Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Love shot


__ADS_3

"halo ini bukan Kaji, aku Niel, "


"masa bodo cepat jalankan keretanya!!! " bentak Yuko sambil berlari bersama Gouki


"baiklah kereta sudah berjalan! " jawab Neil


"Gouki segera bergegas! kereta sudah dijalankan!! " bentak Suibatsu di AVK milik Gouki


mereka lalu berhasil keluar dari gedung stasiun dan berlari mengikuti jalan setapak yang berada di sebelah rel,


"itu keretanya!! " ucap Gouki


sementara mereka berlari Mike dari kereta terus menembaki beberapa Alpha yang mengejar mereka,


"cepat gapai tanganku! " Bima lalu mengulurukan tanganya,


"aku mendapatkanya aku mendapatkanya" ucap Gouki sambil terus berlari sekuat tenaga, Yuko lalu menendang Gouki dengan keras dari belakang dan membuatnya terdorong,


"aku dapat tanganmu" ucap Bima sambil menarik Gouki keatas kereta,"ayo Yuko sekarang giliranmu"


Yuko yang melihat tangan Gouki yang terus mengulur untuknya sedangkan kereta semakin cepat segera berpikir cerdas, ia lalu melihat sebuah jembata penghubung di atas jalut lintasan,


"BIMA BUKAKAN ATAP KERETA UNTUKU!! " Yuko tiba tiba saja berbelok menaiki tangga,


"apa yang akan dia lakukan? " tanya Mike


Bima lalu menyadari akan rencana Yuko yang akan melompat keatas atap kereta,"buka atap kereta sekarang! "


"huh? "


BALKON


"ayo Yuko kau pasti bisa" batinya, ia lalu berhenti ditengah jemabatan yang sedikit rapuh itu,"ayo cepatlah"


tiba tiba seekor Alpha melompat kekepalanya dan membuat ia tersungkur ke lantai,


"RAGGGGH!!!! "


Yuko lalu mengambil katananya dan menyerang kembali Alpha itu namun setiap ia menyerang malah semakin banyak Alpha yang muncul dan menyerangnya, ditengah tengah pertarunganya ia mendengar suara kereta yang sudah dekat denganya,


"ayolah cepatlah!!! " batin Yuko yang sudah kewalahan akibat luka yang ia derita sebelumnya


ia lalu berdiri di pinggiran jembatan dan menjatuhkan dirinya ke atap kereta yang berjalan akan tetapi diakibatkan kereta yang berjalan dengan cepat Yuko tergelincir jatuh dari atap kereta lalu menancapkan katananya ke dinding kereta sebagai pegangan,


"itu Yuko! "Mike lalu dengan cepat langsung membuka pintu kereta dan melihat Yuko yang tergantung dengan sebuah cakar Alpha menancap di betis kirinya,


"dia berada di jendela 3! " Bima lalu membukakan jendela ketiga dan membantu Yuko masuk kedalam kereta, disana sudah terlihat wajah Yuko yang pucat dengan cakar tertancap di betis kirinya,"HANNAH!!! "


"iya aku mengerti" jawab Hannah sambil berjalan membawa tasnya guna mengobati Yuko yang terluka,


"bagaimana keadaanmu disana pak? "tanya Neil dari AVK milik Yuko


"aku baik baik saja Kaji"


"maaf saya Neil pak,Kaji sedang dirawat"


Yuko lalu terdiam"sial aku lupa terus"batinya, ia lalu menghelas nafas dan membiarkan Hannah mengobati kakinya, sementara itu digerbong belakang nampak anggota lainya yang sedang berbincang masalah misi ini


"ini gila! hampir saja kita kehilangan satu personil lagi" ucap Gouki

__ADS_1


"untungnya tidak"Kyle lalu menatap Gouki" lantas kenapa kau bisa dikejar oleh Alpha sebegitu banyaknya? "


"ini bermula ketika aku mendobrak salah satu pintu, dan secara tanpa sengaja seekor Alpha terjatuh didepanku" jawab Gouki


"lihat sisi positifnya saja, kita sebentar lagi sampai kan, dan semua mimpi buruk ini akan berakhir" ucap Bima


kali ini kereta terus melaju tanpa henti menuju Dome Daeki, menembus hutan yang rindang di siang hari itu dan membawa harapan bagi para penghuni Dome sementara itu di Asrama Kaji Dome Neimos


"uh.... kepalaku sakit sekali" ucap Kaji yang terbangun diatas tempat tidurnya dengan Minori disebelahnya,


"oh ya tuhan kau akhirnya bangun juga" ucap Minori sambil mengusap wajahnya


"dimana aku? "


"di asramamu.... aku pinjam bantal milik Yuko dan Toaru untuk mengganjal kepalamu"Minori lalu menuangkan secangkir teh untuk Kaji minum


