Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Matarel the cheerfull one


__ADS_3

Toaru hanya bisa terdiam melihat Matarel didepaya,


"shhhhhttttt..... diam! kau tidak mau kan nyawa teman temanmu melayang" ucap Matarel pelan dengan senyuman manis diwajahnya,


"siapa kau? apa kau temanya Lock? dasar sialan"


"senang mendengar kalian akrab haha oh sebelumnya perkenalkan namaku Matarel, kau bisa duduk dulu"


Toaru lalu duduk diatas sebuah box berhadap hadapan dengan Matarel, Toaru fokus kearah sebuah lubang oval kecil dipipi kanan Matarel yang didalamnya terdapat mata robot yang bersinar biru,


"bagaimana harimu? kudengar Lock kesusahan dalam tugasnya jadi aku datang untuk membantunya," Matarel lalu tersenyum,


"sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberikan tubuhku"


"kalau begitu aku terpaksa menghancurkanmu, ada atau tidaknya dirimu itu tidak akan membuat kami menghentikan rencana kami" ucap Matarel"terkadang manusia itu keras kepala, aku sudah melihat banyak jenis jenis manusia dari mata ini"Matarel lalu menunjuk matanya yang berada di pipinya,


"mengapa kalian ingin memusnahkan manusia? "


"memusnahkan? nampaknya Lock sudah memberitahumu banyak hal hehe namun itu masih rahasia jadi aku tidak bisa memberitahumu shuuut..... "


"kenapa kau terus tersenyum seperti itu"


"hmmm.... mungkin karena aku sudah melihat banyak jenis manusia, manusia itu lucu,"Matarel lalu beranjak dari tempat ia duduk,


" apa yang akan dia lakukan"batin Toaru sambil tanganya dengan erat menggengam katananya


"tidak usah panik! hahahahah itu kenapa manusia sangatlah lucu, kedatanganku kesini hanya sebagai peringatan, kau tidak mau kan? teman temanmu ini mati, kuberikan kau waktu untuk menyerahkan tubuhmu," Matarel lalu mengeluarkan dirinya lewat jendela yang terbuka,


"bye bye Toaru!"Matarel lalu melompar dan menghilang begitu saja,


"dasar! mereka kutukan apa ini? " batin Toaru, ia lalu membantu teman temanya yang pingsan tadi, dan tak berselang lama ketika ia sedang membalut luka di pergelangan tangan Yuko Mike secara spontan terbangun,


"hah! " kagetnya ketika melihat Toaru


"kalian kenapa bisa pingsan? "


"aku tidak tahu.... yang pasti aku merasakan sebuah jarum menembus leherku dan seketika membuatku pingsan," Mike lalu melihat Kyle dan Yuko yang belum siuman"eh? kakak juga pingsan? "


"saat aku datang mereka kalian sudah tergeletak seperti orang mati" ucap Toaru


Mike lalu merangkak ke dekat telinganya Kyle dan membisikan sesuatu,


"kak! kudengar Elisa akan menikah dalam waktu dekat! " bisiknya


seketika Kyle yang tadinya pingsan langsung terbangun dan duduk dengan penuh keputus asa an,


"wow!? kenapa bisa begitu? "ucap Toaru yang bingung


" sudahlah..... lagipula itu keputusan orang tuanya kan? toh mungkin semesta tidak akan pernah menyatuka kita, Elisa"


"siapa Elisa? " tanya Toaru


"oh itu pacarnya Kyle namun mereka terpaksa berpisah akibat ya..... kehendak keluarga"Mike lalu membisikan sesuatu kepada Toaru" keluarganya memiliki calon tunangan yang berkerja sebagai mentri"


"wow.... itu cukup menyakitkan" jawab Toaru


"ya aku tahu, itulah hidup tidak selamanya pahit"


"hah pahit? "

__ADS_1


"eh maksudku manis, aku terlalu lama menikmati kepahitan sih jadi sulit membedakanya,"


Toaru lalu menghampiri Yuko dan mengangkat tubuh Yuko dipundaknya,


"aku harus kedepan"


"ya baiklah," jawab Mike sambil menepuk nepuk punggung kakaknya yang sedang galau,


Toaru lalu berjalan melewati Bima dan Gouki lalu sesampainya digerbong depan ia merebahkan Yuko diatas lantai sedangkan ia mengambil sebotok air putih dari box Suplai petugas


"kau haus?" tanya Toaru yang melihat Eri sedang menatapnya


Eri lalu menggelengkan kepalanya,ia menunjuk kearah Katana milik Toaru yang tergantung di pinggangnya,


"kau mau melihat ini?"


