Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Duel


__ADS_3

"UHUK" batuk Toaru ketika tubuhnya ditendang oleh Aiga begitu keras,


"berdiri kau manusia lemah" ucap Aiga


Toaru lalu berdiri dan menodongkan katananya kearah Aiga


"Bajingan! " ucap Aiga sambil berlari menuju Toaru dengan dua Tombak ditanganya, ia lalu menebaskan tombaknya kearah Toaru dan Toaru menangkisnya namun dikarenakan kekuatan Toaru yang belum kuat membuatnya sedikit terpental ketika menangkis,


Aiga lalu mengangkat tanganya dan membuat sebuah lingkaran besar diatas kepalanya ia lalu membentuk simbol simbol aneh,


"ini saatnya diriku melawan" ucap Toaru lalu berlari dengan katana siap menebas


namun kejadian tak terduga terjadi tiba tiba munculah puluhan Tombak berbentuk aura diatas langit tombak itu lalu melesat jatuh namun mengarah ke Toaru


"Holy ****! " Toaru lalu menghindari tombak itu satu persatu awalnya dia bisa menghindarinya namun Tombak itu semakin lama semakin cepat dan tak habis habis, hingga tanpa ia sadari Aiga yang sudah selesai dengan tepat sasaran melempar kedua tombaknya kearah Toaru dan membuat Toaru terhempas dan tertancap diatas tanah,


"oh tidak" batin Toaru


ia lalu dihujani oleh tombak yang sedari tadi menghujaninya dan membuat ia tak bisa bergerak karena sekujur tubuhnya ditancapi oleh tombak,


"kenapa kau tidak menurut saja hah!!! " ucap Aiga


nampak Toaru yang mau menjawab pertanyaan itu namun naas sebuah tombak menembus tenggorokanya dan membuat ia tak bisa bicara dengan jelas,


"jika kau menurut kepada Lock ini semua tak akan terjadi" ucap Aiga didepan wajah Toaru,


"sialan tubuhku semuanya dirusak olehnya" batin Toaru yang mencoba menggerekan kedua tanganya namun tak ada gunanya 11 tombak menancap dikedua tanganya hingga membuatnya terdiam tak bisa bergerak,


"kau mau bicara? " tanya Aiga, Aiga lalu menarik tombak yang menancap di tenggorokan Toaru dan menyerapnya,


"kau harus mendekat" ucap Toaru dengan pelan


Aiga lalu mendekatkan telinganya ke depan wajah Toaru"kenapa? last word"


"aku hanya ingin bilang.... mati kau"


"hah? "


Toaru lalu membanturkan kepalanya ke kepala Aiga, dan memaksa tanganya untuk bergerak dan tanpa memperdulikan rasa sakit yang ia derita Toaru dengan cepat mengambil katananya dan menebas perur Aiga,


"pintar" ucap Aiga dengan luka perutnya yang teregnerasi secara perlahan,

__ADS_1


Toaru lalu memaksa kakinya yang tertusuk tombak untuk bergerak dan meremukan setiap tulang kakinya, "AHHH...... " erang Toaru kakinya lalu kembali seperti semula karena kekuatan regenerasinya namun belum selesai kakinya terobati sebuah batu besar terlempar kearah Toaru dan mengenai kepalanya hingga batu itu hancur,


"Uhuk uhuk" batuk Toaru sambil mengeluarkan darah, ia lalu berdiri dan melihat Aiga dengan tombaknya dan dirinya dengan sebuah katana,


Aiga lalu berlari kearah Toaru dengan penuh semangat"Fokus Toaru! "batin Toaru


pertarungan lalu tak terelakan, walaupun Aiga membawa 2 tombak sekaligus namun kecepatanya tak diragukan kecepatanya begitu pula dengan Toaru walaupun tanganya terus menangkis dan terkena tebasan sedikit namun ia masih berusaha berdiri, Aiga lalu melompat dan menancapkan salah satu tombaknya ketanah dan membuat tanah yang mereka pijak bergetar dengan hebat dan munculah 2 salib dari atas langit dan menancap ketanah lalu dari salib itu munculah puluhan rantai yang membuat tanah ditempat itu hancur lebur dan menjadi burung merpati yang aneh,


"apa yang terjadi disini!!! " ucap Toaru yang melompat keatas pohon ketika melihat semua hal aneh itu


"kau menantangku!? dan ini yang kau dapatkan haha" ucap Aiga


Aiga lalu mengambil kesempatan ketika Toaru terkecoh dengan burung merpatinya, ia melemparkan Tombak Michael atau spear of michael ke arah Toaru,


