Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Battle of Daeki


__ADS_3

"Yuko you need this!! " Kyle melemoarkan sebuah pistol kedekat Yuko untuk Yuko gunakan


Yuko mengokang pistolnya dan membantu Hannah membalas tembakan pasuka tengkorak,


tiba tiba seseorang dengan knuckle milik Gouki melompat keatas Yuko,


"Awas Yuko! " Hannah menarik kerah baju Yuko dengan kencang, lalu jatuhlah sang pria dengan keras,


"terima kasih"


"tidak apa apa"


"kau pergilah biar aku urus dia"


pria itu tertawa ketika melihat Yuko menodongnya dengan katana miliknya,


"hahahahaha kau yakin akan mengalahkanku dengan itu? sebelumnya perkenalkan namaku Tatami"


"jangan banyak omong"


"kau menarik, hei jangan tembak ke arah kami oke"


"SIAP BOS" jawab para cecunguk cecunguknya,


Yuko menyalakan katananya dan menghindarinsetiap serangan Tatami yang mengarah kepadanya,ketika ia ingin menebas knucklenya tiba tiba saja katananya tertahan,


"kau pikir kau bisa membelah senjataku hah? rasakan ini" Tatami dengan mudahnya menggenggam katana milik Yuki dan mematahkanya,


"Dia mematahkan katanaku!?" ucap Yuko sambil melompat mudur"apa yang harus kulakukan dengan katana yang tinggal setengah ini? "


ia mencoba menyalakan katananya namun hanya menghasilkan percikan api rusak,


"ketemu kau"


"SIAL" Yuko menghindari pukulan Tatami sekali lagi lalu berlari ke sisi gelap stasiun yang berada dibawah peron,


"pria samurai..... kau bersembunyi dimana? " gumam Tatami sambil berjalan menyusuri ruangan itu dengan senter yang menyala ditanganya,


"aku tidak bisa melawanya sendirian, andai saja ada Toaru" batin Yuko yang bersembunyi dibalik pipa pipa besar yang memenuhi seisi ruangan,


"kau disini? " Tatami mulai menghancurkan satu persatu pipa


"aku harus membuat rencana"


ATAS


"kak aku akan maju"


"majulah aku dan Gouki akan melindungimu"


Mike keluar dari balik pipa dan berlari sekuat tenaga kearah tumpukan mesin, Mike mulai menggeledah salah satu mayat tentara skeleton,


"kak! " sebuah pistol Mike lempar kearah kakaknya yang berada dibelakangnya itu,


"dapat! "


"BIMA KITA BUTUH RENCANA" teriak Gouki


sementara itu disisi lain stasiun Bima terlihat sedang menenangkan Eri yang panik hingga keringat dingin,


"sebentar Gouki aku harus menenangkan Eri terlebih dahulu"Bima lalu menatap Eri" dengar sekarang kau jongkok dan tutup kupingmu, sebisa mungkin jangan dibuka oke"


"kakak mau kemana? "


"hanya disini, tidak kemana mana"


Eri menuruti permintaan Bima ia menutupi kedua telinganya dengan kuat,


"Kyle aku minta statistik musuh"


"satu kelompok musuh, ada pemegang senapan biasa dan paling besar light machinegun" jawab Kyle


"sudah itu aja? "


"RPG!!! " teriak Gouki sambil melompat bersama Kyle ketika sebuah misile RPG meledakan tempat persembunyian mereka,


"wow kita hampir mati" ucap Gouki

__ADS_1


"kalian baik baik saja? " tanya Mike yang menyeret tubuh kakaknya untuk berlindung,


"jangan pedulikan aku fokus menembak! " bentak Kyle


"DAMN IT IM OUT OF AMMO" ucap Mike


"****! Mike take my gun"Kyle merangkak kearah pinggir pipa


"where do you want to go? "


"take some guns "


"with one hand? "


"sure, so please protect me"


"got you brother"


Kyle mengeluarkan pisau kecilnya dari kantong celananya,"Now brother! "


"ok"


BRUAGH.......


belum sempat Kyle menyerang tiba tiba saja Tatami keluar dari dalam lantai dengan Yuko di cengkraman tanganya,


"akhirnya aku mendapatkanmu samurai kecil"Tatami mencekik Yuko yang tak berdaya ditanganya


"Boss apa yang harus kita lakukan sekarang!? "


DOR DOR DOR


"STOP...... berhenti!, teman kalian ada ditangan kami, kalian mau menyerah atau dia kami bunuh? "


"sial" batin Gouki


"Eri dengar kata kakak oke, kau pokoknya harus berlari secepat mungkin kelubang yang berada disebelah sana bagaimanapun caranya"


"tapi aku takut"


"tenang kakak akan melindungimu sampai sana! oke, dalam hitungan tiga"


"3.... 2"


"KELUAR SEKARANG ATAU-"


