengarnya disebelah sana.... " tunjuk Hannah kearah sebuah ruangan kantor,
"siapkan senjatamu Toaru" ucap Bima sambil menyiapkan pistol miliknya,
"tunggu....! "
"kenapa? "
"itu sepertinya bukan monster.... karena aku mendengar suara ADUH! dari dalam ruangan itu"
"hah yang benar!? " ucap Toaru
mereka bertiga lalu menatap pintu ruangan itu,Toaru lalu menatap Bima sembari menunggu kode darinya, Bima lalu menelengkan kepalanya dengan cepat dan dijawab anggukan oleh Toaru,
Bima lalu menarik nafas dalam dalam sembari memutar engsel pintu itu, sedangkan Toaru mengeluarkan Katanannya disusul oleh Hannah yang membidik senapanya kearah pintu,
SEMENTARA ITU DIATAP GEDUNG PENCAKAR LANGIT,
"yap itu mereka dia pasti ada disana" ucap Lobo sambil meneropong kereta Toaru yang berhenti,
"jadi kita akan memancingnya keluar? " jawab Jay
"tidak usah" Lobo lalu mengubah mulutnya menjadi moncong serigala dan mengendus udara disekitarnya"sepertinya kita tidak usah serepot itu, aku mengendus kedatangan mereka"
"mereka? "
"ya para manusia biadab itu" jawab Lobo"manusia yang memakan saudaranya sendiri"
"oh maksudmu mereka.... kukira para bawahan kita" Jay lalu mengangkat tanganya dan hinggaplah seekor Ugwing ditanganya, tanpa rasa ampun ia membunuh Ugwings itu dan memakanya
"kau lapar? "
"aku sudah makan dari tadi" jawab Lobo"kurasa daging bakar lebih enak"
"ya kurasa begitu namun kita tidak punya waktu untuk membuat api, andaikan saja Astaroth disini.... dia bisa menyemburkan api untuk kita"
ucap Jay
"mereka datang! " ucap Lobo
"baiklah saatnya kita menunggu dia keluar"
"oi Lobo apa kau ingat apa yang dulu pemiliki tubuhmu sering lakukan? "
"sedikit.... mungkin dia memiliki sahabat dan suka makan tempura"
"aku tidak ingat apapun,AAAHH!!! kenapa semuanya mengingatnya ya, " ucap Jay
"semoga saja aku mengingatnya, karena aku ingin memiliki tujuan untuk hidup, Madame pernah bilang kan kalau kita harus hidup dengan memiliki tujuan, jadi karena aku tidak tahu tujuan ku apa lebih baik aku mengingat tujuan pemilik tubuh ini,benar bukan!?"ucap Jay namun ia baru menyadari sedari awal ia berbicara Lobo sudah pergi meninggalkanya, dan itu membuatnya kesal,
"LOBO BRENGSEK!!!!! " bentak Jay dengan kesalnya.
__ADS_1