
pertempuranq tak adil itu terus berlanjut, para Skeleton senshi terus menembaki Toaru yang berhasil membunuh mereka satu persatu,
"berikan aku granat itu"sebuah granat lalu terlempar dan mengenai kaki Toaru," 321 Yes!!! "
granat itu lalu meledak dan membuat tubuh Toaru lenyap seketika, mereka lalu terdiam,
"apa kita menang? " tanya salah satu anak buahnya
"kurasa begitu" pria itu lalu keluar dari persembunyianya dan berjelan mendekati tempat Toaru tadi,
"apakah dia mati? "
pria itu lalu mengamati tanah yang gosong itu,"sepertinya dia ma-"tiba tiba tubuh pria itu terangkat oleh Toaru yang muncul dari belakangnya
"mahkluk apa dia? "
"LARI KEHUTAN CEPAT!!!!!! " teriak pria itu, Toaru lalu merobek pria itu hingga menjadi dua bagian,
mereka lalu berlari kehutan untuk bersembunyi meninggalkan barang barang mereka,
"Sakuya!!! cepat kemobil! " ucap Toaru ia lalu mengarahkan tanganya kesalah satu orang yang berlari dan "BRUUUGH" tanah yang ia pijak seketika terangkat dan bergetar, namun pada akhirnya mereka berhasil melarikan diri kehutan,
Sakuya lalu berlari kedalam mobil dan menstarter mobil itu"Toaru ayo"
"tunggu sebentar" Toaru lalu melompat dan masuk kedalam hutan,
didalam hutan
"apa dia masih mengejar? "
"sepertinya tidak, tapi lebih baik kita berpencar"
mereka semua lalu berpencar lebih dalam ke dalam hutan,
"hati hati Nicraw dan Alpha kawan kawan"
suara tembakan lalu terdengar dari sisi utara hutan,"Ryan kau baik baik saja"
"ya aku baik baik saja, hanya beberapa Nicraw menyerangku"
"ada apa dengan suaramu? "
"hanya serak" sambungan lalu terputus,
ia lalu merasakan seekor Nicraw berlari dibelakangnya dan membuatnya menembak asal ke belakang dirinya,
"kukira Nicraw.... ternyata hanya semak toh," pria itu lalu menghela nafas dan saat ia berbalik berdirilah Toaru dibelakangnya dan langsung mematahkan lehernya dengan sekali pukul,
"Nabe apa kau disana? Nabe!!, sial tidak ada jawaban"pria itu lalu berjalan dengan gemetar dihantui rasa takut akan Toaru,
" semoga aku tidak bertemu denganya..... kumohon"pria itu lalu terkaget bukan main saat ia sampai didepan batu besar yang diatas terdapat seorang pria sedang memakan sebuah mayat,
pria yang ketakutan itu lalu berjalan mindur secara perlahan namun nasib sial menimpanya, ia secara tidak sengaja menginjak sebuah ranting yang membuat pria diatas batu itu menoleh dan terlihatlah Toaru yang sedang memakan tangan seorang mayat,
"****!!!! "
__ADS_1
Toaru lalu melompat ke pria itu dibarengi tembakan yang dilakukan pria itu sebagai usaha terakhirnya,
MOBIL
suara teriak dan tembakan rada terdengar dari dalam mobil, sementara Masaki tertidur didalam mobil bak itu, Sakuya sedari tadi terus mencoba menyalakan mobil itu bahkan ia sampai memeriksa mesin mobolnya,
"tidak ada masalah, kenapa ini sangat susah dinyalakan? " tanya Sakuya, ia lalu berjalan masuk kembali kedalam mobilnya dan mencoba menyalakan kembali mesin mobil itu,
"AAAAHHHH!!! " teriak seorang pria dari dalam hutan,
namun Sakuya tidak memedulikanya sampai ketika ia memutar kuncinua sekali lagi, sebuah peluru melesat dan mengenai jok mobilnya ia lalu melihat seorang pria dengan senapan serbu ditanganya sedang menodongnya dari depan mobil,
"TURUN DARI MOBIL ITU SEKARANG! " bentak pria itu sambil berjalan secara perlahan,
Sakuya lalu menstarter mobil itu sekali lagi namun sebuah tembakan kembali meletus dan membuatnya terdiam
"nona lebih baik kau turun dari mobil itu, SEKARANG!! " pria itu lalu naik ke atas kap mobil dan menodongkan senapanya tepat ke kepala Sakuya
"oh tuhan ampuni aku.... " batin Sakuya
dan sebuah keburuntungan datang dengan Toaru yang tiba tiba menerjang pria itu dari belakang mobil dan membuat mereka berdua terjatuh ketanah,
"yeah Toaru" ucap Sakuya disusul oleh suara tembakan beberapa kali,"Toaru? "tiba tiba suasana menjadi sunyi,