"1, sekarang Eri lari! " Bima lalu keluar dari trmpat persembunyianya menembak fisk dan beberapa anggota sedangkan Eri terus berlari kearah lubang pembuangan sampah disana,


"TEMBAK GADIS ITU" semua senapan malah terarah kepada Eri yang berlari"TEMBAK"


"woy jangan! " teriak Mike


"SIAL! " batin Bima


Eri hanya menutup mata dan berharap ia tidak tertembak,


"Eri! "


Eri membuka matanya dan melihat Bima yang berdiri didepanya dengan mulut berlumuran darah


"kakak, kakak gak papa? "


"cepet lari! SEKARANG! " bentak Bim


Eri lalu dengan berlinang air mata berlari dan masuk kedalam tempat pembuangan sampah itu,


"well kita punya petarung disini"ucap Tatami


" Fisk terluka leutnan! "


"cepat bawa Fisk ke klinik, mulai dari sini aku yang ambil alih" seorang pria berbadan tegap berwajah sangar muncul dari dalam stasiun


"bajingan kalian" ucap Bima pelan, tanganya nampak menggenggam sebuah pistol yang siap ia tembakan kapan saja,


"siapa lagi kau hah!? " tanya Gouki


"namaku Rohan, semuanya isi peluru kalian! "

__ADS_1


"woy apa yang akan kalian lakukan hah! "tanya Gouki


"jari dipelatuk! "


"sial BIMA LARI CEPAT" teriak Gouki


para teman temanya terus meneriaki Bima namun didalam pikiranya sekarang hanya masa lalu, dengan nafas yang pelan ia menggenggam erat pistolnya


"TEMBAK!!!! "puluhan peluru memberondong Bima tanpa henti hingga tubuhnya tersungkur tak kuat menahan beban tembakan , sebelum ia mati sebutir peluru berhasil ia tembakan dan mengenai kaki kanan Rohan,


" terima kasih se~muanya"ucap Bima yang bersimbah darah, ia memejamkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya, malam itu Bima meninggal setelah diberondong puluhan peluru tanpa henti,


"dasar bajingan" ucap Rohan sambil mencoba berdiri dibantu anggotanya"lihatkan! teman kalian menjadi korban karena melawan, hadeuh..... bawa jasad itu dan potong potong"


"siap pak! "


"sisanya yang masih hidup bawa ke tempat mereka seharusnya"


"SIAP! "


"Tatami! dan kalian bertiga ikut aku menyusuri kemana lubang ini mengarah, kita harus dapatkan gadis itu"


sementara itu dibawah tanah


"ayolah bangun" batin Sakuya dihadapan Eri yang pingsan,


"uh aduh! dimana aku!? " tanya Eri dengan nada pelan


"kau dibawah tanah, kudengar ada baku tembak tadi"


"hah kak Bima!! "


"Bima!? siapa itu? "


"dia itu pasukan Neimos yang sudah Eri anggap kakak sendiri"


"oh kau ini rombongan Neimos yang dibicarakan Toaru itu ya"


"kakak kenal kak Toaru,oh iya itu kan jaketnya kak Toaru!? "


"tentu aku kenal kami bertemu ditengah hutan dan ceritanya panjang, oh iya siapa namamu? "


"Eri hanya Eri"


"nama kakak Sakuya, hanya Sakuya"


"kakak dimana kak Toaru sekarang!? "


"aku tidak tahu, setelah dia kalah ia dibawa entah kemana"


"kak Toaru berantem? "


"iya dia berkelahi mati matian"


"apa kakak tau dimana teman teman Eri dibawa? "


"ada dua kemungkinan, yang pertama mereka akan dimasukan kedalam penjara bawah tanah atau yang paling buruk dikirimkan kerumah jagal"


"kalau begitu kita harus cepat membebaskan teman teman Eri"


"aku baru saja mau mengusulkan itu" Sakuya lalu berbalik dan berjalan kearah lubang besar yang berada disana


"eh? kakak punya bayi? "


"iya, ini adiku namanya Masaki" ucap Sakuya "ayo kita pergi dulu dari tempat yang bau ini"


"oke" Eri lalu berjalan menghampiri Sakuya lalu menggenggam tanganya dengan erat, hal itu membuat Sakuya kaget namun ia lama lama terbiasa, mereka berjalan menyusuri gorong gorong yag sudah rada hancur itu,


"kakak sudah berapa lama disini? "tanya Eri


" uhm.... baru sehari, kemarin kakak sampai disini"jawab Sakuya


"sekarang kita mau kemana? "


"kita akan ke tempatku dulu mengambil beberapa senjata dan menyelamatkan Toaru"


"maksud kakak, teman teman Eri"

__ADS_1


"dan juga teman temanmu" sambung Sakuya


mereka mengobrol sepanjang perjalanan, sesekali Eri bercanda dan bercengkrama tentang masa lalunya dan cita citanya.


__ADS_2