Eri lalu menganggukan kepalanya,ia nampak semangat ketika Toaru bertanya seperti itu,


Toaru lalu melepaskan Katana miliknya dari pinggangnya dan menaruhnya diatas box suplai,


"wo...... ini berat" ucap Eri ketika ia mencoba mengangkatnya,


"kau harus berlatih,kau mau lihat Katana miliknya? " tanya Takano sambil melirik kearah Yuko yang pingsan


Eri yang mendengar hal itu langsung mengangguk dengan penuh semangat,


"pinjam sebentar" ucap Toaru sambil menarik katana milik Yuko yang tergantung dipunggung Yuko,


Toaru lalu menggenggan katana Yuko seakan akan ia ingin bertarung "katana milik dia sedikit berbeda, jika kau menggengganya seperti ini"


"kenapa? "


tangan Eri lalu mencoba mendekati bagian tajam yang menyala itu namun dengan cepat Toaru menahanya,


"eittss.... jangan dipegang, tanganmu bisa terbakar" ucap Toaru


Eri yang mendengar hal itu seketika langsung menyembunyikan tanganya ke belakang badanya,


"suatu hari kau pasti akan bisa menggunakanya"


"Eri tidak mau menjadi pemegang pedang, Eri hanya mau menjadi penjual roti"


"eh kenapa begitu? "


"karena Eri suka membuat roti"


tiba tiba tubuh Eri yang berada di hadapan Toaru ditarik dengan keras oleh Hannah kepelukanya,


"awas Toaru! " teriak Hannah


seekor Alpha lalu melompat masuk dan mencoba mencengkram Eri, namun serangan itu dapat digagalkan oleh Toaru dengan menebas monster itu menggunakan katana milik Yuko,


"wau.... ini sangat kuat, " ucap Toaru"Eri tidak apa apa? "


nampak Eri yang memeluk erat Hannah akibat panik yang menyerangnya secara tiba tiba,


YEKATE CLOCK TOWER(menara jam)


"hah? kau tidak membunuhnya? " ucap Jay kepada Matarel

__ADS_1


"aku ingin menunggunya di Ibachiba, lagipula ini kan tugasmu Ja-chan, kau mau madame marah hanya karena kau tidak becus? hah? "


"beraninya kau bilang begitu" Jay lalu menodong Matarel menggunakan kuku tajamnya sekaligus mencengkram pundak Matarel


sedangkan Matarel menodongnya menggunakan senapanya"kau mau bertarung? "


suasana seketika memanas, mereka nampak saling todong dengan emosi yang meluap luap satu sama lain,


"cukup kalian berdua" ucap Lobo yang baru saja sampai di Clock tower itu"jika kalian seperti itu terus hanya akan membuang buang waktu"


Jay lalu melepaskan cengkramanya,


"seharusnya kau berterima kasih kepadaku" ucap Matarel sambil membersihkan pundak yang bekas Jay cengkram,Matarel lalu berdiri di pinggir bangunan dan mengeluarkan sayapnya yang berwarna hitam pekat,"aku pergi dulu bye bye"ucapnya lalu melompat terbang entah kemana,


"orang itu" ucap Jay yang kesal"apa saja yang sudah kau temukan?, oh aku lupa memberitahumu filenya kalo tidak salah ada didalam lemari yang rusak"


Lobo yang mendengar hal itu seketika terdiam"sial berarti dokumen yang kubaca tadi adalah dokuken rahasia!? "batinya


" oi!? kau masih bersamaku? "


"oh ya ya.... aku sudah membacanya, tadi aku juga sempat mengunjungi tempat tempat yang dulu dikunjungi oleh pemilik tubuh ini" ucap Lobo dengan penuh omong kosong


"kau kemana saja? "


"aku hanya ke gereja dan kesebuah gunung yang mirip dengan yang ada di file" jawab Lobo,


SEMENTARA ITU DIATAS LANGIT MALAM


"hahahahahaha kasihan sekali, apa Ja-chan akan marah ya saat ku todong tadi, hahahahahahha" ucap Matarel dengan penuh kesenangan, ia lalu mendarat diatas atap sebuah gedung yang terbengkalai, disanaia sudaj ditunggu oleh Veela,


"halo sayang" ucap Veela yang namak sedang rebahan diatas kasur awan yang ia buat,


"berhenti memanggilku seperti itu Veela-san," jawab Matarel sambil tersenyum, ia lalu duduk disebelah Veela dan mengambil sepotong daging dari dalam kantongnya,


"ada apa? "tanya Veela, tanpa semua rekan rekan Bashinanya sadari selain Madame, ternyata Veela dan Matarel memiliki hubungan special layaknya sepasang pacar,


"hehe tidak apa apa"


"kau nampak tertekan? baru kali ini aku melihatmu tertawa sampai terbahak bahak" ucap Veela


"hihi kalau kau mau tahu, turunlah dari kasurmu"


"huah..... aku malas..... lebih baik aku tidur lagi" jawab Veela


"huh..... ya sudah..... " jawab Matarel lalu menyantap daging mentah yang berada di tanganya


"apa itu daging Abydos? " tanya Veela yang mencium bau daging itu,


Matarel lalu tersenyum dan menganggukan kepalanya,"kau mau? "


"mau! "


"kalau begitu ceoat turun dari kasurmu"


"tidak mau!..... aku terlalu malas...... " ucap Veela namun tiba tiba sepotong daging datang mendekat kewajahnya


"buka mulutmu! " ucap Matarel


"Aaaaaaahhhh..... uhmm enyak" ucap Veela setelah disuapi oleh Matarel"ternyima kanyih sayangku"

__ADS_1


"iya sama sama, habiskan dulu yang berada dimulutmu baru bicara"jawab Matarel seraya mengelus kepala Veela dengan lembut pada hari itu.


__ADS_2