Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Ibachiba city


__ADS_3

tak berselang lama kereta itu berhasil keluar dari hutan namun sayangnya perban milik Gouki yang tadinya tertutup malah terbuka kembali akibat Alpha yang menyerangnya,


"kenapa kau tidak menggunakan senapanmu hah!? " ucap Bima yang kesal


"kan sudah kubilang passion ku di tangan bukan senapan aduh aduh.... " jawab Gouki yang tangan kananya sedang diperban ulang oleh Hannah,


"oke semuanya sudah selesai" ucap Hannah ia lalu mengemasi kembali semua alat medisnya dan berjalan kegerbong depan, sesampainya didepan ia melihat Toaru sedang memegangi tangan kananya


"Toaru tangan mu sakit? "


"hanya sedikit kebas"


Hannah lalu menaruh barang barang miliknya dan berjalan mendekati Toaru, ia lalu memijat tangan Toaru secara tiba tiba,


"kau mengagetkanku! "


Hannah hanya diam tidak menanggapi ucapan Toaru


"otot mu ini tegang, "


"oh aku baru tahu"


"kudengar kau sudah punya pacar? "


"kau tahu dari siapa? "


"Yuko"


"oh.... yap benar aku sudah punya pacar, namanya Akane"


"waw..... kau pasti populer, "wajah Hannah seketika berubah menjadi masam


"tidak juga"


"dah lenganmu sudah sembuh"


"terima kasih"


Hannah lalu berjalan kesudut gerbong dan berpangku tangan dengan penuh keputus asaan


"aku tidak mungkin bisa mendapatkanya" batin Hannah,


Toaru yang sedang terpaku diam tiba tiba diajak ngobrol oleh Eri yang bosan,


"kak Toaru! kak Toaru! apa itu Dome? "


"hah!? " kaget Toaru yang baru menyadari keberadaan Eri disampinynya


"kakak tidak mendengarkanku ya? "


"tidak.... tidak... aku mendengarmu kok," Toaru lalu mengkerutkan jidatnya"Dome itu adalah tempat dimana manusia tinggal, tempat yang memberi banyak harapan"


"kalau tempat yang banyak harapan, kenapa aku lahir ditempat seperti ini"


seketika Toaru terdiam, ia menyadari bahwa Eri juga sempat merasakan hal yang sama denganya dulu walaupun nasibnya lebih baik Toaru daripada Eri,


"mungkin orang tuamu tidak memiliki banyak pilihan tapi pasti mereka percaya bahwa kau pasti akan memiliki masa depan yang lebih cerah"


"oh ya? "


"ya betul sekali.... buktinya sekarang kau ikut dengan kami"


"apa Eri bisa menemukan teman didalam Dome? "


"tentunya kau bahkan bisa bermain petak umpet dengan mereka"


"apa itu petak umpet? "

__ADS_1


"itu adalah sebuah permainan, kau belum pernah bermain petak umpet? "


"belum, aku baru dengar itu sekarang"


"permainan itu seperti kau bersembunyi dan nanti akan ada yang mencarimu, pemain yang menang adalah pemain yang berhasil bersembunyi paling lama"


"oh aku pernah begitu, namun yang tertangkap tidak akan kembali" ucap Eri,


"kenapa dia pikir itu sebuah permainan? " batin Toaru,ia lalu melihat wajah Eri"anak sekecil ini saja sudah diberi tekanan seperti itu, tapi dia tidak mengeluh,"


matahari pun perlahan mulai tenggelam namun untungnya kereta mereka berhasil memasuki kota Ibachiba sebuah kita yang tidak ada monster satu pun karena alasan yang tidak jelas, suhu kota ini juga terbilang panas bahkan saat malam,


"lihat itu! " ucap Toaru sambil menunjuk kearah sebuah gedung tinggi,


"waw..... " ucap Eri sambil berjinjit melihat keluar jendela,


Toaru lalu menggendongnya di pundaknya,


"sekarang terlihat? "


"WA........ " kagum Eri ketika melihat sunset di balik gedung pencakar langit itu, "keren.... "


"sifat keayahanya muncul, hiks... tapi apa daya dia sudah ada yang punya" batin Hannah yang memandangi mereka berdua dari pojok gerbong,


tiba tiba suara Kaji terdengar kembali di AVK mereka"perhatian untuk awak awaku tersayang.... "


"Kaji itu menjijikan" ucap Yuko ketika mendengar ocehan Kaji,


"ya baiklah... aku hanya bercanda, apa kalian sudah makan atau istirahat? "


"apa apaan kau Kaji? " jawab Toaru yang malahan jijik mendengar pertanyaan Kaji


Kaji lalu menghela nafas"SEBENTAR LAGI KALIAN AKAN MEMASUKI KOTA IBACHIBA WOY DASAR BAJINGAN! "


