
"teh? " tanya Mike sambil menawarkan teh kepada Kyle yang sedang mengingat masa lalu"halo? "
"oh ya! maaf terima kasih" jawab Kyle sambil menerima teh pemberian Mike
"kau baik baik saja? "
"ya tentu..... bagaimana denganmu"
"....... tidak kau sedang tidak baik baik saja" jawab Mike"Kyle yang sehat tidak akan bertanya kembali"
"ah masa sih? "
Mike seketika tersedak ketika mendengar Kyle seperti itu"noh..... sejak kapan kau berbicara seperti seorang cewek! "
"hahahaha sesekali tidak apa kan? "
"kau perlu istirahat kak, aku akan membiarkanmu sendirian oke" Mike lalu berjalan kesudut gerbong dan sesekali mengintip Kyle yang masih terdiam
"jangan memedulikan aku!! "
Kyle yang bingung hanya memberikan jempol kepada Mike,
SEMENTARA ITU DI HUTAN
"jadi..... kau terlempar keluar dari kereta? dan kereta itu membawa barang barang suplai? " tanya Sakuya
sambil berjalan dengan adiknya yang digendong di punggungnya
"yap... benar sekali... "jawab Toaru
"dan kasarnya kau memiliki kekuatan aneh yang
masih misterius? kau monster bukan? "
"bukan aku manusia, enak saja memanggilku monster"
"tapi manusia mana yang bisa hidup kembali setelah kepalanya hancur ditembak shotgun? "
"aku tidak tahu"
mereka lalu berhenti diatas bukit yang tinggi disana terlihat pemandangan indah.... disertai kabut kabut yang samar,
"oke kita berkemah disini" ucap Toaru
"eh? bukanya itu akan mengulur waktu? "
"tenang saja tidak akan lama..... lembah inaso berada dibalik tebing itu, itu tandanya kita sudah dekat dengan Dome"
"oh benarkah? "
Toaru lalu mengangkat sebuah batu dan menaruhnya didekat Sakuya, Sakuya yang melihat itu hanya bisa terdiam menjadi patung,
"kenapa? "
"kau mengangkat batu sebesar ini? " tanya Sakuya
"ya tentu kalau tidak ku angkay,maka kita tidak memiliki alas" jawab Toaru,"aku akan mencari kayu bakar"
"wow.... dia sangat menakjubkan" batin Sakuya,
didalam hutan Toaru mengambili kayu satu persatu dan kejadian aneh terjadi lagi, 2 eko Nicraw menghampiri dirinya dengan puluhan kayu di tangan mereka,
"untuk ku? "
kedua Nicraw itu mengangguk,
"apa yang terjadi disini? " batin Toaru, "terima kasih" Toaru lalu menerima kayu bakar yang cukup banyak tersebut, setelah itu kedua Nicraw itu berjalan pergi meninggalkan Toaru,
"eh? cepat sekali? " tanya Sakuya
"yap... banyak kayu kering disekitar sini"
"ehm.... Kuroji-san kau punya pisau? "
Toaru lalu mengambil pisau yang tersimpan dicelananya dan memeberikanya kepada Sakuya
"panggil aku Toaru saja!,oh apa yang akan kau lakukan? "
tanpa banyak omong Sakuya dengan cepar langsung memotong rambutnya yang panjang dan menyisahkan rambutnya yang hanya seleher,
__ADS_1
"kenapa kau memotongnya? "
"kupikir rambutku cukup menyulitkanku saat berjalan, jadi kupotong, kau suka? "
"aku tidak tahu harus bilang apa" ia lalu menaruh semua kayu yang ia bawa diatas tanah,"oh iya aku lupa...... bagaimana kita menyalakan apinya? "
"To... To... Toaru..... itu" ucap Sakuya yang terpatah patah,
Toaru lalu menoleh dan melihat 2 Nicraw yang tadi sedang berdiri dengan seekor rusa di tangan mereka,
"terima kasih" ucap Toaru
Nicraw itu lalu berjalan kembali kehutan, sementara Sakuta terpatung diam,
"apa yang barusan terjadi? "
"aku tidak tahu" jawab Toaru ia lalu mengupas salah satu kayu dan mengambil sebuah ranting dari atas tanah, ia lalu menggosokan ranting itu kekayu yang ia kupas tadi,
"semangat Toaru-san"
Toaru terus menggosokan ranting itu secepat mungkin sampai disatu kesempatan kayu yang ia gosok mengeluarkan asap,
"wah.... kayumu mulai mengeluarkan asap Toaru-san" ucap Sakuya
tak berselang lama kayu yang digosol Toaru mulai mengeluarkan api, ia lalu menaruhnya didedaunan kering dan sesekali mengipas ngipas pelan,
"kau..... dulu saat di Dome apa yang kau kerjakan? " tanya Sakuya
"hmm.... hanya pembersihan, atau membasmi beberapa monster yang masuk kedalam Dome" jawab Toaru
"kau..... sudah punya pacar? "
"aku? sudah.... aku sudah punya... bagaimana denganmu? "