" tunggu sebentar, jika aku disini lantas siapa yang menjaga mereka? "Kaji lalu langsung mencoba turun dari kasurnya namun ditahan oleh Mjnori


"tenang Kaji, masalah itu sudah di selesaikan yang terpenting kau harus istriahat dulu, dokter bilang kau kelelahan sangat.... kelelahan"


"hah? apa aku tadi pingsan? "


Minori hanya mengangguk pelan, sambil menggenggam tangan Kaji


"oh ya ampun.... aku mengacau"


"tidak kau tidak mengacau..... kau hanya kelelahan itu saja, itu bukan salahmu"


Kaji lalu terdiam hening, ia hanya menatap mata Minori dengan lama,


"eh ada apa diwajahku? apa kismisnya masih ada? " Minori lalu mencoba meraba raba wajahnya yang ia kira kotor"dimana kismisnya? "


"ya? "


tiba tiba sebuah gejolak terjadi didalam diri Kaji, sebuah dorongan kuat didalam dirinya"Minori"


"ya kenapa? "


"aku menyukaimu" ucap Kaji secara tiba tiba


Minori yang mendengar hal itu seketika terpatung


"EH..........!!!! ? AKU TIDAK SALAH DENGAR KAN!!!?"


"apa wajahku nampak bercanda? "


"tidak sih tapi kenapa? "


"karena kau selalu ada untuku, aku nyaman berada didekatmu" jawab Kaji


suasana hening sejenak sampai secara tiba tiba Minori tertawa geli,


"kenapa kau tertawa"


"hahaha tidak hanya saja aku tidak pernah berpikir bahwa kau akan menyatakanya kepadaku, maksudku jujur aku juga menyukaimu Kaji"


Kaji yang mendengar hal itu seketika malu,justru sekarang malah wajahnya Kaji yang memerah,


"gimana ya......? " gumam Minori

__ADS_1


"aku tidak memaksa"


"hmm...... tentu saja aku mau" Minori dengan cepat langsung memeluk Kaji


"sebentar Minori punggungku sakit"


"oh maaf" Minori lalu melepaskan pelukanya


mereka berdua lalu tersenyum dan saling menatap hingga sebuah kejadian Awkward terjadi dengan Minori yang mencium Kaji terlebih dahulu, hingga membuat mereka berdua tersipu malu,


HUTAN


Toaru dan Sakuya sudah dekat dengan Dome dan


mobil yang mereka kendarai terus melaju tanpa henti, mereka menerobos setiap semak semak dan bebereapa bukit kecil,


"Toaru-san apa itu yang kau maksud? " tanya Sakuya ketika melihat sebuaj dinding raksasa yang sangat tinggi didepan mereka,


"yap itulah Daeki" jawab Toaru,


Sakuya lalu memberhentikan mobilnya tepat disebelah dinding, mereka lalu mengemasi setiap barang yang berada di dalam mobil itu,


"phiw........ kurasa ini cukup tinggi" ucap Toaru sambil bersiul


Sakuya lalu menyusul dengan membawa Masaki dan sebuah tas kecil,


"sini tasnya biar kubantu" Toaru lalu mengambil tas yang digendong Sakuya dan memakainya


"terima kasih"


"ayo ikuti aku, seingatku ada pintu rahasia disekitar sini" mereka bedua lalu berjalan bersama menyusuri dinding yang rata itu,


"jadi sudah berapa kali kau ke Daeki atau Dome ini? "


"belum pernah"


"eh? lalu bagaimana kau bisa tahu akan ada pintu rahasia? "


"semua Dome pasti memilikinya Sakuya, aku juga pernah mendengarnya saat menguping"jawab Toaru


mereka berdua lalu berhenti ditengah jalan,


" eh ada apa? kenapa berhenti? "


"sepertinya disini,Sakuya kau mundur sebentar" pinta Toaru


ketika Sakuya melangkah mundur Toaru dengan sekuat tenaga meninju dinding Dome itu hingga hancur dan barulah terlihat sebuah pintu didalam semen dinding itu,


"yap... itu pintu kita" ucap Toaru"ayo masuk! "


Toaru lalu mendobrak pintu besi itu dan masuk kedalam Dome bersama Sakuya, tak lupa ia menutup kembali lubang itu dengan pintu yang ia dobrak,


"dimana kita? "


"hmm... sepertinya ini tempat penyaluran gas"


Sakuya lalu menggenggam lengan baju Toaru


"aku takut"

__ADS_1


"tenang saja... ini tidak akan meledak" mereka berdua lalu melanjutkan perjalanan mereka menyusuri lorong yang panjang itu, dan akhirnya Toaru berhasik sampai di Daeki namun sesosok bahaya lain nampak sedang mangawasinya dari permukaan, bersiap menyerang kapanpun,


__ADS_2