"kok dia marah? " ucap Yuko


"apa yang barusan kudengar? " ucap Hannah,


"bajingan, apa itu bajingan? " tanya Eri yang tak sengaja mendengar ucapan Kaji


"WOY BEDEBAH KAU KALAU NGOMONG YANG BENAR!!! " balas Yuko ketika tahu bahwa Eri mendengar mereka,


"KAN KAU SENDIRI YANG BILANG BAHWA UCAPAN KU MENJIJIKAN CIH! DASAR SETAN"


"KAU YANG SETAN! "


"WOY! KENAPA KALIAN MALAH RIBUT! " ucap Toaru yang tiba tiba bicara,


"DIAM KAU! "jawab mereka berdua serentak


Toaru yang mendengar hal itu langsung memojok dan duduk dengan memeluk kedua kakinya, sementara Eri terus diajak ngobrol Hannah agar mengalihkan fokusnya dari Yuko yang sedang marah marah dengan Kaji,


IBACHIBA CITY


" mereka datang! "ucap Lobo sambil mengintip dari balik bangunan yang berada persis disebelah rel


Matarel lalu mengangkat sebuah batu besar dan saat dia mau melemparnya,


"wow..... kau tidak ingat rencananya? " tanya Lobo


"oh iya aku lupa negosiasi" Matarel lalu menjatuhkan batu itu dan memangku tanganya"cih... membosankan"


"kau boleh melemparnya saat kereta itu tidak berhenti"


"semoga tidak berhenti" ucap Matarel dengan penuh semangat


"kumohon berhentilah " batin Lobo

__ADS_1


Jay lalu melambaikan tanganya dari gedung sebrang, Lobo lalu memberikan tanda jempol kepada Jay menandakan bahwa mereka berdua telah siap,


"nampak mereka tidak berhenti" Matarel lalu bersiap siap melempar batu itu,


"tunggu sebentar Matarel.... " keringat secara perlahan mengucur dari keningnya,


"tidak ada waktu, kau ini kenapa menjadi lembek Lobo-chan? "ucap Matarel yang kesal


kereta itu lalu berhenti didalam sebuah stasiun yang sudah hancur, Matarel lalu menurunkan batu itu kembali,


" huh.....! menyebalkan! "Matarel lalu menyilangkan tanganya,


Jay yang berada disebrang gedung lalu memberikan sinyal berupa gerakan tangan keatas dan kebawah secara beraturan,


Lobo lalu melihat tanda yang diberkan Jay"itu tandanya! ayo kita turun"


"hah? tanda apa? "


"sudah ikuti saja aku"


mereka berdua berjalan menyusuri bayang bayang gedung guna tidak menarik perhatian Toaru dan kawan kawanya,


sementara itu stasiun


"akhirnya aku bisa tidur nyenyak" ucap Mike sambil meregangkan tanganya,


Gouki dan yang lainya nampak sudah tertidur lelap dan yang terbangun hanyalah Kyle, Toaru dan Yuko,


Toaru dan Yuko turun dari kereta guna mencari udara segar


"kau tidak tidur? " tanya Kyle dari dalam kereta "dikota ini tidak ada monster jadinya kau bisa rehat sejenak"


"aku sudah tidur, kau sendiri? " tanya Toaru


"aku kurang suka tidur, "


"aku baru dengar orang seperti itu" ucap Yuko, ia lalu mengeluarkan katananya dari dalam Sayanya,


"apa yang ingin kau lakukan? "


"tidak ada.... hanya iseng" Yuko lalu menyalakan pemanas di Katananya, "huh..... hangat"


Toaru lalu ikut duduk disebelah Yuko sekalian menghangatkan dirinya disusul oleh Kyle


"apa yang kau lakukan? " tanya Toaru kepada Kyle


"ikut menghangatkan diri, memangnya kenapa? "


"tidak apa apa" jawab Toaru,"kupikir kau lebih nyaman didalam"


"ya aku akan nyaman jika hangat, jika tidak untuk apa aku didalam, "


"oh iya kenapa kita harus diluar? " tanya Toaru


"kau mau kita terpanggang didalam hah!? " ucap Yuko


"iya juga ya? kau pintar juga"


mereka lalu saling menghangatkan tubuh mereka didepan katana Yuko yang memancarkan suhu yang hangat, namun ketenangan mereka pecah ketika mereka mendengar sesuatu baru saja turun dari ketinggian, mereka dengan reflek langsung mengambil senjata mereka masing masing


"semuanya tetap siaga" ucap Kyle sambil membidik kearah kegelapan didepan mereka,


waktu itu sudah malam dan membuat jarak pandang sedikit berkurang, hanya senter dan katana Yuko yang bercahaya redup,


"suara apa itu? " bisik Yuko yang mendengar suara langkah kaki,"bukankah kota ini seharunya aman? "batinya


sesosok bayangan lalu muncul dari balik bayang bayang malam,

__ADS_1


" maaf mengganggu kalian, halo lagi Yuko dan Toaru"ucap Jay sambil tersenyum dengan tangan yang terangkat keatas.


__ADS_2