" BRAK"munculah tangan Toaru dari bawah mobil dia nampak memanjat keatas kap mobil dan berbaring disana,
"apa yang terjadi barusan? " tanya Toaru yang bingung
"oh syukurlah kau selamat kupikir aku akan.... " Sakuya yang tiba tiba diam membuat Toaru kebingungan
"ada apa? "
"oh no" Toaru lalu secara perlahan mengintip mayat pria yang ia serang tadi dan ia melihat jasad tanpa kepala, dengan kedua tanganya yang tercabik cabik,
"kau baik baik saja? "
"oh tidak aku mau muntah" dengan rasa mual Toaru dengan cepat turun dari kap mobil dan memuntahkan isi perutnya ketanah disekitarnya
"aku tidak percaya aku memakan manusia,"
ia lalu terbatuk batuk dan tidak sengaja mengeluarkan beberapa tulang yang sedikit patah dari dalam mulutnya dan hal itu membuatnya muntah kembali,
sementara Toaru yang masih muntah muntah Sakuya yang sedari tadi terus mencoba menyalakan mobil itu akhirnya membuahkan hasil,
"yes akhirnya menyala," ucap Sakuya"oy Toaru ayo cepat naik!! "panggil Sakuya
Toaru lalu berbalik dan berjalan dengan sempoyongan ia lalu memangku Masaki dipangkuanya sementara Sakuya yang menyetir,
" kau sudah enakan? "tanya Sakuya
" ya aku sudah enakan sedikit"jawab Toaru
Sakuya lalu menjalankan mobil itu kearah Dome Daeki yang diarahkan Toaru,ia lalu iseng membuka laci dashboard mobil itu dan menemukan sebuah pistol dan sebotol air minum,
"minumlah" ucap Sakuya sambil memberikan botol itu kepada Toaru
__ADS_1
"terima kasih" jawab Toaru sambil menerimanya
"jadi.... seperti apa Dome yang akan kita tuju sekarang ini? " tanya Sakuya
"Dome yang sekarat, nanti kita masuk lewat pintu selatan saja, mereka pasti berlindung di bagian timur" ucap Toaru
"apa maksudnya sekarat? "
"Dome itu jebol banyak Nicraw masuk, semua itu disebabkan ledakan pipa gas di sekitar dinding, namun menurut laporan lubang telah diperbaikin namun masih banyak Nicraw yang berkeliaran sementara amunisi mereka menipis" ucap Toaru panjang lebar
"oh begitu, terus kenapa kita harus ke Dome yang sekarat? "
"karena rekan rekanku mengarah ke Dome itu juga mereka membawa suplai untuk penduduk Dome menggunakan kereta, dan aku terpisah dengan mereka itu sebabnya aku bisa disini"
Masaki tiba tiba saja menangis itu menandakan bahwa ia lapar,
Toaru lalu dengan sigap langsung merogoh tas kecil milik Sakuya dan menggeledahnya,
"susunya ada di resleting depan" ucap Sakuya
Toaru lalu mengambil sebotol susu sapi yang Sakuya bawa"darimana kau dapatkan ini? "
"memerahnya setelah kau menyuruhku kabur, kau bisa menemukan banyak sapi dihutan" ucap Sakuya
Toaru lalu memberikan susu itu kepada Masaki sambil mengelus badan Masaki
"hei kau ahli dalam mengurus bayi ya? "
"tidak terlalu"
"pacarmu pasti sangat beruntung memilikimu"
seketika Toaru tersenyum"aku rasa akulah yang beruntung"
Sakuya yang melihat senyuman diwajah Toaru ikut tersenyum senang,
mereka lalu terus mengobrol disepanjang perjalanan,
30 menit kemudian,
di hutan yang sama nampak Aiga dan Lobo sedang menginvestigasi mayat yang dibunuh oleh Toaru,
"dia sudah pergi" ucap Aiga
"ya sepertinya begitu, aku sudah tidak merasakan kekuatanya" jawab Lobo ia lalu berjongkok dan mengamati mayat pria yang tercabik cabik tersebut
"kau pikir ini ulah Bashina? " tanya Aiga"belom pernah aku memakan manusia hingga sebrutal itu"
"aku rasa begitu, jika ini ulah monster maka semua jasadnya pasti sudah habis tapi lihatlah ini" Lobo lalu melempar sepotong tangan ke seekor Alpha, Alpha itu lalu mencium bau dari tangan itu yang membuatnya lari terbirit birit,
"bau Toaru, perlukah kita mengejarnya? "
"tidak usah, Jay sudah menunggunya bukan"Lobo lalu memotong salah satu anggota tubuh mayat itu dan menawarkan Aiga
" tidak aku tidak suka bangkai"
__ADS_1
"ayolah ini baru beberapa menit" ucap Lobo
Aiga lalu menerima kaki itu dan memakanya disusul oleh Lobo yang memakan bagian lain, itulah Bashina seekor iblis terkutuk yang sangat menyukai darah, daging dan tulang apapun itu,