Toaru yang menyadari hal itu segera menghindar namun naas Tombak itu terlanjur menembus tangan kananya hingga hancur dan membuat ia terpental keujung tebing,


"kekuatan apa itu? " ucap Toaru sambil memegangi tangan kananya yang hilang tersebut sedangkan katananya ia selipkan di punggungnya


"itulah Bashina Toaru...... kita adalah dewa atau malaikat" jawab Aiga sambil mengangkat kedua tanganya,


Toaru yang sudah babak belur tidak bisa melakukan banyak hal, tubuhnya masih dipenuhi luka tusukan dan baru sedikit yang terobati ditambah tulang kaki kirinya yang patah disertai tangan kananya yang hilang,


"malaikat hah? sejak kapan malaikat terjerumus kedalam dosa? "


"sial.... hah hah hah jika dia mendapatkanku aku tidak tahu apa yang akan terjadi, dan juga" Toaru lalu melihat kearah tangan kananya yang buntung,


"tidak ada pilihan lain" batin Toaru


"kau terlalu naif"


"ya mungkin benar" Toaru lalu tersenyum dan menjatuhkan dirinya kebawah lembah,


"sial! bajingan itu! " Aiga lalu ikut melompat kebawah lembah demi mendapatkan Toaru untuk dibawa kehadapan Madame,


MARKAS NEIMOS


Kaji nampak khawatir tentang kondisi Akane dikarenakan tanpa sepengetahuan banyak orang Kaji adalah sepupu jauh dari Akane, dan Toaru selalu memerintahkanya untuk menjaga Akane


"hah.... bagaimana kondisinya? " tanya Kaji kepada Minori yang baru saja kembali dari rumah sakit,


"dia baik baik saja, nafasnya mulai stabil nampaknya ia syok berat" jawab Minori yang lali duduk dikursi Suibatsu,

__ADS_1


"kau yakin kau akan menggantikanya? " tanya Kaji kepada Minori yang menggantikan Suibatsu


"tentu.... lagipula Suibatsu kan membutuhkan istirahat juga" jawab Minori


"kau tau tidak kalau aku sepupu jauh Akane" ucap Kaji lalu meminum sebotol air


"eh yang benar? aku baru tahu, kalian satu nenek? "


"ehm lebih tepatnya kami satu buyut, jadi kakek buyut ku memiliki 3 anak nah ibunya neneku ini anak ke 1 dan ibu neneknya Akane itu anak ke 3"ucap Kaji


" oh oke aku mengerti, darimana kau tahu? "


"aku pernah baca silsilah keluarga dan mungkin Akane tak tahu hal ini" Kaji lalu melihat kelayar komputernya yang menunjukan kondisi kereta,


"apa itu tidak apa apa? " tanya Minori sambil menunjuk ke titik merah di kereta itu,


"ya tidak apa apa nanti hilang juga, itu hanya tanda getaran"jawab Kaji, ia lalu menggeser layarnya dan melihat track kereta yang menunjukan bahwa kereta sebentar lagi akan keluar Lembah, Kaji lalu menyambungkan sambunganya kepada Yuko,


" halo Yuko kau baik baik saja? "tanya Kaji


" ya"jawab Yuko


"sebentar lagi kalian akan keluar lembah, usahakan selamat oke, " ucap Kaji


"apa Akane sudah tahu? "


"ya dia sudah tahu berita kematianya sudah menyebar, upacara pemakaman akan dilaksanakan ketika kalian sudah pulang"


Yuko lalu memutus sambungan komunikasinya,


"hah.... Toaru banyak berjasa dalam hidupku" ucap Kaji


Minori yang tahu bahwa Kaji sedang curhat mengacuhkan layarnya dan mulai mendengarkan Kaji


"Toaru yang telah menyatukanku dengan Yuko dengan Hide bagaikan saudara, dan dia selalu menjadi pemimpin yang optimis walaupun bodoh" Kaji lalu menghela nafas,


Minori yang melihat itu dengan cepat beranjak dari kursinya dan memeluk Kaji dari belakang,


"aku tahu ini cukup berat untukmu" ucap Minori sambil menepuk nepuk dada Kaji,


Kaji lalu megenggam tangan Minori"terima kasih Minori"

__ADS_1


"aku selalu ada didekatmu Kaji" ucap Minori dengan wajah merah merona, mereka lalu kembali melanjutkan pekerjaan mereka dengan serius dan baru kali ini Kaji merasakan jatuh cinta sebenarnya.


__ADS_2