"aku belom menemukanya sampau saat ini"
"kuharap kau menemukanya, boleh aku minta pisaunya? "
Sakuya lalu mengembalikan pisau yang ia pakai tadi kepada Toaru, ia lalu menguliti rusa yang dibawa oleh Nicraw tadi dan setelah itu memotongnya menjadi beberapa bagian,
"kau memasak apa? "
"daging bakar..... hanya itu" Toaru lalu mulai menusukan potongan daging itu ke ranting yang telah ua kupas kulitnya,
"aku baru kali ini mendengar kau segembira itu, karena sebelumnya kau diam hanya diam,"
"itu kan karena dirimu Toaru-san,"
"aku? "
"ya.. benar, aku merasa nyaman di dekatmu dan baru kali ini aku bisa merasa tenang"
"oh.... aku jadi teringat Akane" batinya, ia lalu merogoh kantong jaketnya berharap ia masih menyimpan foto Akane,"jackpot ini belum hilang"
ia lalu memandangi foto Akane dengan senang,
"siapa itu? "
"pacarku"
"oh.... dia cantik"
"hehe terima kasih.... " Toaru lalu menaruh kembali fotonya didalam kantong celananya, dan angin mulai berhembus secara sepoy sepoy, waktu saat itu sudah tengah malam namun Toaru harus tetap berjaga jaga agar tidak terjadi hal buruk,
KERETA
gerbong 1 habis dilanda serangan yang cukup parah,bahkan Yuko sampai tersengal sengal nafasnya saat selesai,
"semuanya sudah selesai? " tanya Hannah
Yuki hanya mengangguk sambil mencabut katananya dari kepala Nicraw yang ia bunuh,
"Eri! kau sudah boleh keluar" panggil Hannah
Eri lalu mengintip dari balik box suplai dan berlari kearah Hannah,
"jangan berlari nanti jatuh" ucap Hannah
namun Eri tidak memperdulikanya dan langsung memeluknya, Yuko yang sedang mengelap katananya melihat kearah luar jendela diluar yang nampak berkabut
__ADS_1
"Inaso"
"hah? apa maksudmu"
"kita telah sampai di lembah Inaso"
Gerbong 3
"cih.... kenapa tiba tiba berkabut seperti ini? " ucap Mike"kak.... hati hati monster dari kiri"
"aku sudah tahu..... kau sebaiknya gunakan kacamata infra red mu"
Gerbong 2
"eh kabut? " ucap Gouki
"nampaknya kita sudah memasuki Inaso ya? " Bima lalu mengambil golok miliknya,
"tapi itu berarti jarak pandang kita pendek dong"
"justru disitu titik serunya, buang senjatamu Gouki.... sekarang yang kita pentingkan adalah serangan jaraka dekat"
"ohohoho aku suka ini" Gouki lalu mebgambil sebuah plester dan membalut sekujur tanganya dengan plester tersebut,
GERBONG 1
"bersiaplah Hannah" ucap Yuko
"aku harap Toaru disini" batinya
Eri lalu bersembunyi dibelakang tubuh Hannah,
Yuko lalu memincingkan matanya dan melihat kearah luar jendela,
"hei Yuko.... menurutmu Toaru itu orang yang seperti apa? " tanya Hannah
Yuko lalu menghela nafas"seru.... lucu dan bodoh"
"kau tahu aku sempat menyukai Toaru akhir akhir ini"
"lantas? "
"tidak apa apa hanya memberitahumu saja".
Yuko nampak tidak memperdulikan omongan Hannah dan fokus mengawasi luar kereta yang berkabut,
HUTAN
" kau kediniginan? "tanya Toaru
"sedikit"
Toaru lalu melepaskan jaketnya dan memberikanya kepada Sakuya, "kasihan Masaki kedinginan, pakai saja jaketku"
"terima kasih" Sakuya lalu menyelimuti adik nya dengan jaket Toaru yang cukup hangat,"kenapa dia so sweet sekali"batin Sakuya
Toaru lalu berjalan kedalam kearah dalam hutan
"eh kau mau kemana? " tanya Sakuya
"aku mau kehutan sebentar, kau jangan khawatir bau ku masih tertempel di jaketku jadi.... mungkin kalian tidak akan diserang" ucap Toaru sambil berjalan kedalam hutan yang gelap,
sesampainya didalam hutan ia merasakan ada sesuatu yang mengawasinya dari atas pohon,
"kau boleh turun dari atas sana Lobo" panggil Toaru
Lobo lalu turun dari atas pohon dan mengiba ngibas kepalanya yang sedikit basah,
"kau mau kemana? " tanya Lobo
"Daeki"
"kau akan mengejutkan mereka semua"Lobo lalu bersandar di sebuah batang pohon
"tidak apa apa, daripada aku tidak punya tujuan"
Lobo lalu mengendus bau perempuan dari badan Toaru,"kau bersama perempuan? "
"ya dia akan ikut ke Daeki"
__ADS_1
"kau cepat sekali move on"
"woy itu bukan berarti aku menyukainya tahu!" Toaru lalu menghela nafas,"oh ya ngomong ngomong bagaimana dengan Jay?".